Anda di halaman 1dari 1

JAKARTA - Sektor moneter Indonesia memasuki babak baru.

Untuk pertama
kalinya, pemerintah berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menerbitkan uang
baru.
Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang yang lantas disebut
uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini merupakan implementasi
Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.
"Karena itu, ada tanda tangan Gubernur BI dan Menkeu di uang baru yang akan
diterbitkan mulai 17 Agustus nanti," ujarnya kemarin (14/8).
Sebagaimana diketahui, sebelum implementasi UU Mata Uang, penerbitan atau
emisi uang dilakukan oleh BI. Karena itu, dalam cetakan uang kertas, selalu ada
tanda tangan gubernur BI dan deputi gubernur BI.
Munculnya tanda tangan menteri keuangan di uang NKRI sama dengan skema
uang dolar Amerika Serikat (USD) yang menggunakan tanda tangan treasury atau
menteri keuangan.
Jika dilihat, fisik uang pecahan Rp 100.000 yang dirilis tahun 2014 ini mirip
dengan pecahan yang dirilis tahun 2004, misalnya gambar utama proklamator
Soekarno - Hatta di bagian depan dan gambar Gedung MPR/DPR/DPD di bagian
belakang.
Namun, ada beberapa perbedaan yang kasat mata. Misalnya, frasa "NEGARA
KESATUAN REPUBLIK INDONESIA" di atas tulisan "SERATUS RIBU
RUPIAH", menggantikan frasa "BANK INDONESIA" Pada uang edisi 2004.
Selain itu, nama duo proklamator kini juga ditulis lengkap sesuai Keputusan
Presiden, yakni Dr (H.C) Ir. Soekarno dan Dr (H.C) Drs. Mohammad Hatta. Tanda
lain yang cukup mencolok adalah perubahan blok warna dari merah ke kuning
keemasan pada bagian samping kanan uang.