Anda di halaman 1dari 10

reksa dana pada dasarnya adalah sebuah organisasi jasa keuangan yang menerima uang dari pemegang

saham dan berinvestasi dana tersebut atas nama mereka dalam portofolio yang terdiversifikasi dari
sekuritas. dengan demikian, ketika investor membeli saham reksa dana, mereka benar-benar menjadi
pemilik bagian dari portofolio sangat beragam efek.
dalam arti yang abstrak, reksa dana dapat dianggap sebagai produk keuangan yang dijual ke publik oleh
perusahaan investasi.
diversification
adalah motif utama untuk berinvestasi di reksa dana. kemampuan untuk diversifikasi memungkinkan
investor untuk secara drastis mengurangi paparan mereka terhadap risiko dengan tidak langsung
berinvestasi di beberapa jenis efek dan perusahaan bukan hanya satu atau dua.
Professional management
manajemen profesional yang ditawarkannya. Tentu saja, manajemen membayar biaya dari pendapatan
dana, tetapi kontribusi dari manajer ahli penuh waktu harus layak biaya. pro ini tahu di mana untuk
mencari kembali, dan bagaimana untuk menghindari risiko yang tidak perlu, minimal, keputusan mereka
harus menghasilkan hasil yang lebih baik daripada investor individu rata-rata dapat mencapai.
Financial returns
meskipun manajer profesional mungkin dapat mencapai hasil yang lebih baik daripada investor kecil
dapat menghasilkan, biaya pembelian yang relatif tinggi, ditambah dengan biaya manajemen dan
operasi, cenderung mengurangi pengembalian benar-benar diterima pada investasi reksa dana. namun
industri reksa dana belum menarik jutaan investor dengan menghasilkan keuntungan di bawah standar.
Convenience
reksa dana saham dapat dibeli dari berbagai sumber, yang merupakan alasan lain untuk daya tarik
mereka. reksa dana memudahkan untuk berinvestasi, dan sebagian besar tidak memerlukan banyak
modal untuk memulai. mereka relatif mudah untuk memperoleh, mereka menangani semua dokumen
dan pencatatan, harga mereka secara luas dikutip, dan biasanya memungkinkan untuk berurusan
dengan saham pecahan.
Open-End Investment Companies
adalah tipe yang dominan dari perusahaan investasi dan account untuk lebih dari 95 persen dari aset
yang dikelola. di sebuah perusahaan investasi open-end, investor benar-benar membeli saham mereka
dari, dan menjualnya kembali ke, reksa dana itu sendiri. ketika mereka membeli saham dana, dana
mengeluarkan saham baru dan mengisi pesanan pembelian dengan ini shares.there baru ada batasan
untuk jumlah dana saham dapat mengeluarkan, selain permintaan investor.

Berinvestasi di reksa dana dan investasi


Reksa dana :
Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor
untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara
membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke
dalam portofolio investasi,
baik
berupa saham, obligasi, pasar
uangataupun efek/sekuriti lainnya.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27):
Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Dari kedua definisi di atas, terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan pajang
Dari definisi di atas, dapat disimpulan bahwa terdapat tiga unsur penting dalam pengertian
Reksadana yaitu:
1. Adanya kumpulan dana masyarakat, baik individu maupun institusi
Dengan melakukan pengumpulan dana dari para pemodalnya memungkinkan pemodalpemodal yang memiliki dana yang minim dapat ikut andil berinvestasi dalam bentuk efek.
2. investasi bersama dalam bentuk suatu portofolio efek yang telah terdiversifikasi
Yang dimaksud dengan efek adalah surat berharga, seperti suratpengakuan
utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan, kontrak
investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap turunan dari Efek, baik
Efek yang bersifat utang maupun yang bersifat ekuitas, seperti opsi dan waran. Portofolio
efek yang dikelola oleh reksa danadapat berupa kumpulan dari beberapa jenis efek (tidak hanya
sejenis).
3. Manager Investasi dipercaya sebagai pengelola dana milik masyarakat investor
Manager investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para
nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, tidak
termasuk perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yangmelakukan sendiri kegiatan
usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Manager investasi bertanggung jawab mengelola dana yang terkumpul dalam reksadana dan
bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan investasi, mulai dari analisis investasi,
pengambilan keputusan, memonitor pasar, atau mengambil tindakan yang sekiranya
diperlukan. MI harus mendapat ijin dari Bapepam LK. MI mendapat imbalan jasa dalam
bentuk management fee.

