Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebuah konflik yang terjadi diantara dua Negara yang berdekatan memang
tidak bisa dipungkiri lagi. Apalagi, jika kedua Negara tersebut berasal dari
satu rumpun yang sama. Tentunya akan menimbulkan suatu masalah ketika
terjadinya pemisahan kekuasaan untuk dapat berdiri sendiri menjadi suatu
Negara berdaulat atau yang biasa disebut sebagai kemerdekaan. Dan seperti
yang kita ketahui bahwa kemerdekaan merupakan tujuan akhir dari sebuah
bangsa untuk dapat berdiri sendiri sebagai Negara yang berdaulat penuh.
Sebagian besar masalah yang terjadi antar Negara serumpun ini adalah
penentuan batas wilayah atau saling klaim antara wilayah perbatasan seperti
halnya yang pernah terjadi antara Indonesia dengan Malaysia atau sama
halnyaa dengan perselisihan antara korea utara dengan korea selatan yang
kemudian permasalahan ini tidak hanya sebatas wilayah perbatasan saja tetapi
juga mulai melebar ke masalah lainnya.
Selain perselisihan antara Indonesia dengan Malaysia serta Korea utara
dengan Korea Selatan, Negara yang juga mengalami konflik karena wilayah
perbatasan adalah sebuah Negara di Asia Selatan yaitu India dengan Pakistan.
Perselisihan antara dua Negara tersebut yang sudah dimulai sejak tahun 1947

ini disebabkan karena kedua Negara ini saling memperebutkan wilayah


Kashmir yang menjadi perbatasan dari kedua Negara tersebut.
Sebelum kemerdekaan India-Pakistan pada bulan Augustus 1947 M,
negara-negara seperti India, Pakistan, Bangladesh serta yang lainnya dahulu
merupakan satu kesatuan wilayah dalam anak benua India. Sejak masuknya
Islam di anak benua India melalui Muhammad Ibn al-Qashim, anak benua
India yang dikenali dengan agama serta budaya Hindu-Buddha itu silih
berganti berada dalam kedaulatan Islam selama lebih sepuluh abad lamanya.
Terakhir adalah dinasti Mughal yang hampir menguasai anak benua India.1
Selepas diumumkan kemerdekaan telah wujud persengketaan antara India
dan Pakistan. Konflik ini terjadi disebabkan perbutan wilayah Kashmir.
Konflik antara India dan Pakistan dalam masalah Kashmir yang belum
terselesaikan sampai sekarang dilihat seakan-akan makin tenggelam di mata
Internasional. Kashmir dilihat sebagai salah satu hal yang menjadi fokus
perhatian hubungan antara India dan Pakistan selama bertahun-tahun. Pasang
surut hubungan India dan Pakistan ini turut ditentukan oleh masalah Kashmir
ini. Jika dilihat daripada latar belakang sejarah, Konflik di antara India dan
Pakistan ini bermula sejak kemerdekaan India dan Pakistan pada tahun 1947
M.
Konflik ini tidak saja mengangggu rekonsiliasi bagi kedua pemerintah
tetapi juga menimbulkan masalah yang menganggu hubungan antara dua

M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradapan Islam (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007),
hlm. 257.

komunitas yaitu umat Islam dan Hindu di kedua negara yang berkaitan. 2
Konflik ini turut menimbulkan luka yang dalam dari pecahnya pertempuran
antara India dan Pakistan sebanyak 3 kali iaitu bermula dari 1947-1948, 1965
dan 1971.
Setiap konflik antar Negara sudah dapat dipastikan bahwa masalah
tersebut akan menjadi sorotan dunia internasional. Karena masalah seperti ini
akan berakibat fatal jika tidak segera diatasi karena dapat mengganggu
keseimbangan kehidupan internasional. Permasalahan yang seperti ini dalam
penyelesaiannya diperlukan bantuan dari lembaga internasional yang
memberikan naungan untuk Negara-negara di dunia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana latar belakang dari India, Pakistan serta daerah yang
diperebutkan (Kashmir)?
2. Faktor apakah yang menjadi akar dari konflik India dan Pakistan?
3. Usaha apa sajakah yang telah dilakukan untuk menyelesaikan konflik
antara India dan Pakistan ini?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1

Tujuan

Menulis sebuah tulisan mengenai konflik yang terjadi antara


India dengan Pakistan

Suwarno, Dinamika Sejarah Asia Selatan, (Yogyakarta: Ombak 2012), hlm, 174.

1.3.2

Manfaat

2. Mengetahui latar belakang dari masing-masing daerah yang terkait dengan


konflik ini.
3. Menelusuri faktor apakah yang menyebabkan terjadinya konflik
4. Mengetahui serta memahami usaha-usaha yang telah dilakukan untuk
meredam konflik antara dua Negara tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang dari Daerah yang Terkait dengan Konflik


2.1.1 India
Seperti yang telah kita ketahui, bahwa India merupakan salah satu
Negara Republik yang berada di Asia bagian Selatan. Republik India
adalah sebuah Negara di Asia yang mempunyai jumlah penduduk
terbanyak kedua di dunia, hal ini sesuai dengan sensus penduduk yang
ternyata berhasil mencatat populasi penduduk di India yang mancapai
lebih dari satu miliyar jiwa, serta merupakan Negara terbesar ketujuh
berdasarkan ukuran wilayah geografisnya.
Peningkatan jumlah populasi penduduk di India tercatat meningkat
pesat sejak pertengahan tahun 1980-an. India juga merupakan tempat dari
berkembangnya peradaban kuno, seperti Budaya Lembah Indus dan
merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama di dunia, yaitu:
Hindu, Budha, Jainisme, dan Sikhisme. Negara ini juga merupakan bagian
dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaannya pada tahun 1947.

