Anda di halaman 1dari 10

STUDI KASUS

DIAGNOSA KLINIK
PROSTATITIS PADA ANJING

OLEH
KELOMPOK 2
Made Bagus Erlangga

115130100111054

Ratih Wahyu F. S

115130100111055

Min Rahmatilah

115130100111056

Esa Valian G.

115130100111057

Angelina K. Primaden

115130100111058

Gabriela Christiyane

115130100111059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER HEWAN


PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Prostatitis adalah suatu infeksi (peradangan) kelenjar prostata yang disebabkan oleh

bakteri. Infeksi/peradangan prostata itu bisa disebabkan oleh penyakit dari saluran kencing dan
sperma, yaitu tabung yang kecil di mana air seni mengalir dari kandung kecing
melalui penis. Infeksi (peradangan-infeksi) adalah peradangan bidang yang air kencing lain, atau
biasa sekunder untuk wujud-wujud lain dari penyakit yang prostatic. Itu terjadi lebih biasanya di
dalam keadaan utuh (bukan yang neutered) anjing [jantan/pria], dan anjing yang memiliki umur
sudah tua memiliki resiko yang lebih besar dibanding anjing yang lebih muda. Itu biasa terjadi
dalam akut (mendadak) dan kronis (sudah berjalan lama) wujud-wujud dari prostatitis, tetapi
binatang-binatang dengan wujud yang akut secara umum lebih melemahkan dibanding dengan
wujud yang kronis. Ini juga suatu penyakit klinis pada kucing.
Penyebab-penyebab timbulnya prostatitis Yang paling umum penyebab prostatitis
diketahui disebabkan oleh infeksi/peradangan dari saluran kencing dan sperma. Prostata itu dapat
juga menjadi yang terkena infeksi/tersebar dari infeksi/peradangan-infeksi/peradangan di dalam
kandung kecing/dalam, ginjal-ginjal atau darah. Jika wujud-wujud yang lain dari penyakit yang
prostatic hadir, seperti bisul-bisul, neoplasia atau metaplasia bersisik, prostata itu bisa
dipengaruhi oleh perkembangan infeksi sekunder. E.coli adalah bakteri yang paling umum yang
menyebabkan infeksi.
1.2

Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana cara mendiagnosa prostatitis pada anjing sesuai dengan prinsip diagnosa
klinik?
1.2.2 Bagaimana cara penanganan dan pencegahan prostatitis pada anjing?
1.3

Tujuan

1.3.1 Untuk mempelajari bagaimana mendiagnosa prostatitis pada anjing sesuai dengan prinsip
diagnosa klinik
1.3.2 Untuk mengetahui bagaimana penanganan dan pencegahan prostatitis pada anjing
BAB II

STUDI KASUS
2.1 Kasus
Seekor anjing jantan bernama Choco dibawa ke klinik hewan Melati oleh pemiliknya
karena didapati adanya massa abses pada prostat yang membesar. Choco mengalami urinasi
yang berlebihan, ketidaknyamanan saat urinasi, dan tampak sangat kesakitan. Urin berbau lebih
menyengat dan adanya nanah yang menetes dari penis saat urinasi. Dari hasil pemeriksaan Xray, USG, dan tes darah didapati adanya darah pada urine. Choco di diagnosa mengalami
prostatitis.
a.

Signalment
Signalment sangat diperlukan dan membantu kita sebagai seorang dokter hewan
dalam membuat diagnosa terhadap suatu penyakit. Signalment dapat digunakan dalam
mempersempit kemungkinan terhadap suatu diagnosa dan memudahkan dalam
penanganan penyakit. Signalment dapat berisi tentang data diri dari pasien (hewan) yang
dibawa ke dokter hewan berdasarkan keterangan pemilik. Signalment dari kasus
prostatitis diatas sebagai berikut:
Nama
: Choco
Jenis hewan : Anjing
Breed
: Dalmation
Jenis kelamin : Jantan
Umur
: 6 tahun
Berat Badan : 8 kg
Warna
: putih polkadot hitam
b. Anamnesa
Choco mengalami pembengkakan berupa massa abses pada daerah prostatnya.
Menurut keterangan pemilik frekuensi urinasi choco meningkat dan choco tampak
kesakitan saat urinasi. Didapati adanya tetesan nanah pada saat urinasi yang keluar dari
penis. Dari segi nafsu makan, choco mengalami tingkat penurunan nafsu makan.
Makanan yang diberikan jarang disentuh dan dihabiskan. Saat defekasi choco
menunjukkan kesulitan mengejan dan muncul gejala konstipasi. Beberapa hari yang lalu,
kurang lebih 5 hari choco mengalami kesakitan yang sangat saat urinasi dan munculnya
demam. Choco menjadi tidak aktif bergerak dan tidak selincah anjing pada umumnya.
Menurut keterangan pemilik sampai umur 6 tahun choco belum pernah dikastrasi.

