Anda di halaman 1dari 19

eberapa Penyebab dan Dampak Global

Warming
Penyebab dan Dampak Global Warming. Salah satu masalah terbesar
yang kita hadapi sekarang adalah pemanasan global. Dampaknya pada
hewan dan pertanian memang mengkuatirkan, terlebih lagi pada populasi
manusia sangat menakutkan. Fakta-fakta tentang pemanasan global
sering diperdebatkan dalam politik dan media, tetapi, sayangnya,
meskipun banyak pihak tidak sepakat tentang penyebab global warming,
akan tetapi pemanasan global adalah fakta, terjadi secara global, dan
terukur. Berikut ini ada 10 penyebab dan dampak yang timbul akibat
pemanasan global.

1. Penyebab global warming: Emisi karbon dioksida dari pembakaran


bahan bakar fosil pembangkit listrik.
Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari
pembangkit listrik berbahan bakar batubara batubara yang melepaskan
sejumlah besar karbon dioksida ke atmosfer. 40% emisi CO2 dihasilkan
oleh produksi listrik AS, dan 93 persen diantaranya berasal dari emisi
pembakaran batubara pada industri utilitas. Setiap hari, pasar semakin
banyak dibanjiri gadget penggunaannya membutuhkan daya listrik,
padahal tidak didukung oleh energi alternatif. Dengan demikian kita akan
semakintergantung pada pembakaran batu bara untuk memasok
kebutuhan listrik di seluruh dunia.

2. Penyebab Global Warming: Emisi karbon dioksida dari


pembakaran bensin pada kendaraan.
Kendaraan yang kita pakai adalah sumber penghasil emisi sekitar
33% yang berdampak terhadap pemanasan global. Dengan pertambahan
jumlah penduduk yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan, tentu
saja akan meningkatkan permintaan akan kendaraan yang lebih banyak
lagi, yang berarti penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi dan
pabrik yang semakin besar. Konsumsi terhadap bahan bakar fosil jauh
melampaui penemuan terhadap cara untuk mengurangi dampak emisi.
Sudah saatnya kita meninggalkan budaya konsumtif.

3. Penyebab Global Warming: Emisi metana dari peternakan dan


dasar laut Kutub Utara.
Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat setelah CO2. Bila
bahan organik diurai oleh bakteri pada kondisi kekurangan oksigen
(dekomposisi anaerobik) maka metana akan dihasilkan. Proses ini juga
terjadi pada usus hewan herbivora, dan dengan meningkatnya jumlah
produksi ternak terkonsentrasi, tingkat metana yang dilepaskan ke
atmosfer akan meningkat. Sumber metana lainnya adalah metana klatrat,
suatu senyawa yang mengandung sejumlah besar metana yang
terperangkap dalam struktur bongkahan es. Apabila metana keluar dari
dasar laut Kutub Utara, maka tingkat pemanasan global akan meningkat
secara signifikan.

4. Penyebab Global Warming: Deforestasi, terutama hutan tropis


untuk kayu, pulp, dan lahan pertanian.
Penggunaan hutan untuk bahan bakar (baik kayu dan arang) merupakan
salah satu penyebab deforestasi. Di seluruh dunia pemakaian produk
kayu dan kertas semakin meningkat, kebutuhan akan lahan ternak
semakin meningkat untuk pemasok daging dan susu, dan penggunaan
lahan hutan tropis untuk komoditas seperti perkebunan kelapa sawit
menjadi penyebab utama terhadap deforestasi dunia. Penebangan hutan
akan mengakibatkan pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfir.

5. Penyebab Global Warming: Peningkatan penggunaan pupuk kimia


pada lahan pertanian.
Pada pertengahan abad ke-20, penggunaan pupuk kimia (yang
sebelumnya penggunaan pupuk kandang) telah meningkat secara
dramatis. Tingginya tingkat penggunaan pupuk yang kaya nitrogen
memiliki efek pada penyimpanan panas dari lahan pertanian (oksida
nitrogen memiliki kapasitas 300 kali lebih panas- per unit volume dari
karbon dioksida) dan kelebihan limpasan pupuk menciptakan 'zona-mati
'di laut. Selain efek ini, tingkat nitrat yang tinggi dalam air tanah karena
pemupukan yang berlebihan berdampak terhadap kesehatan manusia
yang cukup memprihatinkan.

