Anda di halaman 1dari 6

IPAL BERGERAK

Adanya kegiatan industry mengakibatkan persoalan lingkungan yang semakin


kompleks. Limbah organic berbahaya dan mikroorganisme patogenik yang berasal dari
aktivitas industry domestic dan rumah sakit merupakan factor terbesar dalam kerusakan
lingkungan, khususnya pencemaran air. Telah lama pihak industry menyadari
permasalahan ini, tetapi mahalnya biaya investasi dan operasional instalasi pengolahan
air limbah (IPAL) menjadi alasan para industrialis untuk tidak menaati dan mengelola air
limbah selain itu, IPAL memerlukan area lahan yang luas dan perawatan instalasi yang
rumit dan kompleks untuk menjawab permasalahan itu, dikembangkanlah IPAL
BERGERAK. IPAL bergerak analoginya, seperti mobil penyedot WC yang dating dari
rumah ke rumah. Bedanya, kalau mobil penyedot WC membawa limbahnya, sedangkan
IPAL bergerak ini mengolah limbah ditempat sampai bersih, bahkan airnya dapat
dipakai kembali.
Untuk mengolah limbah cair, secara garis besar proses pengolahannya sebagai berikut:
A. Limbah cair yang berasal dari industri dan rumah sakit dikumpulkan pada kolam
ekualisasi.
B. Dari kolam tersebut dipompakan ke tangki reactor untuk dicampurkan dengan
gas ozon.
C. Gas ozon yang masuk ke tanhki reaktor kemudian bereaksi dengan sinar
ultraviolet dari lampu ultraviolet yang dipasang pada pusat tangki reactor.
D. Reaksi ini menghasilkan beberapa senyawa aktif yang dapat mengkoagulasikan
senyawa organik dan membunuh bakteri pathogen yang terkandung dalam
limbah cair.
E. Limbah cair yang telah diproses ini, dialirkan ke tangki koagulasi untuk
dicampurkan dengan koagulan.
F. Setelah masuk ke tangki koagulsi, limbah dialirkan ke tangki sedimentasi. Dalam
tangki ini logam berat dan sisa hasil proses oksidasi dalam tangki reactor
diendapkan.
G. Selanjutnya dilakukan proses penyaringan pada tangki filtrasi. Pada tangki ini,
terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat polutan yang
terlewatkan pada proses koagulasi.
H. Pada tangki filtrasi, zat-zat polutan akan dihilangkan oleh permukaan karbon
aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif ini sudah jenuh, maka pada saat
itu karbon aktif harus diganti dengan karbon aktif baru atau didaur ulang dengan
cara dicuci.
I. Air yang keluar dari filter karbon aktif dibuang dalam kondisi aman.
Semua proses tadi didesain menjadi unit pengolah limbah cair bergerak. Dengan
demikian diharapkan dengan adanya IPAL ini dapat menyelesaikan permasalahan
limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan industry dan rumah sakit.

Unit IPAL
Unit IPAL dirancang sedemikan rupa agar cara operasinya mudah dan biaya operasionalnya
murah. Unit ini terdiri dari perangkat utama dan perangkat penunjang. Perangkat utama dalam
system pengolahan terdiri dari unit pencampur statis (static mixer), bak antara, bak koagulasiflokulasi, saringan multimedia/ kerikil, pasir, karbon, mangan zeolit (multimedia filter), saringan
karbon aktif (activated carbon filter), dan saringan penukar ion (ion exchange filter). Perangkat
penunjang dalam sistem pengolahan ini dipasang untuk mendukung operasi treatment yang
terdiri dari pompa air baku untuk intake (raw water pump), pompa dosing (dosing pump), tangki
bahan kimia (chemical tank), pompa filter untuk mempompa air dari bak koagulasi-flokulasi ke
saringan/filter, dan perpipaan serta kelengkapan lainnya.
Proses pengolahan diawali dengan memompa air baku dari bak penampungan kemudian
diinjeksi dengan bahan kimia ferrosulfat dan PAC (Poly Allumunium Chloride), kemudian
dicampur melalui static mixer supaya bercampur dengan baik. Kemudian air baku yang
teroksidasi dialirkan ke bak koagulasiflokulasi dengan waktu tinggal sekitar 2 jam. Setelah itu air
dari bak dipompa ke saringan multimedia, saringan karbon aktif dan saringan penukar ion. Hasil
air olahan di masukkan ke bak penampungan untuk digunakan kembali sebagai air pencucian.
Diagram proses IPAL industri pelapisan logam dapat dilihat