1.4 Etiologi

Prostatitis merupakan suatu infeksi (peradangan) kelenjar prostat yang


diakibatkan karena struktur abnormal uretra atau infeksi kuman yang ditularkan melalui
hubungan seksual yang bisa menyerang mamalia jantan terutama spesies anjing dan
kucing, juga bisa diderita oleh manusia berjenis kelamin laki-laki. Prostatitis dapat
disebabkan oleh Brucella sp, Proteus, Klebsiella, Staphylococcus dan Streptococcus sp.
Semua anjing jantan beresiko untuk terhadap prostatitis; tidak ada ras tertentu yang lebih
rentan daripada ras yang lainnya. Namun, anjing yang berusia antara 7 sampai 11 tahun
berisiko tinggi terhadap prostatitis. Beberapa faktor risiko untuk kondisi ini adalah:
a. Bakteri bergerak atau berpindah dari saluran kemih ke prostat
b. Bakteri menyebar ke prostat dari bagian tubuh yang lain
c. Bakteri menyebar dari situs luka ke prostat
d. Kehadiran testis fungsional (hormonal)
e. Pembesaran prostat
f. Riwayat kesehatan terhadap hormon anjing jantan atau hormon anjing betina
g. sistem kekebalan tubuh rusak
1.5 Patofisiologi
Prostatitis mungkin merupakan penyakit kedua yang paling sering pada kelainan
prostat pada anjing. Prostitis dapat berupa kelainan akut maupun chronic. Faktor
predisposisi terjadinya infeksi dapat termasuk penyakit prostat seperti Benign prostatic
hyperplasia, kista, neoplasia, squamous neoplasia. Prostatitis dapat juga terjadi akibat
gangguan pada urethra seperti urolithiasis, neoplasia, dan trauma. Serta dapat dakibatkan
oleh infeksi saluran urinari. Sebagian besar kasus disebabkan karena bakteri dan dapat
disebabkan karena infeksi urethra yang merambat ke atas. Pada beberapa kasus prostatitis
dapat terjadi melalui peredaran darah akibat dari septicemia dan beberapa kasus potensial
lainnya dapat bersumber dari urin dan semen.
Mekanisme terjadinya prostatitis biasanya terjadi akibat agen infeksius saluran
urinari yang menginfeksi merambat kearah atas, sehingga ketika terjadi reflux dari cairan
prostat ke arah vesica urinari maka dapat terjadi infeksi pada jaringan prostat. Prostatitis
seringkali terjadi bersamaan dengan infeksi saluran urinari. Infeksi jaringan prostat
sebagian besar melibatkan infeksi dari bakteri gram negatif khususnya Escherichia coli,

Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella sp., and Proteus mirabilis. Bakteri gram positif
seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus sp., and Enterococcus sp. Juga dapat
diisolasi dari jaringan prostat pada kejadian prostatitis. Brucella canis juga dapat
menginfeksi jaringan prostat namun Brucella canis lebih sering ditemukan menginfeksi
jaringan epididymis dan jaringan testis. Mycoplasma canis dan ureaplasma sp.
Merupakan patogen oportunistik lainnya yang mungkin menginfeksi jaringan prostat.
Prostatitis akibat fungal tidak sering terjadi.
Kelenjar prostat normal pada dasarnya memiliki mekanisme pertahanan terhadap
infeksi bakteri melalui natural host defence mechanisms yang termasuk mukosa saluran
genital sebagai barrier, keasaman cairan prostat (pH 6.1 to 6.5), peristaltik urethra,
mekanisme pembilasan saluran pada saat urinasi dan ejakulasi, zona tekanan tinggi pada
urethra, dan zinc-associated prostatic antibacterial factor yang disekresikan dari kelenjar
prostat kedalam cairan semen. Setiap kelainan dari mekanisme pertahanan ini dapat
menjadi predisposisi terjadinya infeksi. Adanya kelainan lain pada jaringan prostat juga
dapat merubah sistem pertahanan yang dapat menghambat pergerakan infeksi bakteri.
Pada kasus emphysematus prostatitis, terjadi inflamasi dengan patologi berupa akumulasi
gas akibat infeksi mikroorganisme yang dapat menghasilkan gas seperti Escherichia coli.
Seringkali infeksi yang dapat menghasilkan gas terjadi pada anjing dengan kondisi
diabetes mellitus. Akibat adanya predisposisi glycosuria dan adanya bacteri uria maka
dapat terjadi fermentasi glucosa dan terbentuknya gas.
Prostatitis merupakan terjadinya pembengkakan pada jaringan prostat. Ketika
terjadi Infeksi oleh bakteri maka tubuh akan menunjukkan mekanisme pertahanan dalam
bentuk inflamasi. Sebagian besar elemen pertahanan tubuh berada dalam darah dan
inflamasi merupakan sarana sel-sel pertahanan tubuh dan molekul pertahanan
meninggalkan darah dan memasuki jaringan di sekitar tempat luka (atau yang terinfeksi).
Inflamasi

pada

dasarnya

menguntungkan,

berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan.


1.6 Gejala Klinis

namun

inflamasi

berlebihan

atau

Tanda-tanda klinis dari prostatitis berbeda menurut keadaan infeksi (peradangan)


akut atau kronis. Secara umum gejala klinis yang menunjukkan bahwa anjing mengalami
prostatitis yaitu:
Demam
Noda darah atau berawal dari penis
hematuria
nyeri abdominal
Gaya berjalan kaku
lemah
lesu
kesulitan untuk buang air kecil atau membuang air besar
Anoreksia
muntah
berat badan menurun
Infeksi saluran kemih
infertilitas pada jantan
1.7 Diagnosa
Diagnosa terhadap prostatitis pada anjing jantan dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut:
1. Pemeriksaan fisik
Gejala klinis yang terlihat pada anjing yang terkena prostatitis antara lain
adanya leleran dari salurah kemih, haematuria, dysuria, tenesmus, rasa sakit pada
bagian abdomen dan pelvis saat dipalpasi, dan ketika dilakukan palpasi rektal maka
hewan akan merasa kesakitan dan kemungkinan ada pembesaran prostat yang tidak
simetris. Saat defeksi dan urinasi hewan terlihat kesakitan. Selain itu prostatitis juga
bisa menyebabkan pireksia, anoreksia, dan letargi
2. Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan urin akan terlihat adanya darah, bakteri, leukosit, dan sel
epitel squamous yang lebih banyak. Selain sampel urin, dapat juga diambil cairan

prostat dengan cara aspirasi kemudian dikultur. Pada pemeriksaan sitology cairan
prostat akan ditemukan sel-sel inflamasi dan biasanya ditemukan bakteri E.coli.
3. Pemeriksaan Lanjutan
Pemeriksaan menggunakan USG dan X-ray dianjurkan untuk pasien prostatitis
dengan tujuan melihat abses yang terjadi di prostat. Pada pemeriksaan radiografi dan
ultrasonografi akan terlihat kelenjar prostat membesar dan adanya peritonitis local.
1.8 Diagnosa Banding
a. sistitis interstitial
b. karsinoma in situ kandung kemih
1.9 Prognosa
Perkiraan terhadap tingkat kesembuhan kasus prostatitis pada anjing jantan
tergantung pada kondisi penyakit. Apabila terjadi prostatitis akut maka prognosanya
fausta. Sedangkan prostatitis kronis bisa dubius dan berlanjut ke infausta.
1.10 Treatment
Perawatan untuk prostatitis bervariasi tergantung pada apakah penyakit ini akut
atau kronis. Prostatitis akut adalah suatu kondisi yang jauh lebih penting daripada
prostatitis kronis dan membutuhkan perawatan lebih cepat dan agresif. Ketika
mengevaluasi anjing yang mengalami prostatitis kronis, biasanya menunggu sampai
diagnosis definitif telah ditetapkan sebelum terapi dimulai. Dengan demikian, terapi
antibiotik yang tepat dapat dimulai berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas. Ini
mungkin tidak menjadi pilihan dalam beberapa kasus akut karena hewan mungkin
memerlukan perawatan darurat sebelum hasil tes diagnostik kembali.
Keputusan untuk kapan mulai terapi tergantung pada penilaian klinis pasien.
Secara umum, pengobatan lebih cepat dilakukan untuk penyakit akut, dan pengobatan
yang lebih lama diperlukan untuk kondisi kronis. Meskipun hewan sakit dengan
penyakit akut, biasanya tingkat kesembuhannya lebih baik dibandingkan dengan
penyakit kronis. Anjing dengan prostatitis kronis lebih cenderung memiliki masalah
intermiten berlanjut meskipun dilakukan terapi. Prostatitis kronis adalah penyakit
yang sulit disembuhkan.
Antibiotik biasanya diberikan selama minimal empat minggu. Cairan intravena
mungkin diperlukan dalam kasus-kasus prostatitis akut, bersama dengan analgesik

atau obat nyeri, dan dalam beberapa kasus sterilisasi juga mungkin dianjurkan.
Antibiotik

yang

efektif

meliputi:

eritromisin,

klindamisin,

kloramfenikol,

trimethoprim/ sulfonamide dan kuinolon.


