Anda di halaman 1dari 3

C.

DEMOGRAFI
1. DEFINISI
Kependudukan atau demografi adalah ilmu yag mempelajari dinamika
kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk,
serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian,
migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara
keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan criteria seperti pendidikan,
kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.
Donald J. Boque mendefinisikan demografi sebagai ilmu yang mempelajari secara
statistic dan matematik tentang besar, komposisi, dan distribusi penduduk dan
perubahannya sepanjang masa melalui bekerjanya lima komponen demografi, yaitu
kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi, dan mobilitas social. Hal
yang dibahas dalam demografi adalah demografi dan kependudukan.
(Adriani, Merryana; Wijatmadi, Bambang. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta:
Prenada Media)

2. PERAN TERHADAP GIZI MASYARAKAT

Peningkatan derajat kesehatan terkait dengan jumlah penduduk. Semakin besar


jumlah penduduk, semakin tinggi pula beban pemerintah dalam memfasilitasi faktor
kesehatan. Bila suatu negara mampu menekan laju pertumbuhan penduduk, dalam
jangka panjang masalah beban dapat dikurangi. Selanjutnya akan terjadi penurunan
proporsi pada usia muda dan meningkatnya proporsi penduduk usia kerja.
Sampai sekarang, tingkat pelayanan kesehatan masih sangat rendah (kurang).
Hal ini terbukti dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan bayi.
Status gizi masyarakat juga masih dianggap rendah, serta ada faktor ketidakmampuan
pemerintah dalam mengendalikan infeksi virus.
(Adriani, Merryana; Wijatmadi, Bambang. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta:
Prenada Media)

3. PIRAMIDA PENDUDUK
Komposisi penduduk suatu wilayah atau negara dapat disajikan dalam bentuk
diagram yang berbentuk piramida atau yang kemudian disebut dengan piramida
penduduk. Piramida penduduk adalah grafik mendatar yang menyajikan data
kependudukan dalam bentuk diagram batang yang menunjukkan komposisi
penduduk menurut umur dan jenis kelamin.
Bentuk piramida penduduk berbeda-beda untuk setiap wilayah atau negara.
Meskipun bentuknya berbeda-beda, pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi
tiga. Masing-masing bentuk mencerminkan karakteristik penduduknya. Ketiga
bentuk piramida penduduk itu sebagai berikut.

a. Bentuk Limas (Expansive), menunjukkan jumlah penduduk usia muda lebih banyak
dari pada usia dewasa maupun tua, sehingga pertumbuhan penduduk sangat tinggi,
contohnya: Indonesia, Filipina, Mesir, Nigeria, Brazil.

b. Bentuk Granat (Stationer), menunjukkan jumlah usia muda hampir sama dengan
usia dewasa, sehingga pertumbuhan penduduk kecil sekali, contohnya: Amerika
Serikat, Belanda, Norwegia, Finlandia.

c. Bentuk Batu Nisan (Constructive), menunjukkan jumlah penduduk usia tua lebih
besar dari pada usia muda, jumlah penduduk mengalami penurunan, contohnya:
negara-negara yang baru dilanda perang.

(Munawir, dkk. 2007. Cakrawala Geografi. Jakarta: Yudisthira)