2.1.2 Pakistan
Pakistan merupakan Negara yang berasal dari pembagian wilayah
Negara India. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pada tahun 1947
terjadi pembagian di wilayah Negara India yang melahirkan Negara baru
yang disebut dengan Negara Pakistan. Negara Pakistan sendiri mulai
muncul di peta dunia pada tanggal 14 Agustus 1947.3
Mayoritas penduduk Pakistan beragama Muslim. Perkataan Pakistan
berasal daripada bahasa Persia yang bermaksud The Land of The Pure.
Idea ini telah ditimbulkan oleh Chaundhary Rahmat Ali. Perkataan P
mewakili Punjab, A untuk Afghan, K untuk Kashmir, S untuk Sind
dan Tan mewakili Baluchistan. 4 Pakistan didirikan pada saat puncak
perlawanan Kaum Muslim di kawasan Asia Selatan yang ingin
memisahkan diri dari negerinya. Dan perlawanan ini pun berhasil,
akhirnya mereka pun dikeluarkan dari negerinya.
2.1.3 Lembah Kashmir
Kashmir terletak di dalam rangkaian Pergunungan Himalaya sehingga
wilayah bergunung-ganang dengan ketinggian antara 600 hingga 7600 m
di atas permukaan laut. Puncak gunung Himalaya merupakan yang
tertinggi kedua di dunia selepas puncak gunung Everest. Luas wilayah

Malik Mohammad Tariq, The Rise and Impact of Islamic Fundamentalism in Pakistan, Balochistan:
Quetta University, 2011, hlm. 1-2
4
Wm. Theodore de Bary, Sources of Indian Tradition, New York: Columbia University Press, Volume
11, 1958, hlm. 275.

Kashmir sekitar 223000 km dan berada di sebelah utara dataran Punjab.5


Wilayah Kashmir merupakan sebuah kawasan yang amat strategis kerana
rangkaian Pergunungan Kashmir membentuk pintu gerbang alami antara
China, India dan Pakistan. Bagi Pakistan, wilayah Kashmir sangat penting
kerana beberapa sungai utama sebagai pembekal air untuk aktiviti
pengairan mengalir melalui Kashmir. Dengan kata lain wilayah Kashmir
dianggap sangat penting kerana menjadi kawasan yang menyediakan
sumber air.
Lembah ini menyimpan berbagai sumber, bukana saja dari sudut
tanahnya yang subur malah keajaiban pemandangan alamnya khususunya
di Danau Dai dan Wular yaitu tempat pendatang banyak menghabiskan
waktu untuk memancing dan berperahu. Bahasa utama yang digunakan
penduduk Kashmir adalah Kashmiri yang termasuk dalam rumpun bahasa
Indo-Eropa atau Indo-Arya. 6 Penduduk di sini menjadikan sumber mata
pencarian mereka berkait dengan pertanian seperti penanaman jagung,
gandum, buah-buahan, sayuran dan mencari kayu di hutan. Antara kota
terkemuka di Kashmir ialah Srinagar yang terletak di lembah Kashmir.
Dari sudut latar belakang Historis kawasasan Kashmir dapat dilihat
bahawa kawasan ini pernah berada di bawah penguasaan orang Hindu
sejak berabad-abad. Kashmir juga pernah menjadi kawasan yang dikuasai
Raja Asoka dari Dinasti Maurya.
5
6

Ibid. hlm 175.


Ibid. hlm 177.

Di Kashmir ada tiga agama dan wilayah berbeda. Di Lembah Kashmir,


98 persen penduduknya Muslim. Di Jammu, 60 persen penduduknya
beragama Hindu dan di Ladakh, 49 persen penduduknya beragama Budha.
Orang Kashmir selalu bangga dengan keragaman budaya, tradisi, dan
agama mereka. Disana, umat Hindu, Kristen, Budha, dan Muslim hidup
bersama dalam kerukunan. Bahkan Gandhi memuji bangsa Kashmir
karena sifat dasar mereka yang cinta damai dan bahkan menyebut
Kashmir sebagai sinar harapan dalam kegelapan. Surga dunia yang
sangat terkenal dengan keindahan alamnya tersebut kini berubah menjadi
neraka dunia, lautan api dan darah, serta menjadi ladang pembantaian. Hal
ini disebabkan oleh adanya perselisihan berkepanjangan oleh indiapakistan yang dilatarbelakaingi oleh adanya konflik agama antara muslim
dan hindu namun pada akhirnya merambah pada bidang politik ekonomi
dan militer.
2.2 Latar Belakang Konflik serta Faktor Terjadinya Konflik
2.2.1 Latar Belakang
Berbicara tentang akar tumbuhnya konflik di Kashmir ibarat mengurai
benang yang kusut kerana cukup sulit untuk dijelaskan secara objektif. Kita
perlu melihat sejak kewujudan pergerakan kebangsaan India serta lahirnya
Partai Kongres pada 1885 dan Muslim League (Liga Muslim) pada tahun
1906. Kedua organisasi ini mewakili aspirasi dan kepentingan dua komunitas
yang berbeda. Kongres mewakili komunitas Hindu yang diketuai Mahatma

