Anda di halaman 1dari 17

dr.

Inna Rokendry Azwar

Oralit
: keadaan dimana tubuh mengalami
kekurangan cairan..
Dehidrasi : cairan yang mengandung air dan
garam yang digunakan untuk mengatasi
keluhan diare

Apa hubungan makan buah buahan dengan


penyakit pada trigger ?
Kapan seseorang dikatakan dehidrasi ? dan
kapan dikatakan dehidrasi berat ?
Mengapa oralit yang diberikan tidak
menolong keluhan ?
Apakah yang terjadi jika penanganan pada
kasus terlambat ?
Apa yang diderita amak pada trigger tersebut
?

1.

2.

3.
4.
5.

Mungkin buah yang dimanakn terlalu banyak


dan buah mengandung banyak serat sehingga
menyebabkan mencret.
Ketika seseorang mengalami kehilangan cairan
yang tidak dapat diganti melalui mekanisme
regulator normal .Bab tidak berdarah karna
tidak ada invasi dari bakteri kedinding usus.
Karna penderita telah terjadi dehidrasi berat,
oralit hanya diberikan pada dehidrasi ringan
Shock hipovolemik
Diare akut.dan dehidrasi berat

Anak laki-laki 6tahun datang ke dokter

Anamnesis :
Sakit perut, bab tidak berdarah dan
berlendir, konsumsi oralit sebelum
nya tapi tidak ada perubahan.

Diare akut dan dehidrasi berat

Epidemiologi
Etiologi
Patogenesa
Derajat dehidrasi
Klasifikasi dan diare akut pada anak
Diagnosa
Penatalaksanaan

EPIDEMIOLOGI
Kuman penyebab diare biasanya menyebar
melalui fecal oral antara lain melalui makanan atau
minuman yang tercemar tinja dan atau kontak
langsung dengan tinja penderita. Beberapa perilaku
dapat menyebabkan penyebaran kuman enterik dan
meningkatkan risiko terjadinya diare, antara lain
tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada
pertama kehidupan, menggunakan botol susu,
menyimpan makanan masak pada suhu kamar,
menggunakan air minum yang tercemar, tidak
mencuci tangan sesudah buang air besar atau
sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan
atau menyuapi anak.

Penyebab diare akut pada umumnya adalah infeksi


mikroorganisme seperti :

Rota virus, merupakan penyebab terbanyak pada


umur kurang dari 2tahun.
E. coli
Salmonella non tifoid
Shigella (pathogen)
Vibrio cholera (pathogen)
Parasit amuba, giardia, kandida (pathogen)
Keracunan makanan
Efek obat-obatan
dll

Bakteri masuk melalui makanan atau minuman


ke lambung sebagian ada yang mati karena
asam lambung dan sebagian lolos bakteri yang
lolos masuk ke duodenum bakteri berkembang
biak (di duodenum) memproduksi enzim
mucinase sehingga berhasil mencairkan lapisan
lendir dengan menutupi permukaan sel epitel
usus bakteri masuk ke dalam membran bakteri
mengeluarkan toksin mengeluarkan CAMP
(meningkatkannya), yang berfungsi untuk
merangsang sekresi cairan usus dibagian kripta
villi & menghambat cairan usus dibagian apikal
villi terjadi rangsangan cairan yang berlebihan,

Untuk diare akut, patogenesis diare yang


disebabkan oleh bakteri dibedakan menjadi
dua: bakteri non invasif, yaitu bakteri yang
memproduksi toksin yang nantinya toksin
tersebut hanya melekat pada mukosa usus
halus & tidak merusak mukosa. Bakteri non
invasif, memberikan keluhan diare seperti air
cucian beras dan disebabkan oleh bakteri
enteroinvasif, yaitu diare yang menyebabkan
kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan
ulserasi.

Apabila sudah disertai dengan dehidrasi


maka:
Bayi atau anak tidak bisa minum lagi
Gelisah, kesadaran menurun sampai koma
Ubun-ubun cekung atau sangat cekung
Mata cekung atau sangat cekung
Bibir dan mukosa mulut kering
Nadi cepat, halus, sampai tidak teraba
Tekanan darah menurun
Kulit dingin sampai berkeringat dingin
Turgor kulit menurun
Berat badan menurun.

Derajat Dehidrasi
Tanpa dehidrasi : kehilangan cairan kurang dari 5%
Dehidrasi ringan-sedang : kehilangan cairan 5-10%
Dehidrasi berat : kehilangan cairan lebih dari 10%
Menentukan derajat dehidrasi
Dehidrasi berat : letargi/tidak sadar, mata sangat
cekung, tidak bisa minum, turgor kembali sangat
lambat.
Dehidrasi ringan-sedang : gelisah/rewel, mata
cekung, haus atauu sangat haus, turgor kembali
lambat.
Tanpa dehidrasi : sadar, tidak haus, mata tidak
cekung, turgor kembali cepat atau normal.

Penatalaksanaan diare akut karena infeksi terdiri


atas:
1) rehidrasi sebagai prioritas utama pengobatan,
2) memberikan terapi simtomatik, dan
3) memberikan terapi definitif. Hal yang penting
diperhatikan agar dapat memberikan rehidrasi
yang cepat dan akurat adalah jenis cairan yang
akan digunakan, jumlah, jalan masuknya cairan,
serta jadwal pemberian cairan. Pada infeksi
saluran cerna pencegahan sangat penting.
Hygiene perorangan, sanitasi lingkungan, dan
imunitas melalui vaksinasi memegang peran.

Pertama, berikan
30 ml/kg dalam:

Selanjutnya, berikan
70 ml/kg dalam:

Umur <12 bulan

1 jam

5 jam

Umur >12 bulan

30 menit

2,5 jam

Jadi pada kasus trigger didapatkan anak laki


laki berumur 6 tahun menderita diare akut
dengan dehidrasi berat dimana
penatalaksanaan awal dibutuhkan untuk
mencegah terjadinya shock hipovolemik
dengan cara pemberian cairan infus
pengganti cairan (rehidrasi).

TERIMA

KASIH