Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN

METABOLIK SISTEM MUSKULOSKELETAL

OSTEOPOROSIS

METABOLISME
ANABOLISME
KATABOLISME

Gangguan Metabolisme

Metabolisme Calsium (Tulang)


PTH
Calcitonin

Sex Hormone

Growth Hormone
Glukokorticoid

Vitamin D

OSTEOPOROSIS
Osteopenia (kehilangan massa tulang) irreversibel

Primer

Tipe I

Tipe II

Sekunder

Osteoporosis Primer Type I


Postmenopousal Osteoporosis
Meningkatnya proses resorbsi
tulang akibat terhentinya
produksi estrogen

Osteoporosis Primer Type II


Senile Osteoporosis
Wanita 2 kali lebih besar
dibanding Pria
Menurunnya 1,25dihydroxycholecalciferol
(metabolit vit D)

Osteoporosis Sekunder
Dilatarbelakangi gangguan medis lain
Penyakit : Hyperparathyroid, hyperthyroidism,
DM, Cushings syndrome, female hypogonadism,
RA, defisiensi growth hormone, immobilisasi lama,
dll
Penggunaan kronis obat-obatan : Corticosteroid,
heparin, anticonvulsan, ethanol

Teori Perkembangan Osteoporosis

Penurunan Aktifitas
Osteoblastic

Peningkatan Aktifitas
Osteoclastic

ETIOLOGI
Penyebab pasti tidak diketahui
Beberapa faktor yang dapat diidentifikasi (primer,
sekunder) sebagai penyebab osteoporosis
Wanita post menopouse lebih sering
Wanita post menopouse dengan bentuk tubuh
yang kurus, tipis sangat rentan terutama yang
jarang exercise reguler

ETIOLOGI

Aging, berhubungan dengan konsentrasi 1,25dihydroxycholecalciferol


Defisiensi diet Calsium dan vitamin D menimbulkan
rangsangan PTH
Kurang kontak dengan sinar matahari
Konsumsi alkohol, rokok, caffeine
Herediter (hypotesis belum dapat dikonfirmasi secara
detail)

INSIDEN/PREVALENSI
Wanita : Pria = 5 : 1
> 90 ahun 1/3 wanita, 1/5 pria mengalami
fraktur panggul sebagai dampak osteoporosis
Morbiditas klien usia lanjut dengan fraktur
panggul lebih dari 50%

PENGKAJIAN : ANAMNESHA
Usia, jenis kelamin, RAS
Sering diderita usia pertengahan dan tua, kulit putih,
wanita post menopousal
Kurus lebih rentan dibanding gemuk
Kebiasaan kontak dengan sinar matahari
Penggunaan alkohol, rokok, cafeine
Penggunaan obat-obatan
Penyakit yang berkontribusi
Riwayat diet : Calcium dan Vit D

PENGKAJIAN : Pemeriksaan Fisik


Diagnosis sering ditegakkan setelah terjadinya #
Inspeksi dan palvasi vertebrae
Saat berdiri bisa ditemukan penurunan tinggi badan
5 7 cm dibanding saat usia 20 tahunan
Adanya deformitas : nyeri pada pinggang terutama
setelah membungkuk atau mengangkat benda berat
Akibat retriksi gerak dan deformitas spinal :
konstipasi,
distensi
abdominal,
gangguan
pernafasan (kasus berat)
# T-8, L-3, distal radius dan sepertiga proksimal
femur

PENGKAJIAN : Psikososial
Body image pada kasus kyposis berat
Pembatasan interaksi sosial
Perubahan aktifitas seksual
Pembatasan aktifitas karena fraktur
menimbulkan kecemasan dan ketakutan dalam
interaksi

Pemeriksaan Penunjang
Serum : calcium, Phosfor, Vit D, ALP memberi
konfirmasi osteoporosis, osteomalacia, pagets
desease
Radiography : X-ray
CT Scan