kelebihan Reksadana
1.
Dana yang diinvestasikan relatif kecil, bisa dengan hanya sebesar Rp100 ribu saja kita
bisa sudah mulai berinvestasi. Dengan jumlah yang relatif kecil, kita bisa memilih berbagai jenis
reksadana yang kita ingin disesuaikan dengan kebutuhan investasi kita serta ketersediaan dana.
Harga per unit reksadana relatif murah mulai dari Rp1,000,- sampai puluhan ribu, sehingga
dengan membeli Rp100 ribu saja kita sudah bisa mendapatkan beberapa unit.
2.
Praktis membelinya, kita bisa membeli di Bank yang menjadi agen penjual atau langsung
pada perusahaan Manajer Investasi. Apabila kita ingin membeli melalui Bank, tentu saja kita
harus menjadi nasabah Bank tersebut terlebih dahulu.
3.
Fleksibel, karena kita dapat membeli atau menjual kapan saja. Pencairan dana
membutuhkan waktu minimal 3 hari dari tanggal penjualan. Laporan pembelian ataupun
penjualan reksadsana akan dikirimkan oleh Bank Kustodian, dan juga bisa dilihat pada laporan
Bank, apabila kita memilih agen penjual di Bank.
4.
Keterbukaan informasi, seperti saham dan obligasi, kita juga bisa melihat daftar
reksadana pada media on line ataupun koran setiap harinya, begitu pula kinerja hariannya.
5.
Memiliki beberapa jenis reksadana, sehingga kita bisa memilih sesuai dengan profil
resiko kita ataupun rencana investasi kita. Reksadana yang umum saat ini adalah Reksadana
Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, Reksadana Saham dan
Reksadana Terproteksi. Bagi yang ingin berinvetasi pada produk syariah, juga ada reksadana
syariah dengan jenis yang sama dengan reksadana konvensional. Hanya saja pada reksadana
syariah tidak ada jenis Reksadana Pasar Uang. Begitu pula yang ingin berinvestasi pada mata
uang asing, juga ada jenis reksadana dengan mata uang USD.
6.
Hasil investasi sudah bersih dari pajak dan biaya biaya yang terdapat pada transaksi
investasi, sehingga tidak ada lagi pengurangan pajak atas return yang kita terima.
Dimana Membeli Reksadana
Saat ini yang boleh melakukan penjualan reksadana hanyalah agen penjual yang memiliki izin,
yaitu di :
1.
Perusahaan Manajer Investasi (MI) Sales pada MI akan menjelaskan produk yang
dimiliki beserta dengan detil bagaimana melakukan transaksi. Reksadana yang dijual tentu saja
hanyalah reksadana yang diterbitkan oleh MI tersebut saja.
2.
Bank Apabila kita ingin membeli reksadana di Bank, datanglah ke customer
service untuk pembeliannya. Setiap Bank memiliki syarat minimal pembelian tertentu, sehingga
kita harus menyesuaikan dengan rencana jumlah investasi yang akan dilakukan. Selain itu, pada
beberapa bank, membeli reksadana bisa dilakukan melalui internet banking, sehingga menjadi
lebih mudah buat kita. Kelebihan membeli reksadana di Bank adalah kita bisa membeli berbagai
jenis reksadana yang diterbitkan oleh beberapa MI, tidak hanya MI tertentu.
Biaya biaya yang ada pada reksadana
1.
Pada saat melakukan transaksi pembelian, penjualan serta switching (mengganti jenis)
reksadana, ada biaya yang umumnya dikenakan kepada investor. Biaya tersebut berkisar antara