Gandhi manakala Liga Muslim mewakili Komunitas Muslim yang diketuai


Muhammad Ali Jinnah.7
Pada awalnya Kongres dan Liga muslim ini dapat berganding bahu
membantu antara satu sama lain dalam perjuangan pergerakan kebangsaan
India. Perpecahan kongres ini dapat dilihat secara nyata sejak pemerintahan
Inggris memberikan self-government pada 1935. Pemilihan umum 1937,
Kongres telah menang mutlak dan membolehkan kongres memerintah India.
Hal ini meyebabkan timbul kekecewaan kepada Liga Muslim bukan hanya
kerana kalah suara malahan Kongres menolak tawaran Liga Muslim untuk
berkerjasama membentuk cabinet koalisi. Sejak itulah Liga Muslim
menggagaskan rancangan untuk mendirikan negara terpisah bagi komunitas
Muslim yang disebut Pakistan (tanah orang suci).
Ketika Pakistan memisahkan diri dari India, wilayah Kashmir tak
terselesaikan. Justru Kashmir oleh Inggris diserahkan kepada India pada
tahun 1947. Hal ini memang tak lepas dari skenario politik yang dilancarkan
Inggris dan para pemimpin Hindu. Mereka menginginkan Kashmir menjadi
bom waktu. Suatu saat, bom waktu ini bisa diledakkan. Kini terbukti,
Kashmir menjadi benih sengketa antara India dan Pakistan. Beberapa kali
Kashmir menjadi pemicu timbulnya konflik dan perang terbuka antara pihak
Pakistan dan India. Perselisihan berkepanjangan antara India-Pakistan yang
bermuara di Kashmir ini tak lepas dari adanya konflik agama (Islam-Hindu)
7

Ibid. hlm 181.

dan politik, baik di antara negara-negara yang bertikai maupun negara-negara


lain yang punya kepentingan politik, seperti Inggris, AS, dan Rusia.
2.2.2 Faktor Terjadinya Konflik
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan berlakunya konflik India
dan Pakistan. Sebelum Kerajaan Islam Mughol berkuasa pada tahun (1526-1858),
Kashmir dikuasai oleh kerajaan Budha dan Hindu.8 Kemudian Kerajaan Mughol
runtuh karena mengalami kekalahan dalam perang melawan Kerajaan Inggris
dalam peristiwa Sepoy Muntiny. Akibatnya, seluruh daratan India dikuasai oleh
Inggris termasuk Kashmir.

Kashmir adalah negeri berpenduduk muslim

mayoritas. Sekitar 85 % dari delapan juta penduduknya beragama Islam. Wilayah


seluas 222.236 kilometer tersebut terletak di wilayah jantung Asia, diapit oleh
China di sebelah timur, India di selatan, Pakistan dan Afghanistan di barat, serta
CIS di utara.9 Pada awalnya, negeri ini dikenal dengan sebutan Surga Dunia atau
Taman Musim Abadi, karena keindahan alamnya yang mempesona. Kekayaan
alam Kashmir ini sedikitnya memberikan pemasukan devisa sekitar 400 juta dolar
per tahun dari para pelancong. Di Kashmir ada tiga agama dan wilayah berbeda.
Di Lembah Kashmir, 98 persen penduduknya Muslim. Di Jammu, 60 persen
penduduknya beragama Hindu dan di Ladakh, 49 persen penduduknya beragama
Budha. Orang Kashmir selalu bangga dengan keragaman budaya, tradisi, dan
agama mereka. Disana, umat Hindu, Kristen, Budha, dan Muslim hidup bersama
dalam kerukunan. Bahkan Gandhi memuji bangsa Kashmir karena sifat dasar
8
9

Joshi, A.P. et al. Religious Demography of India, Chennai: Centre for Policy Studies. 2003.
Matinuddin, Kamal, India-Pakistan Standoff,Regional Studies No. 3, Vol. XXI, summer 2003.

