Anda di halaman 1dari 9

I.

Tujuan
1. Agar mahasiswa mengetahui karakteristik tegangan, arus, daya aktif
pada jaringan transmisi

II.

Dasar Teori

Tidak seperti generator, motor atau transformator, saluran transmisi secara


fisik mempunyai panjang yang terbentang sejauh puluhan atau ratusan
kilometer. Sebagai akibatnya, resistansi, induktansi dan kapasitansi yang
berkaitan dengan saluran transmisi juga terdistribusi sepanjang saluran
tersebut.
Elemen seri dan paralel yang terdistribusi dari saluran transmisi
membuatnya lebih sulit untuk dimodelkan daripada transformator dan
motor. Distribusi tersebut mungkin dapat didekati dengan menggunakan
resistor, induktor dan kapasitor sebagaimana yang tergambar pada gambar
berikut :

Akan tetapi, waktu yang dibutuhkan untuk menghitung tegangan dan arus
yang mengalir melalui saluran transmisi akan sangat banyak karena harus
melakukan perhitungan tegangan dan arus pada tiap-tiap simpul transmisi.
Untungnya, adalah mungkin untuk membuat beberapa penyederhanaan
dari model saluran transmisi tanpa mengakibatkan error yang besar dalam
perhitungan berdasarkan panjang dari saluran transmisi itu sendiri, yaitu :

Saluran transmisi pendek untuk saluran yang mempunyai panjang


kurang dari 80 Km (50 mil)

Saluran transmisi menengah untuk saluran yang mempunyai


panjang antara 80 KM sampai 240 Km (150 mil), dan di beberapa
referensi menyebutkan sampai 250 Km

Saluran transmisi panjang untuk saluran yang mempunyai panjang


lebih dari 240/250 Km

Saluran transmisi menengah


Saluran transmisi menengah dapat didekati dengan menggunakan dua
model, yaitu:

Model saluran

Model saluran T

Pada saluran transmisi menengah, kapasitansi paralel tidak dapat


diabaikan, akan tetapi dapat didekati dengan menggunakan dua model
tersebut.
Model saluran
Model saluran untuk saluran menengah digambarkan pada gambar
berikut :

Dari gambar dengan menerapkan KCL pada simpul M dan N, didapatkan :

Dengan menerapkan KVL:

Subsitusi persamaan untuk Vs ke persamaan untuk Is didapatkan :

Sehingga parameter ABCD-nya yaitu :

Model saluran T
Model saluran T digambarkan sebagai berikut :

Dengan menerapkan KCL di titik tengah, maka:

Arus di ujung sisi penerima diberikan oleh persamaan:

Subsitusi persamaan untuk VM persamaan untuk IR dan dengan


menyusunnya kembali didapatkan:

Selanjutnya, arus di ujung sisi pengirim adalah:

Subsitusi nilai persamaan untuk VM ke persamaanuntuk IS, dan


menyelesaikannya, maka akan didapatkan persamaan:

Parameter ABCD dari model saluran T adalah :

III.

IV.

Alat dan Bahan

No Alat dan Bahan

Jumlah

Power Suplay (ST8008-4S)

1 Buah

Three Phase Meter (C05127-1Y)

2 Buah

Power Switch Module (C03301-5P)

2 Buah

Transmisi Line model 150 Km (C03301-3AA)

1 Buah

Resistive Load (C03301-1F)

1 Buah

Meja Kerja (ST7008-1N)

1 Set

Jumper U

22 Buah

Kabel Penghubung

10 Buah

Gambar Rangkaian

Power
suplay

3
Meter

Transm
isi

PMT

PMT

3
Meter

Load

Gambar 01. Rangkaian Transmisi 150 Km dengan Beban Resistiv

V.

Langkah Kerja

1. Merangkai rangkaian seperti gambar 01 rangkaian transmisi berbeban


resistiv
2. Setelah selesai merangkai melaporkan pada dosen pengasuh lalu
menghidupkan sumper tegangan
3. Kemudian mengatur tegangan input secara variabel dari 90V sampai
220V dengan tahanan berbeda-beda
4. Pertama dengan menggunkan tahanan sebesar 750 lalu ctat hasil
pengukuran keluara di ujung transmisi seperti tegangan, arus daya aktif
daya reaktif dan daya semu

5. Kemudian ganti tahanan menjadi sebesar 500 kemudian ulangi


langkah no 4.
6. Setelah pengukuran dengan tahanan 500 lalu ganti kembali tahanan
menjadi 200 dan ulangi langkah no 4.
7. Setelah selesai praktikum matikan sumber tegangan kemudian bongkar
rangkaian dan kembalikan alat dan bahan pada tempatnya.