0% 3%. Fee 0% artinya ada juga reksadana yang tidak mengenakan fee apapun. Jenis lain
reksadana ada yang mengenakan fee hanya saat penjualan saja atau apabila kita menjual
dibawah periode tertentu misalnya 6 bulan. (Saat ini, apabila kita membeli reksadana di
Bank, fee yang dikenakan juga ditambah PPN. Misalnya kita membayar fee 1% maka ditambah
PPN, fee yang kita bayarkan menjadi 1,1%.).
2.
Pajak transaksi sudah dikenakan saat MI melakukan transaksi atas investasi kita.
sehingga hasil reksadana yang kita terima, sudah bersih dari pajak, dan tidak perlu ada
pembayaran pajak lagi.
3.
Biaya lainnya seperti biaya yang menjadi beban operasional MI dan administrasi
reksadana sudah diperhitungkan dalam return reksadana yang kita terima, sehingga tidak ada
lagi pengenaan biaya lainnya.
Jenis-Jenis Reksadana
Reksadana Pasar Uang
Tidak seperti judulnya, reksadana pasar uang tidak menempatkan investasinya di valas (mata
uang asing), akan tetapi menempatkan investasinya di surat utang jangka pendek dibawah 1
tahun. Reksadana ini memiliki ciri khas khusus yaitu harga per unitnya selalu Rp 1.000,- tidak
ada biaya pembelian ataupun penjualan, dan jumlah unitnya selalu bertambah setiap harinya.
Karena penempatannya pada produk investasi yang relatif aman, sehingga reksadana ini masuk
kategori produk investasi yang cukup aman. Dengan resiko yang rendah, reksadana ini bisa
memberikan return rata-rata sekitar 5% 7% per tahun net.
Dalam Perencanaan Keuangan, reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek 1
3 tahun kedepan. Bisa juga menempatkan dana darurat pada reksadana ini. apakah reksadana
ini bisa digunakan untuk tujuan jangka panjang? Tentu saja bisa, tapi returnnya yang relatif kecil
dibandingkan hasil investasi lainnya, menyebabkannya menjadi tidak optimal.
Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana ini menempatkan investasinya pada obligasi (istilahnya adalah fixed income dan
diartikan secara harfiah pendapatan tetap). Nama Reksadana Pendapatan Tetap pernah
membuat kehebohan di tahun 2005. Banyak masyarakat yang baru mulai berinvestasi pada
reksadana jenis ini menyangka bahwa pendapatan tetap artinya investasi nya memberikan
hasil yang tetap dan tidak ada resiko penurunan nilai.
Alhasil, saat obligasi yang menjadi isi dari reksadana ini mengalami penurunan, maka paniklah
para investor dan melakukan pencairan secara bersamaan. Saat ini, investor yang berinvestasi
pada reksadana sudah memiliki pengertian yang lebih mendalam tentang reksadana sehingga
kepanikan masyarakat saat nilai reksadana turun, sudah hampir tidak pernah terjadi lagi.
Memiliki tingkat resiko diatas reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dapat
memberikan rata-rata return sekitar 7% 15% per tahun. Dalam perencanaan keuangan,
reksadana ini cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek hingga menengah, berkisar antara 3
5 tahun kedepan.