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Resiko tinggi injury


Gangguan mobilitas fisik
Nyeri
Intoleran aktifitas
Kecemasan
Gg Ventilasi oksigen (keterbatasan pergerakan dada, volume intra
thoraks menurun)
Koping tidak efektif
Perubahan status nurisi
Dysfungsi seksual

Resiko Tinggi Injury

Lingkungan yang aman


a. Tempat tidur rendah
b. Hindari lantai licin
c. Pencahayaan cukup terang tetapi tidak silau
d. Keperluan klien dekat dan dalam jangkauan
e. Bel panggil di tempat tidur
f. Penggunaan pegangan di kamar mandi

Resiko Tinggi Injury


Support ambulatory
a. Penggunaan tongkat dan alat bantu berjalan lain
b. Kolaboratif dengan phisical therapist tentang
alat bantu mobilitas
c. Ajarkan penggunaan alat bantu
Bantu melakukan ADL
Monitor efek samping pengobatan
Diet tinggi Ca, stop rokok, caffeine, alkohol

Nyeri
Non Invasive Pain Management :
a. Distraksi
b. Relaksasi
c. Guided Imagery
d. Gate Control
Kolaboratif

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN


METABOLIK SISTEM MUSKULOSKELETAL

OSTEOMALACIA

PENGERTIAN
Gangguan metabolik bersifat reversible

dalam mineralisasi tulang


Jumlah dan kualitas matriks tulang (ostoid)
normal tetapi mineralisasi tertunda atau
tidak adequat

PERBEDAAN
Karakteristik

Osteoporosis

Osteomalacia

Definisi

Menurunnya massa tulang

Demineralisasi tulang

Pathofisiologi

Kekurangan/kehilangan Ca

Kekurangan/hilangnya vit D

Radiography

Osteopenia, #

Pseudofraktur, fraktur

Kadar Calsium darah Normal

Rendah atau normal

Kadar Phosfat

Normal

Rendah atau normal

Hormon PTH

Normal

Tinggi atau normal

Alkaline Phosfatase

Normal

Tinggi

PATHOFISIOLOGI
Cholecalciferol (D3) dari kulit (matahari) dan makanan
Dibawa ke hati sebagai transcalciferin
(berikatan dengan alpha-globulin)

Dikonvarsi menjadi 25-hydroxy D3 (calcidiol)


Dibawa ke ginjal

Surplus calcidiol disimpan


dalam otot untuk
dimetabolisme bila perlu

Dikonveris menjadi 1,25-dihydroxy


D3 (Calcitriol) di ginjal
Dipengaruhi PTH dan kadar posfat plasma

Pathofisiologi
Peningkatan produksi calcitriol bila terjadi peningkatan
PTH dan menurunnya kadar serum phosfat
Calcitriol diperlukan untuk optimalisasi absorbsi calsium
pada usus dan bekerja dengan PTH melepas calsium dari
tulang
Defisiensi vitamin D baik primer maupun sekunder
menyebabkan insufisiensi mineralisasi tulang

ETIOLOGI
Gangguan dalam vitamin D
Tidak adequatnya produksi
Tidak adequatnya kontak dengan sinar matahari
Defisiensi diet
Metabolisme yang abnormal
Obat-obatan
Penyakit Hati
Penyakit ginjal
Tidak adequatnya absorbsi : post gastrectomy, malabsorbsi
syndrome
Inflammatory bowel desease

Penyakit Ginjal
Gagal ginjal kronik
Renal tubular disorder : acidosis, hypophosfatemia
Familial Metabolik Error
Hypoposphatemia

PENGKAJIAN
Usia, riwayat kontak sinar matahari, pigmentasi
kulit
Sering dibingungkan dengan osteoporosis karena
tanda gejala relatif sama
Kelemahan otot, nyeri tulang
Fraktur

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN


INTERVENSI
Relatif sama dengan diagnosa keperawatan dan
intervensi keperawatan pada klien yang mengalami
osteoporosis