Anda di halaman 1dari 11

ACARA I

STRUKTUR BUNGA
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pemuliaan tanaman adalah ilmu tentang perubahan-perubahan
susunan genetik yang memadukan unsur seni dan ilmu pengetahuan dasar
(biologi, kimia, genetika, botani, agronomi, fisiologi, statistika, ilmu hama
dan penyakit, taksonomi, biometri, dll) dalam perbaikan tanaman,
sehingga diperoleh tanaman yang menguntungkan manusia. Perubahan
susunan genetik tersebut salah satu bisa menggunakan bunga. Bunga
merupakan alat perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan. Bunga
sangat diperlukan dalam pemuliaan tanamankarena dapat menimbulkan
keragaman genetik, dimana salah satu sasaran pemuliaan tanaman adalah
menghasilkan jenis baru yang berproduksi tinggi.
Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan
pembuahan dan merupakan alat fertilisasi pada tumbuhan. Secara umum,
bunga terdiri dari dua bagian yang mempunyai fungsi berbeda, yaitu
bagian steril dan fertil. Bagian steril pada bunga berfungsi sebagai
pelengkap dan penghias. Sedangkan bagian fertil pada bunga berfungsi
sebagai alat perkembang biakan. Bagian Steril terdiri dari ibu tangkai
bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, dan
perhiasan bunga. Perhiasan bunga terdiri dari daun kelopak (sepal) dan
daun mahkota (petal). Bagian bunga fertil terdiri dari mikrosporofil
sebagai benang sari dan makrosporofil sebagai putik (pistillum) dengan
daun buah sebagai penyusunnya. Berikut ini adalah nama dan penjelasan
tentang bagian-bagian bunga dan fungsinya sebagai alat fertilisasi pada
tumbuhan.
Pengetahuan tentang morfologi bunga sangat penting karena dapat
mempermudah kita dalam menentukan metode pemuliaan yang dapat
diterapkan serta dapat menentukan jenis penyerbukannya. Proses penting
dalam daur hidup suatu tanaman adalah penyerbukan dan pembuahan.

Oleh karena itu perlu adanya praktikum pemuliaan tanaman mengenai


struktur bunga.
2. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum acara struktur bunga yaitu agar mahasiswa
dapat:
a. Memahami biologi bunga pada tanaman
b. Memahami fungsi biologi bunga dalam kaitannya dengan pemuliaan
tanaman
c. Mampu menggambarkan serta menguraikan bagian dari suatu bunga
serta fungsinya pada tanaman
B. Tinjauan Pustaka
Definisi bunga sempurna adalah bunga yang memiliki lima bagian yaitu
tangkai, kelopak mahkota, benang sari dan putik. Bagian di atas tangkai bunga
agak membesar, disebut dasar bunga. Saat bunga masih kecil, dasar bunga ini
dibungkus oleh kelopak bunga. Mahkota merupakan tampilan paling indah
pada bunga. Benang sari berada di antara mahkota bunga dan mempercantik
tampilan bunga. Benang sari ini berbentuk seperti benang, biasanya dengan
warna yang berbeda dengan mahkota bunga. Benang sari merupakan alat
kelamin jantang pada bunga. Adanya benang sari, bunga terlihat lebih indah
dan mempesona. Tengah-tengah benang sari tumbuh putik, biasanya dengan
bentuk, warna, di ukuran yang berbeda. Putik merupakan alat kelamin betina
pada bunga. Akan tetapi tidak semua bunga memiliki putik atau benang sari.
Bunga yang memiliki benang sari dan putik pada satu bunga, pada saat
penyerbukan tidak memerlukan sel kelamin dari bunga lain, karena kedua
jenis sel kelamin sudah terdapat pada bunga itu (Aditya, 2012).
Bunga papaya termasuk bunga majemuk yang tersusun pada sebuah
tangkai atau poros bunga (pedunculus). Kelompok bunga majemuk tersebut
disebut inflorensensia yang duduk pada ketiak daun. Tanaman papaya
memiliki tiga jenis bunga, yaitu bunga jantan (masculus), bunga betina
(femineus), dan bunga sempurna (hermaprodit). Bunga jantan adalah bunga
yang hanya memiliki benang sari saja, sedangkan bunga betina

hanya

memiliki putik saja. Kedua jenis bunga tersebut disebut bunga berjenis
kelamin satu atau uniseksual. Jenis bunga yang memiliki putik dan benang sari

disebut sebagai bunga sempurna. Oleh karena memiliki dua kelamin, bunga
sempurna termasuk bunga biseksual (Kalie, 2008).
Bunga cabai rawit tumbuh tunggal dari ketiak-ketiak daun dan ujung ruas.
Struktur bunga mempunyai 5-6 helai mahkota bunga, 5 helai daun bunga, 1
putik (stigma) dengan kepala putik berbentuk bulat, 5-8 helai benang sari
dengan kepala sari berbentuk lonjong dan berwarna biru keungu-unguan.
Tepung sari berbentuk lonjong, terdiri atas tiga segmen, berwarna kuning
mengilap. Dalam satu kotak sari berkembang 11.000-18.000 butir tepung sari.
Tanaman cabai rawit dapat menyerbuk sendiri dan silang. Penyerbukan bukan
silang di lapangan dilakukan oleh serangga dan angin (Rukman, 2006).
Bunga padi secara keseluruhan disebut malai. Tiap unit bunga pada malai
dinamakan spikelet yang pada hakikatnya adalah bunga yang terdiri atas
tangkai, bakal buah, lemma, palae, putik dan benang sari serta beberapa orang
lainnya yang bersifat inferior. Tiap unit bunga pada malai terletak pada
cabang-cabang bulir yang terdiri atas cabang primer dan sekunder (Siregar,
1981). Tiap unit bunga padi pada hakikatnya adalah floret yang hanya terdiri
atas satu bunga. Pada jenis rumput-rumputan lainnya, floret tersebut dapat
terdiri atas beberapa bunga yang merupakan ciri bentuk-bentuk primitif
(Gould, 1968).
Bunga jantan terletak dipucuk yang ditandai dengan adanya rambut atau
tassel dan bunga betina terletak di ketiak daun dan akan mengeluarkan stil dan
stigma (Idris dkk, 1982). Bunga jagung tergolong bunga tidak lengkap karena
struktur bunganya tidak mempunyai petal dan sepal dimana organ bunga
jantan (staminate) dan organ bunga betina (pestilate) tidak terdapat dalam satu
bunga disebut berumah satu (Sudjana dkk, 1991).

C. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat Praktikum
Pelaksanaan praktikum struktur bunga ini dilaksanakan di
Laboratorium Ekologi dan Manajemen Produksi Tanaman (Lab. EMPT)
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada hari Kamis,
09 Oktober 2014 pukul 11.0012.30 WIB.

2. Bahan dan Alat


a. Bahan
1) Bunga padi (Oryza sativa)
2) Bunga pepaya (Carica papaya)
3) Bunga cabai (Capsicum annum)
4) Bunga jagung (Zea mays)
b. Alat
1) Alat tulis
3. Cara Kerja
a. Menyiapkan bunga-bunga yang akan diamati.
b. Memperhatikan bagian-bagian bunga secara teliti.
c. Menggambarkan pada kertas pekerjaan masing-masing bunga dan
bagian-bagiannya.
d. Menyebutkan type bunga dan macam penyerbukannya untuk bunga
yang telah diamati.

D. Hasil Pengamatan dan Pembahasan


1. Hasil Pengamatan
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Struktur Bunga
No
Jenis Bunga dan Keterangan
1

Gambar 1.1 Bunga Pepaya Jantan

Jenis Bunga
Bunga jantan
(masculus)

Tipe Penyerbukan
Penyerbukan silang
(Cross pollinated
crop)

Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Mahkota bunga
3. Benang sari

Gambar 1.2 Bunga Pepaya Betina

Bunga betina
(femineus)

Penyerbukan silang
(Cross pollinated
crop)

Bunga
hermaprodit

Penyerbulan sendiri
(Self pollinated
crop )

Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Mahkota bunga
3. Kalopak bunga
4. Putik
5. Bakal buah

3
Gambar 1.3 Bunga Pepaya
Hermaprodit
Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Kelopak bunga
3. Benang sari
4. Mahkota bunga
5. Putik
6. Bakal buah
4

Bunga
hermaprodit

Penyerbulan sendiri
(Self pollinated
crop )

Gambar 1.4 Bunga Cabai


Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Kelopak bunga
3. Mahkota bunga
4. Benang sari
5. Putik

5
Gambar 1.5 Bunga Jagung Betina

Bunga betina
(femineus)

Penyerbukan silang
(Cross pollinated
crop)

Bunga jantan
(masculus)

Penyerbukan silang
(Cross pollinated
crop)

Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Kulit
3. Bakal buah
4. Putik

6
Gambar 1.6 Bunga Jagung Jantan
Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Mahkota bunga
3. Benang sari
7

Bunga
hermaprodit

Gambar 1.7 Bunga Padi

Penyerbulan sendiri
(Self pollinated
crop )

Keterangan:
1. Tangkai bunga
2. Glumes
3. Anther
4. Florets
5. Flament
Sumber: Laporan Sementara
2. Pembahasan
Bunga adalah alat perkembangbiakan pada tanaman angiospermae.
Pola variasi genetik di alam sangat ditentukan oleh mekanisme
penyerbukan pada tanaman, dan tanpa penyerbukan dan pembuahan tidak
akan ada regenerasi dari suatu makhluk hidup. Pengamatan yang
dilakukan terhadap beberapa bunga dapat diketahui warna, bentuk dan
susunan bunganya. Warna, bentuk dan susunan bunga disesuaikan dengan
kepentingan tumbuhan tersebut sehingga pada bunga dapat berlangsung
penyerbukan dan pembuahan. Berdasarkan strukturnya bunga terbagi
menjadi dua yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap. Bunga lengkap
adalah bunga yang memiliki mahkota, kelopak, putik, dan benang sari.
Contoh bunga lengkap adalah kembang sepatu dan bunga kacang. Bunga
tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki satu atau beberapa dari
bagian bunga lengkap, contohnya bunga salak dan bunga kelapa.
Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala
sari ke kepala putik. Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga
atau bunga lain pada satu tanaman, maka disebut dengan penyerbukan
sendiri (self pollination). Bila serbuk sari berasal dari bunga tanamn lain
disebut dengan penyerbukan silang (cross pollination). Baik tanaman yang
menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki
kemungkinan

yang

sama

untuk

terjadinnya

penyerbukan

yang

berkebalikan. Tanamna yang menyerbuk silang memiliki kemungkinan


terjadinnya penyerbukan sendiri sebesar 5 %. Begitu juga tanaman yang
menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan silang
sebesar 5 %. Terjadinya penyerbukan silang akan meningkatkan
keragaman sifat dan genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri
akan meningkatkan kehomogenitasan dari suatu tanaman (Sunarto, 1997).

Menurut Rochmatul (2003) macam bunganya, pepaya digolongkan


menjadi tiga, yaitu pepaya jantan, pepaya betina, dan pepaya sempurna.
Pepaya jantan mudah dikenal karena ia memiliki bunga majemuk yang
bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama yang terdapat
pada pangkal tangkai adalah bunga jantan. Bunga jantan ini memiliki ciriciri putik atau bakal buah yang tidak berkepala karenanya tidak dapat
menjadi buah, sedangkan benang sari susunannya sempurna. Ujung
tangkai bunga pepaya biasanya terdapat bunga sempurna, yang dapat
melakukan penyerbukkan sendiri. Buah yang dibentuk biasanya kecil-kecil
menggandul dan lonjong, maka dari itu buah pepaya jantan sering disebut
pepaya gandul. Pepaya betina hanya menghasilkan bunga betina, bakal
buahnya sempurna dan tidak berbenang sari, untuk dapat menjadi buah
harus diserbuki bunga jantan dari luar. Pepaya betina berbunga sepanjang
tahun, buah bulat bertangkai pendek. Pepaya sempurna memiliki bunga
yang sempurna susunannya, ia memiliki bakal buah dan benang sari. Oleh
karena itu dapat melakukan penyerbukan sendiri.
Menurut Harpenas dan Dermawan (2010) bunga cabai termasuk
berkelamin ganda, karena pada satu bunga terdapat kepala sari dan kepala
putik. Bunga cabai tersusun dari tangkai bunga yang berukuran panjang
berkisar 1-2 cm, kelopak bunga, mahkota bunga dan alat kelamin yang
meliputi kepala sari dan kepala putik. Mahkota bunganya berwarna putih
dan mengalami rontok bila buah mulai terbentuk. Jumlah mahkota bunga
bervariasi antara 5-6 kelopak bunga. Kepala putik barwarna kuning
kehijauan dan tangkai kepala putiknya berwarna putih, panjangnya
berkisar 0,5 cm. Kepala sari yang telah masak berwarna biru sampai ungu.
Tangkai sarinya berwarna putih dengan panjang 0,5 cm. Letak bunganya
berada pada posisi menggantung, berukuran panjang antara 1-1,5 cm,
lebarnya berkisar 0,5 cm dan warna bunganya menarik.
Menurut Suprapto (1999) jagung memiliki bunga jantan dan bunga
betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap
kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang
disebut floret. Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa

karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan


beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol yang tumbuh
diantara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya
dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah
bunga.
Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan
bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah
benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar
serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik
dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada
umumnya putih atau ungu (Departemen Pertanian, 1983). Pada dasar
bunga terdapat ladicula daun bunga yang telah berubah bentuknya).
Ladicula berfungsi mengatur dalam pembuahan palea, pada waktu
berbunga ia menghisap air dari bakal buah, sehingga mengembang.
Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka
(Hasyim, 2000).
Berdasarkan tabel hasil pengamatan pada 4 macam bunga, yaitu
bunga papaya, bunga cabai, bunga jagung dan bunga padi. Bunga papaya
memiliki 3 jenis bunga yaitu bunga jantan, bunga betina dan bunga
hermaprodit. Bunga jantan dan betina papaya tipe penyerbukannya adalah
silang karena hanya memiliki 1 kelamin (uniseksual), sedangkan untuk
bunga hermaprodit tipe penyerbukannya adalah penyerbukan sendiri
karena merupakan bunga lengkap/sempurna yang memiliki 2 jenis kelamin
(biseksual). Bunga cabai merupakan bunga sempurna dengan tipe
penyerbukan sendiri. Bunga jagung memiliki 2 jenis bunga yaitu bunga
jantan dan bunga betina yang keduanya tipe penyerbukan menggunakan ti
penyerbukan sendiri. Bunga pada merupakan bunga hermaprosit yang
melakukan penyerbukan dengan tipe penyerbukan sendiri.
E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum struktur bunga
adalah sebagai brikut:

10

a. Bunga papaya memiliki 3 jenis bunga (jantan, betina dan hermaprodit),


bunga cabai termasuk bunga sempurna, bunga jagung memiliki 2 jenis
bunga (jantan dan betina). Dan bunga padi merupakan bunga sempurna
yang memiliki 2 jenis kelamin.
b. Bunga yang hanya memiliki 1 jenis kelamin (unseksual) tipe
penyerbukannya silang dan buang yang memiliki 2 jenis kelamin
(biseksual) tipe penyerbukannya sendiri
c. Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki tangkai bunga, mahkota
bunga dan alat kelamin.
2. Saran
Saran yang dapat penulis berikan adalah sebaiknya variabel
pengamatannya ditambah, pengarahan Co Ass diharapkan lebih rinci lagi,
serta tepat waktu.

DAFTAR PUSTAKA
Aditya, 2012. Pengertian bunga sempurna. http://perpustakaancyber.blogspot.com
Diakses tanggal 25 Oktober 2014 pukul 12.00 WIB.
Departemen Pertanian,1991. Botani. Jakarta
Gould, F.W. 1968. Grass Systematics. McGraw-Hill Book. New York. 382 p.
Hitchcock. A.S 1971. Manual of the Grasses of the united States. 2nd ed.
Harpenas, A dan R. Dermawan. 2010. Budidaya Cabai Unggul (Cabai Besar,
Cabai Keriting, Cabai Rawit, dan Paprika). Penebar Swadaya, Jakarta,
108 hlm.
Hasyim 2000 dalam Soedyanto et al. 1978. Pengantar Pemuliaan Tanaman.
Institute Petanian Bogor. Bogor.
Idris, M., Zainal, A., Mohammad., M, Lassim., Norman., B, Hashim, 1982.
Tanaman Biji. Dewan Bahasa Pustaka, Kuala lumpur. Hal. 49.
Kalie, Moehd Baga. 2008. Bertanam Pepaya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rochmatul, H. R. 2003. Mempelajari Proses Produksi Bubuk Pepaya
Terfermentasi Menggunakan Spray Dryer. Skripsi. Jurusan Teknologi
Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Bogor. Tidak diterbitkan.

11

Rukmana, Rahmat. 2006. Usaha Tani Cabai Rawit. Kanisius. Yogyakarta.


Siregar, H. 1981. Budidaya tanaman Padi di Indonesia. PT Sastra Hudaya.
Jakarta. 320p.
Sudjana, A., A. Rifin., A.M, Sudjadi, 1991. Jagung. Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Pangan Bogor,
Buletin Teknik Pertanian (3). Hal: 2-19.
Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.
Suprapto. 1999. Bertanam Jagung. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm 25-30.