Anda di halaman 1dari 8

BAB II

LANDASAN TEORI
II.1 Pelabuhan
Pelabuhan adalah wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas-batas
tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan
sebagai tempat bersandar, berlabuh, naik-turun penumpang dan atau bongkar muat
barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang
serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda (PP Nomor 69 Tahun 2001).
Pelabuhan merupakan suatu pintu gerbang dan memperlancar hubungan antar daerah,
pulau, atau bahkan antar benua dan bangsa yang dapat memajukan daerah belakangnya
(hinterland). Daerah belakang ini adalah daerah yang memiliki kepentingan hubungan
ekonomi, sosial, dan lain-lain dengan pelabuhan tersebut.
II.1.1 Fungsi Pelabuhan
Pelabuhan terdiri dari suatu wilayah perairan dan daratan yang masing-masing
dilengkapi fasilitas-fasilitas pelayaran kapal, barang dan manusia. Pelayanan terhadap
kapal dapat dilakukan pada saat kapal berlabuh, bersandar (bongkar muat) dan bergerak
dalam kawasan pelabuhan. Sementara pelayanan tehadap barang dilakukan pada proses
bongkar muat. Sedang pelayanan terhadap manusia pada proses naik-turun penumpang,
administrasi pelayanan kapal dan barang.
Kebutuhan akan pelabuhan timbul untuk memenuhi hal berikut :
1. Pembangunan pelabuhan yang didasarkan pada pertimbangan politik, misalnya
pelabuhan militer yang diperlukan untuk mendukung keamanan suatu Negara.
2. Pembangunan suatu pelabuhan diperlukan untuk melayani atau meningkatkan
kegiatan ekonomi daerah di belakangnya dan untuk menunjang kelancaran
perdagangan antar pulau maupun Negara (ekspor dan impor) pelabuhan banyak
mendukung perkembangan kota didekatnya dan daerah belakangnya.
3. Untuk mendukung kelancaran produksi suatu perusahaan atau pabrik, sering
diperlukan suatu pelabuhan khusus. Pelabuhan ini akan melayani pemasaran dan
pengiriman hasil produksi atau mendatngkan bahan baku produksi pabrik
tersebut

II.1.2 Jenis Jenis Pelabuhan


1) Ditinjau Dari Segi Penyelenggaraannya
a. Pelabuhan umum
Pelabuhan umum diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat umum.
b. Pelabuhan khusus
Pelabuhan khusus diselenggarakan untuk kepentingan sendiri guna menunjang
kegiatan tertentu.
2) Ditinjau Dari Segi Pengusahaannya
a. Pelabuhan yang diusahakan
Pelabuhan ini sengaja diusahakan untuk memberikan fasilitas-fasilitas yang
diperlukan oleh kapal yang memasuki pelabuhan untuk melakukan kegiatan
bongkar muat barang, menaik turunkan penumpang serta kegiatan lainnya.
b. Pelabuhan yang tidak diusahakan
Pelabuhan ini hanya merupakan tempat singgahan kapal/perahu, tanpa fasilitas
bongkar muat, bea cukai, dan sebagainya. Pelabuhan ini umumnya pelabuhan
kecil yang disubsidi oleh pemerintah.
3) Ditinjau dari segi fungsinya dalam perdagangan Nasional dan Internasional
a. Pelabuhan laut
Pelabuhan laut adalah pelabuhan yang bebas dimasuki oleh kapal- kapal
berbendera asing. Pelabuhan ini biasanya merupakan pelabuhan besar dan ramai
dikunjungi oleh kapal- kapal samudra.
b. Pelabuhan pantai
Pelabuhan pantai adalah pelabuhan yang disediakan untuk perdagangan dalam
negeri dan oleh karenaitu, tidak bebas disinggahi oleh kapal berbendera asing.
Kapal asing dapat memasuki pelabuhan ini dengan meminta ijin terlebih dahulu.
4) Ditinjau dari segi penggunaannya
a. Pelabuhan ikan
Pada umumnya, pelabuhan ikan tidak memerlukan kedalaman air yang dalam,
karena kapal-kapal motor yang digunakan untuk menangkap ikan tidak besar.

b. Pelabuhan minyak
Pelabuhan minyak biasanya tidak memerlukan dermaga atau pangkalan. Proses
bongkar muat dilakukan dengan pipa-pipa dan pompa-pompa.
c. Pelabuhan barang
Pelabuhan ini mempuntai dermaga yang dilengkapi dengan fasilitas

untuk

bongkar-muat barang.
d. Pelabuhan penumpang
Pelabuhan penumpang tidak banyak berbeda dengan pelabuhan barang. Pada
pelabuhan barang di belakang dermaga, terdapat gudang-gudang. Sedangkan pada
pelabuhan penumpang dibangun stasiun penumpang
e. Pelabuhan campuran
Pada umumnya, pencampuran pemakaian ini terbatas untuk

penumpang dan

barang, sedang untuk keperluan mintak dan ikan biasanya tetap terpisah.
f. Pelabuhan militer
Pelabuhan ini mempuntai daerah perairan yang cukup luas untuk memungkinkan
gerakan cepat kapal-kapal perang dan agar letak bangunannya cukup terpisah
5) Ditinjau menurut letak geografisnya
a. Pelabuhan alam
Pelabuhan alam merupakan daerah yang terlindungi dari badai dan gelombang
secara alamiah. Misalnya oleh suatu pulau, jazirah, atau terletak di teluk, estuary
atau muara sungai. Di daerah tersebut, pengaruh gelombang sangat kecil.
b. Pelabuhan buatan
Pelabuhan buatan adalah suatu daerah perairan yang dilindungi dari pengaruh
gelombang dengan membuat bangunan pemecah

gelombang (breakwater).

Pemecah gelombang ini membuat daerah perairan tertutup dari laut dan hanya
dihubungkan oleh suatu celah (mulut pelabuhan) untuk keluar masuknya kapal.
c. Pelabuhan semi alam
Pelabuhan ini merpakan campuran dari kedua tipe di atas. Misalnya suatu
pelabuhan yang terlindungi oleh lidah pantai dan perlindungan buatan hanya pada
alur masuk.

II.1. 3 Jenis Survey


Kegiatan sebelum membangun pelabuhan pada umumnya melakukan Survey
atau penyelidikan terlebih dahulu. Adapun jenis survey tersebut antara lain:
1) Survey Topografi dan Geologi
Survey akan keadaan topografi daratan dan bawah laut adalah sangat penting
karena kondisi topografi tersebut harus memungkinkan untuk mendirikan pelabuhan
dan pengembangan wilayah di sekitar pelabuhan di masa yang akan datang. Daerah
yang akan digunakan untuk perairan pelabuhan harus mempunyai kedalaman yang
cukup sehingga kapal-kapal bisa masuk ke pelabuhan. Survey topografi diperlukan
untuk menentukan titik-titik pantai.
Selain kondisi tersebut di atas, kondisi geologi juga perlu diperhatikan yakni
mengenai sulit tidaknya dilakukan pengerukan di daerah perairan dan kemungkinan
menggunakan hasil pengerukan tersebut untuk menimbun tempat lain.
2) Survey Sedimentasi
Untuk dapat memprediksi resiko pengendapan, masalah akan sedimentasi harus
diteliti dengan baik karena proses sedimentasi ini sulit ditanggulangi. Proses erosi dan
sedimentasi tergantung pada sedimen dasar dan pengaruh hidrodinamika gelombang
dan arus.
3) Survey Pelayaran
Pelabuhan yang dibangun harus mudah dilalui kapal-kapal yang akan
menggunakannya. Kapal yang berlayar dipengaruhi oleh faktor-faktor alam seperti
angin, gelombang, dan arus yang dapat menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada
badan kapal. Faktor tersebut semakin besar apabila pelabuhan terletak di pantai yang
terbuka ke laut dan begitupun juga sebaliknya.
4) Survey Gelombang dan Arus
Gelombang menimbulkan gaya-gaya yang bekerja pada kapal dan bangunan
pelabuhan. Untuk menghindari gangguan gelombang tersebut maka perlu dibuat
bangunan pelindung pantai.

5) Survey Kedalaman Air


Kedalaman laut sangat berpengaruh pada perencanaan pelabuhan. Untuk
pelayaran, kapal-kapal memerlukan kedalaman air yang sama dengan sarat (draft) kapal
ditambah dengan suatu kedalaman tambah. Kedalaman air untuk pelabuhan didasarkan
pada frekuensi kapal-kapal dengan ukuran tertentu yang masuk ke pelabuhan. Jika
kapal-kapal terbesar masuk ke pelabuhan hanya satu kali dalam beberapa hari, maka
kapal tersebut hanya boleh masuk pada waktu air pasang. Sedang kapal-kapal kecil
harus dapat masuk ke pelabuhan pada setiap saat.
II.1.4 Fasilitas Pelabuhan
Fasilitas pelabuhan terbagi atas dua macam yaitu fasilitas pokok dan penunjang
pelabuhan.
1) Fasilitas Pokok Pelabuhan
Fasilitas pokok pelabuhan adalah semua fasilitas yang harus ada pada pelabuhan.
Fasilitas pokok tersebut antara lain adalah :
a.

Dermaga
Dermaga merupakan fasilitas pelabuhan yang digunakan untuk bersandarnya kapal
agar dapat melakukan proses bongkar muat barang atau untuk mengangkut dan
menurunkan penumpang, yang dilengkapi dengan tambatan dan peralatan bongkar
muat.

b.

Alur Pelayaran
Alur pelayaran merupakan daerah yang dilalui kapal sebelum masuk ke dalam
wilayah pelabuhan. Alur pelayaran berfungsi untuk memberi jalan kepada kapal
untuk memasuki wilayah pelabuhan dengan aman dan mudah, menghilangkan
kesulitan yang akan timbul karena gerakan kapal ke arah atas (minimum ships
maneuver activity) dan gangguan alam.

c.

