Anda di halaman 1dari 15

EPIDEMIOL

OGI LANSIA

By : kel 1

Lansia adalah periode dimana organisme telah


mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi dan
juga telah menunjukan kemunduran sejalan dengan
waktu.
WHO menetapkan 65tahun sebagai usia yang
menunjukan proses menua

Epidemiologi Lansia

1. Perubahan pada struktur demografis


masyarakat
2. Perubahan epidemiologis (penyebaran
penyakit lansia)
3. Perubahan sosio-kultural
4. Tantangan yang timbul dari ketimpangan
gender

Perubahan Epidemiologi

Penduduk usia lanjut mengalami peningkatan yang signifikan, pada


tahun 2007 jumlah penduduk sebesar 18,96 juta jiwa dan meningkat
menjadi 20,54 juta jiwa pada tahun 2009 (U.S Census Bureau,
International Data Base, 2009).Jumlah ini termasuk terbesar keempat
setelah China, India, dan Jepang (BPS,2009)
Suatu wilayah disebut berstruktur tua jika presentase lanjut usia lebih
dari 7 %.
Dari seluruh provinsi di indonesia, terdapat 11 provinsi yang penduduk
lansianya sudah lebih dari 7 %
Pada tahun 2015 meningkat mnjdi 10 %
UU no. 13 th 1998, lansia di pelihara negara (JOKOWI 2014-2019)

1. Perubahan pada struktur demografis masyarakat.

Penyebab kematian terpenting :


- penyakit jantung iskemik
- penyakit cerebrovaskuler
Penyebab kematian lain :
- neoplasma
- saluran pernafasan

2. Perubahan epidemiologis

Penyakit sering multiple saling berhubungan satu


sama lain.
Penyakit bersifat degeneratif sering menimbulkan
kecacatan.
Gejala sering tidak jelas berkembang secara
perlahan
Sering bersama-sama problem psikologis dan
sosial
Lansia sangat peka terhadap penyakit infeksi akut

Karakteristik penyakit pada


lansia

a. Terkikisnya hubungan antar generasi


b. Proses urbanisasi
c. Banyak lansia hidup sendiri

3. Perubahan sosio-kultural

a. Wanita mempunyai usia harapan hidup lebih


tinggi dari pada pria.
b. Wanita menempati porsi terbesar pada
kelompok usia lanjut.
c. Rendahnya investasi yg ditanamkan pada
wanita dalam hal pendidikan(politik) dan
ekonomi.

4. Tantangan yg timbul dari


ketimpangan gender.

1. Meningkatnya pelayanan kesehatan


2. Perbaikan gizi dan sanitasi
3. Meningkatnya pengawasan terhadap
penyakit infeksi.

Meningkatnya umur harapan


hidup Lansia dipengaruhi :

1. Populasi lanjut usia merupakan populasi yang


heterogen
2. Jenis asuhan pelayanan yang dibutuhkan
sangat bervariasi
3. Pelayanan kesejahteraan sosial pada lanjut usia
membutuhkan keterkaitan semua
aspek,antara :kesehatan,sosial,agama.

Beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam


memberikan pelayanan kesehatan

1.

Lanjut usia yg mempunyai sakit akut ringan/sedang puskesmas


RS

2.

Lanjut usia yg mengalami sakit akut berat bangsal geriatric akut


RS

3.

Lanjut usia yg menderita sakit kronis/tidak dapat mandiri di rumah


Panti Rawat Werda (Nursing Home)

4.

Lanjut usia yg menderita gangguan mental dan atau dimensia berat


perawatan Psiko Geriatrik.

5.

Lansia dengan penyakit terminal perawatan stadium terminal.

Populasi lanjut usia dg penyakit


akut/kronis :

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Persiapan diri untuk kondisi menurun


Persiapan diri untuk pensiun
Membentuk hubungan baik dengan orang seusia.
Persiapan kehidupan baru.
Penyesuaian terhadap kehidupan
sosial/masyarakat secara santai.
Persiapan diri untuk kematian dan kematian
pasangan.

Tugas perkembangan lansia

Tempat tidur rendah


Meja/lemari kecil dekat tempat tidur
Ruangan tidak berantakan
Karpet tidak berlipat-lipat
Peralatan beroda harus dikunci
Pasang pegangan di kamar mandi
Lampu jangan menyilaukan
Letakan bel dibawah bantal

Lingkungan untuk memenuhi


kebutuhan aktifitas lansia

Lantai rata,tidak basah,licin


Kacamata tetap bersih
Bangun tidur perlahan-lahan
Berikan penyanggah sewaktu berdiri
Jangan merokok di tempat tidur
Kompor dalam keadaan baik
Selesai masak api segera dimatikan.

Lanjutan