Reksadana Terproteksi
Reksadana ini merupakan jenis reksadana yang terbaru dibandingkan reksadana lainnya, dan
muncul saat krisis terjadi di Indonesia pada tahun 2008. Sesuai dengan namanya, besarnya
dana yang kita investasikan pada produk ini akan diprotek nilainya sesuai dengan prosentase
yang disampaikan oleh MI (bisa 100%, 90% atau prosentase lainnya dari nilai dana kita).
Jenis investasi yang ada dalam reksadana ini umumnya adalah obligasi, sehingga jenis
reksadana ini umumnya memiliki jangka waktu tertentu dengan pembayaran kupon
bunga. Karena dana yang ditempatkan pada reksadana ini umumnya berupa obligasi, maka
hasil investasinya juga tidak jauh berbeda dibandingkan kalau kita berinvestasi di obligasi.
Hanya saja, return yang diberikan bisa lebih tinggi dari obligasi karena keringanan pajak pada
reksadana ini. Dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi
memiliki return yang lebih rendah. Akan tetapi kelebihan dari reksadana ini adalah dana kita
akan dijamin oleh MI tidak akan turun saat pencairannya diwaktu jatuh tempo.
Apakah investasi ini beresiko? Tentu saja semua investasi memiliki resiko. Obligasi yang menjadi
isi dari reksadanan ini juga mengandung kemungkinan gagal bayar. Tentu saja akan berbeda
kalau reksadana terproteksi diinvestasikan pada obligasi pemerintah yang resikonya relatif tidak
ada, sehingga tingkat resikonya juga menjadi sangat kecil.
Dalam perencanaan keuangan, penggunaan reksadana terproteksi bisa disamakan dengan
penggunaan jenis investasi obligasi (ORI atau Sukri), yaitu hanya untuk tujuan dengan jangka
waktu yang sama dengan jangka waktu penggunaan dananya, dan tidak digunakan untuk dana
darurat. Kita bisa saja mencairkan reksadana ini sebelum jatuh temponya, tapi tentu saja
nilainya tidak lagi dijamin oleh MI sesuai dengan kesepakatan diawal.
Reksadana Campuran
Sesuai dengan namanya, reksadana ini berisikan produk investasi yang terdiri dari Obligasi,
Saham serta produk investasi lainnya. Pada umumnya reksadana campuran ini dibagi menjadi
reksadana campuran konservatif, moderat ataupun agresif, tergantung dari produk investasi
yang membentuknya.
Semakin banyak porsi saham didalamnya, semakin agresif reksadana campuran ini. Semakin
agresif, artinya resiko yang dimilikinya lebih tinggi dibandingkan reksadana campuran jenis
lainnya, dan otomatis semakin tinggi pula ekspektasi returnnya. Akan tetapi, ada juga
reksadana campuran yang memiliki saham hanya dalam porsi kecil bahkan tidak ada sama
sekali, reksadana inilah yang dikategorikan dalam reksadana campuran konservatif.
Dengan produk investasi didalamnya yang bercampur, sebenarnya reksadana campuran
menjadi lebih fleksible di saat krisis. Komposisi saham dan obligasi yang dimiliki bisa
disesuaikan dengan kondisi pasar. Rata-rata return reksadana campuran adalah sebesar 15%
20% per tahun dan dapat digunakan untuk investasi jangka menengah.

Tujuan investasi yang memiliki periode 5 -10 tahun dapat menggunakan reksadana campuran.
Semakin panjang periode waktunya, kita dapat menggunakan reksadana campuran yang lebih
agresif. Dari sisi resiko, reksadana ini memiliki resiko yang lebih tinggi dari reksadana
pendapatan tetap tapi lebih rendah dari resiko reksadana saham.
Reksadana Saham
Reksadana ini menempatkan investasinya pada saham dan merupakan jenis reksadana dengan
resiko yang paling tinggi. Apabila kita ingin membeli reksadana saham, perhatikan juga jenis
investasi saham yang dipilih oleh MI-nya. Ada jenis reksadana saham yang berinvestasi hanya
pada saham blue chips, saham infrastruktur, saham second liner ataupun jenis jenis saham
lainnya. Masing-masing jenis ini tentu saja memberikan resiko dan return yang berbeda.
target return rata-rata untuk reksadana saham adalah sebesar 20% 25% per tahun. Besarnya
return ini adalah rata-rata untuk jangka panjang. Artinya reksadana saham bisa saja
memberikan return sampai 40% atau lebih pertahunnya, tapi apabila pasar saham sedang krisis,
returnnya bisa memberikan lebih dari minus 40% juga. Dengan resiko fluktuasi yang tinggi ini,
maka reksadana saham sangat tidak cocok dan tidak dianjurkan untuk investasi jangka pendek.
Dalam Perencanaan Keuangan, investasi pada reksadana saham biasanya digunakan untuk
tujuan investasi jangka panjang dengan periode diatas 10 tahun. Dana Pensiun, Dana
Pendidikan Anak untuk tingkat S1, Dana untuk Bisnis serta tujuan jangka panjang lainnya
merupakan tujuan tujuan yang menggunakan reksadana saham.

