Anda di halaman 1dari 8

PENGENALAN JENIS-JENIS PLANKTON

Oleh:

1.

Mia Widiyaningsih

(B0A013001)

2.

Dinda Adinapraja

(B0A013013)

3.

Arni Khurnia Suci

(B0A013041)

4.

Elsa Mirantika

(B0A013050)

5.

Elistianti Dewi

(B0A013051)

6.

Rangga Herdianto

(B0A011035)

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK BUDIDAYA PAKAN ALAMI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PROGRAM STUDI DIII PENGELOHAN SUMBERDAYA
PERIKANAN DAN KELAUTAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan suatu negara yang sebagian besar wilayahnya


adalah perairan.Sumberdaya perairan indonesia sangat kaya akan hasil-hasil laut
terutama ikan. Dalam ekosistem perairan Indonesia juga sangat banyak terdapat
plankton. Plankton berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti mengapung,
Plankton biasanya mengalir bersama arus laut. Plankton juga biasanya disebut
biota yang hidup di mintakat pelagic dan mengapung, menghanyutkan atau
berenang sangat lincah, artinya mereka tidak dapat melawan arus dan arah
(Anugrah,2005)
Plankton adalah setiap organisme hanyut ( hewan, tumbuhan, archaea,
atau bakteri ) yang menempati zona pelagik samudera, laut, atau air tawar.
Plankton ditentukan oleh niche ekologi mereka dari pada taksonomi filogenetik
atau klasifikasi. Mereka menyediakan sumber makanan penting yang lebih besar,
lebih dikenal organisme akuatik seperti ikan dan cetacea. Meskipun banyak
spesies planktik ( atau bagian plankton lihat di Terminologi ) berukuran mikro
dalam ukuran, plankton termasuk organisme meliputi berbagai ukuran, termasuk
organisme besar seperti ubur-ubur (Fajri,2008).
Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka.
Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja.
Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan
untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya. Plankton
juga biasanya disebut biota yang hidup di mintakat pelagic dan mengapung,
menghanyutkan atau berenang sangat lincah, artinya mereka tidak dapat
melawan arus. Ukuran Plankton sangat beranekaragam dari yang terkecil yang
disebut Ultraplankton dengan ukuran <0,005 mikro, Nanoplankton yang
berukuran 60-70 mikro, dan Netplankton yang dapat berukuran beberapa
millimeter dan dapat dikumpulkan dengan jarring plankton. Makro plankton
berukuran besar baik berupa tumbuhan ataupun hewan (Nybakken,1992).
1.2. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal beberapa jenis plankton yang
dapat digunakan sebagai pakan alami ikan yang terdapatdi kolam budidaya,
sawah dan sungai.

II. MATERI DAN CARA KERJA

2.1. Materi
Alat yang digunakan dalam acara praktikum teknik budidaya pakan alami
adalah
ember
volume
10
l,planktonet,tali
plasik/rafia,botol
sampel,mikroskop,cover
glass,object
glass,
pipet
tetes,buku
identifikasi,tissue,dan alat tulis.
Bahan yang digunakan adalah

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil
Tabel 3.1 Identifikasi Jenis-jenis Plankton
No
Kelas
Genera

Spesies

1.

Xanthophyceae

Botrydiopsis

Botrydiopsis sp.

2.

Chlorophyceae

Micrasterias

Micrasterias radiosa

Pandorma

Pandorma morum

Pediastrum

Pediastrum

3.
4.

Chlorophyceae
Chlorophyceae

duplex

var. subgranulatum
5.

Chlorophyceae

Pediastrum

Pediastrum
gracillimum

6.

Bacillariophyceae

Navicula

Navicula

7.

Chlorophyceae

Dunaliella

Dunaliella salina

8.

Cryptophyceae

Chilomonas

Chilomonas sp.

9.

Bacillariophyceae

Encyonema

Encyonema
prostratum

10.

Chlorophyceae

Eudorina

Eudorina sp.