VI.

Keselamatan Kerja

1. Matikan sumber tegangan pada saat pemasangan komponen


2. Hindari short sircuit (hubung pendek)
3. Perhatikan pemasangan setiap komponen sesuai dengan gambar
4. Laporkan pada dosen pengasuh ketika rangkaian sudah selesai agar
diperiksa terlebih dahulu.
5. Tidak bercanda saat melakukan praktikum

VII.

Data Percobaan
Tabel 01. Transmisi 150 Km dengan Beban 750
Vin

Vout

90

Kirim

Terima

Cos

Cos

90

0,13

11

-4

12

0,93

0,12

11

11

116

116

0,17

18

-7

20

0,93

0,15

18

18

140

140

0,20

27

-11

29

0,93

0,19

27

27

168

168

0,24

38

-15

41

0,93

0,22

37

37

194

194

0,28

50

-20

54

0,93

0,25

50

50

Cos

Tabel 02. Transmisi 150 Km Dengan Beban 500


Vin Vout

Kirim
I

Terima
S

Cos

90

89

0,19

16

-14

17

0,98

0,18

16

16

116

115

0,25

28

-16

29

0,98

0,24

28

28

140

140

0,30

41

-9

42

0,98

0,29

40

40

168

168

0,36

59

-13

60

0,98

0,35

58

58

194

194

0,41

79

-17

81

0,98

0,40

78

78

220

219

0,47 101

-22

103

0,98

0,45

99

99

Tabel 03. Transmisi 150 Km Dengan Beban 200


Kirim

Vin Vout

VIII.

Terima

Cos

Cos

90

87

0,43

39

39

0,43

38

38

116

112

0,55

64

64

0,55

62

62

140

139

0,67

98

98

0,67

97

98

168

162

0,80 135

135

0,80 131

131

194

188

0,94 182

12

182

0,94 177

177

220

214

1,06 234

15

234

1,06 277

277

Perhitungan
Dik :

V = 90 Volt
R = 750
Cos = 1

Dit : I, P, Q, S
Jwb : I =
=

= 0,12 A

P = V.I.Cos

S = V.I

Q = V.I.Sin

= 90.0,12.1

= 90.0,12

= 90.0,12.0

= 10,8 Watt

= 10,8 VA

= 0 VAR

Dik :

V = 89 Volt
R = 500
Cos = 1

Dit : I,P,Q,S
Jwb : I =
=

= 0,178 A

P = V.I.Cos

S = V.I

Q = V.I.Sin

= 89.0,178.1

= 89.0,178

= 89.0,178.0

= 15,8 Watt

= 15,8 VA

=0

Dik :

V = 87 Volt
R = 200
Cos = 1

Dit : I,P,Q,S
Jwb : I =
=

= 0,43 A

P = V.I.Cos

S = V.I

Q = V.I.Sin

= 87.0,43.1

= 87.0,43

= 87.0,43.0

= 37,41 Watt

= 37,41 VA

=0

IX.

Analisis

Dari praktikum dapat dianalisis ketika transmisi yang berjarak 150Km dan
dapat di lihat dari tabel 01 tabel 02 dan 03, ketika menggunakan tahana
750 dengan tegangan 90V arusnya sebesar 0,12A, ketika tahanan di ganti
menjadi 500 dengan tegangan yang sama arusnya sebesar 0,18A, dan
ketika tahanan diganti menjadi 200 dengan tegangan yang sama didapat
arus sebesar 0,43.

X.

Simpulan

Dari praktikum dapat di simpulkan bahwa pada rangkaian ini semakin


besar nilai tahanannya maka akan semakin kecil arus yang didapatkan.

XI.

Daftar Pustaka

Andi Gunawan. 2007. Teori transmisi menggunakan RLC (online)


http://pksm.mercubuana.ac.id/modul/31013-176174017976.doc.
(Diakses 20 november 2014).