6. Dampak Global Warming: Kenaikan permukaan air laut di seluruh


dunia.
Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia
karena mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland,
terutama di pantai timur AS. Namun, banyak negara di seluruh dunia akan
mengalami dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa
jutaan orang untuk mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah
satu negara yang perlu mencari rumah baru akibat naiknya permukaan
laut

7. Dampak Global Warming : Korban akibat topan badai yang


semakin meningkat.
Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin
meningkat, dan penelitian yang dipublikasikan dalam Nature mengatakan:
"Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global
secara signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim
di seluruh dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat
meningkat secara signifikan sejak tahun 1981.Hal tersebut diperkirakan
didorong oleh suhu air laut yang semakin meningkat, tidak mungkin
mengalami penurunan dalam waktu dekat. "

8. Dampak Global Warming: Gagal panen besar-besaran.


Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus
memilih untuk pindah ke wilayah beriklim sedang karena kemungkinan
adanya ancaman kelaparan akibat perubahan iklim dalam 100 tahun.
"Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada
pasokan air. "Kekurangan air di masa depan kemungkinan akan
mengancam produksi pangan, mengurangi sanitasi, menghambat
pembangunan ekonomi dan kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan
perubahan suasana lebih ekstrim antara banjir dan kekeringan." Menurut
Guardian,pemanasan global menyebabkan 300.000 kematian per
tahun.

9. Dampak global warming: Kepunahan sejumlah besar spesies.


Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu
dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena
kita tidak bisa hidup sendirian tanpa ragam populasi spesies di Bumi, ini
akan membawa dampak buruk bagi manusia.
"Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan
ancaman terhadap jumlah spesies yang masih hidup di Bumi

akibat penghancuran dan perubahan habitat." Demikian pendapat Chris


Thomas, konservasi biologi dari University of Leeds.

10. Dampak global warming: Hilangnya terumbu karang.


Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa
dalam skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100
karena suhu dan keasaman laut meningkat. 'Pemutihan' karang akibat
kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem
laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu
karang untuk kelangsungan hidup mereka.
"Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan
kedalaman rata-rata hampir 4 km - ada indikasi bahwa hal ini mendekati
titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air
mengancam hilangnya ekosistem global. Jadi diperlukan upaya yang
besar untuk menyelamatkan terumbu karang dari kepunahan.

nyebab, Dampak, Cara Mengatasi Global


Warming
Penyebab Global Warming

Perlu anda ketahui bahwa suhu rata-rata permukaan di bumi ini meningkat 0.74 0.18
C dalam waktu 100 tahun terakhir ini. Kenapa ini bisa terjadi? Berikut adalah beberapa
penyebab utama terjadinya Global Warming:
1. Efek Rumah Kaca Semua sumber energi yang ada di bumi ini berasal dari energi
Matahari yang sebagian besar berupa radiasi gelombang pendek. Ketika energi tersebut

