Anda di halaman 1dari 11

ETIKA KEILMUWAN DAN PENELITIAN

PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos. Secara etimologis etika
merupakan kebiasaan dan peraturan yang berlaku dimasyarakat. Atau ilmu
tentang apa yang biasa dilakukan, atau ilmu tentang adat kebiasaan, atau ilmu
tentang asas-asas akhlak dan moral. Etika juga dimaknai sebagai perangkat nilai
yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau
sekelompok masyarakat yang mengatur perilakunya, atau kumpulan asas dan
moral seperti kode etik. Dalam konteks filsafat (Sastrapratedja. 2004) etika
merupakan refleksi atas moralitas masyarakat sehingga disebut juga filsafat moral.
Secara etimologis etika berasal dari kata ethos yang berarti adat, kebiasaan
atau susila. Dalam filsafat etika membicarakan tentang tingkah laku atau
perbuatan manusia dalam kaitan antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah
suatu penilaian atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan
tingkah laku. Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak,
sulit dinilai. Secara garis besar ada dua macam etika yaitu etika deskriptif dan
etika normatif. Etika deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan
menceritakan sesuatu seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau
pedoman tentang bagaimana seharusnya bertindak. Sedangkan etika selain
memberikan penilaian baik dan buruk juga memberikan pedoman mana yang
harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos yang mengandung arti
karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang menagandung analisis konsepkonsep seperti harus, benar salah, mengandung pencarian watak ke dalam watak
moralitas atau tindakan-tindakan moral atau mengandung pencarian kehidupan
yang baik secara moral. Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang membahas
tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral.
Moral berasal dari bahasa Latin moralis (kata dasar mos, moris) yang
berarti adat istiadat, kebiasaan, cara, dan tingkah laku. Moral berarti sesuatu yang
menyangkut prinsip benar salah, dan salah satu dari suatu perilaku yang menjadi
standar perilaku manusia. Bila dijabarkan lebih lanjut moral mengandung empat
pengertian: [1]baik-buruk, benar-salah dalam aktifitas manusia, [2]tindakan yang
adil dan wajar, [3]kapasitas untuk diarahkan pada kesadaran benar-salah, dan
kepastian untuk mengarahkan orang lain agar sesuai dengan kaidah tingkah laku
yang dinilai benar-salah, dan [4]Sikap seseorang dalam hubungannya dengan orang
lain.

MANFAAT ETIKA
Etika bermanfaat untuk:
Mengatur perilaku manusia secara normatif, menemtukan apa yang harus dan
tidak boleh dilakukan, tetapi juga merupakan norma tentang perbuatan
manusia itu sendiri.
Membantu mnusia untuk melihat secara kritis moralitas yang dihayati
masyarakat.
Membantu manusia untuk merumuskan pedoman etis yang lebih kuat dan
norma-norma baru yang butuh karena adanya perubahan yang dinamis dalam
tata kehidupan masyarakat.
Seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan hidup, manusia berusaha
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengakomodasi
kebutuhan hidup manusia, muncul pula sifat ambivalensi. Disatu sisi, ilmu
pengetahuan dan teknologi dianggap sebagai kunci dlam memecahkan masalah
kehidupan manusia, disisi lain ilmu pengetahuan dan teknologi justru menjadi
problem bagi kehidupan manusia, apakah problem itu langsung bersentuhan
dengan manusia atau problem-problem ekologis yang berpotensi memunculkan
gejolak dimasyarakat. Pertemuan antara dua sisi ilmu pengethuan ini dalam
kehidupan bermasyarakat menggambarkan secara jelas hubungan antara ilmu
pengetahuan dengan etika, nilai, maupun moral. Karena itu perlu dibangun
landasan etika bagi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang didukung oleh adanya kebebasan, baik kebebasan akademis
maupun kebebasan dalam menjalankan profesi yang membawa implikasi pada
tanggungjawab individual dan tanggungjawab kolektif. Landasan etika tersebut
tentu harus sesuai dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai sosial dan agama yang
dianut,
Etika keilmuwan adalah etika khusus, yaitu etika yang membahas masalah
etis tentang suatu bidang hidup tertentu seperti: keluarga, negara, hukum, ataupun
ilmu tertentu, seperti etika ilmu kedokteran, etika ilmu ekonomi, etika ilmu
hukum, dan sebagainya. Etika keilmuwan menggarap masalah tertentu yang
menyangkut ilmu tertentu atau sejumlah ilmu tertentu.
Dalam ranah penelitian, etika menunjuk pada prinsip-prinsip etis yang
diterapkan dalam kegiatan penelitian. Misalnya peneliti tidak harus menghalalkan
segala cara untuk mendapatkan data. Contoh: keamanan reponden penting untuk
dilindungi. Keamanan menyangkut privasi dan pengertiannya tentang resiko yang
akan dihadapinya sehubungan dengan informasi yang disampaikannya.
Hasil penenlitian kadang juga dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang
negatif, dimanipulasi sedemikian rupa untuk kepentingan tertentu. Peneliti
mestinya tetap teguh untuk mengamankan hasil penelitiannya agar tetap
dimanfaatkan untuk kemaslahatn bersama. Peneliti dapat mempublikasikannya
sehingga metode, asumsi, maupun hasil-hasil penelitiannya dapat diketahui