Bagaimana memilih Reksadana yang baik


Jumlah reksadana yang tersedia saat ini ada lebih dari 500, sehingga untuk masyarakat umum
akan sangat bingung memilih mana reksadana yang baik untuk dibeli. Ada beberapa kriteri
umum yang bisa digunakan saat memilih reksadana, antara lain :
1.
Dana yang dikelola pada reksadana tersebut (AUM asset under management) lebih
besar dari 25 Miliar. Ini adalah dana kelolaan di satu reksadana bukan dari keseluruhan dana
yang dikelola Manajer Investasi tersebut.
2.
Memiliki rata-rata return beberapa tahun kebelakang (3-5 tahun) yang cukup baik
dibandingkan reksadana lainnya.
3.
Profil Manajer Investasi masih tetap perlu kita perhatikan, artinya, pilihlah Manajer
Investasi yang memiliki nama cukup baik.
4.
Apabila kita membeli reksadana di Bank tentu saja pilihan kita menjadi terbatas hanya
pada reksadana yang tersedia, akan tetapi Bank juga tentu sudah melakukan seleksi atas
reksadana yang akan dijualnya. Sehingga pilihan kita juga akan menjadi lebih mudah.
Data besarnya dana yang dikelola dan rata-rata return dapat kita lihat di internet ataupun bisa
juga ditanyakan pada sales di perusahaan Manajer Investasi atau Customer Service di Bank.
Salah satu kewajiban kita sebagai investor adalah membaca prospektus (buku penjelasan) dari
reksadana yang kita beli. Prospektus akan diberikan saat kita membeli reksadana tersebut.

Perlu untuk diingat sekali lagi, reksadana adalah produk investasi. Produk-produk investasi
bukan merupakan tabungan dan/atau deposito. Produk-produk investasi apapun bentuknya
mengandung resiko investasi, termasuk kemungkinan kehilangan seluruh modal yang
diinvestasikan. Sejarah kinerja investasi di masa lalu bukan merupakan indikasi atau jaminan
dari hasil investasi atau kinerja masa mendatang.
Investor yang melakukan investasi dalam produk investasi reksa dana harus menyadari bahwa
reksa dana adalah produk pasar modal dan bukan produk bank. Nilai investasi dalam reksa dana
dapat naik atau turun akibat berfluktuasinya Nilai Aktiva Bersih (NAB) sesuai kondisi pasar dan
kualitas efek portofolio reksa dana yang bersangkutan.
Konsep Reksa Dana Indonesia
Berdasarkan UU No.8/1995 tentang Pasar Modal, pada pasal 1 ayat 27 disebutkan bahwa Reksa
Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal
untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portfolio Efek oleh Manajer Investasi.Berdasarkan
konsep definisi tersebut, ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu dana, investasi
pada instrumen, dan Manajer Investasi. Sebenarnya,ada satu aspek yang tersirat dan tidak jelas
dalam konsep tersebut, yaitu aspek waktu yang setalu terkait dengan ketiga aspek yang
disebutkan di awal tadi.
Aspek pertama mengenai dana tersebut adalah bahwa dana dikumpulkan dari masyarakat
dalam hal ini masyarakat dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu masyarakat individu dan
masyarakat lembaga. Dana yang dikumpulkan ini merupakan dana yang menganggur dan
benar-benar untuk investasi, dan sering disebut dana untuk jangka panjang.Walaupun
demikian, Reksa Danatidak menutup kemungkinan terhadap dana yang bersifat jangka pendek.
Akan tetapi, pemilik dana ini harus sudah slap dengan risiko atas pengurangan dana yang
dimiliki. Misalkan, untuk keluar dari Reksa Dana, si pemegang unit dikenakan biaya penarikan.
Para partisipan pasar modal menyebutnya biaya penjualan kembali. Di luar negeri,biaya ini
cukup besar,terutama untuk lamanya menahan unit kurang dari satu tahun. Di Indonesia, biaya
ini sangat bervariasi dengan maksimum sekitar 2,5%, bahkan ada yang memberikan nol persen.
Manajer Investasi yang mengelola Reksa Dana dengan biaya penjualan kembali nol persen akan
menghadapi beberapa permasalahan.
Aspek kedua yaitu diinvestasikan pada instrumen efek yang juga memberikan hasil kepada
Reksa Dana:Efek yang dimaksud di sini adalah efek yang diperdagangkan di bursa saham, pasar
uang,dan pasar modal lainnya. Jenis instrumen tersebut adalah Sertifikat Bank Indonesia,
deposito berjangka, obligasi, properti, dan saham. Instrumen investasi tersebut mempunyai
jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Tetapi, Reksa Dana umumnya diinvestasikan
pada instrumen berjangka menengah dan panjang. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat
pengembalian (return) jangka panjang yang diharapkan lebih tinggi dari tingkat pengembalian
jangka pendek. Reksa Dana juga melakukan investasi pada jangka pendek di mana biasanya
dana ini dipergunakan untuk berjaga-jaga dalam membayar penarikan oleh investor.