dampai di Bumi, ia akan berubah menjadi panas yang bisa menghangatkan bumi. Namun
tidak semua panas yang sampai di bumi akan diserap, sebagian lagi akan dipantulkan
kembali ke luar angkasa. Namun sebagian dari panas yang dipantulkan ini tetap
terperangkap di dalam atmosfer bumi karena menumpuknya gas rumah kaca (Karbon
Dioksida, Metana, Sulfur Dioksida dan uap air). Hal ini terjadi karena gas-gas tersebut
mampu menyerap dan memantulkan energi panas dalam bentuk radiasi gelombang yang
dipancarkan bumi. Akibatnya energi panas tadi akan terus tersimpan di permukaan bumi.
Proses ini terus terjadi dari waktu ke waktu, dan akibatnya suhu rata-rata permukaan
bumi pun terus meningkat.
2. Efek Umpan Balik Salah satu penyebab Global Warming adalah adanya efek umpan
balik. Contoh terjadinya efek umpan balik ini adalah pada proses penguapan air.
Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi serta lautan akan menyebabkan
meningkatnya penguapan air ke atmosfer. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi,
uap air sendiri termasuk gas rumah kaca yang memicu terjadinya Global Warming. Ini
mengakibatkan pemanasan akan terus menerus berlangsung dan menambah uap air di
atmosfer hingga kesetimbangan konsentrasi uap air tercapai.
3. Variasi Matahari Beberapa Ilmuan berpendapat bahwa variasi dari matahari, yang
kemudian diperkuat oleh efek umpan balik dari awan, mampu memberikan kontribusi
dalam pemanasan global saat ini. Aktivitas matahari yang meningkat dapat
menyebabkan meningkatnya suhu stratosfer (salah satu lapisan di atmosfer). Fenomena
variasi matahari serta aktivitas gunung berapi di berbagai belahan bumi ini diperkirakan
telah menyebabkan efek pemanasan sejak era pra-industri sampai tahun 1950, serta
menimbulkan efek pendinginan sejak th 1950.
Dampak Global Warming
Para ilmuwan telah menggunakan berbagai teknologi yang canggih untuk mempelajari
global warming. Berdasarkan berbagai analisa, para ilmuwan telah memperkirakan
beberapa dampak global warming yang terjadi di bumi. Berikut adalah beberapa dampak
global warming tersebut:
1. Iklim Tidak Stabil Ilmuwan memperkirakan, selama proses global warming berlangsung
bagian utara bumi akan memanas lebih cepat dibandingkan daerah lain. Hal ini
menyebabkan banyak gunung es mencair dan daratan di daerah tersebut akan mengecil.
Es yang terapung di perairan utara tersebut pun akan berkurang. Akibatnya, daerah yang
dulunya mengalami hujan salju ringan, mungkin beberapa waktu yang akan datang tidak
akan mengalaminya lagi akibat global warming.
2. Meningkatnya Permukaan Laut Ketika suhu atmosfer meningkat, suhu lapisan
permukaan laut juga ikut meningkat. Akibatnya, volume air laut akan meningkat karena
efek anomali air dan tinggi permukaan laut pun semakin meningkat. Selain itu sebagai
akibat dari global warming, telah banyak es di kutub yang mencair (terutama di sekitar
Greenland). Mencairnya es tersebut juga mampu memperbesar volume air laut di bumi.
Selama abad 20, tinggi permukaan air laut di seluruh dunia telah naik sekitar 10 25 cm.
Ilmuwan juga telah memprediksi bahwa pada abad ke-21 tinggi permukaan lau akan

terus naik sekitar 9 88 cm.


3. Peningkatan Suhu Global Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa bumi yang lebih
hangat mampu menghasilkan lebih banyak berbagai macam hasil pangan dari
sebelumnya, namun kenyataanya hal tersebut tidak berlaku samadi semua tempat.
Bagian selatan Kanada misalnya, daerah tersebut memang akan mendapatkan
keuntungan dengan curah hujan yang lebih tinggi akibat menghangatnya bumi karena
musim tanam akan menjadi lebih lama. Namun di lain pihak, berbagai lahan pertanian
semi kering di wilayah Afrika mungkin akan mengalami kerugian yang besar akibat
kurangnya air irigasi jika suhu global terus meningkat.
4. Gangguan Ekologis Akibat pemanasan global, binatang di alam liar lebih memilih
untuk bermigrasi atau pindah ke arah kutub atau ke pegunungan mencari tempat yang
lebih dingin. Tumbuhan pun akan merubah arah laju pertumbuhannya guna mencari
habitat baru. Namun migrasi ini akan terganggu oleh pembangunan yang dilakukan
manusia di habitat alami mereka. Hewan yang bermigrasi ke arah kutub namun
kemudian terhalangi oleh kota-kota maupun lahan pertanian mungkin akan mati.
Pengendalian Global Warming
Berbagai upaya yang dilakukan maupun sedang dibicarakan saat ini tak ada satupun
yang mampu mencegah Global Warming di masa mendatang. Yang bisa dilakukan
adalah mengatasi berbagai efek yang muncul dan melakukan berbagai langkah untuk
menghindari semakin berubahnya iklim di masa yang akan datang.
Beberapa contoh upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi efek global warming yang
telah muncul misalnya dengan melindungi pantai dengan tembok penghalang agar air
laut tidah masuk ke pemukiman, merelokasi penduduk di pinggiran pantai ke daerah
yang lebih tinggi, dll.
Untuk memperlambat bertambahnya gas rumah kaca di atmosfer, ada 2 cara yang bisa
dilakukan, yaitu dengan mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer bumi dengan
cara menyimpannya di tempat lain, serta dengan mengurangi produksi atau emisi gas
rumah kaca.
Mungkin global warming atau pemanasan global memang tidak dapat dihentikan, namun
peran dari anda untuk menjaga lingkungan sangatlah penting untuk mencegah
perubahan iklim yang semakin ektrim. Saya berharap setelah anda mengerti tentang
pengertian global warming dan berbagai dampak yang ditimbulkannya, anda bisa lebih
menghargai dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap terjaga.

