Anda di halaman 1dari 30

Case IGD

Corpus Alienum (Mur) Kanalis


Nasalis Sinistra
Oleh : Vivi Kurnia, S.Ked
04124705007
Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL
Bagian Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
2014

Pendahuluan
Corpus alienum nasal adalah adanya benda
asing di hidung, baik yang berasal dari dalam
tubuh maupun dari luar tubuh yang dalam
keadaan normal tidak ada pada tempat
tersebut.
Corpus alienum sering terjadi pada anak-anak,
insiden memuncak pada umur 3-5 tahun.

Laporan Kasus

Identitas Penderita
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Alamat
Status Poliklinik

: Rn
: 6 tahun
: Perempuan
: Kayu Agung
: Pasien IGD

Anamnesis
Keluhan utama:
Hidung kiri kemasukan mur 1 hari yang lalu
Riwayat Perjalanan Penyakit:
1 hari yang lalu penderita mengaku memasukkan mur ke
lubang hidung sebelah kiri, penderita lalu berusaha
mengeluarkannya dengan cara mengorek-ngorek hidung.
Mimisan (+), sebanyak 2x dapat dihentikan dengan
memencet hidung. Nyeri hidung (+) sebelah kiri, nyeri di
daerah muka dan kepala (-), sekret (+) di hidung sebelah
kiri, encer (+), bening (-), gangguan penghidu (-), batuk (-),
sesak nafas(-), tersedak (-), bibir menjadi biru (-), kemudian
penderita dibawa berobat ke RSUPMH Palembang.

Riwayat Penyakit yang pernah diderita


Trauma (-)
Penyakit kelainan darah (-)
Riwayat mengkonsumsi obat-obat anti
koagulasi (-)

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Gizi
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu

: sakit ringan
: kompos mentis
: baik
: Tidak diperiksa
: 80 x/menit
: 22 x/menit
: 36,6 c

Jantung

:HR 10480 x/menit, BJ I & II


normal, murmur (-), gallop (-)

Paru-paru

:Vesikuler (+) normal, ronkhi

(-), wheezing (-), stridor (-),


retraksi (-)
Abdomen

:Datar, lemas, hepar dan lien


tidak teraba

Ekstremitas

:edema (-), anemis (-), akral


hangat, CRT < 2 detik

Status Lokalis
Aurikula Dekstra Sinistra (ADS)
Regio retroaurikula, regio zigomatikus, aurikula:
tak ada kelainan
MAE : lapang, edema (-), hiperemis (-), sekret (-),
furunkel (-), serumen (-)
Membran timpani: putih, oval, refleks cahaya (+),
retraksi (-), bulging (-), perforasi (-), sekret (-),

II. Tes Khusus


Tes Garpu Tala
Tes Audiometri
Tes Fungsi Tuba
Tes Kalori

: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
: tidak dilakukan

Hidung
1. Tes fungsi hidung
- Tes aliran udara : KND (+), KNS (-)
- Tes penciuman
: tidak dilakukan
2. Hidung luar
: t.a.k
3. Hidung dalam (KNS):
- Rhinoskopi anterior:
a. vestibulum nasi
: t.a.k
b. Kolumela
: utuh
c. Kavum nasi
: lapang, sekret serous (+),
benda asing (+) berwarna kuning
bergerigi.

d. Konka Inferior : mukosa eutropi, basah,


licin. Warna hiperemis.
e. Konka Media
: belum dapat dinilai
f. Konka Superior
: sulit dinilai
g. Meatus Medius
: belum dapat dinilai
h. Meatus Inferior
: lapang, sekret (-), polip (), tumor (-)
i. Septum Nasi
: mukosa eutropi, basah,
licin. Warna merah muda

3. Hidung dalam (KND):


- Rhinoskopi anterior:
a. vestibulum nasi : t.a.k
b. Kolumela
: utuh
c. Kavum nasi
: t.a.k
d. Konka Inferior : t.a.k
e. Konka Media
: t.a.k
f. Konka Superior
: sulit dinilai
g. Meatus Medius
: t.a.k
h. Meatus Inferior
: t.a.k
i. Septum Nasi
: t.a.k
- Rinoskopi Posterior (dextra sinistra) : sulit dilakukan

4. Pemeriksaan Sinus Paranasal (DS) : t.a.k

Tenggorokan
1. Rongga mulut
: t.a.k
2. Faring
:
Palatum molle simetris, uvula ditengah, pilar
anterior dan posterior tenang, dinding
belakang faring tenang, tonsil palatina T1-T1,
rata, kenyal, lekat, kripta tidak lebar, dentritus
(-), hiperemis (-), ulkus/tumor (-)