Meski demikian, di Indonesia tidak diperbolehkan membeli Reksa Dana dan instrumen investasi
luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Bapepam No. 22/PM/1996. Beberapa
pengamat pasar modal telah mulai melontarkan usulan agar Reksa Dana diizinkan melakukan
investasi pada efek luar negeri karena Iebih banyak keuntungannya dibandingkan dengan
kerugiannya. Penulis memperkirakan pihak yang berwenang akan mengizinkan Reksa Dana
untuk melakukan investasi pada efek luar negeri di dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Aspek ketiga yaitu aspek lembaga yang mengelola Reksa Dana tersebut, yaitu Manajer
Investasi. Manajer Investasi ini bukan perorangan walaupun yang mengelola dana tersebut
adalah perorangan. Sebenarnya, Reksa Dana tersebut dikelola oleh sebuah tim yang terdiri dari
beberapa orang, dan diawasi oleh sebuah komite. Bahkan ada sebuah Reksa Dana yang
mempunyai komite yang berasal dari sponsor. Kepada komite sponsor itu, tim investasi
melaporkan investasinya selama sebulan setelah berjalan. Biasanya, Manajer Investasi
mempunyai pandangan dalam jangka menengah dan panjang.
Aspek keempat yaitu aspek jangka waktu Reksa Dana di mana Reksa Dana tersebut
merupakan instrumen investasi jangka menengah dan panjang. Karakteristik keempat ini
merupakan karakteristik yang tidak tertulis secara jelas, tetapi merupakan karakteristik yang
tersirat dari konsep tersebut.Jangka menengah dan jangka panjang merupakan refleksi dari
investasi Reksa Dana tersebut karena umumnya Reksa Dana melakukan investasi kepada
instrumen investasi jangka panjang seperti Medium Term Notes (MTNs), obligasi, dan saham.
Dengan konsep karakteristik tersirat ini, Reksa Dana tidak dapat dianggap sebagai saingan dari
deposito produk perbankan tersebut. Reksa Dana dianggap sebagai produk komplemen dari
produk yang ditawarkan perbankan.
Bank-bank yang sudah maju atau sudah memiliki Priority Banking akan menawarkan Reksa
Dana sebagai produk investasi jangka panjang. Citibank dan Bank Niaga merupakan salah satu
pelopor produk Priority Banking yang juga menawarkan Reksa Dana sebagai produk
investasinya. Bahkan, bank-bank tersebut menawarkan berbagai produk yang membentuk
portofolio bagi High Networth Individu.
Aspek kelima yaitu aspek risiko di mana Reksa Dana merupakan produk investasi yang
berisiko.Letak risiko Reksa Dana ada pada instrumen investasi yang menjadi portofolio Reksa
Dana tersebut, dan pada faktor pengelola Reksa Dana (Manajer Investasi) yang bersangkutan.
Berisikonya Reksa Dana dikarenakan harga instrumen portofolionya yang berubah setiap waktu.
Bila Reksa Dana tersebut berisikan obligasi, maka kebijakan Pemerintah, melalui Bank
Indonesia, menaikkan tingkat bunga akan membuat harga obligasi mengalami penurunan.
Manajer Investasi yang mengelola portofolio juga bisa membuat Reksa Dana tersebut berisiko
dengan tindakan disengaja atau tidak disengaja. Misalkan, ada dana tunai yang masuk ke Reksa
Dana dan Manajer lnvestasinya sedang rapat seharian dan lupa melakukan penempatan dana
sehingga tingkat pengembalian Reksa Dana turun.
Investor yang melakukan investasi ke Reksa Dana akan menda-patkan bukti atas pembelian
Reksa Dana, yang dikenal dengan Unit Penyertaan. Unit Penyertaan tersebut merupakan bukti
penyertaan yang akan diterima investor paling cepat satu hari setelah melakukan investasi dan
paling lama 7 hari kerja. Investor juga akan memperoleh bukti penjualan kembali paling lambat
7 hari kerja. Bukti penjualan kembali ini memperlihatkan mutasi dari unit yang dimiliki oleh
Investor. Jika investor melakukan penjualan kembali seluruh unit yang dimiliki investor, bukti