masyarakat secara jelas. Peneliti juga dapat tetap tegar dari godaan uang atau
kekuasaan untuk tidak terpengaruh memanipulasi hasil penelitiannya.
Dalam melaksanakan seluruh kegiatan penelitian, peneliti harus
memegang teguh sikap ilmiah (scientific attitude) serta menggunakan prinsipprinsip etika penelitian.

SIKAP ILMIAH PENELITIAN


Sikap yang positif, yaitu sikap untuk tetap berkontribusi walaupun kecil
dalam situasi apapun. Riset yang dilakukan ibarat hanya sebuah bata dari
sebuah bangunan ilmu pengetahuan, atau ibarat hanya satu sekrup kecil dari
struktur komputer kita.
Sikap positif juga ditunjukkan oleh pikiran positif dalam menghadapi banyak
sitiasi. Pikiran positif ini akan menumbuhkan suasana yang kondusif bagi
tumbuhnya ide-ide kreatif masalah penelitian maupun strategi untuk
menyelesaikan masalah penelitian. Umumnya manusia lebih cenderung untuk
berpikiran negatif. Penelitian atau observasi yang seksama akan
menumbuhkan ide-ide kreatif dan sejumlah analisis sehingga menuju
kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Itulah sikap positif seorang
peneliti.
Sikap bertanya, yaitu sikap untuk mengetahui sesuatu sehingga hasilnya dapat
dimanfaatkan baik pada saat itu atau pada saat mendatang. Sikap ini muncul
dengan seringnya berlatih memperlihatkan sesuatu secara detil, tidak apatis
terhadap berbagai kondisi yang ada. Contoh: kapsul bagi pengguna biasa
pasti hanya semenarik warna-warni yang mampu disajikannya, sementara
bagi seseorang yang menekuni kesehatan (khususnya farmakolog), pasti ada
pertanyaan-pertanyaan lebih jauh mengenai manfaat dan efek dari warnawarni itu, bahkan timbul ide-ide baru baru untuk lebih menginovasinya.
Sikap sangsi, yaitu sikap yang tidak langsungmenerima atas hal-hal yang
dirasakan masih ragu sehingga ia perlu untuk melakukan tindakan-tindakan
kritis.
Ilmu adalah suatu cara berpikir tertentu mengenai suatu obyek dengan
pendekatan yang khas sehingga menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan
ilmiah, dalam arti bahwa sisten dan struktur ilmu itu dapat
dipertanggungjawabkan secara terbuka. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan
yang bersifat kritis, rasional dan logis, obyektif dan terbuka. Namun yang juga
penting adalah apakah pengembangan pengetahuan ilmiah itu membawa dampak
positif`dan baik bagi manusia atau sebaliknya justru membawa keburukan. Oleh
karena itu penting sekali sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang ilmuwan.
Dan di sini letak moralitas dari seorang ilmuwandalam penembangan ilmu, baik
itu menyangkut tanggungjawabnya terhadap tata alamiah, terhadap manusia
maupun terhadap Allah Swt. Sikap ilmiah yang sesuai bagi seorang ilmuwan
antara lain: [1]tidak adanya rasa pamrih yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk
mencapai pengetahuan ilmiah yang obyektih; [2]Bersikap selektif yang