Apa itu Global Warming ?

Global warming (pemanasan global) adalah kejadian


meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan
bumi. Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah
meningkat 0.18 C selama seratus tahun terakhir. Sebagian
besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan
abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya
konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui
efek rumah kaca. Hal itu menyebabkan terjadinya perubahanperubahan alam di muka bumi seperti naiknya permukaan air
laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim serta
bencana-bencana alam lainnya.

Beberapa penyebab terjadinya global warming, diantaranya :


1. Efek rumah kaca
Merupakan suatu fenomena dimana gelombang pendek
radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi
gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah
mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut
dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh
gelombang yang dipantulkan itu dilepaskan ke angkasa luar.
Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan
gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca
adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk
menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga
bumi menjadi semakin panas. Efek rumah kaca itu sendiri terjadi
karena naiknya konsentrasi gas CO2 (karbondioksida) dan gas-

gas lainnya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen


oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), gas
metan (CH4), kloroflourokarbon (CFC) di atmosfir.
2. Bocornya lapisan ozon
Sebelum energi matahari mencapai bumi,energi tersebut
akan difilter terlebih dahulu oleh lapisan ozon yang ada di
atmosfer.Tetapi hasil penelitian menunjukkan telah terjadinya
penipisan lapisan ozon.Sudah bisa ditebak apa akibat yang terjadi
jika lapisan ozon ini rusak,atau bahkan bolong.
Salah satu penyebab penipisan ozon ini adalah meningkatnya
pemakaian Chloro Flouro Carbon (CFC).CFC dipakai dalam
kehidupan sehari-hari pada lemari es,air conditioner,bahan
pendorong pada penyembur,pembuat buih,dan sebagai bahan
pelarut.
3. Berkurangnya konverter Gas Karbon
Sebelum era modern, dimana industri belum berkembang,
kehidupan di planet ini sudah memproduksi gas karbon. Tetapi
jumlahnya tidak sedahsyat sekarang. Apalagi masih banyak
konverter gas karbon yang tersedia yang masih mampu
mengkonversi semua gas karbon tersebut menjadi gas yang
ramah lingkungan, bahkan dibutuhkan oleh kehidupan,seperti
oksigen.
Salah satu konverter tersebut adalah hutan. Hutan
merupakan rumah bagi pohon dan tumbuhan lain yang
dianugerahi kemampuan untuk mengkonsumsi gas karbon
tersebut dan menghasilkan gas oksigen. Tetapi akibat
meningkatnya populasi, yang diiringi dengan meningkatnya
kebutuhan akan lahan pemukiman, lahan indusri, lahan pertanian,

lahan untuk fasilitas umum seperti jalan dan gedung,


menyebabkan jumlah hutan berkurang drastis.Belum lagi
permintaan pasar akan kayu yang semakin melambung tinggi.
Macam-macam tindakan sederhana yang bisa kita lakukan
untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya:
Stop penebangan hutan dan melakukan gerakan
penghijauan

Kurangi konsumsi BBM

Gunakan produk yang ramah lingkungan

Kurangi penggunaan/pembelian barang-barang yang terbuat


dari plastik karena hampir semua sampah plastik akan
menghasilkan gas yang berbahaya ketika dibakar dan dapat
mencemarkan lingkungan.

hemat dalam pemakaian air dan pemakaian energi listrik.

Kurangi penggunaan bahan-bahan yang mengandung


aerosol.

Sebagai tambahan, Kampanye-kan program gerakan stop


global warming! Biar semua orang lebih peduli dengan Bumi
kita.

Jadi, jangan biarkan Bumi kita hancur oleh karena tangan kita
sendiri. Karena kalau bukan kita sebagai manusia yang
melindungi dan melestarikannya, siapa lagi?

"Panas banget ya hari ini! Seringkah Anda mendengar


pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar
Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah,
data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi
terus
mengalami
peningkatan
suhu
yang
mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin
panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari

makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena


alam yang cenderung semakin tidak terkendali
belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan
gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke
tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda
alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini
sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada
kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global
yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh
masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan
Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat
pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata
permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu
permukaan bumi bisa meningkat?
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa
dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin
panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas
rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia.
Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang
dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa
Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang
disebut dengan International Panel on Climate Change
(IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan
peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC
mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuanpenemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan
global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan
penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan,
kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah
tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan
adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca
bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang
kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari

terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan


dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan,
pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor,
pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit
tenaga listrik.
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan
fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga
suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan
istilah gas rumah kaca. Disebut gas rumah kaca karena
sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip
dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan
panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah
kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya
pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki
panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya
membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan
di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi
akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak
adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari.
Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan
atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki
temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah
Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan
agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem
pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO)
dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan
pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang
seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin
memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati
akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam
jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki

efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas


menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2.
Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan
efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO
bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali
dari
molekul
CO2.
Gas-gas
lain
seperti
chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek
pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya
pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena
CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya
lapisan ozon.

Apa Penyebab Utama Pemanasan Global?


Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long
Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan
November 2006), PBB mencatat bahwa industri
peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang
terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan
emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh
dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan

meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (efek


pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro
oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2),
serta 64% amonia penyebab hujan asam. Peternakan
menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi
dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang
untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga penyebab
dari 80% penggundulan Hutan Amazon.
Sedangkan laporan yang baru saja dirilis World Watch
Institutmenyatakan bahwa peternakan bertanggung
jawab atas sedikitnya 51 persen dari pemanasan global.
Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat
utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset
Bank Dunia Jeff Anhang, membuatnya berdasarkan
Bayangan Panjang Peternakan, laporan yang diterbitkan
pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian
PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang
sebelumnya dan memperbarui hal lainnya, termasuk
siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2
dari pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan
sebenarnya yang menghasilkan lebih dari dua kali lipat
jumlah hewan ternak yang dilaporkan di planet ini.
Emisi metana dari hewan ternak juga berperan sebesar 72
kali lebih dalam menyerap panas di atmosfer daripada
CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari
perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar
23 kali. Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu
bahwa perkiraan mereka adalah minimal, dan karena itu
total emisi 51 persen masih konservatif
Pengertian Global Warming

Mungkin sebagian besar dari anda sudah tidak asing dengan istilah Global
Warming. Akhir-akhir ini makin marak kampanye Stop Global Warming baik di
TV maupun poster-poster di jalanan. Tapi tahukah anda, apa pengertian Global
Warming tersebut?
Global Warming atau yang dalam bahasa Indonesia biasa disebut
dengan pemanasan global ialah suatu proses yang ditandai dengan meningkatnya
suhu rata-rata permukaan bumi, laut maupun atmosfer. Kenapa hal ini bisa
terjadi? Apa saja dampak buruk global warming ini? Bagaimana pula cara untuk
mengendalikan pemanasan global atau global warming tersebut? Simak
pembahasan berikut.
Penyebab Global Warming
Perlu anda ketahui bahwa suhu rata-rata permukaan di bumi ini meningkat 0.74
0.18 C dalam waktu 100 tahun terakhir ini. Kenapa ini bisa terjadi? Berikut
adalah beberapa penyebab utama terjadinya Global Warming:
1. Efek Rumah Kaca
Semua sumber energi yang ada di bumi ini berasal dari energi Matahari yang
sebagian besar berupa radiasi gelombang pendek. Ketika energi tersebut dampai
di Bumi, ia akan berubah menjadi panas yang bisa menghangatkan bumi. Namun
tidak semua panas yang sampai di bumi akan diserap, sebagian lagi akan
dipantulkan kembali ke luar angkasa. Namun sebagian dari panas yang
dipantulkan ini tetap terperangkap di dalam atmosfer bumi karena menumpuknya
gas rumah kaca (Karbon Dioksida, Metana, Sulfur Dioksida dan uap air). Hal ini
terjadi karena gas-gas tersebut mampu menyerap dan memantulkan energi panas
dalam bentuk radiasi gelombang yang dipancarkan bumi. Akibatnya energi panas
tadi akan terus tersimpan di permukaan bumi. Proses ini terus terjadi dari waktu
ke waktu, dan akibatnya suhu rata-rata permukaan bumi pun terus meningkat.

2. Efek Umpan Balik


Salah satu penyebab Global Warming adalah adanya efek umpan balik. Contoh
terjadinya efek umpan balik ini adalah pada proses penguapan air. Meningkatnya
suhu rata-rata permukaan bumi serta lautan akan menyebabkan meningkatnya
penguapan air ke atmosfer. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, uap air

sendiri termasuk gas rumah kaca yang memicu terjadinya Global Warming. Ini
mengakibatkan pemanasan akan terus menerus berlangsung dan menambah uap
air di atmosfer hingga kesetimbangan konsentrasi uap air tercapai.
3. Variasi Matahari
Beberapa Ilmuan berpendapat bahwa variasi dari matahari, yang kemudian
diperkuat oleh efek umpan balik dari awan, mampu memberikan kontribusi dalam
pemanasan global saat ini. Aktivitas matahari yang meningkat dapat
menyebabkan meningkatnya suhu stratosfer (salah satu lapisan di atmosfer).
Fenomena variasi matahari serta aktivitas gunung berapi di berbagai belahan bumi
ini diperkirakan telah menyebabkan efek pemanasan sejak era pra-industri sampai
tahun 1950, serta menimbulkan efek pendinginan sejak th 1950.
Dampak Global Warming
Para ilmuwan telah menggunakan berbagai teknologi yang canggih untuk
mempelajari global warming. Berdasarkan berbagai analisa, para ilmuwan telah
memperkirakan beberapa dampak global warming yang terjadi di bumi. Berikut
adalah beberapa dampak global warming tersebut:
1. Iklim Tidak Stabil
Ilmuwan memperkirakan, selama proses global warming berlangsung bagian utara
bumi akan memanas lebih cepat dibandingkan daerah lain. Hal ini menyebabkan
banyak gunung es mencair dan daratan di daerah tersebut akan mengecil. Es yang
terapung di perairan utara tersebut pun akan berkurang. Akibatnya, daerah yang
dulunya mengalami hujan salju ringan, mungkin beberapa waktu yang akan
datang tidak akan mengalaminya lagi akibat global warming.

2. Meningkatnya Permukaan Laut


Ketika suhu atmosfer meningkat, suhu lapisan permukaan laut juga ikut
meningkat. Akibatnya, volume air laut akan meningkat karena efek anomali air
dan tinggi permukaan laut pun semakin meningkat. Selain itu sebagai akibat dari
global warming, telah banyak es di kutub yang mencair (terutama di sekitar
Greenland). Mencairnya es tersebut juga mampu memperbesar volume air laut di
bumi.

Selama abad 20, tinggi permukaan air laut di seluruh dunia telah naik sekitar 10
25 cm. Ilmuwan juga telah memprediksi bahwa pada abad ke-21 tinggi
permukaan lau akan terus naik sekitar 9 88 cm.
3. Peningkatan Suhu Global
Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa bumi yang lebih hangat mampu
menghasilkan lebih banyak berbagai macam hasil pangan dari sebelumnya,
namun kenyataanya hal tersebut tidak berlaku samadi semua tempat. Bagian
selatan Kanada misalnya, daerah tersebut memang akan mendapatkan keuntungan
dengan curah hujan yang lebih tinggi akibat menghangatnya bumi karena musim
tanam akan menjadi lebih lama. Namun di lain pihak, berbagai lahan pertanian
semi kering di wilayah Afrika mungkin akan mengalami kerugian yang besar
akibat kurangnya air irigasi jika suhu global terus meningkat.
4. Gangguan Ekologis
Akibat pemanasan global, binatang di alam liar lebih memilih untuk bermigrasi
atau pindah ke arah kutub atau ke pegunungan mencari tempat yang lebih dingin.
Tumbuhan pun akan merubah arah laju pertumbuhannya guna mencari habitat
baru. Namun migrasi ini akan terganggu oleh pembangunan yang dilakukan
manusia di habitat alami mereka. Hewan yang bermigrasi ke arah kutub namun
kemudian terhalangi oleh kota-kota maupun lahan pertanian mungkin akan mati.
Pengendalian Global Warming
Berbagai upaya yang dilakukan maupun sedang dibicarakan saat ini tak ada
satupun yang mampu mencegah Global Warming di masa mendatang. Yang bisa
dilakukan adalah mengatasi berbagai efek yang muncul dan melakukan berbagai
langkah untuk menghindari semakin berubahnya iklim di masa yang akan datang.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global