mutasi unit penyertaan juga harus dikirimkan Bank Kustodian kepada investor, yang Iamanya
juga paling lambat 7 hari kerja. Bila investor tidak ingin memiliki Reksa Dana tersebut, investor
menjual Unit Penyertaan tersebut.
Sisi lain konsep Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang agak berbeda dengan produk
perbankan lain terletak pada tingkat pengembalian Reksa Dana yang tidak pasti. Produk
perbankan lain memiliki kepastian tingkat pengembalian yang dikenal dengan bunga. Pemilik
dana juga bisa mencairkan dana sebelum periode meski dikenakan penalti. Pada Reksa Dana,
investor juga bisa menarik dananya setiap saat dan biasanya dikenakan biaya pencairan
(penjualan) untuk periode yang pendek (misalkan kurang dari 6 bulan).Akan tetapi, investor
Reksa Dana yang telah berinvestasi lebih panjang tidak dikenakan biaya penjualan tersebut.
Faktor lain yang perlu mendapat perhatian dari Manajer Investasi, agen penjual, dan investor
adalah bahwa pada Reksa Dana tidak dikenal dan tidak pernah terjadi Bank Run, yaitu
pernyataan pencairan lebih dahulu, yang akan segera mendapat dananya. Bank Run tersebut
menyiratkan arti adanya kepanikan pemilik dana yang mengakibatkan pencairan besar-besaran
pada bank tersebut, karena adanya isu yang beredar mengenai bank tersebut. Seorang pemilik
dana akan terlepas dari persoalan kerugian atas dananya karena lebih dulu mencairkan
dibandingkan pemilik dana lain atau karena adanya penjaminan dari lembaga penjamin yang
dimilki pemerintah. Reksa Dana tidak dijamin sebuah lembaga penjamin dan aset Reksa Dana
adalah milik bersama, di mana tidak satu orang pun dari pemilik dana mengambil keuntungan
atas kelemahan pemilik dana lain. Bila ada penarikan besar-besaran (di luar situasi normal),
pemilik dana harus membagi aset secara proporsional.
Ada dua jenis Reksa Dana, yaitu Reksa Dana Tertutup dan Reksa Dana Terbuka. Reksa Dana
Tertutup adalah Reksa Dana dengan transaksi perdagangan unit yang dilakukan di Bursa Saham
karena pemegang unit memiliki saham atau pemegang unit menjual saham ke bursa, sehingga
permintaan dan penawaran merupakan harga dari unit. Di samping itu,jumlah unit saham yang
diterbitkan oleh perusahaan sama jumlahnya dari waktu ke waktu,terkecuali jika ada tindakan
perusahaan (corporate action). Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana di mana pemegang unit
menjual unitnya langsung kepada Manajer Investasi. Harga unit ditentukan oleh harga
penutupan perdagangan pada hari yang bersangkutan.Oleh karena itu, investor tidak
mengetahui berapa harga jual atau bell dari unit dan baru akan diketahui pada esok harinya.
Reksa Dana dapat juga dikiasifikasikan berdasarkan jenis investasi dari Reksa Dana
tersebut,yaitu Reksa Dana Pasar Uang,Obligasi,Saham, dan Campuran. Reksa Dana Pasar Uang
adalah Reksa Dana dengan dana yang diinvestasikan pada instrumen pasar uang. Reksa Dana
Obligasi adalah Reksa Dana yang diinvestasikan pada obligasi dan sekitar 5% sampai 10%
diinvestasikan pada pasar uang/kas untuk menjaga penarikan dari investor.Reksa Dana Saham
adalah Reksa Dana yang dananya hampir seluruhnya diinvestasikan pada saham dan sekitar 5%
sampai 10% diinvestasikan pada kas atau pasar uang untuk menjaga adanya penarikan dari
investor. Reksa Dana Campuran adalah Reksa Dana yang dananya diinvestasikan pada saham,
obligasi, pasar uang, dan sejumlah kas untuk berjaga-jaga.