menyangkut cara mengambil kesimpulan yang beragam, macam-macam


metodologi dan lain-lain; [3]selalu tidak merasa puas dengan hasil penelitiannya
sehingga selalu ada dorongan untuk melakukan riset dalam hidupnya dan [4]
Memiliki sikap etis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan demi kebahagiaan
manusia dan untuk pembangunan bangsa dan negara.
Ilmu pengetahuan menghasilkan teknologi yang diterapkan pada
masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya dapat menjadi
berkah dan penyelamat bagi manusia, tetapi juga bisa menjadi bencana bagi
manusia. Disinilah pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu
diperhatikan dengan sebaik-baiknya.
Proses transformasi ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan oleh masyarakat
tidak terlepas dari ilmuwan. Seorang ilmuwan akan dihadapkan pada kepentingankepentingan pribadi ataukah kepentingan masyarakat akan membawa pada
persoalan etika keilmuan serta masalah bebas nilai. Fungsi ilmuwan tidak berhenti
pada penelaah dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggungjawab
agar produk keilmuannya sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan
dikaji secara terbuka oleh masyarakat. Sekiranya hasil karya itu memenuhi
syarat-syarat keilmuan maka dia diterima sebagai bagian dari kumpulan ilmu
pengetahuan dan digunakan oleh masyarakat tersebut. Dengan perkataan lain,
penciptaan ilmu bersifat individual namun komunikasi dan penggunaan ilmu
adalah bersifat sosial. Peranan individu inilah yang bersifat dominan dalam
kemajuan ilmu yang dapat mengubah wajah peradaban. Kreatifitas individu yang
didukung oleh sistem komunikasi sosial yang bersifat terbuka menjadi proses
pengembangan ilmu berjalan secara efektif. Maka jelaslah bahwa seorang
ilmuwan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Bukan saja karena dia
adalah warga masyarakat yang kepentingannya terlibat secara langsung di
masyarakat, namun yang lebih penting adalah adalah karena dia mempunyai
fungsi tertentu dalam kelangsungan hidup bermasyarakat.
Implikasi penting dari tanggung jawab sosial seorang ilmuwan adalah
bahwa setiap pencarian dan penemuan kebenaran secara ilmiah harus disertai
dengan landasan etis yang utuh.. Proses pencarian dan penemuan kebenaran
ilmiah yang dilandasi etika, merupakan kategori moral yang menjadi dasar sikap
etis seorang ilmuwan. Ilmuwan bukan saja berfungsi sebagai penganalisis materi
tersebut, tetapi juga harus memiliki moral yang baik.
Kaum ilmuwan tidak boleh menganggap ilmu dan teknologi adalah segalagalanya, masih terdapat banyak lagi sendi-sendi lain yang menyangga peradaban
manusia dengan baik. Demikian juga masih terdapat kebenaran-kebenaran lain
disamping kebenaran keilmuan yang melengkapi harkat kemanusiaan yang hakiki.
Jika kaum ilmuwan konsekuen dengan pandangan hidupnya baik secara moral

maupun intelektual maka salah satu penyangga masyarakat modern ini, yaitu ilmu
pengetahuan akan berdiri secara kokoh.
Di bidang etika tanggung jawab ilmuwan bukan lagi hanya memberikan
informasi namun juga memberikan contoh bagaimana bersifat obyektif, terbuka,
menerima kritikan, menerima pendapat orang lain, kukuh pada pendirian yang
dianggap benar dan berani mengakui kesalahan. Tugas seorang ilmuwan harus
menjelaskan hasil penelitiannya sejernih mungkin berdasarkan rasionalitas dan
metodologis yang tepat. Secara moral seorang ilmuwan tidak akan membiarkan
hasil penelitiannya digunakan untuk tujuan yang melanggar asas-asas
kemanusian.
Pengetahuan merupakan sarana yang dapat digunakan untuk
kemaslahatan manusia dan dapat pula disalahgunakan. Sehingga tanggung jawab
ilmuwan sangatlah besar, tanggung jawab akademis dan tanggung jawab moral.
Jika ilmuwan telah dapat memenuhi tanggung jawab sosialnya, maka ilmu
penetahuan itu akan berkembang dengan pesat, ilmu pengetahuan itu akan dapat
memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, dan ilmu pengetahuan itu
tidak akan menimbulkan kerusakan dan konflik di masyarakat.
Etika riset perlu untuk tidak hanya disadari dan diketahui, tetapi sudah
harus sampai pada action, tindakan.
Hasil riset yang didasarkan pada analisis-analisis ilmiah bisa saja
dijungkirbalikkan oleh mereka yang berpikiran sempit dan pendek sehingga tidak
lagi obyektif. Sikap demikian hanya akan menguntungkan segelintir orang dan
akan merugikan terutama dalam jangka panjang.
Namun, terlalu ketat terhadap etika juga sulit, karena terkadang dalam riset
muncul hal-hal yang tak terduga sebelumnya sehingga dibutuhkan suatu jalan
tengah atau konsensus.