Kolam Pelabuhan
Kolam pelabuhan merupakan daerah yang berbentuk perairan yang mempunyai
kedalaman yang disyaratkan dimana perairan tersebut berada di depan dermaga
dan terlindung oleh pemecah gelombang (breakwater). Kolam pelabuhan berfungsi
menampung kapal dalam melakukan berth time (waktu sandar) selama dalam

pelabuhan, kapal dapat dengan mudah melakukan bongkar muat tanpa terganggu
oleh gelombang,
d. Pemecah Gelombang (Breakwater)
Breakwater merupakan bagian fasilitas pelabuhan yang dibangun dengan
batu kali dengan berat tertentu atau dengan bahan buatan yang berbentuk tertentu
seperti tetrapods, quadripods, hexapods, atau dengan dinding tegak (caisson).
Fungsi breakwater ialah melindungi daerah pelabuhan dari gelombang dan
sedimentasi sehingga kapal dapat berlabuh dengan aman dan tenang, proses
bongkar muat barang dapat dilakukan dengan lancar serta mengurangi tingkat
pengendapan pada alur dan kolam pelabuhan. Pada perencanaan pelabuhan ini,
breakwater tidak dijelaskan secara spesifik karena akan dibahas tersendiri pada
tugas Pemecah Gelombang Sisi Miring (PGSM).
2) Fasilitas Penunjang Pelabuhan
Fasilitas penunjang digunakan untuk menunjangi fasilitas pokok yang ada.
Adapun jenis fasilitas penunjang pelabuhan antara lain:
a. Gudang Laut
Gudang laut (disebut juga gudang pabean, gudang lini I, gudang transit) adalah
gudang yang berada di tepi perairan pelabuhan dan hanya dipisahkan dari air laut
oleh dermaga pelabuhan. Gudang ini menyimpan barang-barang yang baru saja
diturunkan dari kapal dan yang akan dimuat ke kapal, sehingga barang terlindung
dari hujan dan terik matahari.
b. Gudang
Gudang merupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang
yang berasal dari kapal atau yang akan dimuat ke kapal, menjaga keseimbangan
antara barang/muatan yang diangkut oleh kapall dari darat , tempat menunggu
penyelesaian dokumen, mencegah kerusakan muatan yang diakibatkan oleh cuaca
dan penybab lainnya serta mengumpulkan muatan dan digunakan untuk
menyimpan barang dalam waktu yang lama.

c. Lapangan Penumpukan Terbuka


Lapangan penumpukan merupakan suatu tempat yang luas dan terletak di dekat
dermaga yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang akan dimuat atau
setelah dibongkar dari kapal. Fungsi lapangan penumpukan ialah menyimpan
barang-barang berat dan besar serta mempunyai ketahanan terhadap panas matahari
dan hujan. Barang-barang yang disimpan pada lapangan penumpukan berupa
kendaraan berat, barang-barang yang terbuat dari baja seperti tiang listrik, plat
baja, baja profil, baja beton dan sebagainya.
d. Jalan
Jalan merupakan suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan
kaki, yang menghubungkan satu tempat dengan tempat yang lain. Fungsi jalan
adalah untuk melancarkan kegiatan perpindahan kendaraan yang pada akhirnya
akan melancarkan kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.
e. Kapal Pandu dan Tunda
Kapal pandu dan tunda merupakan fasilitas penunjang yang digunakan untuk
melayani kapal yang melakukan gerakan diperairan wajib pandu baik yang akan
sandar maupun meninggalkan pelabuhan.
f. Peralatan Bongkar Muat
Adapun beberapa macam alat bongkar muat barang antara lain:
1.

Derek kapal, fungsinya untuk mengangkat muatan yang tidak terlalu berat dan
pengangkatan berlaku untuk radius kecil, yaitu sekitar 6 meter dari lambung
kapal.

2.

Crane darat, merupakan pesawat bongkar muat dengan lengan cukup panjang
yang ditempatkan di atas dermaga pelabuhan, dipinggir permukaan perairan
pelabuhan.

3.

Crane terapung, merupakan pesawat bongkar muat yang mempunyai mesin


sendiri untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Lengannya
dipasang mati dan tidak dapat diatur panjang jangkauannya. Kapasitasnya
sebesar 10 ton, 25 ton, 50 ton, 200 ton, atau lebih.

4.

Alat pengangkat di atas dermaga, misalnya forklift, Crane mobil, dan


sebagainya.

g. Bengkel pemeliharaan
Adalah fasilitas yang disediakan untuk memelihara dan merawat peralatan bongkar
muat dan peralatan lainnya yang berkaitan dengan operasional pelabuhan.
3) Fasilitas Lain
Adapun fasilitas penunjang lainnya antara lain mercu suar, Tempat parkir,
tangki air, bahan bakar, Mesjid, kantin, PK5 dan wartel.
II.1.5 Instansi / Kantor Kantor di Pelabuhan
Adapun instansi/perkatoran yang berada didalam area pelabuhan diantaranya yaitu
a. Administrasi pelabuhan
b. Syahbandar
c. Bea Cukai
d. KP3
e. Security Service
f. Kantor Kantor Pelayaran Swasta
II.2 Kapal