Anda di halaman 1dari 2

KONSEP DASAR MATEMATIKA EKONOMI

Menurut PETER HILTON, matematika lahir dan berkembang


karena adanya keinginan manusia untuk mensistematisasikan
pengalaman hidupnya menatanya dan membuatnya mudah dimengerti,
supaya dapat meramalkan dan bila kemungkinan-mengendalikan
peristiwa yang akan terjadi pada masa depan.
Naluri Engineers ialah merekayasa alam, Naluri Scientist ialah
memahami alam dan mencari tau apa yang terjadi. Jadi Naluri
Matematikawan adalah menstrukturkan proses pemahaman tersebut
dengan mencari tau kesamaan pada diantara berbagai fenomena.
Ruang Lingkup
Ilmu ekonomi timbul karena ada masalah scarcity [kelangkaan]. Oleh
karena itu, ilmu ekonomi bertujuan untuk membantu memecahkan
masalah yang timbul dalam rangka usaha-usaha pengoptimalisasian
utilitas/manfaat sumber daya sesuai dengan keterbatasan yang dihadapi.
Masalah-masalah tersebut menyangkut hubungan antara satu
kejadian/variabel ekonomi dengan kejadian/variabel ekonomi lain yang
mempengaruhinya. Misalnya harga suatu barang tergantung pada jumlah
permintaannya, jumlah produksi barang tertentu dipengaruhi oleh tingkat
tehnologi yang digunakan, dan lain-lain.
Pembahasan ilmu ekonomi sering dilakukan dengan memakai dasar
anggapan [asumsi] ceteris paribus, yaitu menekankan pada hubungan
antara suatu variabel dengan variabel lain yang mempengaruhinya
[hubungan kausal], di mana variabel-variabel yang tidak dibahas
dianggap konstan atau tidak berubah. Hubungan antara variabel yang
saling mempengaruhi dapat dikelompokkan dalam dua macam
pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Untuk dapat lebih memahami, usaha pendekatan yang dapat dilakukan
dalam pembatasan-pembatasan masalah ekonomi diperlukan suatu alat,
yaitu Matematika Ekonomi [ME]. ME mencakup pengertianpengertian , dalil-dalil/kaidah-kaidah, formula-formula, dan tehniktehnik penggunaan matematika dalam pembahasan persoalan ekonomi.
ME merupakan bagian dari ilmu ekonomi [seperti halnya Public
Finance, Perdagangan Internasional, dan lain-lain] yang menekankan
kepada suatu pendekatan [dari] analisis ekonomi yang menggunakan
simbol-simbol matematika dalam bentuk pernyataan masalah dan teoriteori matematika. Pendekatan dengan memakai ME ini digolongkan
sebagai pendekatan yang bersifat kuantitatif, sedang yang tidak
menggunakan ME merupakan pendekatan yang bersifat kualitatif.
Dalam teori matematika sering dipakai bentuk pernyataan jika-maka
[if-then], dan setiap langkah dibatasi dengan asumsi-asumsi. Beberapa
tehnik matematika yang banyak digunakan dalam ekonomi antara lain
Teori Himpunan [Set], Fungsi, Diferensial, Integral, Programasi Linier,
dan lain sebagainya. Penggunaan ME dipengaruhi oleh ilmu-ilmu lain
seperti Teori Ekonomi dan Statistika.
Model

Model yang dimaksud di sini adalah penyederhanaan [simplification]


atau penggambaran [representation] atau abstraksi [abstraction] dari
keadaan dunia nyata/realitas. Dalam ilmu pengetahuan, model terdiri
dari 3 macam, yaitu Iconic Model [Exact Replica], Analog Model
[Physical Model], dan Symbolic Model [Mathematical Model].
1. Iconic Model yaitu suatu model yang menggambarkan keadaan
dunia nyata dalam bentuk yang hampir sama, dan dapat
berukuran 2 atau 3 dimensi. Contoh: foto, lukisan, boneka,
patung, dan sebagainya.
2. Analog Model yaitu suatu model yang menggambarkan keadaan
dunia nyata dengan alat-alat fisik. Contoh: tabel, diagram, alat
peraga, dan sebagainya.
3. Symbolic Model yaitu suatu model yang menggunakan simbolsimbol matematis untuk menggambarkan keadaan dunia nyata.
Contoh: P = f (Q^d,Q^s), Q^d = g (P, Pk, Ps, Y, t, ) dan lainlain.