Cara Kerja IPAL


a. Pompa Air Baku (Raw water pump)
Pompa air baku yang digunakan jenis setrifugal dengan kapasitas maksimum yang dibutuhkan
untuk unit pengolahan (daya tarik minimal 9 meter dan daya dorong 40 meter). Air baku yang
dipompa berasal dari bak akhir dari proses pengendapan pada hasil buangan limbah industri
pelapisan logam.
b. Pompa Dosing (Dosing pump)
Merupakan peralatan untuk mengijeksi bahan kimia (ferrosulfat dan PAC) dengan pengaturan
laju alir dan konsentrasi tertentu untuk mengatur dosis bahan kimia tersebut. Tujuan dari
pemberian bahan kimia ini adalah sebagai oksidator.
c. Pencampur Statik (Static mixer)
Dalam peralatan ini bahan-bahan kimia dicampur sampai homogen dengan kecepatan
pengadukan tertentu untuk menghindari pecah flok.
d. Bak Koagulasi-Flokulasi
Dalam unit ini terjadi pemisahan padatan tersuspensi yang terkumpul dalam bentuk-bentuk flok
dan mengendap, sedangkan air mengalir overflow menuju proses berikutnya.
e. Pompa Filter
Pompa yang digunakan mirip dengan pompa air baku. Pompa ini harus dapat melalui saringan
multimedia, saringan karbon aktif, dan saringan penukar ion.
f. Saringan Multimedia
Air dari bak koagulasi-flokulasi dipompa masuk ke unit penyaringan multimedia dengan tekanan
maksimum sekitar 4 Bar. Unit ini berfungsi menyaring partikel kasar yang berasal dari air
olahan. Unit filter berbentuk silinder dan terbuat dari bahan fiberglas. Unit ini dilengkapi dengan
keran multi purpose (multiport), sehingga untuk proses pencucian balik dapat dilakukan dengan
sangat sederhana, yaitu dengan hanya memutar keran tersebut sesuai dengan petunjuknya. Tinggi
filter ini mencapai 120 cm dan berdiameter 30 cm. Media penyaring yang digunakan berupa
pasir silika dan mangan zeolit. Unit filter ini juga didisain secara khusus, sehingga memudahkan
dalam hal pengoperasiannya dan pemeliharaannya. Dengan menggunakan unit ini, maka kadar
besi dan mangan, serta beberapa logam-logam lain yang masih terlarut dalam air dapat dikurangi
sampai sesuai dengan kandungan yang diperbolehkan untuk air minum.

g. Saringan Karbon Aktif


Unit ini khusus digunakan untuk penghilang bau, warna, logam berat dan pengotor-pengotor
organik lainnya. Ukuran dan bentuk unit ini sama dengan unit penyaring lainnya. Media
penyaring yang digunakan adalah karbon aktif granular atau butiran dengan ukuran 1 2,5 mm
atau resin sintetis, serta menggunakan juga media pendukung berupa pasir silika pada bagian
dasar.
h. Saringan Penukar Ion
Pada proses pertukaran ion, kalsium dan magnesium ditukardengan sodium. Pertukaran ini
berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari bahan
yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. Bahan penukar ion pada awalnya menggunakan
bahan yang berasal dari alam yaitu greensand yang biasa disebut zeolit, Agar lebih efektif Bahan
greensand diproses terlebih dahulu. Disamping itu digunakan zeolit sintetis yang terbuat dari
sulphonated coals dan condentation polymer. Pada saat ini bahan-bahan tersebut sudah diganti
dengan bahan yang lebih efektif yang disebut resin penukar ion. Resin penukar ion umumnya
terbuat dari partikel cross-linked polystyrene. Apabila resin telah jenuh maka resin tersebut perlu
diregenerasi. Proses regenerasi dilakukan dengan cara melewatkan larutan garam dapur pekat ke
dalam unggun resin yang telah jenuh. Pada proses regenerasi terjadi reaksi sebaliknya yaitu
kalsium dan magnesium dilepaskan dari resin, digantikan dengan sodium dari larutan garam.
i. Sistem Jaringan Perpipaan
Sistem jaringan perpipaan terdiri dari empat bagian, yaitu jaringan inlet (air masuk), jaringan
outlet (air hasil olahan), jaringan bahan kimia dari pompa dosing dan jaringan pipa pembuangan
air pencucian. Sistem jaringan ini dilengkapi dengan keran-keran sesuai dengan ukuran
perpipaan. Diameter yang dipakai sebagian besar adalah 1 dan pembuangan dari bak koagulasiflokulasi sebesar 2. Bahan pipa PVC tahan tekan, seperti rucika. Sedangkan keran (ball valve)
yang dipakai adalah keran tahan karat terbuat dari plastik.
j. Tangki Bahan-Bahan Kimia
Tangki bahan kimia terdiri dari 2 buah tangki fiberglas dengan volume masing-masing 30 liter.
Bahan-bahan kimia adalah ferrosulfat dan PAC. Bahan kimia berfungsi sebagai oksidator.

IPAL Skala Rumah Tangga


Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem
pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang
murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda. Instalasi SPAL terdiri dari
dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang
untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap
lemak, dan ruang untuk menangkap pasir.Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak
pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu
koral yang berfungsi untuk menyaring zat-zat pencemar yang ada dalam greywater.
Cara kerja ipal skala rumah tangga, air bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang
penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan
tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir
akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak karena berat jenisnya lebih ringan
akan mengambang di ruang penangkap lemak.
Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengahtengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari
bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa
batu koral dan batok kelapa.
Beberapa kompleks perumahan seperti Lippo Karawaci dan hampir semua apartemen telah
memiliki instalasi pengolah limbah greywater yang canggih dan modern. Greywater yang telah
diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, dan untuk mencuci
mobil. Di Singapura dan negara-negara maju, greywater bahkan diolah lagi menjadi air minum.
Berdasarkan pemaparan tersebut maka sistem pengolahan limbah (SPAL) yang menghasilkan
greywater seperti ini akan sangat bagus ubtuk diterapkan di lingkungan perumahan dosen
Universitas Haluoleo karena selain biayanya yang murah dan bahan yang digunakan mudah
didapatkan, juga air hasil olahannya ramah lingkungan bahkan dapat digunakan kembali atau
diolah lebih lanjut menjadi air minum.

Dampak dari IPAL Rumah Tangga yaitu terjadi pencemaran air


Cara Mengatasi Pencemaran IPAL Rumah Tangga

Salah satu alternative untuk mengatasi masalah pencemaran oleh air limbah rumah tangga adalah
dengan cara mengolah air limbah rumah tangga tersebut secara individual (on site treatment)
sebelum di buang ke saluran umum.
Prses Pengolahan Air Limbah dengan system Kombinasi Biofilter Anaerob Aerob
Air limbah rumah tangga di alirkan melalui saringan kasar (bar screen) untuk menyaring sampah
berukuran besar seperti daun, kertas, plastic dan lain-lain. Stelah melaui screen air limbah di

alirkan ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya.
Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengontrol aliran, bak pengurai
senyawa organic yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung
lumpur.
Air limpasan dari bak pengendap awal dialirkan ke bak kontaktor bak anaerob (dapat dipasang
lebih dari satu sesuai dengan kualitas dari jumlah air baku yang akan di olah) yang diisi dengan
media dari bahan plastik atau kerikil/batu split dengan arah aliran dari atas ke bawah dan bawah
ke atas.
Efesiensi penyaringan akan sangat besar karena dengan adanya biofilter up flow yakni
penyaringan dengan sistem aliran dari bawah keatas akan mengurangi kecepatan partikel yang
terdapat pada air buangan dan partikel yang tidak terbawa aliran ke atas akan mengendapkan di
dasar bak filter. Sistem biofilter anaerb-aerob ini sangat sederhana, operasinya mudah dan tanpa
memakai bahan kimia serta sedikit membutuhkan energi. Proses ini cocok digunakan untuk
mengolah air limbah rumah tangga dengan kapasitas yang tidak terlalu besar.

Skema proses pengolahan air limbah rumah tangga dengan dengan system biofilter anaerobaerob: