Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH AGAMA

USAHA USAHA MENGANTISIPASI BAHAYA ZAT


ADIKTIF

Oleh,
MUHAMMAD RIDUAN
1210343016

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ANDALAS
2012

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan
salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umat
manusia keluar dari zaman jahiliyah.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah dasar umum Pendidikan
Agama Islam, penulis mengangkat judul makalah yaitu Usaha Usaha Mengantisipasi
Zat Adiktif dan berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi
penulis sendiri.
Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis
menyelesaikan makalah ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga
pembaca dapat mengambil hikmah dari makalah ini.

Padang, 11 September 2012

(Muhammad Riduan)

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..2
DAFTAR ISI 3
BAB 1

PENDAHULUAN.. .4

1.1 Latar Belakang .4


1.2 Rumusan Masalah 4
1.3 Tujuan...4
BAB II PEMBAHASAN5

BAB III PENUTUP.14


DAFTAR PUSTAKA .. 15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sering terjadi nya penyimpangan yang dilakukan oleh remaja terhadap
narkoba yang dikarenakan kurang nya pengawasan orang tua terhadan anak nya.Yang
mengakibatkan anak anak zaman sekarang banyak menyalah gunakan narkoba.
Sebagai orangtua kita harus mengenal dan mengetahui masalah narkoba
agar dapat disampaikan dan mencegah anak terlibat masalah narkoba. Anak-anak
remaja sering mencoba narkoba disebabkan oleh keingintahuan mereka terhadap hal
hal baru. Dengan mengetahui adanya bahaya dan akibat penyalahgunaan narkoba,
maka diharapkan mereka tidak akan pernah mencobanya.
Manfaat informasi yang ada adalah remaja lebih mengetahui tentang
penyalahgunaan dan bahaya narkoba. Dengan mengetahui lebih banyak informasi
tentang narkoba

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana memberikan informasi yang benar tentang narkoba ?
2. Apa peran orangtua dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba ?
3. Bagaimana upaya dalam pencegahan terhadap narkoba ?
4. Apa peran dan tanggung jawab remaja ?
1.3. Tujuan Penulisan
Penulisan ini dilakukan untuk memberikan informasi atau gambaran
mengenai:
1. Informasi-informasi yang benar tentang narkoba
2. Penyebab terjadinya penyalagunahan narkoba
3. Peran orang tua dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba
4. Upaya dalam pencegahan narkoba
5. Peran dan tanggung jawab remaja.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Narkoba Dan Golongan Atau Jenis Narkoba Sebagai Zat Terlarang
Apa itu Narkoba
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain narkoba,
istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan
Zat Adiktif.
Rincian pengertian lebih lanjut dipaparkan sebagai berikut:
Narkoba
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketrgantungan.

Psikotropika
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan
peubahan pada aktivitas mental dan perilaku

Bahan adiktif lainya


Adalah bahan lain bukan narkoba atau psikotropika yang penggunaanya dapat
menumbulkan ketergantungan

Semua istilah ini, baik narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang
umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan
narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien
saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini
pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar
batas dosis / over dossis. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila
masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak
sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan
fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk
penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU
No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Jenis NARKOTIKA

Heroin
Dikenal dengan nama Putau atau PTW
Karakteristiknya:
1. Merupakan narkoba yang sangat tinggi cepat menimbulkan ketergantungan, berupa
serbuk putih dengan rasa pahit.
2. Dalam pasaran warnanya putih atau dadu
3. Cara penggunaannya dapat disuntikkan, dihirup dan dimakan
EFEK
Menimbulkan rasa lesu, penampilan dungu, jalan mengambang, rasa senang yang
berlebihan
Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang, keram, mata
berair, hidung berlendir, hilang nafsu makan, dan kehilangan cairan tubuh.
Menimbulkan kematian bila overdosis
GANJA
Dikenal dengan nama mariyuana, hashish, gelek, stick, cimeng, grass
Karakteristik
Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu
lama, terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya.
Bentuk daun kering, cairan yang lengket minyak damar Ganja
EFEK
Menurunkan ketergantungan monorik, peningkatan denyit jantung, rasa gelisah,
dan panik, perubahan persepsi tentang ruang dan waktu, depresi, halusinasi,
rasa kertakutan dan agresi, rasa senang yang berlebihan,
Komplikasi kesehatan pada daerah pernafasan, sistem peredaran darah dan kanker

MINUMAN BERALKOHON adalah minuman yang mengandung etanol yang


diproses dari bahan asli pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung
karbonhidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi,
maupun yang diproses dengan cara pengeceran minuman yang mengandung etanol

PSIKOTROPIKA Jenisnya:
ECSTASY
Dikenal dengan nama Inex, XTC, huge drig, Yupie drug, essence, darity, butterfly,
black, heart, ice.
6

dampak yang ditlinbulkan pada para pemakai narkoba dapat dibedakan menjadi
3 (tiga) golongan /jenis:

Upper
Upper adalah jenis narkoba yang membuat si pemakai menjadi aktif
seperti sabusabu, ekstasi dan amfetamin.