mereka yang cinta damai dan bahkan menyebut Kashmir sebagai sinar harapan
dalam kegelapan. Letak Kashmir yang terletak di wilayah terpencil utara India
telah membuat wilayah ini dapat menikmati statusnya sebagai daerah otonomi
yang cukup panjang hingga tahun 1586. 10 Pada periode itu, Kashmir mengatur
dirinya sendiri layaknya sebuah Negara. Dalam masa tersebut berbagai agama
datang silih beganti (Hindu,Budha,Islam) dan hidup berdampingan secara damai
di Kashmir. Gelombang kedatangan agama yang terakhir ke dalam wilayah
Kashmir yaitu Negara islam, membuat mayoritas penduduk Kashmir memeluk
agama Islam. Dalam hal agama wajar jika Kashmir menginginkan untuk
bergabung dengan Pakistan jika kembali merujuk kepada prinsip partition yang
menyatakan bahwa wilayah yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu akan
bergabung dengan India. Sedangkan wilayah yang mayoritas masyarakatnya
beragama Islam akan bergabung dengan Pakistan. Selain itu Masalah Kashmir
yang berlarut larut hingga kini pada awalnya bersumber dari perlakuan tidak adil
terhadap masyarakatnya dan penindasan yang dilakukan pemerintahan hindu
dogra di Kashmir. Permusuhan antara India dan Kashmir ini telah melahirkan
banyak korban. Pemerintah India (Hindu) melakukan pemusnahan terhadap
bangsa Kashmir secara sistematis melalui penculikan, penahanan, penyiksaan,
pemerkosaan, pembunuhan, pembakaran dan pengrusakan.11 Berdasarkan sumber
yang dapat dipercaya, antara Januari 1990 sampai Desember 1992, 26.000 orang
Kashmir yang terbunuh oleh tentara India, 60.000 orang yang terluka ringan dan
10

Ganguly, Rajat. India, Pakistan and the Kashmir Dispute. New Zealand: Victoria University of
Wellington. 1998.
11
Matinuddin, Kamal, India-Pakistan Standoff, Regional Studies No. 3, Vol. XXI, summer 2003.

berat. Selain itu, sekitar 4000 lebih wanita diperkosa, 200 wanita meinggal, 1700
orang dibakar hidup-hidup, 9000 rumah dibakar dan dihancurkan, serta 40.000
orang dipenjarakan di kamp-kamp yang didirikan di berbagai tempat di Kashmir
dan di sini posisi Pakistan sepertinya ingin menjadi The Mother Land bagi kaum
muslimin yang tersingkir dari India, akibat tindakan politk golongan Hindu.
Sementara dari pihak India,

mereka sangat berkepentingan terhadap

penguasaan Kashmir. Sebab, dari segi politik, sejak dulu India selalu berambisi
untuk menjadi Tuan Di Asia Selatan. Bahkan dalam mitos Hindu, India adalah
Tuhan, kepalanya Kashmir dan Tibet, tangan kirinya terbentang sampai ke
Indonesia dan tangan kanannya sampai ke kepulauan Maurycus, sementara
kakinya di laut India, samping Srilangka. Oleh karena itu, wilayah-wilayah
tersebut merupakan wilayah-wilayah suci bagi umat Hindu. Apalagi adanya
perjanjian Instrument of Accesion yang disetujui dan ditandatangani oleh
Maharaja Hari Singh pada saat meminta bantuan India pada pemberontakan
Poonch yang terjadi pada bulan oktober 1947. Melihat penjelasan di atas maka
dari faktor internal India maupun Pakistan merasa paling berhak menjadikan
wilayah Kashmir sebagai bagian integrasinya karena memiliki arti strategis dari
segi ekonomi karena Kashmir memiliki SDA yang cukup besar.12 Secara politik,
konflik Kashmir akan berpengaruh pada kondisi politik dalam negeri dan dalam
bidang militer kondisi geografis Kashmir yang sangat menguntungkan bagi
sistem pertahanan. Hal ini akan menguntungkan bagi kepentingan nasional India
12

Ganguly, Rajat. India, Pakistan and the Kashmir Dispute. New Zealand: Victoria University of
Wellington. 1998.

dan Pakistan. Pakistan sendiri mengklaim bahwa secara komposisi agama yang
mayoritas adalah Islam, kondisi geografik serta harapan rakyatnya Kashmir
menjadi bagian dari Pakistan, sedangkan India berpendapat bahwa Kashmir
adalah bagian dari integrasinya berdasakan perjanjian assesi dengan penguasa
Jammu Kashmir saat itu Maharaja Harry Singh, namun Pakistan beranggapan
bahwa pejanjian tersebut adalah tidak sah. Akibat dari sikap kedua Negara yang
hanya menojolkan ego masing-masing mengakibatkan kedua negara terlibat
perang terbuka pada tahun 1947, 1965 dan 1971 dan membawa kedua negara
terlibat dalam persaingan senjata.
Dalam bidang lainnya, seperti politik, ekonomi maupun strategi militer, tidak
bisa dipungkiri bahwa Pakistan dan india memiliki ketergantungan yang cukup
tinggi terhadap Kashmir. Potensi alam Kashmir pun seolah jadi bahan rebutan.13
Di Kashmir terdapat tiga sungai besar yang sangat menentukan kondisi perairan
di Pakistan. Jika air sungai tersebut seluruhnya dialirkan ke India, maka Pakistan
akan menjadi padang tandus. Maka dari itu barangsiapa yang bisa menguasai
Kashmir , maka ia akan dapat dengan mudah menguasai daerah di sekitarnya.
Selain itu, Potensi alam Kashmir pun seolah jadi bahan rebutan. Di Kashmir
memiliki enam aliran sungai yang berguna sebagai perairan irigasi yaitu Chenab,
Jhelum, Indus, Sutlej, Beas dan Ravi. Apabila Pakistan menguasai Kashmir, ada
kekhawatiran dari India akan sungai-sungai tersebut tidak akan mengairi India
sehingga India akan menjadi padang tandus, begitupun sebaliknya bagi pakistan
13

Ganguly, Rajat. India, Pakistan and the Kashmir Dispute. New Zealand: Victoria University of
Wellington. 1998.

Di Kashmir terdapat tiga sungai besar yang sangat menentukan kondisi perairan
di Pakistan. Sungai-sungai tersebut mengairi sekitar 20 juta akre tanah Pakistan,
yang ditumbuhi padi, gandum, tebu, kapas, dan lain-lainnya. Sehingga apabila
Pakistan menguasai Kashmir maka Pakistan tidak perlu khawatir akan terjadinya
krisis air di negara, seperti yang terjadi pada tahun 1948, 1952 dan 1958 dimana
India menghentikan aliran sungai ke Pakistan. 14 Oleh karena itu, Kashmir
merupakan kunci ketahanan pangan Pakistan karena apabila sungai-sungai
tersebut tidak mengairi Pakistan maka yang terjadi adalah masyarakat Pakistan
kemungkinan bisa saja dilanda kelaparan dan pemerintah Pakistan juga tidak
dapat melakukan ekspor bahan-bahan pangan.
Sementara dari pihak India,

mereka sangat berkepentingan

terhadap penguasaan Kashmir. Sebab, dari segi politik, sejak dulu India selalu
berambisi untuk menjadi penguasa asia selatan. India dalam perjalanan sejarahnya
selalu melakukan aliansi politik dengan Rusia. Keberpihakan kapada Rusia ini
menjadikan India berada di Blok Timur dan berseberangan dengan Blok Barat
yang di dominiasi oleh AS.

Hubungan yang dijalin oleh India-Rusia terus

dilakukan untuk mencapai kepentingan nasionalnya dan kekuatan power mereka.


Rusia pun terus ingin mempertahankan hubungan kedua negara dalam hal
keamanan khusunya. Gerakan yang dilakukan India terus diupayakan dengan
menggandeng negara negara lain untuk menjalin kerjasama , bahkan Amerika pun
juga mencoba mendekati India untuk merundingkan kepemilikan nuklir oleh

14

Matinuddin, Kamal, India-Pakistan Standoff,Regional Studies No. 3, Vol. XXI, summer 2003.

India. Amerika Serikat sebagai negara adidaya, memiliki tingkat kepentingan dan
power yang sangat kuat. Negara yang memiliki latar belakang musuh uni soviet
ini terus berupaya membantu Pakistan.

15

Dalam sejarahnya hubungannya,

Amerika telah menyokong persenjataan kepada Pakistan untuk mengimbangi


kekuatan India. Namun setelah tragedi 11 september, AS mulai menggerakan
kepentingan nasionalnya di negara pakistan dengan dalih untuk memberantas
teroris yang ada di wilayah sekitar. Pakistan adalah sekutu Amerika dalam perang
melawan teroris dan para pejaba. Hal tersebut mendapat pandangan berbeda oleh
Rusia yang menganggap hal tersebut di lakukan untuk mengawasi pergerakan
Rusia lebih dekat. Hal tersebut juga merupakan hal mengapa Rusia juga ikut serta
dalam konflik kedua negara. Menghadapi berkuasanya militer di Pakistan, India
semakin menguatkan pasukannya di Kashmir. Mereka mengantisipasi makin
gencarnya dukungan Pakistan terhadap pejuang Kashmir. Disisi lain India
semakin bersikukuh untuk mencengkeramkan kuku penjajahannya di Kashmir.
Sementara Mujahidin Kashmir tampaknya tak akan surut melakukan perlawanan.
India mengerahkan pasukan dan altileri dalam jumlah besar. Sekitar 60.000
tentara dan 4000 peluru altileri dan serangan udara siang malam membombardir
syurga Kashmir.
Pendapat lain mengatakan, bahwa Berdasarkan asumsi dasar dari
teori realism. Realisme mempunyai pandangan pesimis atas sifat dasar manusia,
dimana manusia selalu cemas akan keselamatan dirinya akan hubungan
15

Agha, Ayesha Siddiqa. Pakistans Arms Procurement and Military Buildup 197999. New York:
Palgrave. 2001

persaingannya dengan yang lain. Selain itu realisme juga sangat menjunjung
tinggi nilai-nilai keamanan nasional dan kelangsungan hidup suatu negara.
Persoalan adu kekuatan antara India-Pakistan juga menjadi faktor lain yang
menyebabkan meruncingnya konflik. Kedua negara baik India maupun Pakistan
sering melakukan adu kekuatan militer melalui uji coba senjata nuklir. Hal ini
sesuai dengan teori Balance of Power (BOP) dimana ketika ada suatu negara yang
dianggap mengancam, maka negara yang merasa terancam tersebut akan balik
mengancam. 16 Situasi ini kemudian telah berubah menjadi Balance of Terror.
Selain itu mengapa konflik India-Pakistan terjadi karena kedua negara berusaha
untuk mencapai kepentingan nasional (National Interest) masing-masing Negara.
Dalam hal ini adalah terkait dengan pemilikan wilayah Kashmir. Dalam kasus ini
Pakistan menganggap bahwa India telah mencaplok wilayah Khasmir dan hal ini
menjadi salah satu alasan mengapa kemudian konflik terjadi. Beberapa penyebab
konflik yang lain adalah karena tentara India diberikan impunitas untuk tidak
dikenakan hukuman atas tindakan kekerasan yang mereka lakukan (special
powers) melalui sebuah Akta Angkatan Bersenjata Jammu dan Kashmir.
Pemerintah India juga menolak peran Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai
pihak ketiga untuk menyelesaikan sengketa dengan alasan bahwa Kashmir adalah
urusan bilateral India dan Pakistan. Yang jadi persoalan, mayoritas penduduk
Kashmir adalah muslim. Di teritori yang dikuasai India, misalnya, dari 8 juta
penduduknya, hampir 6 juta muslim. Sedang penduduk di Azad kashmir, 99

16

Agha, Ayesha Siddiqa. Pakistans Arms Procurement and Military Buildup 197999. New York:
Palgrave. 2001.

Persen muslim. Karena faktor agama inilah, konflik yang semula hanya persoalan
'wilayah' jadi melebar. Konflik ini lebih kompleks lagi, karena di dalam konflik
antar agama itupun, masih ada konflik aliran. India sendiri mengklaim bahwa
konflik Kashmir bukan karena agama. Buktinya, sewaktu India dan Pakistan
belum merdeka, negeri Kashmir aman-aman saja. Meski sebagian besar
penduduknya muslim dan pemerintahannya Hindu, tapi di Kashmir tak ada
konflik. Sama seperti India ketika di bawah Sultan Akbar -- meski mayoritas
Hindu dan diperintah oleh muslim, India aman dan sejahtera. Islam di Kashmir,
menurut pihak India, yang berkembang adalah sufisme yaitu ajaran yang lebih
mementingkan spiritual.

17

Ajaran sufisme Islam ini tidak berbenturan secara

konfrontatif dengan spiritualisme Hindu. Mereka bisa bekerjasama.Sebagai


contoh, Sultan Akbar dan tiga generasi sesudahnya berhasil membangun kerajaan
besar Islam di India dengan konsep sufisme itu tadi. Kerajaan Kashmir yang
mayoritas Islam dan Jammu yang mayoritas Hindu keduanya di bawah kerajaan
Hindu sebelum terbawa arus 'permusuhan' Pakistan dan India, juga hidup aman,
sejahtera, dan rakyatnya saling menghormati. Pakistan balik menuduh India
sengaja memutar-balikkan fakta untuk menguasai Kashmir. Bagi Pakistan,
penduduk Kashmir yang sebagian besar Islam, selayaknya masuk dalam Pakistan.
Selain itu, masa berakhirnya Perang Dingin, ketegangan muncul dan
meningkat intensitasnya di wilayah Kashmir .Peristiwa penculikan Rubaiya
Sayeed, putri menteri dalam negeri India Mufti Mohammad Sayeed di era V.P

17

Joshi, A.P. et al. Religious Demography of India, Chennai: Centre for Policy Studies. 2003.

Singh Desember 1989, menjadi simbol dimulainya aksi gerakan pemberontakan.


Penculikan ini dilakukan oleh kelompok pemberontak Jammu and Kashmir
Liberation Front (JKLF). Kelompok ini merupakan kelompok relijius Islam yang
menuntut kemerdekaan wilayah Kashmir (Ganguly 1998, 5). Memasuki tahun
1990, ketegangan di wilayah Kashmir menjadi lebih tinggi dari tahun-tahun
sebelumnya. Muncul beberapa kelompok pemberontak diantaranya adalah Al
Barq, Al Fateh, Shabir Shahs people league, Al Jehad, Hizb-ul Mujahideen
diwilayah Kashmir .Pada dasarnya kelompok-kelompok tersebut memiliki tujuan
yang sama yakni ingin lepas dari pemerintahan India.
Namun perbedaannya, beberapa diantaranya seperti JKLF menyatakan
mewakili keinginan rakyat Kashmir untuk membentuk negara merdeka. Aksi
kekerasan terjadi baik pembunuhan, pemboman, serangan terhadap bangunan
sipil atau pemerintah, penculikan serta kasus kejahatan lain Ketegangan ini
memulai kembali konfrontasi antara Pakistan dan India di wilayah Kashmir yang
selama beberapa tahun mereda. Sehingga kini konflik antara India dan Pakistan
belum selesai walaupun telah pelbagai cara yang diambil.
2.3 Usaha Penyelesaian Konflik India dan Pakistan
Konflik yang terjadi antara India dan Pakistan dalam sengketa Kashmir ini
merupakan sengketa Internasional (International Dispute). Sengketa internasional
adalah sengketa yang di alami oleh dua Negara atau lebih terhadap objek yang
dipersengketakan. Objek yang dipersengketakan dapat berupa kedaulatan Negara,
ekonomi dan wilayah perbatasan seperti yang dialami oleh India dan Pakistan.

