Anda di halaman 1dari 8

TUTORIAL 18

Fasilitator : dr. Inna Rokendry Azwar

Disusun Oleh :
1. Aldo Yulian
2. Putri Aulia Dina
3. Sandhy Franswer
4. M. Rezki Zanuar
5. Riski Novika
6. Afifah Mardatillah
7. Yunita Faustin
8. Robin Permadi
9. Vandra Davin
10. Febri Indra Kusumah
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG 2014

KATA PENGANTAR
Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahanNya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.
Dalam proses penyusunan makalah ini tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan,
koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih kami sampaikan kepada dr. Inna Rokendry Azwar
dan teman teman tutorial 18.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari laporan ini, baik dari materi
maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penulis.Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis.

Padang , 27 november 2014

PENDAHULUAN

Trigger 1 : Akibat musim buah-buahan


Seorang ibu membawa seorang anak laki-lakinya berumur 6tahun ke dokter karna
muntah-muntah dan mencret. Dari hasil pemeriksaan dokter, anak didapatkan dalam keadaan
dehidrasi berat dan dianjurkan untuk dirawat di rumah sakit. Selain itu anak juga mengeluh sakit
perut, namun BAB nya tidak berdarah dan berlendir. Telah berobat ke bidan dekat rumah dan
diberi oralit tetapi tidak menolong. Dapatkah anda menjelaskan apa yang diderita oleh anak ini?

Step 1

Oralit : keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan..


Dehidrasi : cairan yang mengandung air dan garam yang digunakan untuk mengatasi
keluhan diare

Step 2
1.
2.
3.
4.
5.

Apa hubungan makan buah buahan dengan penyakit pada trigger ?


Kapan seseorang dikatakan dehidrasi ? dan kapan dikatakan dehidrasi berat ?
Mengapa oralit yang diberikan tidak menolong keluhan ?
Apakah yang terjadi jika penanganan pada kasus terlambat ?
Apa yang diderita amak pada trigger tersebut ?

Step 3
1. Mungkin buah yang dimanakn terlalu banyak dan buah mengandung banyak serat
sehingga menyebabkan mencret.
2. Ketika seseorang mengalami kehilangan cairan yang tidak dapat diganti melalui
mekanisme regulator normal .Bab tidak berdarah karna tidak ada invasi dari bakteri
kedinding usus.
3. Karna penderita telah terjadi dehidrasi berat, oralit hanya diberikan pada dehidrasi ringan
4. Shock hipovolemik
5. Diare akut.dan dehidrasi berat

Step 4
Anak laki-laki 6tahun
datang ke dokter

Anamnesis :
Sakit perut, bab
tidak berdarah dan
berlendir,
konsumsi oralit
sebelum nya tapi
tidak ada
perubahan.

Diare akut dan


dehidrasi berat

Step 5

Etiologi
Epidemiologi
Klasifikasi dan diare akut pada anak
Derajat dehidrasi
Diagnosa
Penatalaksanaan

Step 7

Epidemiologi

Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral antara


lain melalui makanan atau minuman yang tercemar tinja dan atau kontak
langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku dapat menyebabkan
penyebaran kuman enterik dan meningkatkan risiko terjadinya diare, antara
lain tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan,
menggunakan botol susu, menyimpan makanan masak pada suhu kamar,
menggunakan air minum yang tercemar, tidak mencuci tangan sesudah
buang air besar atau sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan atau
menyuapi anak.

Etiologi

Penyebab diare akut pada umumnya adalah infeksi mikroorganisme seperti :


Rota virus, merupakan penyebab terbanyak pada umur kurang dari 2tahun.
E. coli
Salmonella non tifoid
Shigella (pathogen)
Vibrio cholera (pathogen)
Parasit amuba, giardia, kandida (pathogen)

Keracunan makanan
Efek obat-obatan

Patogenesa

Bakteri masuk melalui makanan atau minuman ke lambung sebagian ada


yang mati karena asam lambung dan sebagian lolos bakteri yang lolos masuk
ke duodenum bakteri berkembang biak (di duodenum) memproduksi enzim
mucinase sehingga berhasil mencairkan lapisan lendir dengan menutupi
permukaan sel epitel usus bakteri masuk ke dalam membran bakteri
mengeluarkan toksin mengeluarkan CAMP (meningkatkannya), yang
berfungsi untuk merangsang sekresi cairan usus dibagian kripta villi &
menghambat cairan usus dibagian apikal villi terjadi rangsangan cairan yang
berlebihan,
Untuk diare akut, patogenesis diare yang disebabkan oleh bakteri dibedakan
menjadi dua: bakteri non invasif, yaitu bakteri yang memproduksi toksin
yang nantinya toksin tersebut hanya melekat pada mukosa usus halus &
tidak merusak mukosa. Bakteri non invasif, memberikan keluhan diare
seperti air cucian beras dan disebabkan oleh bakteri enteroinvasif, yaitu diare
yang menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi.

Derajat dehidrasi

Derajat Dehidrasi
Tanpa dehidrasi : kehilangan cairan kurang dari 5%
Dehidrasi ringan-sedang : kehilangan cairan 5-10%

Dehidrasi berat : kehilangan cairan lebih dari 10%


Menentukan derajat dehidrasi
Dehidrasi berat : letargi/tidak sadar, mata sangat cekung, tidak bisa minum,
turgor kembali sangat lambat.
Dehidrasi ringan-sedang : gelisah/rewel, mata cekung, haus atauu sangat
haus, turgor kembali lambat.
Tanpa dehidrasi : sadar, tidak haus, mata tidak cekung, turgor kembali cepat
atau normal.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan diare akut karena infeksi terdiri atas:
1) rehidrasi sebagai prioritas utama pengobatan,
2) memberikan terapi simtomatik, dan
3) memberikan terapi definitif. Hal yang penting diperhatikan agar dapat
memberikan rehidrasi yang cepat dan akurat adalah jenis cairan yang akan
digunakan, jumlah, jalan masuknya cairan, serta jadwal pemberian cairan.
Pada infeksi saluran cerna pencegahan sangat penting. Hygiene perorangan,
sanitasi lingkungan, dan imunitas melalui vaksinasi memegang peran.

berikan cairan intravena secepatnya. jika anak bisa minum, beri oralit melalui
mulut, sementara infus disiapkan. beri 100 ml/kgbb cairan ringer laktat atau ringer
asetat (atau jika tidak tersedia, gunakan larutan NaCl) yang dibagi sebagai berikut :

KESIMPULAN

Jadi pada kasus trigger didapatkan anak laki laki berumur 6 tahun
menderita diare akut dengan dehidrasi berat dimana
penatalaksanaan awal dibutuhkan untuk mencegah terjadinya
shock hipovolemik dengan cara pemberian cairan infus pengganti
cairan (rehidrasi).