3.2. Pembahasan

Fitoplankton (alga planktonik) merupakan dasar sebagian jaring-jaring


makanan di laut maupun air tawar. Sering disebut plankton nabati. Sel tubuh
mengandung klorofil sehingga merupakan organisme autotrof yang mampu
berfotosintesis secra langsung dan merupakan penyumbang makanan alami
pada kehidupan perairan. Proses fotosintesis pada ekosistem air yang dilakukan
oleh fitoplankton (produsen) merupakan sumber nutrisi utama bagi kelompok
organisme air lainnya yang berperan sebagai konsumen (Nybakken, 1992).
Divisi Fitoplankton yang ada di dunia ini adalah:
1. Cholorophyta
Alga hijau merupakan kelompok terbesar dari vegetasi alga. Alga hijau
termasuk dalam divisi chlorophyta bersama charophyceae. Divisi ini berbeda
dengan divisi lainnya karena memiliki warna hijau yang jelas seperti pada
tumubuhan tingkat tinggi karena mengandung pigmen klorofil a dan klorofil b
lebih dominan dibandingkan karotin dan xantofil. Hasil asimilisasi beberapa
amilum, penyusunnya sama pula seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu
amilose dan amilopektin. Alga hijau mempunyai susunan tubuh yang
bervariasi baik dalam ukuran maupun dalam bentuk dan susunanya. Ada
Chlorophyta yang terdiri dari sel-sel kecil yang merupakan koloni berbentuk
benang yang bercabang-cabang atau tidak, ada pula yang membentuk koloni
yang menyerupai kormus tumbuhan tingkat tinggi. Perkembangbiakan pada
divisi ini ada 2 cara yaitu seksual dan aseksual (Syahriany,2001).
2. Pyrrophyta
Kebanyakan anggota divisi ini disebut dinoflagelata, yakni mencakup berbagai
spesies yang uniseluler, motil, beberapa tanpa membungkus tetapi sebagian
besar dilengkapi dengan dinding sel. Ciri yang utama ialah adanya celah dan
alur sebelah luar, masing masing mengandung satu bulu cambuk dengan
satu alur melintang dan seluruhnya melingkupi selnya, yang satu lagi
membujur dan hanya meluas sepanjang satu sisi. Dinding sel, bilamana ada,
acap kali dibagi-bagi menjadi lempengan selulose poligonal, yang
brsambungan sangat rapat. Beberapa plastid, yang berisi klorofil dan pigmen
coklat kekuning kuningan tersimpan di dalam sel. Cara perkembangbiakan
yang umum ialah pembelahan sel. Dinoflagelata terutama hidup di dalam air
laut meskipun beberapa spesies terdapat dalam air tawar, kadang kadang
dalam jumlah besar. Sejumlah dinoflagelata marine bersama dengan binatang
laut yang amat kecil, bersifat pendarfosfor dan memancarkan demikian
banyaknya cahaya sehingga sangat menyolok pada waktu malam, teristimewa
jika laut itu terganng. Dinoflagelata, bersama -sama diatom, sangat penting
perananya dalam ekonomi laut. Pyrrophyta atau lebih dikenal sebagai
Dinophyceae atau Dinoflagellata merupakan protista yang hidup di laut atau
air tawar, dikelompokkan sebagai protista autotrof oleh adanya klorofil a dan
c , tetapi tidak mempunyai klorofil b pigmen xantophil yang khas yaitu
peridinin, neoperidinin, dinoxanthin dan neodinoxanthin) dan b karoten yang
memberikan warna coklat atau warna coklat emas. Cadangan makanan
berbentuk tepung atau minyak. Pyrrophyta bersifat fotoautotrof atau

heterotrof, sebagai saprofit, parasit, hidup bersimbiose atau holozoik


sehingga dinamakan pula sebagai Dinoflagellata karena mempunyai sepasang
flagella yang tidak sama panjang. Karakteristik dari organisme ini dari
eukariotik lainnya adalah tetap memadatnya kromosom pada semua stadia
sehingga dikenal dengan sifat mesokariotik (Syahriany,2001).
3. Euglenophyta
Divisi biologis ini berisi spesies ganggang Euglena viridis dan lebih dari 1.000
spesies ganggang terkait; mereka semua uniseluler (bersel tunggal) dan
terutama ditemukan di lingkungan air tawar. Mereka semua fotosintetik
(meskipun beberapa heterotrophs sekunder) dan mereka semua mengandung
chlorophylls a dan b. Fitur yang unik divisi ini adalah bahwa mereka
menyimpan energi yang mereka hasilkan dari fotosintesis sebagai paramylum,
karbohidrat yang tidak biasa. Anggota divisi ini memiliki vakuola kontraktil dan
satu flagella (Syahriany,2001).
4. Cryptophyta
5. Cyanophyta

IV. KESIMPULAN

DAFTAR REFERENSI

Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan dari
Marine Biology : An Ecological Approach. Alih Bahasa : M. Eidman, Koesoebiono,
D.G. Bengen dan M. Hutomo. Gramedia, Jakarta. 459 p
Sahriany, S. 2001. Studi Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan
Karbino Kepulauan Sembilan Kabupaten Sinjai. Skripsi. Jurusan Perikanan.
Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Nontji, Anugrah. 2005. Laut Nusantara Djambatan. Jakarta.
Fajri.2008. Penuntun Praktikum dan Lembar Kerja
Praktikum Ekologi
Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UR. Pekanbaru.