Anda di halaman 1dari 20

Soal

1. Apa saja yang termasuk dalam sistem utilitas bangunan ?


2. Jelaskan siklus ekosistem sumber air di alam ?
3. Problematik apa saja yang sering dijumpai dilapangan terkait dengan sistem plambing ?
4. Jelaskan langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk mendesain sistem
jaringan air bersih ?
5. Apa keuntungan dan kerugian menggunakan sumber air dari tanah (deepwell) dan dari
jaringan PAM (publik) ?
6. Jelaskan sistem pengudaraan dengan HVAC!
7. Apa saja yang termasuk dalam Sistem keamanan bangunan? Jelaskan!
8. Jelaskan bagaimana sistem kerja penangkal petir dan cara pemasanganya!
9. Jelaskan sistem kerja generator listrik pada bangunan!
10. Bagaimana cara pemasangan Elevator pada bangunan dengan ketinggian 100 lantai.
Jelaskan!
Jawab
1. Sistem utiitas bangunan meliputi
a. Sistem plumbing

e. Sistem suara

b. Sistem penghawaan

f. Sistem transportasi dalam

c. Sistem pencahayaan
d. Penangkal petir

bangunan
g. Sistem instalasi listrik
h. Sistem keamanan

2.

Siklus ekosistem air di lapangan


air laut menguap

bermuara di laut

terjadi awan

meresap ketanah atau


mengalir ke sungai

turun hujan

Sumber : dokumen pribadi

Ekosistem air adalah ekosistem yang bisa dibilang terus berjalan seiring waktu.
Kita tidak bisa menentukan asal mula dari air, kita asumsikan siklus bermula dari air laut,
air laut mengalami penguapan atau kondensasi akibat adanya paparan sinar matahari, hasil
dari penguapan air laut berupa awan-awan di atmosfer, awan ini merupakan cadangan air,
bisa juga cadangan air berupa es salju. Awan yang terkumpul kemudian mengalami proses
kimiawi sehingga menyebabkan turun hujan, sedangkan salju akan mencair bila terkena
suhu yang tinggi. Air hujan dan pencairan salju akan mengalir ke sungai akan tetapi
sebagian juga meresap ke dalam tanah. Air sungai akan keluar menuju ke laut sedangkan

air tanah akan keluar menjadi mata air. Mata air setelah dimanfaatkan manusia juga akan
berakir ke sungai, dari sungai akan bermuara dilaut. Air berkumpul kembali di laut dan
siap untuk mengalami proses berikutnya sehingga terbentuk siklus yang tak pernah putus.
3. Masalah yang sering terjadi di lapangan pada sistem plumbing :
a. Kebocoran pada alat plumbing
b. Keluar bau yang tidak sedap
c. Laju air tidak lancar atau terjadi sumbatan / debit kecil
d. Tekanan air mengecil
e. Terjadi perkaratan
f. Terjadi gangguan suara
g. Merusak perlengkapan bangunan
4. Langkah langkah untuk mendesain sistem jaringan air bersih :
a. Menentukan kebutuhan air pada bangunan tersebut
b. Menentukan jalur pemipaan
c. Menentukan lokasi tandon air, jika diperlukan
d. Menentukan tempat tempat yang perlu di instalasi air bersih
e. Menentukan ukuran dan jenis pipa yang akan digunakan
f. Mengumpulkan peralatan dan bahan untuk instalasi air bersih yang dibutuhkan
g. Menghitung biaya total instalasi air bersih
h. Menentukan sumber air bersih yang akan digunakan dan yang sesuai dengan
biaya yang dimiliki.
5. Keuntungan kerugian Sumur dan PDAM di setiap daerah berbeda- beda, disini
saya menjelaskan kedaan di malang.
5.1 Jaringan air tanah / deep well
a. Keuntungan
a) Biaya hanya pada saat pengeboran dan pembuatan sumur