Selama ini, sudah banyak cara yang ditawarkan oleh lembaga internasional
untuk membantu penyelesaian sengketa ini, akan tetapi terkadang cara-cara yang
ditawarkan tersebut tidak disetujui oleh kedua belah pihak. Seperti yang telah
dijelaskan diatas bahwa India memiliki sejarah konflik yang panjang dengan
Pakistan. Terutama konflik yang terkait dengan batas wilayah Kashmir. Namun,
rakyat Kashmir menginginkan adanya referendum mengenai pembagian wilayah
dan juga plebisit yang diajukan oleh PBB. Sebenarnya, India dan Pakistan juga
menginginkan hal yang serupa akan tetapi tidak pernah dilakukan. Selain itu
kedua Negara tersebut juga mengupayakan penyelesaian dengan cara diplomasi.
Konflik ini juga mengundang kontroversi dari Negara lain seperti Amerika
Serikat yang menginginkan adanya perdamaian antara India dan Pakistan.
Amerika Serikat juga menganjurkan agar kedua Negara tersebut tidak
menggunakan kekuatan nuklirnya agar terjadi perundingan yang damai. Hal
pertama yang harus dicapai adalah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak
untuk menanamkan tekad menyelesaikan konflik ini secara damai.18
PBB kembali mengeluarkan resolusi. Resolusi tersebut juga menyatakan untuk
penarikan pasukan Pakistan dari Kashmir, mengukuhkan hak tentara India dalam
mempertahankan Kashmir dan segera melaksanakan referendum di Kashmir
secara independen. Setelah India dan Pakistan mengumumkan genjatan senjata
dibawah naungan PBB, maka selama tahun 1949 PBB melalui UNCIP melakukan
berbagai pertemuan dan kesepakatan mengenai perumusan proses genjatan

18

Amal Hamzah. Dunia Sekitar Kita, Pakistan dan India, (Jakarta:PT. Jambatan 2002) hlm 64

senjata yang dilakukan. Proses-proses tersebut antara lain mengenai garis


genjatan senjata, penarikan pasukan secara bertahap, serta pengawasan proses
genjatan senjata.
Kegagalan-kegagalan yang dialami, tidak membuat PBB menyerah untuk
menyelesaikan persengketaan Kashmir. Berbagai cara dilakukan kembali untuk
menemukan solusi yang benar-benar dapat disepakati oleh India dan Pakistan.
Oleh karena itu, pada tahun 1957 PBB kembali mengirim perwakilannya, yaitu
Gunnar Jarring, namun mengalami kegagalan pula. Setelah usaha-usaha memaksa
India untuk menaati resolusi PBB tidak pernah terwujud, maka pada tahun 1957,
Pakistan mencoba kembali mengangkat isu Kasmir ke PBB, yang kemudian
hasilnya adalah PBB menolak ratifikasi Instrument of Accession, namun hasil
tersebut ditolak India. Resolusi tersebut juga mengulangi resolusi sebelumnya
yang menyatakan bahwa masa depan Kashmir harus diputuskan sesuai kehendak
rakyat melalui cara-cara yang demokratis dengan melaksanakan referendum yang
bebas dan tidak memihak di bawah pengawasan PBB.
Dalam mencari solusi untuk menyelesaikan konflik Kashmir, PBB lebih
mengedepankan cara-cara damai tanpa kekuatan militer demi mewujudkan
perdamaian dan keamanan bersama, sesuai dengan konsep liberalisme, dikatakan
pula bahwa untuk mencapai perdamaian dapat menggunakan cara demokrasi.
Seperti yang terjadi pada Kashmir, PBB menegaskan pelaksanaan referendum
sebagai cara yang demokratis untuk menentukan status Kashmir. Kepentingan
PBB dalam konflik perebutan wilayah Kashmir yaitu hanya untuk menyelesaikan

konflik tersebut dengan damai tanpa adanya kepentingan pihak-pihak lain yang
mempengaruhi PBB. Pelaksanaan referendum juga belum dilakukan. Kenyataan
ini dapat mematahkan teori liberalisme yang menekankan peran institusi dengan
jalan perdamaian merupakan cara yang tidak terlalu efektif dalam menyelesaikan
permasalahan Kashmir antara India dan Pakistan, dengan terjadinya kembali dua
kali perang besar antara India dan Pakistan, memperlihatkan bahwa konsep
realisme yang menggunakan jalan perang dan keamanan lebih efektif terhadap
permasalahan Kashmir. Cara-cara anarki yang digunakan India dan Pakistan,
dilakukan agar adanya keseimbangan kekuatan. Berdasarkan konsep realisme,
berlarut-larutnya konflik Kashmir dikarenakan adanya kepentingan nasional,
faktor keamanan,dan kekuasaan yang kuat.
Kebijakan yang dikeluarkan PBB memang menggunakan cara-cara yang damai
dan lebih mengutamakan diplomasi. Namun sepertinya usaha yang dilakukan
PBB tidak terlalu dapat memperbaiki kondisi hubungan kedua negara karena
resolusi yang dikeluarkan PBB tidak dijalankan oleh India maupun Pakistan.
Bahkan proposal saran yang dibawa oleh utusan-utusan PBB ditolak oleh India
dan Pakistan.19
Kegiatan keseluruhan PBB di bidang perdamian dan keamanan telah
menimbulkan pengembangan terhadap prinsip-prinsip umum, aturan dan tata cara.
Kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab khusus dan sumbangan Majelis
Umum PBB, yang menurut ketentuan piagam merupakan badan yang diberikan
19

http://sukmikamardalenachaniago.blogspot.com/2012/08/peran-pbb-dan-saarc-dalampenyelesaian.html diakses pada 10 Oktober 2014 pukul 21.00 WIB

tanggung jawab untuk menangani prinsip-prinsip umum mengenai kerjasama di


bidang pemeliharaan dan perdamaian internasional, meningkatkan kerjasama
internasional di bidang politik dan mendorong perkembangan kemajuan hukum
internasional beserta peraturannya.20