Downer
Downer adalah golongan narkoba yang dapat membuat orang yang
memakai jenis narkoba itu jadi tenang dengan sifatnya yang
menenangkan / sedatif seperti obat tidur (hipnotik) dan obat anti rasa
cemas.

Halusinogen
Halusinogen adalah napza yang beracun karena lebih menonjol sifat racunnya
dibandingkan dengan kegunaan medis

1.

Memberikan Informasi Yang Benar Tentang Narkoba


Pertama, dalam lingkungan keluarga, orangtua berkewajiban memberikan
kasih sayang yang cukup terhadap para remajanya. Mereka tidak boleh cepat
marah dan main pukul tatkala sang remaja melakukan kesalahan baik dalam tutur
kata, sikap, maupun perbuatannya, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri.
sebaliknya, orangtua harus bersikap demokratis terhadap anaknya. Anak harus
diposisikan sebagai insan yang juga membutuhkan penghargaan dan perhatian.
Tidak cukup hanya diperhatikan kebutuhan fisiknya, tetapi juga kebutuhan
psikisnya. Sehingga komunikasi yang hangat antara orangtua dan anak-anaknya
menjadi langkah utama yang jitu untuk menjalin hubungan yang harmonis agar
sang remaja menjadi tenteram dan nyaman tinggal di rumah. Jadi mereka tidak
membutuhkan pelampiasan atau pelarian di luar rumah tatkala menghadapi
persoalan yang rumit.
Kedua, dalam lingkungan sekolah, pihak sekolah berkewajiban memberikan
informasi yang benar dan lengkap tentang narkoba sebagai bentuk antisipasi
terhadap informasi serba sedikit namun salah tentang narkoba yang selama ini
diterima dari pihak lain. Pihak sekolah juga perlu mengembangkan kegiatan yang
berhubungan dengan penanggulangan narkoba dalam rangka mencegah dan
mengatasi meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, seperti
melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap siswa baik dengan
melibatkan pihak lain (kepolisian, komite sekolah, orangtua), menggiatkan
kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat, serta mengembangkan suasana yang
nyaman dan aman bagi remaja untuk belajar. Di samping itu pihak sekolah perlu
berupaya keras "mensterilkan" lingkungan sekolah dari peredaran dan
penyalahgunaan narkoba, dengan tidak membolehkan sembarang orang
memasuki lingkungan sekolah tanpa kepentingan yang jelas dan mencurigakan
sekolah dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba, dengan tidak
7

memperbolehkan sembarangan orang memasuki lingkungan sekolah tanpa


kepentingan yang jelas dan mencurigakan.
Ketiga, dalam lingkungan masyarakat, para tokoh agama, perangkat
pemerintahan di semua tingkatan mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat,
Lurah, hingga RT dan RW perlu bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya
pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing-masing yang
didukung penuh oleh phak keamanan dan kepolisian. Mereka perlu terus menerus
memberi penyadaran pada seluruh warga masyarakat akan bahaya mengkonsumsi
narkoba tanpa indikasi medik dan pengawasan ketat dari dokter dalam rangka
penyembuhan. Khusus para tokoh masyarakat dan tokoh agama tidak boleh
mengenal lelah dan bosan menanamkan norma-norma dan kebiasaan yang baik
sebagai warga masyarakat, baik dalam hubungannya dengan sesama manusia
maupun dengan Tuhannya.
2.

Pemicu Terhadap Penyalahgunahan Narkoba


Penyalahgunaan dalam penggunaan narkoba adalah pemakain obat-obatan
atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian
serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi
yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja
maka penggunaan narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan
ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.
Penyalahgunaan narkoba juga berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional
para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah
berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di
dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada remaja bahkan dapat berakibat lebih
fatal, karena menghambat perkembangan kepribadianya. Narkoba dapat merusak
potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang wajar bagi seseorang dalam
menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari.Penyalahgunaan
narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus
menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi
yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam
mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan
dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba.Terdapat 3 faktor (alasan)
yang dapat dikatakan sebagai pemicu seseorang dalam penyalahgunakan
narkoba. Ketiga faktor tersebut adalah faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor
kesediaan narkoba itu sendiri.
1.Faktor Diri
a.Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang
tentang akibatnya di kemudian hari. b.Keinginan untuk mencoba-coba kerena
penasaran. c.Keinginan untuk bersenang-senang. d.Keinginan untuk dapat
8

diterima
dalam
satu
kelompok
(komunitas)
atau
lingkungan
tertentu. e.Workaholic agar terus beraktivitas maka menggunakan stimulant
(perangsang). f.Lari
dari
masalah,
kebosanan,
atau
kegetiran
hidup. g.Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar. h.Menderita
kecemasan dan kegetiran. i.Kecanduan merokok dan minuman keras. Dua hal
ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba. j.Karena ingin
menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya. k.Upaya untuk
menurunkan berat badan atau kegemukan dengan menggunakan obat penghilang
rasa lapar yang berlebihan. l.Merasa tidak dapat perhatian, tidak diterima atau
tidak
disayangi,
dalam
lingkungan
keluarga
atau
lingkungan
pergaulan. m.Ketidakmampuan
menyesuaikan
diri
dengan
lingkungan. n.Ketidaktahuan tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan
narkoba. o.Pengertian yang salah bahwa mencoba narkoba sekali-kali tidak akan
menimbulkan masalah. p.Tidak mampu atau tidak berani menghadapi tekanan
dari lingkungan atau kelompok pergaulan untuk menggunakan narkoba. q.Tidak
dapat atau tidak mampu berkata TIDAK pada narkoba.
2.Faktor Lingkungan
a.Keluarga bermasalah atau broken home. b.Ayah, ibu atau keduanya atau
saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan pengedar gelap
nrkoba. c.Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa
atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap
narkoba. d.Sering berkunjung ke tempat hiburan (caf, diskotik, karoeke,
dll.). e.Mempunyai
banyak
waktu
luang,
putus
sekolah
atau
menganggur. f.Lingkungan
keluarga
yang
kurang
/
tidak
harmonis. g.Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi,
keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya. h.Orang
tua yang otoriter,. i.Orang tua/keluarga yang permisif, tidak acuh, serba boleh,
kurang/tanpa pengawasan. j.Orang tua/keluarga yang super sibuk mencari
uang/di luar rumah. k.Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan
ketidakpastian. l. Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk, orang tidak dikenal
secara pribadi, tidak ada hubungan primer, ketidakacuan, hilangnya pengawasan
sosial dari masyarakat,kemacetan lalu lintas, kekumuhan, pelayanan public yang
buruk, dan tingginya tingkat kriminalitas. m.Kemiskinan, pengangguran, putus
sekolah, dan keterlantaran.
3.Faktor Ketersediaan Narkoba.
Narkoba itu sendiri menjadi faktor pendorong bagi seseorang untuk memakai
narkoba karena :
a.Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli. b.Harga narkoba semakin murah
9

dan dijangkau oleh daya beli masyarakat. c.Narkoba semakin beragam dalam
jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan. d.Modus Operandi Tindak pidana
narkoba makin sulit diungkap aparat hukum. e.Masih banyak laboratorium
gelap narkoba yang belum terungkap. f.Sulit terungkapnya kejahatan computer
dan pencucian uang yang bisa membantu bisnis perdagangan gelap
narkoba. g.Semakin mudahnya akses internet yang memberikan informasi
pembuatan narkoba. h.Bisnis narkoba menjanjikan keuntugan yang besar. i.
Perdagangan narkoba dikendalikan oleh sindikat yagn kuat dan professional.
Bahan dasar narkoba (prekursor) beredar bebas di masyarakat.

3. Peran Orangtua dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba

Orang tua sebagai pengawas


Untuk menghidari anak dari bahaya narkoba, orangtua juga harus
meningkatkan peranannya sebagai pengawas. Pembatasan (bouderis) sangat
membantu untuk membuat anak merasa aman. Keluarga perlu menyusun
peraturan yang jelas. Dengan peraturan rumah yang jelas, anak akan tahu
mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Peraturan rumah
tersebut selain harus diketahui juga harus dimengerti sehingga yang
melanggar akan dihukum sesuai kesepakatan.
Setiap anak hendak pergi, orangtua perlu bertanya dengan rincian kemana
tujuan, kapan pulang, dengan siapa mereka pergi dan yang lain-lain yang
dirasakan perlu. Kontrol disini untuk menunjukkan bahwa orangtua punya
perhatian khusus kepada anak, dan tidak membiarkan anak untuk bertindak
semuanya sendiri. Yang perlu diingat adalah sekalipun kotrol dijalankan
dengan ketat, tetapi harus selalu berdialog dengan anak dan menerima
keberatan-keberatan yang disampaikan anak.

Orang tua sebagai pembimbing


Peranan sebagai pembimbing anak terutama dalam membatu anak
mengatasi berbagai masalah yang dihadapi dan memberikan pilihan-pilihan
saran yang realities bagi anak. Orang tua harus dapat membimbing anaknya
secara bijaksana dan jangan sampai menekan harga diri anak. Anak harus
dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah seorang pribadi yang
berharga, yang dapat mandiri, dan mampu dengan cara sendiri menghadapi
persoalan-persoalannya. Bila si anak tidak mampu menghadapi persoalanpersoalannya yang susah seperti masalah narkoba, orangtua harus dapat
membantu membahas masalah tersebut dalam bentuk dialog. Dalam hal ini
termasuk bantuan bagi anak untuk mengatasi tekanan dan pengaruh negatif
teman sebayanya. Sehingga si anak akan memiliki pegangan dan dukungan
10

dari orangtuanya.

Orangtua mengenal teman anak-anak


Orangtua perlu tahu siapa saja teman anaknya; kemana mereka pergi, dan
apa saja kegiatan mereka. Bila anak membawa teman kerumah,
bergabunglah dengan mereka. Tanyailah dimana mereka tinggal, apa saja
kegiatan mereka pada waktu luang dan bagaimana kabar orangtua mereka.
Pembiasaan-pembiasaan ini akan membuat anak maupun teman-temannya
menjadi akrab dengan orangtua dan menganggap orangtua sebagai bagian
dari kelompok mereka. Dan tetaplah bangun sampai saat anak pulang pada
waktu malam.
Langkah selanjutnya adalah menyampaikan harapan kita kepada anak-anak
untuk mengikuti peraturan tersebut secara tegas tetapi dengan penuh rasa
kepedulian.Dengan cara seperti ini si anak akan merasa bahwa orangtuanya
memperhatikan dan mengetahui semua kegiatan dan teman-temannya. Ini
akan membuat si anak akan berfikir untuk melakukan kesalahan-kesalahan
kepada orangtuanya.
Bila seorang anak dicurigai menyalahgunakan narkoba yaitu dari
pemantauan perubahan perilaku dan prestasi belajar yang merosot dan
absensi yang tinggi, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan guru dan bila
diperlukan tes urine. Apabila positif, maka si anak harus segera diberi
perawatan pengobatan.

4.

Upaya Pencegahan Terhadap Bahaya Narkoba

Upaya yang perlu dilakukan terhadap kelompok remaja/generasi muda dalam


mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkoba dilakukan dengan 3 cara
intervensi yaitu:

Pencegahan Primer
Upaya pencegahan yang dilakukan sebelum penyalahgunaan terjadi dan
biasanya dalam bentuk pendidikan, kampanye, atau penyebaran
pengetahuan mengenai bahaya Narkoba, serta pendekatan dalam keluarga
dan lain-lain, cara ini bisa dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat
dimanapun seperti: sekolah, tempat tinggal, termpat kerja dan tempattempat umum.
11

Pencegahan Sekunder
Dilakukan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya
penyembuhan (treatment) cara ini biasanya ditangani oleh lembaga
professional dibidangnya yaitu lembaga medis seperti klinik, rumah sakit
dan dokter. Tahap pencegahan sekunder meliputi: tahap penerimaan awal
dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan tahap ditoksikasi dan
terapi komplikasi medik dilakukan dengan cara pengurangan
ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

Pencegahan Tersier
Upaya yang dilakukan untuk merehabilitas mereka yang sudah memakai
dan dalam proses penyembuhan, upaya ini dilakukan cukup lama oleh
lembaga khususnya seperti klinik rehabilitas dan kelompok masyarakat
yang dibentuk khusus (therapeutic community). Tahap ini dibagi menjadi
dua bagian yaitu fase stabilitasi yang berfungsi untuk mempersiapkan
pengguna kembali ke masyarakat, dan fase sosial dalam masyarakat agar
mantan penyalahguna Narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang
bermakna di masyarakat.

Upaya Penanggulangan Terhadap Bahaya Narkoba

Upaya pre-emtif
a. Memberikan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan untuk taat
beragama serta patuh terhadap hukum kepada semua lapisan
masyarakat secara selektif dan prioritas
b. Melaksanakan bimbingan serta menyalurkan kegiatan masyarakat
terutama generasi muda yang ada kepada kegiatan positif seperti
olahraga, kesenian dan lain-lain.
c. Melaksanakan kegiatan edukatif dengan sasaran menghilangkan
faktor-faktor peluang, pola hidup bebas Narkoba dan penerangan
secara dini terhadap penyalahgunaan Narkoba.
Upaya preventif
a. Melaksanakan pengawasan secara berjenjang oleh orang tua maupun
tenaga pendidik terhadap putra-putri dan keluarga baik di lingkungan
urmah sampai lingkungan yang lebih luas.
b. Mengadakan penertiban/lokalisir pengguna minuman keras pada
tempat keramaian termasuk pada ijin penjualan.
c. Memperketat pengawasan, patroli pada tempat rawan penyalahgunaan
dan peredaran gelap Narkoba, penanaman/pengolahan serta jalur
peredaran secara ilegal ke wilayah Indonesi.
Upaya penegakan hukum
a. Melakukan penyelidikan dan menindak dengan melibatkan instansi
terkait dan partisipasi masyarakat secara swakarsa dan terkoordinasi.
b. Melakukan proses hukum bagi pelaku penyalahgunaan danperedaran
12

gelap Narkoba secara obyektif, transparan, cepat, tepat tuntas dan adil
oleh penegak hukum yang profesional dan bertanggung jawab.
c. Memutuskan jalur peredaran gelap narkoba diwilayah NTT
d. Mengungkapkan jaringan peredaran gelap Narkoba
e. Melaksanakan terapi dan rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan
Narkoba.
Peran dan tanggung jawab remaja

Bagaimana Menolak Ajakan Teman


Pada umumnya seseorang mengenal dan menggunakan narkoba awalnya
karena tawaran teman dekat. Sering terasa sulit menolak ajakan tema dekat
apabila kalau dia itu pacarr sendiri.
1) Harus siap bila mereka mencap dengan julukan tertentu (seperti banci,
ayam sayur, lembek, nggak macho, norak dan lain-lain).
2) Ada cara yang tegas dan bijaksana untuk menolaknya yaitu: katakan
TIDAK, Maaf saya tidak tertarik, Untuk yang satu ini sorry deh,
aku nggak bisa.
3) Tatap matanya, bersikaplah tenang, cepat berlalu dan katakan: Aku
ada urusan lain, Maaf aku harus les dulu, Aku ditunggu
Ibu/Bapai.
4) Ganti topik pembicaraan
Bagaimana Menjadi Tempat Curhat
Menyediakan diri sebagai tempat curhat bagi teman, sehingga dapat
meringankan masalah dan mencegahnya untuk menggunakan narkoba.
Bagaimana menjadi tempat curhat yang baik ?

1) Menciptakan suasana yang bebas dari rasa kekhawatiran


2) Mendengarkan hingga tuntas apa yang disampaikannya tanpa memotong
pembicaraan
3) Jangan memberi nasehat kalau tidak meminta
4) Beri saran pemecahan sebagai masukan, dan jangan memaksakan kehendak
5) Jangan menyalahkan
Bagaimana mengembangkan potensi diri
1) Salah satu hal yang dapat mencegah kita menggunakan narkoba adalah dengan
cara mengenali kekuatan dan kelemahan diri atau disebut juga potensi diri.
2) Setiap orang memiliki potensi yang berbeda yang dapat dikembangkan
3) Beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengembangkan potensi diri yaitu:
4) Kembangkan hoby yang ada pada diri kita, misalnya olah raga, musik,
melukis, menari, menyanyi, panjat tebing, pecinta alam dll.
5) Cobalah untuk menjalan hobi/kegiatan tertentu secara terus menerus
6) Bentuk kelompok teman atas dasar minat yang sama dan kegiatan yang positif
7) Seringkali hobi yang menonjol dapat dijadikan modal hidup dimasa yang akan
datang.

13

BAB III
PENUTUP

1.

Kesimpulan
Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa
merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kepribadian seseorang
menjadi semakin
Kita harus menanamkan ke diri kita mau pun orang lain sejak dini mengenai
efek samping yang merugikan apabila kita memakai narkoba.
diharapkan kepada para remaja jangan sampai mencoba mengunakan
narkoba,apabila sudah masuk ke dunia ini makan kan sulit keluar dari dunia yang kelam
tersebut.

2.

Saran
Selalu mendekatkan diri kita kepada ALLAH
Remaja remaja zaman sekarang jangan sampai terjerumus ke dunia yg hitam ini
Isilah waktu yang kosong dengan hal hal yang berguna

14

DAFTAR PUSTAKA

(bnn.go.id | Tiga Langkah Membangun Remaja Bebas Narkoba


www.bnn.go.id/konten.php
www.g-excess.com/id/kesehatan/narkoba
Buku : ADVOKASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, BNNRI 2009

15