Anda di halaman 1dari 2

Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan,

tingkat kesadaran dibedakan menjadi :


Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan
tentang keadaan sekelilingnya..
Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang
berhayal.
Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun
kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban
verbal.
Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon
kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).
Perubahan tingkat kesadaran dapat diakibatkan dari berbagai faktor, termasuk perubahan dalam lingkungan kimia
otak seperti keracunan, kekurangan oksigen karena berkurangnya aliran darah ke otak, dan tekanan berlebihan di
dalam rongga tulang kepala.
GANGGUAN POLA PERNAFASAN Beberapa gangguan pernafasan juga sering dialami oleh seseorang, untuk
mengetahui beberapa gangguan pernafasan tersebut dapat mengunjungi tautan berikut ini.
Gangguan Sistem Pernafasan
Bradipnea : Frekwensi pernapasan lambat yang abnormal, irama teratur
Takipnea: Frekwensi pernapasan cepat yang abnormal
Hiperpnea: Pernafasan cepat dan dalam
Apnea: Berhenti bernapas
Hiperventilasi: Sesak nafas yang diakibatkan dari kegagalan vertikel kiri
Hipoventilasi: Pernafasan tampak sulit dan tertahan terutama saat akspirasi
Pernapasan kussmaul: Nafas dalam yang abnormal bisa cepat, normal atau lambat pada umumnya pada asidosis
metabolik
Pernapasan biok: Tidak terlihat pada kerusakan otak bagian bawah dan depresi pernapasan
Pernapasan Cheyne stokes: Periode pernapasan cepat dalam yang bergantian dengan periode apnea, umumnya
pada bayi dan anak selama tidur terasa nyenyak, depresi dan kerusakan otak.
Dari sumber lain diketahui bahwa berikut ini merupakan beberapa jenis gangguan pola nafas:
Eupnea: Pernafasan normal (16-24)
Toehipneia: Pernafasan cepat (<24x/mnt)
Bradipnea: Pernafasan lambat (<16x/mnt)

Apnea: Keadaan dimana terhentinya nafas (henti nafas)


Ceinstok: Nafas cepat kemudian lambat dan keadaan diselingi Apnea
Cusmaul: Nafas cepat dan dalam
Biop: Pernafasan ripine maupun amplitudanya tidak teratur dan diselingi periode apnea
Dispnea: Sesak nafas
Ortopnea: Kemampuan bernafas hanya dalam posisi duduk atau berdiri
Stedor: Mendengkur bahaya obtruksi jalan nafas atas
Stidor: Bunyi nafas kering dan nyaring pada saat inspirasi
Whessing: Bunyi nafas seperti orang bersiul (nyik-nyik)
Ronchi: Bunyi nafas yang kasar kering saat ekspirasi
Rales: Bunyi nafas yang mendesak atau bergelombang di dengar pada saat inspirasi
- See more at: http://www.g-excess.com/689/gangguan-pola-pernafasan/#sthash.yXMEJEXH.dpuf
Gas darah arteri memungkinkan utnuk pengukuran pH (dan juga keseimbangan asam basa), oksigenasi, kadar
karbondioksida, kadar bikarbonat, saturasi oksigen, dan kelebihan atau kekurangan basa. Pemeriksaan gas darah
arteri dan pH sudah secara luas digunakan sebagai pegangan dalam penatalaksanaan pasien-pasien penyakit berat
yang akut dan menahun. Pemeriksaan gas darah juga dapat menggambarkan hasil berbagai tindakan penunjang
yang dilakukan, tetapi kita tidak dapat menegakkan suatu diagnosa hanya dari penilaian analisa gas darah dan
keseimbangan asam basa saja, kita harus menghubungkan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan datadata laboratorium lainnya.
Asidosis metabolik adalah kondisi dimana keseimbangan asam-basa tubuh terganggu karena adanya peningkatan
produksi asam atau berkurangnya produksi bikarbonat.
Kondisi ini akhirnya menyebabkan asidemia atau keasaman darah, dimana pH arteri turun hingga di bawah 7,35.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan koma dan bahkan kematian.
Anion gap adalah selisih antara elektrolit, ion positif (kation), natrium dan kalsium, serta ion negatif (anion), klorida
dan bikarbonat (CO2 serum) untuk memastikan sedah tercapainya ketidak seimbangan asam basa. Anion yang
tidak terukur di dalam serum misalnya fosfat, sulfat, laktat, badan keton, dan asam organik lain juga
mempengaruhi ketidak seimbangan asam basa metabolik (asidosis dan alkalosis metabolik) Anion gap yang
meningkat (>17 mEq/l) menunjukkan asidosis metabolik, penurunan kadar aion gap (<10 mEq/l) menunjukkan
alkalosis metabolik