PRINSIP ETIKA KEILMUWAN


Prinsip-prinsip dasar etika keilmuwan menyangkut:
Martabat dan hak azazi manusia
Ilmuwan agar sepenuhnya menghargai martabat, harga diri dan hak asasi
manusia
Ilmuwan harus berpedoman pada agama, sosial budaya nilai-nilai dan
norma-norma yang berlaku dimasyarakat.
Kejujuran
Ilmuwan dalam penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi hendaknya memperhatikan kejujuran
intelektual, kebenaran ilmiah dengan mengacu pada kaidah-kaidah dalam
melaksanakan penelitian dengan tidak memalsukan atau memanipulasi

data maupun hasil penelitian dan tidak melakukan kegiatan meniru atau
mencontek.
Orisinalitas dalam kejujuran intektual tidak selamanya merujuk pada
sesuatu yang betul-betul baru dalam pengembangan dan penelitian ilmu
pengetahuan, tapi bisa diperluas hingga merujuk kepada kualitas yang
ditingkatkan dari suatu yang telah ada meskipun dalam bentuk yang
kurang berkembang.

Perlindungan terhadap lingkungan hidup


Ilmuwan harus memperhatikan kaidah pelestarian, keberlanjutan, dan
keseimbangan lingkungan hidup dalam proses penelitian pengembangan
dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ilmuwan harus melakukan cara yang bijaksana dengan tidak menyebabkan
kerugian, kerusakan, ataupun kepunahan bagi spesies atau organisme yang
ada.
Perlindungan generasi yang akan datang
Penelitian dan pemanfaatan makhluk hidup harus memperhatikan dan
tidak merugikan keanekaragaman hayati yang ada sehingga pemanfaatan
tersebut dapat melindungi kepentingan generasi mendatang.
Mempertahankan status kesehatan masyarakat dan mencegah masuknya
sumber daya alam hayati yang merugikan.
Tanggung jawab sosial dan lingkungan
Ilmuwan dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan
teknologi hendaknya tidak menyebabkan efek merugikan baik bagi sesama
ilmuwan, pengguna maupun masyarakat umu.
Penelitian dan pemanfaatan makhluk hidup tidak boleh menggunakan
material genetik yang secara nyata berasal dari fragmen makhluk hidup
yang dilarang agam.
Pihak yang melakukan proses perekayasaan secara genetis, harus memberi
informasi secara benar ke masyarakat.
Non diskriminasi dan non stigmasi
Hasil pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi harus
dilakukan untuk tujuan kesejahteraan dan kemaslahatan umat manusia dan
dapat dinikmati oleh semua orang tanpa diskriminasi.
Dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
dangan dasar atau alasan apapun tidak diperbolehkan ada perorangan atau
kelompok yang harus diperlakukan diskriminasi.

Pengabaian
Pemanfaatan sumber daya alam harus memberikan keuntungan maksimal
bagi manusia secara keseluruhan maupun makhluk hidup lainnya baik
secara ekonomi maupun kualitas kehidupan serta dapat meminimalkan
kerugian yang mungkin terjadi akibat pemanfaatan tersebut.
Persamaan keadilan dan kesetaraan
Pemanfaatan sumber daya alam harus dilaksanakan dengan mengacu pada
persamaan, keadilan, dan kesetaraan dalam masyarakat global maupun
lokal.
Untuk menegakkan prinsip keadilan dan persamaan dalam
mendistribusikan keuntungan dan beban didalam suatu masyarakat
tertentu memperoleh keuntungan dengan mengorbankan kepentingan
masyarakat lainnya.
Solidaritas dan kerjasama
Sesama ilmuwan dan peneliti hendaknya harus saling bersinergi.
Mengutamakan kepentingan bersama dalammencapai hasil yang
bermanfaat bagi umat manusia.
Kerjasama domestik dan luar negeri dalam pengembangan dan penerapan
ilmu pengetahuan dan teknologi harus dilakukan secara jujur, bermartabat,
dan mengikuti kaidah keilmuwan. Hak kepemilikan hasil penelitiannya
mengacu pada peraturan internasional yang berlaku.
Respek terhadap keragaman budaya dan pluralisme
Ilmuwan yang melakukan penelitian yang dilakukan pada suatu wilayah
harus mengakui dan menghormati HKI dan hukum ada termasuk
pengetahuan internasional setempat dan hak adat setempat.

