Anda di halaman 1dari 10

Minggu ke

Tanggal

10
10 November 2014

Paraf
dosen/teknisi

LAPORAN PRAKTIKUM
DYNAMIC ROUTING
RANCANG BANGUN JARINGAN KOMPUTER

Disusun Oleh:
Iis Istikomah
13753026
Manajemen Informatika III A

JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS


POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

1.1

Judul
Judul pembahasan praktikum ini adalah Mengoperasikan Perintah Dasar Cisco Router.

1.2

Tujuan dan Manfaat


1.2.1 Tujuan
Agar mahasiswa dapat memahami konsep dasar RIPng
Agar mahasiswa mampu mengkonfigurasi RIPng
1.2.2 Manfaat
Mahasiswa dapat mempraktikkan kembali dan memahami sehingga mampu
menganalisa dan menyelesaikan masalah-masalah yang sering terjadi pada saat
pengoperasian perintah dasar RIPng

1.3

Landasan Teori
Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah
komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk
sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan
informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya
Contoh routing protokol:
Routing Information Protocol (RIP)
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
Open Shortest Path First (OSPF)
Routed

protocol

digunakan

untuk

trafik

user

langsung.

Routed

protocol

menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk


melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan
alamatnya. Contoh routed protocol:
Internet Protocol (IP)
Internetwork Packet Exchange (IPX)
Protokol Routing
Pada layer internet TCP/IP, router dapat menggunakan protokol routing untuk
membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi:

RIP
RIP merupakan routing protocol yang paling mudah untuk di konfigurasi.
RIP memiliki 3 versi yaitu :
a.

RIPv1

b.

RIPv2

c.

RIPng
Kelebihan
Menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui

kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan
pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan
informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update).
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup
dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.
Kekurangan
Jumlah host Terbatas RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM). Ketika pertama
kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal)
dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

IGRP menggunakan protokol routing interior dengan algoritma Cisco distance


vector
IGRP yang diciptakan oleh perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP.
Jumlah hop maksimum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan
bandwidth, MTU, delay dan load. IGRP adalah protocol routing yang
menggunakan Autonomous System (AS) yang dapat menentukan routing
berdasarkan system, interior atau exterior. Administrative distance untuk IGRP
adalah 100.
Kelebihan
support = 255 hop count
Kekurangan
Jumlah Host terbatas

OSPF menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link-state


Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya
dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol.
Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan
sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat
yang terhubung langsung dengannya. Paket kecil tersebut dinamai dengan istilah Hello
packet.

EIGRP
Kelebihan
melakukan

konvergensi

secara

tepat

ketika

menghindari

loop.

memerlukan lebih sedikit memori dan proses memerlukan fitur loopavoidance


- Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco

BGP menggunakan protokol routing eksterior dengan algoritma distance vector


Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing
protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di
bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan
untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang
digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti
perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway
Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam
jaringan mereka.

1.4

Metode Praktikum
1.4.1 Bahan

BPP

1.4.2 Peralatan

PC

Router Cisco

Packet Tracer 6.1.1

Kabel serial

Kabel cross

1.4.3 Tahapan Pelaksanaan Praktikum

Praktik perseorangan

2.1

Hasil dan Pembahasan


A. Design Topology

B. Table IPv6 Address (berdasarkan topologi)


Nama
R1
R2
R3
R4
R5
R6
R7
PC0
PC1

Port
G0/0
S0/0/0
S0/0/0
S0/0/1
S0/0/0
S0/0/1
S0/0/0
S0/0/1
S0/0/0
S0/0/1
S0/0/0
S0/0/1
S0/0/0
G0/0
F0/0
F0/0

IPv4
2001:db8:acad:10::1/64
2001:db8:acad:5::1/64
2001:db8:acad:5::2/64
2001:db8:acad:4::1/64
2001:db8:acad:4::2/64
2001:db8:acad:2::1/64
2001:db8:acad:2::2/64
2001:db8:acad:1::1/64
2001:db8:acad:1::2/64
2001:db8:acad:3::1/64
2001:db8:acad:3::2/64
2001:db8:acad:6::1/64
2001:db8:acad:6::2/64
2001:db8:acad:20::1/64
2001:db8:acad:10::2/64
2001:db8:acad:20::2/64

C. Setting IP pada semua PC dan Router


Setting IP Address PC0

Setting IP Add pada PC1

Contoh pada Router Kami R2

D. Design topology yang telah di setting IP

E. Setting Dynamic Routing pada semua Router


R1

R2

R3

R4

R5

R6

R7

F. Test koneksi dengan pinging dan tracert


Dari PC0 ke PC1

Dari PC1 ke PC0

G. Melihat hasil table routing


Sh ipv6 route

Sh ipv6 protocols

Referensi: CCNA 2 Chapter 7 Routing Dynamically