Anda di halaman 1dari 13

1

BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)


Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RTR Kapet:
Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank Sejahtera dan Palapas

Uraian Pendahuluan1
1.
Latar
Belakang

Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008


tentang RTRWN, telah menetapkan 76 KSN
dari 5 (lima) sudut kepentingan, yaitu sudut
kepentingan pertahanan dan keamanan,
pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya,
pendayagunaan sumber daya alam dan/atau
teknologi tinggi, serta fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup. Kawasan Pengembangan
Ekonomi Terpadu (KAPET) termasuk di dalam
KSN dari sudut kepentingan pertumbuhan
ekonomi. Sehingga penataan ruangnya yang
diwujudkan dalam Rencana Tata Ruang
menjadi salah satu yang diprioritasnya untuk
disusun.
Dalam
rangka
perlindungan
terhadap
lingkungan hidup tersebut, UU 32 tahun 2009
pasal 15 telah mengamanatkan Pemerintah
dan pemerintah daerah untuk melaksanakan
KLHS ke dalam penyusunan dan evaluasi
Rencana Tata Ruang dan/atau Kebijakan,
rencana, dan/atau program yang berpotensi
menimbulkan
dampak
dan/atau
risiko
lingkungan hidup
Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)
yang
sebagai
salah
satu
instrumen
pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan
lingkungan hidup, merupakan rangkaian
analisis yang sistematis, menyeluruh, dan
partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip
pembangunan berkelanjutan telah menjadi
dasar dan terintegrasi dalam pembangunan
suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana,
dan/atau program. Untuk itu, Pemerintah dan
pemerintah daerah wajib untuk membuat
KLHS untuk memastikan bahwa prinsip
pembangunan berkelanjutan telah menjadi
dasar dan terintegrasi dalam pembangunan
suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana,
dan/atau program.

Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang
akan dilaksanakan.

Dokumen Pengadaan Standar


Jasa Konsultansi Badan Usaha
(dengan Prakualifikasi)

2.
Maksud
dan Tujuan

1. Maksud
Pekerjaan

ini

dimaksudkan

untuk

memberikan kepastian perspektif kualitas


lingkungan hidup tetap terjaga dalam
rencana tata ruang pembangunan KAPET,
sehingga harapan terciptanya kawasan
yang

terintegrasi

peningkatan
kualitas

dalam

kesejahteraan

lingkungan,

dan

rangka

masyarakat,
keberlanjutan

ekonomi.
2. Tujuan
Dengan
maksud
tersebut,
tujuan
pekerjaan
ini
adalah
tersusunnya
rekomendasi KLHS terhadap Rancangan
Peraturan Presiden tentang RTR KSN
KAPET Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank
Sejahtera dan Palapas, yang didasarkan
pada kondisi daya dukung dan daya
tampung lingkungannya.

3.

Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai melalui


pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai
berikut:
a. Teridentifikasinya pemanfaatan ruang
eksisting, kondisi kapasitas daya
dukung
dan
daya
tampung
lingkungan,
serta
dampak
pemanfaatan ruang bagi lingkungan di
KAPET Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab,
Bank Sejahtera dan Palapas.
b. Terinventarisasi
sinergisitas
pengembangan rencana, kebijakan,
dan program (RKP) dari rencana
struktur ruang, pola ruang, dan
indikasi program KAPET Mbay, BAD,
Bima, DAS Kakab, Bank Sejahtera dan
Palapas yang berwawasan lingkungan.
c. Teridentifikasinya
perkiraan
kondisi
lingkungan hidup strategis yang akan
diwujudkan pada akhir tahun rencana
sesuai dengan RTR KSN KAPET.

d. Terumuskannya alternatif penanganan


dan rekomendasi KLHS untuk KAPET
Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank
Sejahtera dan Palapas.
e. Tersusunnya masukan substansi materi
teknis KLHS terhadap di KAPET Mbay,
BAD,
Bima,
DAS
Kakab,
Bank
Sejahtera dan Palapas yang sesuai
dengan KLHS.

4.
Lokasi
Pekerjaan

Pekerjaan ini dilaksanakan di Jakarta


dengan lingkup wilayah studi meliputi
6 (enam) provinsi yang terkait
langsung dengan keberadaan KAPET,
yaitu:
a. KAPET Mbay di provinsi Nusa
Tenggara Timur,
b. KAPET
BAD
di
provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam,
c. KAPET Bima di provinsi Nusa
Tenggara Barat,
d. KAPET DAS Kakab di provinsi
Kalimantan Tengah,
e. KAPET Bank Sejahtera di
provinsi Sulawesi Tenggara,
dan
f. KAPET Palapas di Provinsi
Sulawesi Tengah.

5.
Nama dan
Nama Pejabat Pembuat Komitmen: Reny
Windyawati, ST, MSc
Organisasi
Pejabat Pembuat
Satuan Kerja: Pengembangan Wilayah Nasional
Komitmen
Data Penunjang2
6.

Data Dasar
Data dasar yang dibutuhkan adalah dokumen
RTRWN, kajian-kajian ilmiah terkait, materi teknis
RTR KSN KAPET Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab,
Bank Sejahtera dan Palapas, serta data dan kajian
lainnya yang dirasa relevan.

7.

Standar

Data penunjang terdiri dari data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Pelaksanaan pekerjaan Penyusunan KLHS RTR

Teknis

8.
Studi-Studi
Terdahulu

9.
Referensi
Hukum

Kapet: Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank


Sejahtera dan Palapas ini minimal harus mengacu
pada peraturan perundang-undangan yang terkait
bidang penataan ruang dan sektor-sektor lainnya.

Studi terkait yang sudah dilakukan terkait dengan


kegiatan ini adalah segala sesuatu data, informasi,
analisis, dan kajian terukur yang dapat dijadikan
dasar dalam penyusunan KLHS KAPET Mbay, BAD,
Bima, DAS Kakab, Bank Sejahtera dan Palapas.

Referensi hukum terkait pekerjaan ini diantaranya


Undang-undang No. 26 Tahun 2007 Tentang
Penataan Ruang, Peraturan Pemerintah No. 26
Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional (RTRWN), Peraturan Pemerintah No. 15
Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang,
serta
peraturan
peundang-undangan
sektoral yang terkait.

Ruang Lingkup
10. Lingkup
Pekerjaan

Lingkup

kegiatan

Penyusunan

Kajian

Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RTR


Kapet: Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank
Sejahtera dan Palapas mencakup tahapan
sebagai berikut:

Melakukan review terhadap rencana,


kebijakan, program (RKP) yang terdapat
dalam 6 KAPET.

Kajian mengenai kondisi pemanfaatan


ruang eksisting pada kawasan lindung dan
kawasan budidaya.

Mengidentifikasi

isu-isu

lingkungan

hidup yang akan digunakan sebagai baseline


analisis.

Menyusun Kajian geologi lingkungan


(morfologi tanah, topografi, air tanah, dll)

Mengidentifikasi sumber daya alam


potensial sebagai pendukung pengembangan
KAPET.

Menyusun

Kajian

kapasitas

daya

dukung dan daya tampung lingkungan hidup


dalam pengembangan KAPET.

Menyusun

Perkiraan

implikasi

kapasitas lingkungan hidup (daya dukung dan


daya

tampung

kawasan)

yang

akan

diwujudkan, termasuk tingkat kerentanan dan


kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim.

Merumuskan alternatif terobosan dan


rekomendasi yang penting untuk antisipasi
implikasi lingkungan hidup.

Menyelenggarakan

Focus

Group

Discussion (FGD) di daerah dan di Jakarta


Dokumen Pengadaan Standar
Jasa Konsultansi Badan Usaha
(dengan Prakualifikasi)

Menyelenggarakan rapat pembahasan


di Jakarta.

Menyelenggarakan workshop/Seminar
di Jakarta.

11.

Keluaran3

Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan

ini

adalah sebagai berikut:


a.

Dokumen KLHS untuk masing-masing


RTR KSN KAPET Mbay, BAD, Bima, DAS
Kakab, Bank Sejahtera dan Palapas;

b.

Usulan masukan penyempurnaan dari


KLHS

terhadap

dokumen

Rancangan

Perpres tentang RTR KAPET Mbay, BAD,


Bima, DAS Kakab, Bank Sejahtera dan
Palapas; dan
c.

Prosiding pembahasan KLHS terhadap


RTR Kawasan Strategis Nasional KAPET
Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab, Bank
Sejahtera dan Palapas.

12.Personil

Posisi

Kualifikasi

Jumlah
Orang
Bulan4

Tenaga Ahli:
Tenaga
Kualifikasi
8
Ahli
pendidikan
Pengemb sekurang-kurangnya
angan
Sarjana
(S-1)
Wilayah
Perencanaan
(Ketua
Wilayah dan Kota
Tim)
lulusan Universitas
Negeri atau Swasta
yang
telah
disamakan,
berpengalaman
3
4

Dijelaskan pula keterkaitan antara suatu keluaran dengan keluaran lain.


Khusus untuk Metode Evaluasi Pagu Anggaran jumlah orang bulan tidak boleh
dicantumkan.

Tenaga
Ahli
Lingkung
an

Tenaga
Ahli
Kehutana
n

Tenaga
Ahli
Geologi

Tenaga
Ahli
Modeling/
Analisis

dalam pelaksanaan
pekerjaan di bidang
perencanaan
wilayah dan kota,
khususnya
bidang
pengembangan
wilayah selama 5
(lima) tahun, atau
seorang Sarjana (S2)
Perencanaan
Wilayah dan Kota
yang
8
berpengalaman
selama
3
(tiga)
tahun.
Kualifikasi
pendidikan
sekurang-kurangnya
S-1
bidang
Biologi/Teknik
Lingkungan
dan 8
memiliki
pengalaman
profesional
di
bidang
analisis
lingkungan
hidup
minimal 3 (tiga) 8
tahun.
Kualifikasi
pendidikan
sekurang-kurangnya
S-1
bidang
Kehutanan,
dan
memiliki
pengalaman
8
profesional
di
bidangnya minimal
3 (tiga) tahun.
Kualifikasi
pendidikan
sekurang-kurangnya
S-1 bidang Geologi 8
dan
memiliki

Sistem

Tenaga
Ahli
GIS/peme
taan
sebanyak
3 orang

pengalaman
profesional
di
bidangnya minimal
3 (tiga) tahun.
Kualifikasi
pendidikan
sekurang-kurangnya
S-1 bidang Teknik
Industri atau Sistem
Analisis
dan
memiliki
pengalaman
profesional
di
bidangnya minimal
3 (tiga) tahun.
Kualifikasi
pendidikan
sekurang-kurangnya
S-1
bidang
Geografi/Geodesi,
dan
memiliki
pengalaman
profesional
di
bidang
pemetaan
minimal 3 (tiga)
tahun.

Tenaga Pendukung (jika ada):


Sekretari
s
Operator
Komputer

13. Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan

Pendidikan D3/SMA

Pendidikan D3/SMA

Pekerjaan

Jadwal
tahapan
pelaksanaan
kegiatan
Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
(KLHS) RTR Kapet: Mbay, BAD, Bima, DAS Kakab,
Bank Sejahtera dan Palapas adalah sebagai
berikut:

10

Agenda Kerja
NO

KEGIATAN

tahap persiapan

pengumpulan materi awal

Laporan Pendahuluan

4
5

Tahap Survey ke daerah

FGD di daerah

Workshop di Jakarta

Laporan Antara

Bulan ke-1
I

II

III

IV

Bulan ke-2
I

II

III

Bulan ke-3
I
I
V

II

III

IV

Tahapan Analisis

9 Tahapan Tahapan Rekomendasi dan Integrasi RTR


10 FGD di Jakarta
11 Laporan Akhir
12

Seminar KLHS

Dokumen Pengadaan Standar


Jasa Konsultansi Badan Usaha
(dengan Prakualifikasi)

Bulan ke-4
I

II

III

IV

Bulan ke-5
I

II

III

IV

Bulan ke-6
I

II

III

IV

Bulan ke-7
I

II

III

IV

Bulan ke-8
I

II

III

IV

11

14. Laporan
Pendahuluan

Laporan pendahuluan sedikitnya memuat:


Pemahaman
konsultan
terhadap
substansi pekerjaan berikut tanggapan.
Pendekatan yang digunakan dalam
melaksanakan berbagai kegiatan yang
tersebut dalam lingkup pelaksanaan
kegiatan.
Daftar kebutuhan data dan informasi.
Daftar kebutuhan dukungan/fasilitasi
yang diperlukan konsultan dari Direktorat
Jenderal Penataan Ruang.
Rencana kerja rinci dan rencana
mobilisasi tenaga ahli yang dilengkapi
dengan rincian tugas dan keluaran yang
dihasilkan oleh masing-masing tenaga
ahli.
Laporan harus diserahkan selambatlambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK
diterbitkan
sebanyak
10
(sepuluh)
eksamplar dengan softcopy-nya. Muatan
laporan
ini
terlebih
dahulu
harus
dikonsultasikan kepada Tim Supervisi yang
telah ditunjuk oleh pengguna jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: __
(1) satu bulan sejak SPMK diterbitkan sebanyak
(10)sepuuh buku laporan.

15. Laporan
Bulanan

Laporan ini berisi progress/kemajuan


pelaksanaan pekerjaan yang dicapai pada
bulan yang bersangkutan dengan rincian
masing-masing
tenaga
ahli,
laporan
realisasi pelaksanaan pekerjaan bulan
berjalan dengan rincian dana pengeluaran,
serta rencana pekerjaan yang akan
dilakukan pada bulan selanjutnya.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya
pada minggu terakhir bulan yang bersangkutan,
sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan dengan
softcopy-nya.
Muatan
laporan
ini
harus
dikonsultasikan dengan Tim Supervisi yang telah
ditunjuk oleh pengguna jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 5
(lima) hari kerja sejak bulan bersangkutan berakhir
diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) buku laporan.

Standar Dokumen Pengadaan


Jasa Konsultansi Badan Usaha
(dengan Prakualifikasi)

12

16. Laporan
Antara

Laporan ini berisi informasi dan data serta hasil


KLHS terhadap kondisi dan kapasitas lingkungan
hidup kawasan strategis nasional KAPET Seram,
Khatulistiwa, dan Batulicin. Laporan harus
diserahkan selambat-lambatnya 4 (empat) bulan
sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh)
eksamplar dengan softcopy-nya. Muatan laporan
ini terlebih dahulu harus dikonsultasikan kepada
Tim Supervisi yang telah ditunjuk oleh pengguna
jasa
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: __
(__________) hari kerja/bulan sejak SPMK
diterbitkan sebanyak __ (__________) buku
laporan.

17. Laporan
Akhir

Laporan ini berisi hasil KLHS yang telah


memberikan alternative dan rekomendasi terhadap
implikasi dari rencana, kebijakan, dan program
RTR KSN KAPET Seram, Khatulistiwa, dan
Batulicin. Laporan harus diserahkan selambatlambatnya 7 (tujuh) bulan sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 20 (dua puluh) eksamplar, dengan
ringkasan laporan (Ringkasan Eksekutif) sebanyak
20 (dua puluh) eksamplar dengan softcopy-nya,
serta rekaman seluruh hasil kegiatan dalam bentuk
CD sebanyak 30 (tiga puluh) CD yang berisi: (1)
data-data yang digunakan, namun tidak tercantum
dalam dokumen laporan, (2) seluruh hasil kerja
penyedia jasa sebagaimana telah ditentukan dalam
KAK disertai copy file dalam format yang dapat
diedit dan tidak dapat diedit (PDF). Muatan laporan
ini terlebih dahulu harus dikonsultasikan kepada
Tim Supervisi yang telah ditunjuk oleh pengguna
jasa.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: __
(__________) hari kerja/bulan sejak SPMK
diterbitkan sebanyak __ (__________) buku
laporan dan cakram padat (compact disc) (jika
diperlukan).

13

Hal-Hal Lain

23. Produksi
dalam Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK


ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara
Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam
angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri.

24.

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi


lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa
konsultansi ini maka persyaratan tersebut akan
ditentukan lebih lanjut berdasarkan kesepakatan
bersama.

Persyaratan
Kerjasama

25. Pedoman Pengumpulan data lapangan harus memenuhi


persyaratan berikut:
Pengumpulan
a. Data yang dikumpulkan berupa
Data Lapangan

data primer dan data sekunder,


dimana data primer ini didapatkan
langsung dengan observasi atau
wawancara
langsung
dengan
pemerintah
daerah
baik
pemerintah
provinsi
maupun
kabupaten atau kota.
b. Data primer didukung dengan
notulensi atau pun berita acara
yang di tandatangani oleh instansi
yang dikunjungi serta dilengkapi
oleh dokumentasi foto atau film.
c. Data sekunder yang didapatkan
harus up to date atau data terbaru
dengan kurun waktu 510 tahun
sebelumnya.

26. Alih
Pengetahuan

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi


berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan
dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan
kepada personil satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen