Anda di halaman 1dari 7

Stiffener Plate Modelling pada SAP2000

Posted on January 26, 2011 by Aryansah


Awalnya, saya sempat pusing gara-gara hasil design struktur baja saya di SAP menghasilkan
banyak member yang merah-merah.. bukan, bukan karena design ratio>1, tapi karena design
message nya mengindikasikan l/r nya >200 atau 300. TEKUK..!! ya, BUCKLING.
Arrrrggggkkkhhh..!! sempat saya stress. Tapi akhirnya, setelah utak-utik Help SAP beberapa
hari, saya menemukan akibatnya.
Ya, salah satu cara untuk mengatasi kegagalan tekuk pada baja adalah dengan menambahkan
bracing pada bentangan member. Oke, saya coba tambahkan bracing, tapi hasilnya tetap
SAMA. haaaaaah.. itu ternyata tekuk global. Akhirnya sampai pada kesimpulan, membermember pada struktur saya mengalami tekuk Lokal. Dan salah satu cara menanggulangi
tekuk lokal adalah dengan menambahkan stiffener pada profil baja. Tapi (lagi..), saya
bingung, gimana caranya men-define stiffener itu pada profile-profile baja saya.. oke, ini
sedikit sharing dari saya.
Salah satu kegagalan struktur baja adalah kegagalan tekuk/buckling. Pada umumnya, tekuk
diakibatkan oleh gaya aksial, atau gaya yang bekerja pada sumbu utama penampang struktur.
Tekuk pada profile baja terbagi menjadi 2 jenis, yaitu tekuk global dan tekuk lokal.

Sebenarnya masih ada jenis local buckling yang lain, yaitu tekuk web akibat geser (di daerah
tumpuan), tekuk web akibat beban terpusat, tekuk web searah longitudinal balok. Local
Buckling adalah tekuk yang terjadi pada elemen-elemen pelat profil. Untuk IWF, elemenelemennya ada tiga : sayap atas (top flange), sayap bawah (bottom flange), dan pelat badan
(web).
Pada saat menerima momen lentur positif, seluruh top flange akan mengalami tegangan
tekan, seluruh bottom flange akan mengalami tegangan tarik, sementara sebagian pelat badan
akan mengalami tekan dan sebagian lainnya tarik.

Sekedar mengingatkan, bentuk profil baja yang cenderung langsing/tipis lebih mudah untuk
mengalami kegagalan tekuk. Local Buckling biasanya terjadi pada:

Balok tinggi (balok girder, biasanya pada jembatan).


Balok yang tidak diberi stiffener plate.
Balok yang mengalami beban terpusat yang sangat besar, contohnya balok Crane,
balok transfer, dll.

Nah, sekarang masuk ke masalah saya, masalah tekuk lokal tekuk yang terjadi pada
member profile, bisa terjadi pada flange atau web dan permodelannya di SAP/ETABS.
Setelah keseluruhan model kita jadi, termasuk define load combination, kita run analysis
struktur kita itu. Sebelum masuk ke design, coba cek lendutan yang terjadi pada membermember baja kita, apakah masuk dalam lendutan izin apa tidak. lendutan yang terjadi terlalu
besar, mungkin profile kita terlalu kecil, coba ganti profile dengan yang lebih besar.
Setelah kita cek lendutan, dan ternyata memenuhi lendutan izin, maka langkah selanjutnya
adalah dengan Design/Check of Structure. Option ini ada pada menu Design > Steel Frame
Design > Start Design/Check of Structure.

SAP/ETABS akan menganalisis kembali. Setelah itu, maka akan terlihat tampilan membermember yang diwarnai seperti gambar diatas dan di bawah ini.

Nah, warnanya ada dari biru-merah. kalo sudah merah, artinya si member kita sudah lewat
batas ratio, artinya ratio>1. Untuk mengetahui kegalalan apa yang terjadi pada member kita
itu (yang warna merah), kita tinggal klik kanan saja pada member yang warnanya merah. Kita
juga bisa melihat ratio member-member lain yang tidak berwarna merah. Kita ambil contoh
pada struktur diatas yang terjadi kasus kegagalan tekuk. Biasanya di Design Message ada
tulisan merah l/r > 200 atau l/r > 300.
Coba kita klik kanan member yang berwarna merahnya. Nanti akan tampil windows seperti
berikut :

Untuk mengetahui review analysis dari member, kita bisa klik Details. Tapi karena kita akan
memasang stiffener plate, maka kita klik menu Overwrites, dan akan muncul lagi windows
seperti berikut :

Nah, kita rubah yang di highlight Unbraced Length Ratio (Minor/LTB), nah inilah menu
untuk mendefine stiffener plate tersebut. Kita masukan angka disana. Sistem angkanya adalah
per satuan panjang. Jika kita ingin menambahkan 1 buah stiffener pada bentang member kita,
cukup mengisikan 0.5, artinya si member dibagi 2. kalo pengen nambahin 2 (artinya member
dibagi menjadi 3 bagian) kita masukkan 0.33, dan kalo pengen nambahin 3 stiffener (member
dibagi menjadi 4), maka masukkan angka 0.25, begitu seterusnya.
Disinilah engineering judgement berlaku. Berapa buah stiffener yang diperlukan. Setelah kita
masukkan, maka OK. Hasilnya, member kita akan memiliki kekangan lateral / stiffener
plate. Dan member yang mengalami tekuk lokal akan safe/aman dengan catatan, stress
ratio nya < 1.
Demikian, semoga bermanfaat.

Filed under: Tulis-tulis... | Tagged: baja, Konstruksi, struktur, teknik sipil | 12 Comments

Memasukkan Properti Material Baja Ringan


pada SAP2000
Posted on January 12, 2011 by Aryansah
Dalam analisis struktur menggunakan bantuan program SAP2000 perlu adanya definisi
property dari setiap material, baik itu beton, baja, aluminium, dan lainnya. Kebetulan,
kemaren-kemaren saya disuruh mendesain warehouse dari struktur baja yang atapnya terbuat
dari baja ringan. Tentunya, si baja ringan ini perlu di define lagi property materialnya, karena
tidak langsung tersedia seperti material lainnya di SAP, seperti baja atau beton.
Oke, saya mengasumsikan baja ringan yang digunakan adalah jenis G550, ini property
materialnya :
1. Kuat leleh minimum : 550 MPa
2. Tegangan maksimum : 550 MPa

3. Modulus geser : 50.000 MPa


4. Modulus elastisitas : 200.000 MPa
Selanjutnya, yang diperlukan, adalah memasukkan parameter ini ke dalam material define di
SAP.
1. Rubah satuan, kedalama satuan N mm C di sisi kanan bawah windows SAP

2. Pilih menu Define > Materials

3. Kemudian, akan muncul menu Define Materials. Pilih CLDFRM > Modify/Show
Material

4. Akan muncul windows seperti berikut. Selanjutnya adalah memindahkan option dari
isotropic ke orthotropic

5. Selanjutnya adalah mengisi tab-tab yang banyak angkanya dengan properti baja ringan
seperti yang disebutkan diatas.
a. Kuat leleh minimum : 550 MPa
b. Tegangan maksimum : 550 MPa
c. Modulus geser : 50.000 MPa
d. Modulus elastisitas : 200.000 MPa
Isikan angka seperti pada gambar dibawah berikut

6. Klik OK
Selesai.. Baja ringan siap dihidangkan dan dinikmati.. Semoga Bermanfaat.. Selamat
menganalisis.. hahahaha..