1.11

Pencegahan
Ada beberapa cara untuk menghindari penyakit ini atau mencegah agar gangguangangguan penyakit seputar prostat tidak menjalar ke organ tubuh lain antara lain :
1.

Dilakukan Exercise pada Anjing


Olahraga teratur dapat menjaga berat badan anjing tetap stabil dan mencegah
kegemukan sehingga dapat menurunkan risiko-risiko dari gangguan penyakit
prostat, termasuk prostatitis.

2.

Kontrol Pemberian Makanan Berlemak


Makan lemak yang berlebihan memicu risiko terjadinya penyakit radang
karena akan memicu naiknya hormon testosteron yang membantu perkembangan
sel-sel penyakit pada prostat. Sebaiknya kurangi makanan berlemak sehinga tidak
banyak timbunan lemak yang berlebih dan obesitas dapat dicegah.

3.

Menjaga Sanitasi Kandang


Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan sanitasi lingkungan dan
kebersihan kandang dari anjing. Karena penyebab dari Prostatitis sendiri akibat
dari infeksi bakteri pada kelenjar prostat. Infeksi bakteri ini biasanya menempati
utetra pejantan naik ke kelenjar prostat.

4.

Terapi hormone atau Kastrasi


Selain untuk mencegah penyakit atau infeksi pada organ reproduksi
pejantan. Kastrasi mengurangi kecenderungan anjing untuk kencing sembarangan
yang dikhawatirkan bakteri menginfeksi saat anjing kencing pada tempat yang
kotor.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Prostatitis merupakan suatu infeksi (peradangan) kelenjar prostat yang diakibatkan
karena struktur abnormal uretra atau infeksi kuman yang ditularkan melalui hubungan
seksual yang bisa menyerang mamalia jantan terutama spesies anjing dan kucing, juga bisa
diderita oleh manusia berjenis kelamin laki-laki. Prostatitis dapat disebabkan oleh Brucella
sp, Proteus, Klebsiella, Staphylococcus dan Streptococcus sp. Ketika terjadi Infeksi oleh
bakteri maka tubuh akan menunjukkan mekanisme pertahanan dalam bentuk inflamasi.
Sebagian besar elemen pertahanan tubuh berada dalam darah dan inflamasi merupakan
sarana sel-sel pertahanan tubuh dan molekul pertahanan meninggalkan darah dan memasuki
jaringan di sekitar tempat luka (atau yang terinfeksi). Inflamasi pada dasarnya
menguntungkan, namun inflamasi berlebihan atau berkepanjangan dapat menyebabkan
kerusakan. Gejala yang muncul pada hewan yang mengalami prostatitis antara lain demam,
terdapat noda darah yang keluar dari penis, terdapat darah di dalam air seni,
ketidaknyamanan pada daerah abdominal,lemah dan lesu, kesulitan untuk buang air kecil
atau membuang air besar, anoreksia, muntah, kehilangan berat badan dan terjadi infertilitas.
Pengobatan prostatitis dilakukan dengan terapi antibiotic. Pemilihan antibiotik didasarkan
pada jenis infeksi kronis atau akut serta jenis mikroba sebagai factor penyebab prostatitis.

DAFTAR PUSTAKA

Basinger R. R., Robinette C. L. And Hardie E. M. 2002. The Prostate. In Slatter DE


(ed.),Textbook of Small Animal Surgery, 3rd Ed. pp1542-1556.
Foster

R.-

Surgical

Pathology

of

the

Canine

Male

Reproductive

Tract,

http://www.uoguelph.ca/~rfoster/repropath/repro.htm , 25.02.2008;
Krawiec D. R. 1994. Canine Prostate Disease. Javma 204:15611564.
Penwick R. C. And Clark D. M. 1990. Prostatic Cyst And Abscess With Subsequent Prostatic
Neoplasia In A Doberman Pinscher. Jaaha 26:489-493.