b) Bebas menggunakan tanpa takut akan tagihan biaya


b. Kerugian
a) Jika musim kemarau rentan kekeringan
b) Jika terjadi banjir dan air masuk ke sumur, maka tidak bisa digunakan
c) Pada pemukiman padat rentan meresap air dari saptictank
d) Tagihan listrik menjadi besar karena memerlukan pompa tarik
5.2 Jaringan PDAM (Publik)
a. Keuntungan
a) Ketersediaan air selalu terjamin
b) Air dijamin bersih dan tidak tercemar limbah
c) Tidak perlu memakai pompa tarik
b. Kerugian
a) Pemakaian harus seperlunya karena ada biaya bulanan
b) Mengandung banyak kaporit
c) Jika terjadi pemadaman listrik dari PLN, maka air akan ikut mati
6. Sistem pengudaraan dengan HVAC
HVAC (dibaca "H-VAK") adalah sebuah singkatan yang kepanjangannya
dalam Bahasa Inggris adalah "heating, ventilation, dan air-conditioning" (Bahasa
Indonesia: pemanasan, ventilasi, dan ac) Kadangkala disebut sebagai pengontrol
iklim. Ketiga fungsi ini saling berhubungan, karena mereka
menentukan suhu dan kelembaban udara dalam sebuah gedung dan juga
menyediakan kontrol asap, menjaga tekanan antar ruang, dan menyediakan udara
segar bagi penempat. Dalam rancangan gedung modern, rancangan, instalasi dan
sistem kontrol dari fungsi ini dijadikan menjadi sistem tunggal "HVAC".
1. Heating
Sistem ini banyak digunakan di daerah-daerah yang beriklim dingin, yang
sepanjang musim didominasi dengan suhu yang dingin. Tersusun oleh beberapa
bagian penting antara lain boiler, furnace, heat pump, radiator, dan hydronic.

Furnace berfungsi sebagai sumber panas yang ditransfer ke media air


bernama hydronic di boiler. Hydronic tersirkulasi berkat kerja dari heat pump, yang
selanjutnya setelah dari boiler, hydronic menuju ke radiator untuk memindahkan
panas yang dikandungnya ke udara yang tersirkulasi. Udara inilah yang digunakan
untuk memanaskan ruangan.
2. Ventilation
Ventilation adalah proses untuk mensirkulasikan udara di dalam suatu
ruangan dengan udara luar, yang bertujuan untuk me-remove debu, kelembaban,
bau-bauan yang tidak sedap, karbon dioksida, panas, bakteri di udara, serta
meregenerasi oksigen di dalam ruangan. Ventilasi merupakan salah satu penerapan
teori mekanika fluida.

Penggunaan Ventilation Fan pada Industri


Ada dua jenis ventilation, yaitu forced ventilation dan natural ventilation.
Forced ventilation adalah sistem ventilasi yang menggunakan bantuan fan atau
kipas untuk mensirkulasikan udara di dalam ruangan. Sistem ini banyak digunakan
di perindustrian besar, gedung-gedung, dan contoh yang paling dekat dengan kita
adalah di dapur dan di kamar mandi. Di dapur biasanya dipasang fan untuk
menghisap asap dari kompor dan dibuang keluar. Sedangkan di kamar mandi jelas
digunakan untuk mengusir bau-bauan yang tidak sedap dari dalam kamar mandi.

Exhaust Fan untuk Rumah-rumah

Sedangkan untuk natural ventilation tidak diperlukan bantuan kipas untuk


mensirkulasikan udara. Biasanya hanya berupa jendela yang dibiarkan terbuka di
suatu ruangan.
3. Air Conditioning
Air Conditioning (AC) menggunakan prinsip siklus mesin pendingin, yang
terdiri dari beberapa bagian penting yaitu refrigerant, kompresor, heat exchanger,
dan katup ekspansi.
Kalau Anda googling pasti sudah banyak yang menjelaskan bagaimana
prinsip kerja dari AC. Di sini yang perlu saya tekankan adalah adanya sedikit
perbedaan antara AC yang biasa Anda gunakan di rumah, dengan AC yang
digunakan di perkantoran, gedung-gedung, atau perindustrian. Ada satu media
bernama liquid chiller yang digunakan.

Kompresor AC pada salah satu kantor

Jadi prosesnya menjadi seperti berikut. Udara yang tersirkulasi diserap


panasnya melalui heat exchanger oleh liquid chiller di satu komponen bernama Air
Handling Unit (AHU). Sedangkan panas dari liquid chiller diserap oleh refrigerant
melalui heat exchanger yang lainnya. Jadi ada semacam proses pendinginan
bertingkat di dalamnya.
Air Handling Unit

Ada satu alasan yang kuat mengapa AC yang digunakan di gedung-gedung


besar menggunakan liquid chiller. Karena udara yang bersirkulasi di dalam gedung
bervolume besar, maka akan lebih jauh efisien jika menggunakan media liquid
chiller sehingga energi yang dibutuhkan untuk operasional AC lebih rendah jika
dibandingkan tanpa menggunakan liquid chiller.
7. Sistem keamanan bangunan
Sistem keamanan pada gedung merupakan standarisasi yang harus
diterapkan sebagai fasilitas keamanan dan kenyamanan pemakai gedung.
Kebutuhan keamanan bisa dipenuhi salah satunya dengan mengunakan Visitor
Management System (VMS), Access Control dan CCTV dengan sitem keamanan
yang terintegrasi tersebut sangat membantu meminimalisir sebuah masalah sistem
keamanan dalam gedung/ruangan dari bahaya adanya orang lain yang masuk tanpa
seizin pemilik.
a) Visitor Management System
Visitor Management System adalah sebuah system yang dipergunakan
untuk melakukan management tamu atau pengunjung, yang biasanya
diterapkan pada high rise building, perkantoran, instansi umum atau
pemerintahan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi resiko
yang tidak diiinginkan, baik berupa unsur kriminal, terorisme, dan
tindakan yang bersifat negatif lainya.

b) Access Control
Sebuah sistem keamanan Access Control memungkinkan pemilik
bangunan dan property untuk melakukan lebih dari sekedar mengontrol
masuk ke daerah yang diproteksi. Sistem ini juga dapat membuat

catatan history atau informasi secara elektronik mengenai siapa saja


yang masuk ke dalam ruangan yang sudah diproteksi.

Gambar. Acces control untuk membuka satu pintu


c) CCTV (Closed Circuit Television)
CCTV (Closed Circuit Television) adalah penggunaan kamera video
untuk mentransmisikan signal video ke tempat spesifik, dalam beberapa
set monitor. Berbeda dengan siaran televisi, sinyal CCTV tidak secara
terbuka ditransmisikan. CCTV paling banyak digunakan untuk
pengawasan pada area yang memerlukan monitoring seperti bank,
gudang, tempat umum, dan rumah yang ditinggal pemiliknya.

d) Alarm Sytem
Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau
pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan
sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau
kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada
peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini
digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai

adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda


bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.

Gambar : sistem alarm


e) Tangga kebakaran
Tangga merupakan alat transportasi vertikal yang sederhana dan sudah ada
sejak zaman dahulu. Tangga kebakaran berfungsi pada saat terjadi
kebakaran, berbeda dengan tangga darurat yang digunakan bila alat
transportasi lain rusak. Melihat fungsinya, tangga kebakaran maupun tangga
darurat harus sangat diperhatikan keselamatannya. Tangga kebakaran harus
diletakkan pada ruangan kedap api berdinding tebal minimal tidak terbakar
dalam waktu tertentu, di dalamnya diberi lampu emergency penunjuk arah,
tangga juga harus tahan kebakaran dalam waktu tertentu
8. Cara Kerja dan Cara Pemasangan Penangkal Petit
a. Sistem kerja
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka
muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera
merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir.
Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik
antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir
tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran
listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor,
dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir
dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya
dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik
itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah

10

kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan


dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).
b. Cara pemasangan
1)

Pada tahap awal pengerjaan di mulai dengan mengerjakan bagian

grounding system terlebih dahulu, dengan pertimbangan keamanan dan


kemudahan. Kemudian dilakukan pengukuran resistansi/tahanan tanah
menggunakan Earth Testermeter, apabila hasil pengukuran tersebut menunjukan <
5 Ohm maka tahapan kerja berikutnya dapat dilakukan. Seandainya hasil
resistansi/tahanan tanah menunjukan > 5 Ohm maka di lakukan pembuatan atau
penambahan grounding lagi di sebelahnya dan di pararelkan dengan grounding
pertama agar resistansi/tahanan tanahnya menurun sesuai dengan standarnya < 5
Ohm.
2)

Setelah selesai membuat grounding, langkah berikutnya adalah memasang

kabel penyalur (Down Conductor) dari titik grounding sampai keatas bangunan,
tentunya dengan mempertimbangkan jalur kabel yang terdekat dan hindari banyak
belokan/tekukkan 90 derajat sehingga kebutuhan material dan kualitas instalasi
dapat efektif dan efisien. Kabel penyalur petir yang biasa di gunakan antara lain
BC (Bare Copper), NYY atau Coaxial. Untuk tempat - tempat tertentu sebaiknya
di beri pipa pelindung (Conduite) dengan maksud kerapihan dan keamanan.
3)

Bila kabel penyalur petir telah terpasang dengan rapih, maka tahap

selanjutnya pemasangan head terminal petir tentunya harus terhubung dengan


kabel penyalur tersebut sampai ke grounding system.