20

Safril Djamin.Mengenal Lebih Jauh PBB dan Negara-Negara di


Dunia (Klaten:PT.Intan Pariwara 1993) h. 18-20

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Konflik yang terjadi antara India dan Pakistan pada awalnya merupakan
perselisihan antar dua kelompok agama yaitu kongres yang mewakili umat hindu
dan Liga Muslim yang mewakili umat islam. Perpecahan antara dua kelompok ini
mulai terlihat ketika inggris memberikan self-government kepada pihak kongres
pada tahun 1935. Kemudian pada saat pemilu tahun 1937 kongres memenangkan
pemilu secara mutlak yang kemudian menjadikan pihak kongres dapat menduduki
posisi pemerintahan. Hal ini kemudian menimbulkan kekecewaan di pihak Liga
Muslim, bukan hanya karena mereka kalah pada pemilu tetapi juga dikarenakan
pihak kongres menolak tawaran Liga Muslim untuk berkoalisi dalam membentuk
suatu kabinet. Hal inilah yang kemudian mendorong pihak Liga Muslim untuk
mendirikan Negara khusus komunitas muslim yang kemudian kita kenal sebagai
Pakistan.
Pada saat Negara Pakistan terbentuk, wilayah Kashmir yang memang berada
di antara India dan Pakistan ini mulai menjadi objek yang diperebutkan oleh
kedua Negara ini. Hal ini dikarenakan posisi Kashmir yang sangat startegis baik
bagi India maupun bagi Pakistan. Bisa dikatakan bahwa Kashmir merupakan
muara dari perselisihan panjang yang terjadi antara India dengan Pakistan.
Perang yang terjadi antara India dan Pakistan sudah berlangsung cukup lama
yaitu dari tahun 1947 hingga akhir era 1990an. Bahkan, akar dari konflik ini

terjadi sejak pemilu tahun 1937. Konflik antar dua Negara yang dulu bersatu ini
menimbulkan keresahan tersendiri bagi dunia Internasional, terlebih lagi ketika
India melakukan uji coba nuklir dan Pakistan juga membalasnya dengan
melakukan hal yang sama. Hal ini kemudian membuat Negara besar seperti
Amerika Serikat beserta PBB turun tangan untuk mendamaikan keduanya.
Sudah banyak cara yang dilakukan PBB untuk membantu kedua Negara ini
menyelesaikan sengketanya secara diplomatis. Akan tetapi, cara yang ditempuh
oleh PBB sama sekali tidak menghasilkan apapun. Kegagalan PBB ini
dikarenakan keinginan kuat dari kedua Negara untuk menguasai seluruh tanah
Kashmir yang dianggap penting dan strategis untuk negaranya masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA
M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradapan Islam (Yogyakarta:
Pustaka Book Publisher, 2007)
Suwarno, Dinamika Sejarah Asia Selatan, (Yogyakarta: Ombak 2012)
Safril Djamin.Mengenal Lebih Jauh PBB dan Negara-Negara di
Dunia (Klaten:PT.Intan Pariwara 1993)
Amal Hamzah. Dunia Sekitar Kita, Pakistan dan India, (Jakarta:PT.
Jambatan 2002)
Malik Mohammad Tariq, The Rise and Impact of Islamic Fundamentalism in
Pakistan, Balochistan: Quetta University, 2011,
Wm. Theodore de Bary, Sources of Indian Tradition, New York: Columbia
University Press, Volume 11, 1958,
Joshi, A.P. et al. Religious Demography of India, Chennai: Centre for Policy
Studies. 2003.
Matinuddin, Kamal, India-Pakistan Standoff,Regional Studies No. 3, Vol.
XXI, summer 2003.
Ganguly, Rajat. India, Pakistan and the Kashmir Dispute. New Zealand:
Victoria University of Wellington. 1998.
Agha, Ayesha Siddiqa. Pakistans Arms Procurement and Military Buildup
197999. New York: Palgrave. 2001

Sumber Internet
http://sukmikamardalenachaniago.blogspot.com/2012/08/peran-pbb-dan-saarc-dalampenyelesaian.html diakses pada 10 Oktober 2014 pukul 21.00 WIB

MAKALAH
Konflik India dan Pakistan 1947-1999
(Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sejarah Asia Tenggara)

Disusun Oleh:

Mohammad Afiq bin Azmi

105140403

Mohd. Salam bin Munir

105140402

Dian Dewanti Islami

121114371

DEPARTEMEN ILMU SEJARAH


FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2014