3. Laring
Laringoskop tidak langsung
Laringoskop langsung

: sulit dilakukan
: tidak dilakukan

Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan
2. Mikrobiologi
: tidak dilakukan
3. Ters alergi
: tidak dilakukan
4. Pemeriksaan radiologik : tidak dilakukan

Diagnosis kerja
Korpus Alienum (mur) Kavum Nasi Dextra

Pengobatan
Ekstraksi korpus alienum observasi post ekstraksi
Nasihat
menasihati penderita agar jangan memasukkan
benda apapun ke lubang hidung
Menasihati keluarga penderita agar lebih berhatihati dalam memilih mainan untuk anak

Pemeriksaan fisik post ekstraksi corpus


alienum
3. Hidung dalam (KNS):
Rhinoskopi anterior:
a. vestibulum nasi
: t.a.k
b. Kolumela
: utuh
c. Kavum nasi : lapang, sekret serous (+), benda asing
(-)
d. Konka Inferior
: mukosa eutropi, basah, licin. Warna
hiperemis.
e. Konka Media : mukosa eutropi, basah, licin, hiperemis
f. Konka Superior
: sulit dinilai
g. Meatus Medius
: lapang, sekret (-), polip (-), tumor (-)
h. Meatus Inferior
: lapang, sekret (-), polip (-), tumor (-)
i. Septum Nasi : mukosa eutropi, basah, licin. Warna
merah muda

Prognosis
quo ad vitam
quo ad fungsionam

: bonam
: bonam

Tinjauan Pustaka

Anatomi Hidung

Definisi
Corpus Alienum benda asing dalam
rongga hidung.

Etiologi
a. Benda mati substansi tdk bergerak yg cukup
kecil utk dpt masuk
Contoh: spon, kapur, sobekan kertas, manik-manik,
kacang, peluru plastik, koin & serpihan kayu.
b. benda hidup segala jenis substansi yg bergerak.
Contoh: misal nya semut, lalat, lintah. Larva yang
hidup dapat merusak mukosa, sehingga
tulang dan kartilago dapat terpapar.

Patologi
Bbrp BA zat inert, dpt berada dihidung
bertahun-tahun tanpa ada perubahan mukosa
BA mati kongesti & pembengkakan mukosa
hidung ulserasi, erosi mukosa & epitaksis.
lebih lanjut edema, granulasi & discharge
terutama BA sayur-sayuran menyerap air
dari jaringan& mempercepat timbulnya reaksi
inflamasi

BA dpt menjadi inti yg mengeras tertanam


dlm jar granulasi & dilapisi oleh kalsium,
magnesium fosfat, & carbonat rhinolit
BA baterai kerusakan fatal pd septum nasi
ok kandungan bermacam logam berat seperti
zink, silver, nikel.
Biasanya dapat menyebabkan perforasi
septum, sinekia, dan stenosis kavum nasi

Ba eksogen: padat cair dan gas, berasal


dari luar tubuh
Ba endogen: sekret, darah, bekuan
darah, nanah, krusta, perkijuan

Gejala klinis
Gejala utama keluarnya discharge dari hidung
unilateral berbau busuk, kadang bercampur
darah
tidak nyeri, pd beberapa kasus dilaporkan BA
dapat menahun tanpa gejala, dapat juga nyeri,
sakit kepala, epistaksis
Gejala lain hidung tersumbat, sakit kepala, &
bersin-bersin Peningkatan suhu juga dijumpai,
lekositosis didapatkan bila terjadi infeksi
sekunder.

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan pada lubang hidung (rinoskopi
anterior dan rinoskopi posterior) dapat
terlihat dengan mudah letak BA dan
perluasan kerusakan pada mukosa tulang dan
tulang rawan.

Penatalaksanaan
Penerangan adekuat mutlak diperlukan utk
mendeteksi & mengeluarkan BA
Hal terpenting lain harus diperhatikan
kerjasama pasien, pasien diperiksa dgn posisi
duduk tegakmemudahkan visualisasi &
diperlukan seseorang untuk memegangi kepala
Ekstraksi dgn : forcep hidung alligator.
Instrumen bersudut.
- Corpus : bulat jangan dgn pinset !

Komplikasi
Komplikasi dapat diakibatkan karena BA
sendiri, atau dari usaha untuk mengeluarkan
dari hidung.
Komplikasi: abrasi, perdarahan, infeksi, dan
aspirasi yang merupakan komplikasi
berbahaya yang biasanya disebabkan pasien
tidak kooperativ dan pada anak yang
menangis dengan kemungkinan menghirup
benda asing sehingga masuk jalan nafas

Terima Kasih