Anda di halaman 1dari 7

I.

1.1

Data Demografi Pasien


Nama

Umur

Alamat

Pekerjaan

No Rekam Medis

Pendidikan

Tinggi badan

Berat badan

Kategori perokok : perokok aktif tingkat sedang sejak 15 tahun yang lalu

Jumlah batang rokok yang dihisap dalam satu minggu terakhir sebanyak 16
batang/hari.

Jumlah batang rokok yang dihisap dalam satu bulan terakhir sebanyak 14-16
batang/hari.

1.2

Riwayat mencoba berhenti merokok : ada


Pasien pernah mencoba untuk berhenti merokok atas keinginan sendiri karena
merasa pengeluaran untuk pembelian rokok memberatkan pasien. Pasien sempat
berhenti selama 2 bulan pada waktu satu tahun yang lalu, kemudian pasien kembali
lagi merokok karena pengaruh lingkungan kerja dimana rekan-rekan kerja pasien
kebanyakan merupakan perokok aktif. Pasien juga pernah berhenti merokok selama
2 minggu dikarenakan keluhan batuk tidak berdahak yang dideritanya yang tidak
kunjung sembuh meski telah berobat ke puskesmas. Pasien akhirnya sempat
memutuskan untuk menghentikan kebiasaan merokoknya, namun setelah sembuh
pasien kembali merokok.

1.3

Niat untuk berhenti merokok : ada


Pasien berniat untuk berhenti merokok dari keinginan sendiri, karena pasien
menyadari bahwa kebiasaan merokok tidak baik, kebiasaan ini berdampak kepada

kesehatannya. Pasien mengatakan bahwa pasien mengetahui banyak penyakit yang


disebabkan oleh rokok.

II.

Metode
Metode yang digunakan dalam program Smoking Cessation ini diambil dari WHO
European Strategy for Smoking Cessation Policy. Inti dari metode ini adalah
memotivasi perokok untuk melawan ketergantungan terhadap rokok. WHO dan
American Psychiatric Association menyebutkan bahwa penyebab utama perokok
sulit berhenti merokok dan kasus relaps adalah karena efek ketergantungan yang
ditimbulkan oleh nikotin.
Adapun beberapa metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.

Brief opportunistic advice from a health care professional


Intervensi ini diberikan selama 10-15 menit di mana perokok dijelaskan bahaya
dari rokok dan diberi tips-tips mengenai cara berhenti merokok dengan pemicu
dari faktor lingkungan dan kesadaran diri sendiri.

2.

Individual counseling
Intervensi ini memberikan kesempatan kepada perokok untuk dapat melakukan
Tanya jawab dan menjelaskan kesulitan berhenti merokok sehingga tenaga
medis dapat membantu perokok mencari solusi untuk kesulitan-kesulitan
tersebut sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri perokok untuk dapat
berhenti.

3.

Behavioural approach
Perokok diberikan pilihan apakah ingin berhenti seketika (cold turkey)a atau
berhenti bertahap melalui pengurangan bertahap dari jumlah rokok yang
dihisap dengan menetapkan target jumlah rokok maksimal yang dapat dihisap
dalam kurun waktu tertentu. Pasien juga dijelaskan melalui prinsip berhenti
merokok di mana lebih cepat lebih baik.

4.

Terapi pengganti nikotin


Perokok disarankan untuk mengkonsumsi permen karet sebagai pengganti saat
timbul keinginan untuk merokok.

Metode ini dilakukan dengan menetapkan target dimana dalam 1 minggu pasien
dapat mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap menjadi 8 batang/hari.
Pasien melakukan kunjungan sebanyak 3 kali. Pertemuan yang pertama kali adalah
saat pasien datang berobat, rentang waktu antara setiap kunjungan adalah 2 hari.
Total waktu pengamatan adalah 6 hari dengan pengamatan efektif 6 hari, mulai
tanggal 20 April 2014 - 25 April 2014 di Puskesmas Balaraja.

III. Hasil Pengamatan


3.1

Hasil
Tanggal

Jumlah rokok
yang dihisap
per hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

Jumlah rokok
yang dihisap
per hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

20
April
2014

Tanggal

21
April
2014

Tanggal

Jumlah rokok
yang dihisap
per hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

Jumlah rokok
yang dihisap
per hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

Jumlah rokok
yang dihisap
per hari

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

Jumlah rokok
yang dihisap

Waktu

Skala

Tempat

Dengan
siapa

22
April
2014

Tanggal

23
April
2014

Tanggal

24
April
2014

Tanggal

per hari

25
April
2014

Skala 1 : kurang penting


Skala 2 : lumayan penting
Skala 3 : sangat penting

Hari
Jumlah
rokok
3.2

Pembahasan
Pasien adalah seorang perokok aktif yang memiliki kebiasaan merokok 12 batang
per hari. Dengan mengikuti program smoking cessation ini, pasien menetapkan
target untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisap menjadi setengah dari jumlah
total yang dikonsumsi sehari-hari, yaitu menjadi 6 batang perhari dalam waktu 1
minggu. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan dalam waktu 1 minggu, pasien
telah mencapai target bahkan melebihi target karena pasien di hari ketujuh dapat
mengurangi rokok hingga 3 batang per hari. Kebiasaan berhenti merokok memang
sangat sulit dilakukan dalam waktu singkat, namun karena niat yang kuat maka hal
tersebut dapat berjalan dengan baik. Menurut pengakuan pasien, ketika pasien
berada di rumah, yaitu saat pasien sedang bersama istri dan anak-anaknya, pasien
sangat ingin untuk berhenti merokok, terutama saat anak-anaknya bercerita
mengenai penyuluhan bahaya merokok yang mereka dapatkan di sekolahnya.
Pasien juga menyadari bahwa dengan mengurangi konsumsi rokok maka pasien
dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli rokok hingga uang tersebut dapat

digunakan untuk keperluan keluarganya. Namun ketika pasien sampai ke tempat


kerja, keinginan berhenti merokok tersebut dihadapkan pada tantangan yang sulit
karena rekan-rekan kerja pasien merupakan perokok berat sehingga pasien sangat
sulit untuk menahan keinginan merokok karena terpengaruh oleh teman kerja
pasien.
Pasien menyatakan bahwa setiap kali muncul keinginan merokok, pasien berusaha
mengingat informasi yang telah diberitahukan oleh dokter mengenai bahaya
merokok dan pasien tidak menderita penyakit-penyakit tersebut, terlebih membawa
efek buruk bagi istri dan anak-anaknya. Pasien juga menyadari bahwa dukungan
dari keluarga adalah hal yang sangat penting dalam membantunya untuk
mengurangi rokok, namun yang paling penting dari semuanya adalah niat dari
dirinya sendiri untuk berhenti merokok. Pasien menyatakan saat ini belum bisa
100% berhenti merokok karena hal tersebut sangat sulit. Namun pasien
berkomitmen akan terus perlahan berhenti merokok. Pasien menyadari dalam satu
minggu ini dengan niat dan tekad yang kuat, ia merasakan perubahan yang
signifikan dari penurunan jumlah rokok yang ia konsumsi. Ia merasa tubuhnya
lebih segar dan bugar, lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan istri dan anakanaknya serta dapat menabung. Pasien berharap ingin segera bisa berhenti merokok
secara total agar bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
Dari program berhenti merokok yang telah diikuti pasien, pasien menyatakan peran
dari keluarga dan lingkungan sekitar sangatlah penting. Pasien menyadari
dukungan dari istri dan anak-anaknya agar ia berhenti merokok yang terus
menguatkan pasien agar berhenti merokok, serta informasi yang ia dapatkan dari
puskesmas mengenai bahaya merokok juga membuat pasien menyadari bahwa
pasien tidak ingin memasukkan lebih banyak lagi zat racun ke dalam tubuhnya.
Namun tidak dapat dipungkiri, kesulitan terbesar adalah di lingkungan pekerjaan
pasien yang sebagian besar adalah perokok berat sehingga ketika berada di tempat
kerja pasien sering merasa tergoda untuk merokok lagi. Namun pasien akan
berusaha untuk memberikan informasi mengenai bahaya merokok dan mengajak
teman-teman pasien untuk mengurangi konsumsi rokok.

3.3

Kesimpulan
Usaha berhenti merokok bagi perokok yang sudah merokok dalam jumlah banyak
dan jangka waktu lama tidaklah mudah. Maka sangat diperlukan berbagai
pendukung agar dapat dicapai keberhasilan dalam program ini, yaitu faktor internal
berupa kemauan yang kuat dari diri sendiri dan faktor eksternal berupa dukungan
keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan tekad yang kuat serta dukungan dari luar
maka hasil dari program akan menjadi lebih maksimal. Di sini peran keluarga,
lingkungan serta petugas kesehatan sangat penting untuk memberikan semangat,
motivasi dan informasi hingga pasien terus mau berusaha untuk berhenti merokok.
Dukungan tentunya juga harus diberikan oleh perusahaan tempat bekerja serta
masyarakat dan Negara untuk lebih peduli pada orang-orang yang ingin berhenti
merokok dengan berbagai cara, salah satunya menggalakkan kampanye bebas
rokok pada tempat umum serta memasang atribut-atribut bebas rokok.