Anda di halaman 1dari 28

Case IGD

Corpus Alienum (Manik)

Kanalis Nasalis Dextra

Oleh:

Khoti Muliya Damiyati, S. Ked

04124705072

Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL

Bagian Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Rumah Sakit dr. Mohammad Hoesin

Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

2014

Pendahuluan

Corpus Alienumbenda asing dalam rongga hidung.

Etiologi berupa benda hidup (larva lalat, semut lintah) & benda mati (manik, kapur barus, busa, kancing, biji-bijian, daun, kertas, kacang, koin) Dalam penanganan benda asing di hidung diperlukan keterampilan yg baik & manajemen

yg sesuai dengan macam jenis corpus alienum

tersebut

Laporan

Kasus

Identitas Penderita

Nama Umur Jenis Kelamin Alamat

: MS : 3 tahun : Laki-laki : Komplek Griya Asri, Palembang

Status Poliklinik : Pasien IGD

Anamnesis

Keluhan utama:

Manik termasuk di dalam lubang hidung kanan penderita

Riwayat Perjalanan Penyakit:

± 4 jam SMRS manik termasuk ke dalam lubang hidung kanan penderita, keluar darah dari hidung (-), ingus berbau (-), pilek (-), batuk (-),

sesak nafas (-), rasa mengganjal di tenggorokan

(-), nyeri menelan (-), nafas berbunyi (-). Pasien langsung berobat ke IGD RSMH.

Penyakit yang pernah diderita: -

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis Keadaan umum

: sakit ringan

Kesadaran

: kompos mentis

Gizi Tekanan darah

: baik : 100/70 mmHg

Nadi

: 104 x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,6 ºc

Jantung

:HR 104 x/menit, BJ I & II

normal, murmur (-), gallop (-)

Paru-paru

Abdomen

Ekstremitas

:Vesikuler (+) normal, ronkhi (-), wheezing (-), stridor (-), retraksi (-) :Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba :edema (-), anemis (-), akral

hangat, CRT < 2 detik

Status Lokalis

Aurikula Dekstra Sinistra (ADS)

Regio retroaurikula

: t.a.k

regio zigomatikus

: t.a.k

Aurikula

: t.a.k

MAE

: lapang, edema (-),

Membran timpani

hiperemis (-), sekret (-), furunkel (-), serumen (-) : putih, oval, refleks cahaya

(+), retraksi (-), bulging (-),

perforasi (-), sekret (-)

II. Tes Khusus

Tes Garpu Tala

Tes Audiometri Tes Fungsi Tuba Tes Kalori

: tidak dilakukan

: tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan

Hidung

  • 1. Tes fungsi hidung

    • - Tes aliran udara

    • - Tes penciuman

      • 2. Hidung luar

: KND (-), KNS (+) : tidak dilakukan

: t.a.k

  • 3. Hidung dalam (KND):

    • - Rhinoskopi anterior:

  • a. vestibulum nasi

: t.a.k

b. Kolumela

: utuh

  • c. Kavum nasi

: lapang, sekret serous (+), benda asing (+) manik bulat

warna putih dengan corak polkadot merah

  • d. Konka Inferior

  • e. Konka Media

  • f. Konka Superior
    g. Meatus Medius

  • h. Meatus Inferior

  • i. Septum Nasi

: mukosa eutropi, basah, licin. Warna merah muda. : belum dapat dinilai : sulit dinilai : belum dapat dinilai

: lapang, sekret (-), polip (-

), tumor (-)

: mukosa eutropi, basah,

licin. Warna merah muda

3. Hidung dalam (KNS):

  • - Rhinoskopi anterior:

  • a. vestibulum nasi

: t.a.k

b. Kolumela

: utuh

  • c. Kavum nasi

: t.a.k

  • d. Konka Inferior

: t.a.k

  • e. Konka Media

: t.a.k

  • f. Konka Superior

: sulit dinilai

  • g. Meatus Medius

: t.a.k

  • h. Meatus Inferior

: t.a.k

  • i. Septum Nasi

: t.a.k

- Rinoskopi Posterior (dextra sinistra) : sulit dilakukan

4. Pemeriksaan Sinus Paranasal (DS) : t.a.k

Tenggorokan

  • 1. Rongga mulut

: t.a.k

  • 2. Faring

: t.a.k

  • 3. Laring Laringoskop tidak langsung Laringoskop langsung

: sulit dilakukan : tidak dilakukan

Pemeriksaan penunjang

  • 1. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan

  • 2. Mikrobiologi

  • 3. Ters alergi

  • 4. Pemeriksaan radiologik

: tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan

Diagnosis kerja

Korpus Alienum (manik) Kavum Nasi Dextra

Pengobatan

Ekstraksi korpus alienum observasi post ekstraksi

Nasihat :

