Anda di halaman 1dari 1

Calcium Hydroxide [ Ca(OH)2 ]

Selain dapat digunakan sebagai semen untuk sub-base, kalsium hidroksida ini juga dapat
digunakan sebagai obat sterilisasi saluran akar karena memiliki sifat bakterisid. Sifat
bakterisid dari kalsium hidroksida [ Ca(OH)2 ] ini berasal dari pH-nya yang tinggi atau
pH basa yaitu sekitar 11-12,
sehingga menyebabkan lingkungan tempat tinggal bakteri asidofilik menjadi tidak
kondusif. Lingkungan basa ini dapat menyebabkan bakteri mati karena tidak
sesuai dengan habitatnya.
pH basa ini juga berperan dalam merubah sifat biologis lipopolisakarida pada
dinding sel bakteri.
menguraikan atau menghancurkan sisa jaringan organik yang nekrotik, debris,
bakteri dan juga produk sampingan dari bakteri itu sendiri, sehingga melengkapi
pembersihan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sifat kalsium hidroksida yang
seperti ini membantu mencegah re-growth dari bakteri yang tertinggal di saluran
akar.
Kalsium hidroksida yang berupa bubuk ini dapat dicampur dengan larutan, berupa larutan
anastesi lokal, air, saline, gliserin dan metil selulosa. Ketika bubuk kalsium hidroksida ini
dicampur dengan cairan seperti contohnya aquades, maka yang bentuk pasta tebal sebagai
obat sterilisasi akan terbentuk.
Biasanya, aplikasi untuk obat sterilisasi merupakan kombinasi dari antibiotik dan
antiseptik. Hal ini fungsinya adalah untuk mengoptimalkan kerja obat sterilisasi karena
ada saling melengkapi antara kekurangan dari antibiotik dan antiseptik.
Daftar Pustaka
Cohen, Stephen and Richard C. Burns. 1994. Pathways of the pulp. Missouri : Mosby
Ilmu Endodontik dalam Terapan
Torabinajad, Mahmoud and Richard E. Walton. 2009. Endodontics Principles and Practice 4th
Edition. Missouri: Elsevier