Anda di halaman 1dari 2

Cyber Crime sebagai Dampat Negatif Postmodernisme

Perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi serta transaksi elektronik, selain


telah memberikan sumbangan bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan dan peradaban
hidup manusia, juga menjadi sarana yang lebih efektif bagi sebagian orang atau kelompok
orang dalam memanfaatkannya untuk melawan hukum atau melakukan kejahatan, sehingga
menghasilkan tindakan yang merugikan masyarakat. Cyber crime adalah kejahatan yang
memanfaatkan teknologi informasi dengan segala macam penggunaan jaringan komputer
untuk tujuan kriminal dan atau kriminal berteknologi tinggi dengan menggunakan
kemudahan teknologi digital. Namun cyber crime pada dasarnya merupakan kejahatan lama
(konvensional) tetapi menggunakan teknologi baru.
Dengan menggunakan bantuan teknologi informasi, telekomunikasi serta transaksi
elektronik, kejahatan menjadi semakin mudah, cepat, leluasa dan semakin instan untuk
dilakukan. Selain menggunakan kecanggihan dan keakuratan komputer dalam mengolah dan
memanipulasi data, kejahatan juga memiliki media komunikasi publik baru untuk bekerja,
yaitu Internet. Dunia Internet merupakan media yang nyaman untuk melakukan kejahatan.
Kejahatanpun mendapat tempat yang spesial melalui sarana internet. Mulai dari penipuan
sederhana sampai yang sangat merugikan, ancaman terhadap seseorang atau kelompok,
penjualan barang-barang ilegal, sampai tindakan terorisme yang bisa dilakukan menggunakan
komputer dan Internet.
Para pelaku cyber crime melakukan tindakan kejahatannya dengan berbagai modus
operandi untuk mewujudkan tindakannya yang memanfaatkan sarana dan prasarana teknologi
informasi dan komunikasi serta dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal batas
wilayah. Ruang cyber merupakan suatu tempat yang hanya dibatasi oleh screen and
passwords. Selain tidak mengenal batas-batas wilayah, kejahatan tersebut juga memiliki
karakteristik yang khusus, sehingga dalam pengaturan dan penegakkan hukumnya pun tidak
dapat menggunakan cara-cara maupun hukum tradisional dan harus diatur di dalam hukum
tersendiri.

Hubungan Postmodernisme dengan Cyber Crime


Seperti kita ketahui Postmodernisme adalah aliran yang sangat identik dengan era
media informasi (globalisasi) atau diawali dengan kebangkitan era media informasi.
Sedangkan Ciber Crime adalah kejahatan di bidang informasi dan teknologi. Sehingga
hubungannya itu sebagai hubungan sebab akibat dimana Postmodernismelah yang
melahirkan cyber crime.

Saran
Agar tidak terjadinya cyber crime baiknya :
1. Pelatihan internet sehat, yaitu pelatihan yang diberikan kepada anak dan remaja, yang
menjelaskan kegunaan serta kegiatan positif di Internet.
2. Mentaati hukum-hukum yang berlaku dan etika berprilaku di dunia maya.