11

Gambar. Sistem instalasi penangkal petir


9. Sistem kerja generator listrik
Generator listrik merupakan sebuah dinamo besar yang berfungsi sebagai
pembangkit listrik. Generator listrik ini mengubah energi kinetik menjadi energi
listrik. Generator listrik pertama kali ditemukan oleh Faraday pada tahun 1831.
Pada saat itu, generator listrik dibuat dalam bentuk gulungan kawat pada besi yang
berbentuk U. Generator listrik tersebut terkenal dengan nama Generator cakram
faraday. Cara kerja generator listrik adalah menggunakan induksi elektromagnet,
yaitu dengan memutar suatu kumparan dalam medan magnet sehingga timbul
energi induksi.
Terdapat 2 komponen utama pada generator listrik, yaitu: sator (bagian
yang diam) dan rotor (bagian yang bergerak). Rotor akan berhubungan dengan
poros generator listrik yang berputar pada pusat stator. Kemudian poros generator
listrik tersebut biasanya diputar dengan menggunakan usaha yang berasal dari luar,
seperti yang berasal dari turbin air maupun turbin uap.
Berdasarkan jenis arus listrik yang dihasilkan, generator listrik dibedakan
menjadi 2 macam, yaitu generator listrik Alternator (AC) dan generator listrik
dinamo (DC). Berikut ini adalah penjelasan cara kerja generator listrik tersebut:
12

a) GENERATOR LISTRIK AC

Pada generator listri AC ini terdapat 2 buah stator. Kutub - kutub magnet
yang berlawanan saling dihadapkan sehingga diantara kedua kutub magnet tersebut
dihasilkan medan magnet. Di alam medan magnet tersebut terdapat kumpran yang
mudah berputar pada porosnya. Karena kumparan selalu berputar, maka jumlah
gaya magnet yang masuk ke dalam kumparan juga selalu berubah - ubah. Sifat dari
arus listrik yang dihasilkan oleh generator listrik AC ini berjenis bolak - balik
dengan bentuk seperti gelombang; amplitudonya bergantung pada kuat medan
magnet, jumlah lilitan kawat, dan luas penampang kumparan; serta frekuensi
gelombangnya sama dengan frekuensi putaran kumparan.

Gambar. Generator ac
b) GENERATOR LISTRIK DC

Cara kerja generator listrik DC mirip dengan cara kerja generator listri AC.
Yang membedakan hanya pada generator listrik DC ini menggunakan sebuah
cincin belah atau yang biasa disebut dengan komutator di bagian outputnya.
Komutator ini memungkinkan arus listrik induksi yang dialirkan ke rangkaian
listrik berupa arus listri DC meskipun kumparan yang berada di dalamnya
menghasilkan arus listrik AC.

13

Gambar. Generator dc

10. Pemasangan elevator


Alat untuk transportasi vertikal dalam bangunan bertingkat adalah lift atau elevator.
Alat transportasi vertikal dalam bangunan bertingkat tersebut akan memakan volume
gedung yang akan menentukan efisiensi gedung. Pemilihan kapasitas-kapasitas lift akan
menentukan jumlah lift yang mempengaruhi pula kualitas pelayanan gedung , terutama
proyek-proyek komersil.
Instalasi lift yang ideal ialah yang menghasilkan waktu menunggu di setiap lantai
yang minimal, percepatan yang komfortabel, angkutan vertikal yang cepat, pemuatan dan
penurunan yang cepat di setiap lantai.
Kriteria kualitas pelayanan elevator adalah :
a) Waktu menunggu ( interval, waiting time)
Waktu menunggu artinya, waktu perjalanan bolak-balik dibagi jumlah lift.
Perkantoran : 25 45 detik
Flat

:50-120 detik

Hotel

:40-70 detik

Asrama

: 60 80 detik

Waktu menunggu minimum adalah sama dengan waktu pengosongan lift ialah
kapasitas lift x 1,5 detik per penumpang.
b) Daya angkut ( handling capacity)
Daya angkut lift tergantung dari kapasitasdan frekuensi pemuatannya.
Standart daya angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit jam-jam sibuk
(rush-hour)

14

Daya angkut 1 lift dalam 5 menit adalah :


[M=

5 x60 xm
]
w

Dimana :
M = kapasitas lift
W = waktu menunggu
c) Waktu perjalanan bolak balik lift ( round trip time)
Waktu ini hanya dapat dihitung secara pendekatan, sebab perjalan lift antar
lantai pasti tidak akan mencapai kecepatan yang menjadi kemampuan lift itu
sendiri dan pada perjalanan lift nonstop, kecepatan kemampuannya baru
tercapai setelah lift bergerak beberapa lantai dulu, misalnya lift dengan
kemampuan bergerak 6m/detik baru dapat mencapai kecepatan tersebut setelah
bergerak 10 lantai.

(2h 4s)(n 1) s(3m 4)


det ik
s

T=

T = waktu perjalanan bolak-balik lift


H= tinggi lantai sampai dengan lantai
S=kecepatan rata lift
N= jumlah lantai dalam 1 zone
M= kapasitas lift
Dalam pemasangan lift pada bangunan dengan 100 lantai, perlu memperhatikan halhal berikut ini :
a) Beban puncak lift (peak load)
Beban puncak diperhitungkan berdasarkan persentasi empiris terhadap
jumlah penghuni gedung, yang diperhitungkan harus terangkat oleh lift-lift dalam 5
menit pertama jam-jam padat. Untuk indonesia persentasi tersebut adalah :
1) perkantoran

4% X jumlah penghuni gedung

2) Flat

3% X jumlah penghuni gedung

3) Hotel

5% X jumlah penghuni gedung

Data-data untuk penaksiran jumlah penghuni gedung


1) perkantoran

4m2/orang

2) Flat

3m2/orang

3) Hotel

5m2/orang

15

b) Efisiensi bangunan
Efisiensi lantai adalah persentasi luas lantai yang dapat dihuni atau disewakan
terhadap luas lantai kotor.
c) Perhitungan jumlah lift dalam 1 zone
Jika beban puncak lift dalam satu gedung diperhitungkan sebesar P% X jumlah
penghuni gedung atas dasar am2/orang luas lantai itu, maka beban puncak lift:
L

P(a k )n
a"

P = persentasi empiris beban

k = luas inti gedung

puncak lift (%)


n = jumlah lantai
a = luas lantai kotor
a = luas lantai netto perorang

pertingkat (m2)

d) Korelasi jumlah lantai dalam 1 zone kapasitas lift dan jumlah lift
Dengan menghitung korelasi dalam 1 zone kita bisa mengetahui berapa jumlah
lift yang diperlukan dan berapa kapasitas lift yang akan dipakai dalam satu
zone. Berikut rumus-rumusnya :

5 x60 xm 300 m

Daya angkut lift dalam 5 menit : M


w
w

Beban puncak lift : L = P% X

Luas lantai netto dalam 1 zone


luas lantai netto perorang

na'

L P a" Dimana: na adalah luas lantai netto dalam 1 zone.


Persamaan: M=L

300m a' nP

w
a"

Maka :
300 a" mN a ' nwP

n a ' wP & 300 a"

16

300 a" mN

n a ' PT
a ' nPT

N 300 a" m

e) Sistem zone banyak (multi zone system)


Untuk meningkatkan efisiensi bangunan, orang berusaha memperkecil
volume gedung yang dipergunakan untuk sirkulasi vertikal, terutama dalam
bangunan tinggin ( lebih dari 20 lantai)
Juga untuk memperpendek waktu perjalanan bolak balik lift memperpendek
waktu menunggu lift terutama di lantai dasar. Untuk tujuan ini orang melakuka
zoning lift artinya pembagian kerja kelompok-kelompok lift, misalnya 4 lift
melayani 1 - 15 lantai, 4 lift melayani 16-30 lantai, jadi tidak berhenti di lantai
1-15.
Karena ada kelompok 4 lift yang berhenti di lantai 1-15 maka dalam
tabung-tabungnya tidak diadakan lubang pintu ke luar, ini merupakan
penghematan biaya sirkulasi vertkal.
Dalam hal ini zoning lift maka perhitungan jumlah lift diadakan untuk tiap
zone, yang mempunyai waktu perjalanan bolak-balik lift masing-masing.

T2

2h(n1 1) (2h 4s2 )( n2 1) s2 (3m 4)


s2

Untuk: h = ketinggian

n2 = zone bawah

s2 = kecepatan 2

n1 = zone atas

s1 = kecepatan 1

m = kapasitas lift

Beban puncak lift untuk zone 2 L2

n2 x(2a 3mN 2 )
2a"

Daya angkut lift dalam 5 menit untuk zone 2 M 2

300 mN 2
T2

17

Persamaan: L2 = M2

n2 P (2a 3mN 2 ) 300 mN 2

2a"
T2

2an2T2 P
Maka: N 2

600a" m 3mn2T2 p

Untuk: a = luas rata-rata

T2 = waktu perjalanan bolak- a = luas rata-rata perorang


balik lift

n2 = zone bawah

m = kapasitas lift
P = prosentase

Perhitungan zone - 1
Beban puncak lift untuk zone - 1:
L1

n1P[2a 3m( N1 N 2 )]
2a"

Daya angkut lift dalam zone -1 sebanyak N1 buah selama 5 menit:


Persamaan L1 = M1
n1 P{2a 3m( N1 4)} 300 mN 1

2a"
T1

2n1T1P(a 6m)
N1

3m(200a" n1T1P)

f) Sistem zon banyak dengan skylobby

Untuk bangunan yang sangat tinggi dengan jumlah puluhan lantai


mendekati 100 lantai atau lebih perlu diadakan penghematan volume inti dengan
mengadakan zoning pelayanan elevator ditambah lobby-lobby antara (skylobby)
yang dapat dicapai dari lantai dasar dengan lift-lift ekspres yang langsung menuju
skylobby-skylobby tersebut.

18

Skylobby berfungsi untuk:


a. Lantai perpindahan untuk menuju lift-lift lokal dalam zone di atasnya.
b. Tempat berkumpul sementara (mengungsi) pada waktu keadaan darurat (kebakaran,
gempa bumi) sambil menunggu pertolongan.
c. Karena lift-lift lokal yang melayani zone-zone, maka diperlukan ruang mesin lift
langsung di atasnya.
Kebutuhan ruang mesin lift disatukan pula dengan kebutuhan ruang mesin
AC, ruang mesin-mesin pompa air, reservoir antara untuk persediaan air bersih dan
lain-lain.
Ruang mesin tersebut berupa beton tulang yang padat dan kokoh yang berfungsi pula
sebagai penghadang menjalarnya kebakaran ke atas. Sedangkan skylobby-skylobby
tersebut terletak di atas ruang-ruang mesin yang kokoh tersebut.
Adanya ruang-ruang mesin antara tersebut juga sangat menghemat energi listrik
untuk pemompaan air bersih, penghawaan mekanis dan AC dan penghematan ronggarongga untuk tabung-tabung instalasi listrik, AC maupun pemipaan. Secara struktural,
ruang mesin yang kokoh tersebut, pasti dapat menambah ketahanan gedung terhadap
gaya-gaya horizontal akibat gempa ataupun angin.

19

DAFTAR PUSTAKA
Technoart. 2011. Artikel-Teknologi.com .(online), (http://artikel-teknologi.com/hvacheating-ventilating-and-air-conditioning/), diakses 1 November 2014
CV Bintang kurnia jaya. Bintangkurniajayateknikindo.com. (online),
(http://www.bintangkurniajayateknikindo.com/news-a-articles/60-cara-pemasanganinstalasi-penangkal-petir.html), diakses 1 November 2014
(http://khedanta.files.wordpress.com/2011/04/grounding.png), diakses 1 November 2014
Zaipal Sihombing. Sistem keamanan. Blogspot.com. (online),
(http://aksesgedung.blogspot.com/), diakses 1 November 2014
Jogjacamp. Cara Kerja Generator Listrik. Carapedia.com. (online),
(http://carapedia.com/kerja_generator_listrik_info2559.html), diakses 1 November 2014
Poerbo hartono. 1995. Lift atau elevator. Utilitas bangunan. Jakarta : djambatan
Rita laksmitasari. 2011. Tangga darurat. Okezone.com. (online),
(http://m.okezone.com/read/2011/12/31/478/549809/tangga-alat-evakuasi-kebakaran-dandarurat). Diakses 1 November 2014

20