Prinsip utama etika penelitian


Mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan informasi yang
terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta memiliki kebebasan
menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpasrtisipasi dalam
kegiatan penelitian (autonomy). Peneliti mempersiapkan formulir persetujuan
subyek (informed consent) yang terdiri dari: [1] penjelasan manfaat penelitian,
[2]
penjelasan kemungkinan resiko dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan,
[3]
penjelasan manfaat yang akan didapatkan, [4]persetujuan peneliti dapat
menjawab setiap pertanyaan yang diajukan subyek berkaitan dengan prosedur
penelitian, [5]persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja,
[6]
jaminan anonimitas dan kerahasiaan.
Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan
kebebasan individu. Penelitian akan memberikan akibat bagi terbukanya
informasi individu termasuk informasi yang bersifat pribadi, sedangkan tidak
semua orang menginginkan informasinya diketahui orang lain. Dalam
aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi pribadi dan hanya
menggunakan koding (inisal atau identification number).

Keadilan, berkonotasi dengan terbuka dan adil. Untuk memenuhi prinsip


keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati, profesional,
berperikemanusiaan, dan memperlihatkan faktor-faktor ketepatan,
keseksamaan, kecermatan, intimitas.
Memperthitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam etika penelitian adalah:
Peneliti membaktikan diri pada pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan
ilmu pengetahuan, menemukan teknologi, dan menghasilkan inovasi bagi
peningkatan peradaban dan kesejahteraan manusia.
Peneliti melakukan kegiatannya dalam cakupan dan barisan yang
diperkenankan oleh hukum yang berlaku, bertindak dengan mendahulukan
kepentingan dan keselamatan semua pihak yang terkait dengan penelitiannya,
berlandaskan tujuan mulia berupa penegakan hak-hak asasi manusia dengan
kebebasan-kebebasan mendasarnya.
Peneliti mengelola sumber daya keilmuwan dengan penuh rasa tanggung
jawab, terutrama dalam pemanfaatannya, dan mensyukuri nikmat anugerah
tersedianya sumber daya keilmuwan baginya.
Peneliti mengelola jalannya penelitian secara jujur, bernurani, dan
berkeadilan terhadap lingkungan penelitiannya; menghormati obyek
penelitian manusia, sumber daya alam hayati dan nonhayati secara bermoral;
berbuat sesuai dengan perkenan kodrat dan karakter objek penelitiannya,
tanpa diskriminasi dan tanpa menimbulkan rasa merendahkan martabat
sesama ciptaan Tuhan.
Peneliti membuka diri terhadap tanggapan, kritik, dan saran dari sesama
peneliti terhadap proses dan hasil penelitian, yang diberinya kesempatan dan
perlakuan timbal balik yang setara dan setimpal; saling menghormati melalui
diskusi dan pertukaran pengalaman dan informasi ilmiah yang objektif.

A. Latar Belakang
Etika mempunyai sifat yang sangat mendasar, yaitu sifat kritis. Etika
mempersoalkan norma-norma yang dianggap berlaku, menyelidiki dasar normanorma itu, mempersoalkan hak dari setiap lembaga seperti orang tua, negara, dan
agama untuk memberi perintah atau larangan yang harus ditaati. Hak dan
wewenang untuk menuntut ketaatan dari lembaga tersebut harus dan perlu
dibuktikan. Dengan demikian, etika menuntut orang bersikap rasional terhadap
semua norma. Sehingga etika akhirnya membantu manusia menjadi lebih otonom.

B.

Tujuan

Menjelaskan arti pentingnya etika keilmuan


Menjelaskan hubungan etika dengan ilmu
Mengetahui prinsip-prinsip keilmuwan dan penelitian
Mengetahui sikap ilmiah penelitian

C.

Rumusan Masalah

Jelaskan pengertian etika?


Bagaimana sikap ilmiah penelitian?
Bagaimana hubungan etika dan ilmu?
Bagaimana prinsip-prinsip keilmuwan dan penelitian?

D.

Metodologi
Metode penulisan makalah yang kami buat ini menggunakan sistem

kepustakaan.

Kata pengantar

Puji sykur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmat dan karuniaNya, makalah etika keilmuwan dan penelitian selesai
kami susun. Penulisan makalah ini dimaksudkan agar mahasiswa mengetahui
prinsip-prinsip etika keilmuwan dan penelitian, serta sikap ilmiah penelitian.
Sistematika penulisan laporan ini telah disesuaikan dengan prinsip-prinsip
yang telah diberikan
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan, oleh
karena itu, kritik dan saran perbaikan dari pembaca laporan penelitian ini sangat
dibutuhkan demi penyempurnaannya. Ucapan terima kasih disampaikanke pada
semua pihak, khususnya bapak Syariful Anam S.Si, M.Si, Apt yang telah
memberikan bimbingan kepada kami selaku penulis. Akhirnya semoga Tuhan
Yang Maha Esa senantiasa meridhoi tujuan makalah ini. Amin.

Palu, 17 oktober 2014

Kelompok 6