  • menasihati penderita agar jangan

memasukkan benda apapun ke lubang hidung

  • menasihati keluarga penderita agar lebih

berhati-hati dalam memilih mainan untuk anak

Pemeriksaan fisik post ekstraksi corpus

alienum

3. Hidung dalam (KND):

  • - Rhinoskopi anterior:

  • a. vestibulum nasi

: t.a.k

b. Kolumela

: utuh

  • c. Kavum nasi

: lapang, sekret serous (+), benda asing (-)

  • d. Konka Inferior

: mukosa eutropi, basah, licin. Warna merah muda.

  • e. Konka Media

: mukosa eutropi, basah, licin, hiperemis

  • f. Konka Superior

: sulit dinilai

  • g. Meatus Medius

: lapang, sekret (-), polip (-), tumor (-)

  • h. Meatus Inferior : lapang, sekret (-), polip (-), tumor (-)

  • i. Septum Nasi

: mukosa eutropi, basah, licin. Warna merah muda

Prognosis quo ad vitam quo ad fungsionam

: bonam : bonam

Tinjauan Pustaka

 
Tinjauan Pustaka

Anatomi Hidung

Anatomi Hidung

DEFINISI

Corpus Alienum dalam rongga hidung → benda asing dalam rongga hidung.
Corpus Alienum dalam rongga
hidung → benda asing dalam
rongga hidung.

EPIDEMIOLOGI

terutama pada usia 1 - 4

Kasus benda asing di

hidung paling sering

terjadi pada anak,

tahun

FAKTOR PREDISPOSISI

Faktor personal

umur, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi sosial dantempat tinggal

Kegagalan mekanisme proteksi normal

keadaan tidur, kesadaranmenurun, alkoholisme dan epilepsi

Ukuran dan bentuk

Faktor kecerobohan

ETIOLOGI

Benda asing eksogen

Benda padat

Zat organik :

kacang-kacangan, tulang, kerangka

binatang, binatang.

Zat anorganik :

paku, jarum, peniti, batu, kapur barus

Benda asing endogen

Sekret kental, darah atau bekuan darah, nanah, krusta

PATOGENESIS

Corpal KND
Corpal KND
PATOGENESIS Corpal KND Respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing Inflamasi Sekresi sel goblet meningkat Sekret serous

Respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing

Inflamasi
Inflamasi
PATOGENESIS Corpal KND Respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing Inflamasi Sekresi sel goblet meningkat Sekret serous

Sekresi sel goblet meningkat

PATOGENESIS Corpal KND Respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing Inflamasi Sekresi sel goblet meningkat Sekret serous

Sekret serous

Mukosa hiperemis

Gejala Klinis Hidung tersumbat Rinore unilateral Kadang-kadang terdapat rasa nyeri,demam, epistaksis dan bersin.
Gejala Klinis
Hidung tersumbat
Rinore unilateral
Kadang-kadang
terdapat rasa
nyeri,demam,
epistaksis dan
bersin.
Pemeriksaan fisik Rinoskopi anterior Rinoskopi posterior Terlihat letak corpal dan perluasan kerusakan pada mukosa tulang dan
Pemeriksaan
fisik
Rinoskopi anterior
Rinoskopi posterior
Terlihat letak
corpal dan
perluasan
kerusakan pada
mukosa tulang dan
tulang rawan.

Penatalaksanaan

Penerangan adekuat utk mendeteksi & mengeluarkancorpal

kerjasama pasien, pasien diperiksa dgn posisi duduk tegak memudahkan visualisasi & diperlukan seseorang untuk memegangi kepala

Antibiotik bila diperlukan

Komplikasi

Komplikasi: abrasi, perdarahan, infeksi, dan aspirasi yang merupakan komplikasi berbahaya yang biasanya disebabkan pasien tidak

kooperatif dan pada anak yang menangis dengan

kemungkinan menghirup benda asing sehingga masuk jalan nafas

Terima Kasih