Anda di halaman 1dari 2

Nomor

Lampiran
Perihal

:
/ BTNMB-1 / 2008
: 1 (satu) bendel.
: Rekapitulasi monitoring pelestarian
Penyu di Pantai Sukamade TN.Meru Betiri.

Yth :
Direktur Konservasi
Keanekaragaman Hayati Ditjen PHKA.
Jakarta.
Bersama ini kami sampaikan dengan hormat laporan monitoring pelestarian Penyu di pantai Sukamade Taman
Nasional Meru Betiri, periode pengamatan bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2007 sebagai berikut :
1. Jumlah Penyu yang naik ke darat dari bulan Januari sampai dengan Desember 2007 sebanyak 851 ekor, hal
ini menunjukkan penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2006 sebanyak 1.007 ekor.
2. Puncak bertelur terjadi pada bulan Januari sebanyak 27 ekor dengan jumlah telur 2.558 butir, perbandingan
penyu yang bertelur dan memeti tahun 2007 adalah 1 : 4 , sedangkan tahun 2006 1 : 1
3. Pada tahun 2007 hanya terdapat 2 jenis penyu yang mendarat di pantai Sukamade, umumnya jenis penyu
Hijau (Chelonia mydas) dan ditambah 8 ekor penyu Slengkrah ( Lepidochelys olivacea ), sedangkan tahun
2006 hanya penyu hijau.
4. Persentase telur Penyu yang menetas periode tahun 2007 mencapai 65 %, sedikit lebih rendah dibandingkan
dengan tahun yang lalu ( tahun 2006 = 82 % ).
5. Rata-rata telur menetas antara 61 68 hari, hal ini tampak lebih lama dari kondisi normal ( 48 55 hari )
karena proses penetasan dilakukan di ruangan dalam bak-bak ember.
6. Tukik (anak Penyu) dilepas selama tahun 2007 ini sebanyak 15.137 ekor, sedangkan tahun 2006 berjumlah
41.067 ekor.
7. Semenjak dimulainya pelestarian penyu di pantai Sukamade pada tahun 1980 sampai saat ini telah dilepas
tukik ke laut sebanyak 1.178.038 ekor.
8. Penyu yang di tagging pada tahun 2007 sebanyak 99 ekor, sedangkan penyu kembali setelah di tagging 2
sampai 10 kali sebanyak 27 ekor dengan interval satu sampai enam minggu ( rata-rata 25 hari ).
9. Kegitan pemasangan tagging tahun 2007 hanya sampai bulan Agustus, karena nomor tagging habis.
Bila dilihat dari data tersebut di atas, jumlah penyu yang naik ke pantai mengalami penurunan, hal ini mungkin
karena kondisi pantai kurang baik maupun iklim yang sering berubah-ubah (abrasi)
Hasil monitoring pelestarian penyu harian maupun rekapitulasi dan laporan pemasangan tagging kami sampaikan
sebagaimana lembar terlampir.
Demikian kami sampaikan atas perhatian dan perkenan Bapak diucapkan terima kasih.

Kepala Balai

Tembusan :
Direktur Jenderal PHKA di Jakarta.
( tanpa lampiran )

Ir. Herry Subagiadi.M.Sc


NIP.710008376