Anda di halaman 1dari 31

Oleh : Ridho Pratama, S.

Ked
04124708060

Pembimbing: dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL

TELINGA merupakan organ yang cukup penting untuk


pendengaran dan sistemkoordinasi tubuh. Adanya
benda asing di telinga dapat mengganggu
pendengaran
dan bahkan bisa mengakibatkan kerusakan pada tel
inga.
Corpus alienum Auris adalah adanya benda asing di
telinga, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun
dari luar tubuh yang dalam keadaan normal tidak
ada pada tempat tersebut.
Corpus alienum sering terjadi pada anak-anak, insiden
memuncak pada umur 3-5 tahun.

Nama
: An. W
Umur
: 2 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat
: Bukit, Palembang
Status Poliklinik : Pasien IGD

Keluhan utama:
Cotton bud tertinggal di telinga kiri sejak
2 jam yang lalu.

2 jam yang lalu, ibu pasien mengeluhkan


telinga kiri pasien kemasukan kapas cotton
bud , (ibu pasien tidak tahu kejadian pasti),
ibu pasien tidak berusaha mengeluarkannya.
Keluar cairan dari telinga disangkal(-) nyeri
pada telinga disangkal, (-)keluar darah dari
telinga disangkal(-), telinga berdenging
disangkal(-) demam (-) batuk (-) pilek(-)
disangkal kemudian penderita dibawa
berobat ke RSUPMH Palembang.

Riwayat keluar cairan dari telinga


sebelumnya disangkal (-).

Status Generalis
Keadaan umum
Kesadaran
Gizi
Tekanan darah
Nadi
Pernafasan
Suhu

: sakit ringan
: kompos mentis
: baik
: Tidak diperiksa
: 89 x/menit
: 22 x/menit
: 36,7 c

Jantung

:HR 80 x/menit, normal, murmur

(-), gallop (-)


Paru-paru

:Vesikuler (+) normal, ronkhi


(-), wheezing (-), stridor (-),
retraksi (-)

Abdomen

:Datar, lemas, hepar dan lien

tidak teraba
Ekstremitas

:edema (-), anemis (-), akral


hangat, CRT < 2 detik

Aurikula Dekstra (AD)


Regio retroaurikula, regio zigomatikus,
aurikula: tak ada kelainan
MAE
: lapang, edema(-),hiperemis (-),
sekret (-), furunkel (-), serumen (-)
benda asing (-)
Membran timpani: putih, oval, refleks
cahaya (+), retraksi (-), bulging (-),
perforasi (-), sekret (-),

Aurikula Sinistra (AS)


Regio retroaurikula, regio zigomatikus,
aurikula: tak ada kelainan
MAE
: lapang, edema (-),hiperemis (-),
sekret (-), furunkel (-), serumen (-)
benda asing (cotton bud)
Membran timpani: putih, oval, refleks
cahaya (+), retraksi (-), bulging (-),
perforasi (-), sekret (-),

Tes Garpu Tala : tidak dilakukan


Tes Audiometri : tidak dilakukan
Tes Fungsi Tuba : tidak dilakukan
Tes Kalori
: tidak dilakukan

1. Tes fungsi hidung


- Tes aliran udara
: KND (+), KNS (+)
- Tes penciuman
: tidak dilakukan
2. Hidung luar
: t.a.k
3. Hidung dalam (KNS):
- Rhinoskopi anterior:
a. vestibulum nasi
: t.a.k
b. Kolumela
: utuh
c. Kavum nasi
: lapang, sekret (-)
.

serous (-),

d. Konka Inferior : mukosa eutropi,


basah, licin. Warna
hiperemis.
e. Konka Media : belum dapat dinilai
f. Konka Superior : sulit dinilai
g. Meatus Medius: belum dapat dinilai
h. Meatus Inferior : lapang, sekret (-),
polip (- ), tumor (-)
i. Septum Nasi
: mukosa eutropi
basah, licin. Warna
merah muda

a. vestibulum nasi
b. Kolumela
c. Kavum nasi
d. Konka Inferior
e. Konka Media
f. Konka Superior
g. Meatus Medius
h. Meatus Inferior
i. Septum Nasi

: t.a.k
: utuh
: t.a.k
: t.a.k
: t.a.k
: sulit dinilai
: t.a.k
: t.a.k
: t.a.k

4. Pemeriksaan Sinus Paranasal (DS) : t.a.k

Tenggorokan
1. Rongga mulut : t.a.k
2. Faring
:
Palatum molle simetris, uvula ditengah,
pilar anterior dan posterior tenang,
dinding belakang faring tenang, tonsil
palatina T1-T1, rata, kenyal, lekat, kripta
tidak lebar, dentritus (-), hiperemis (-),
ulkus/tumor (-)

Laringoskop tidak langsung


dilakukan
Laringoskop langsung
dilakukan

sulit

tidak

1.
2.
3.
4.

Pemeriksaan laboratorium :tidakdilakukan


Mikrobiologi
: tidak dilakukan
Ters alergi
: tidak dilakukan
Pemeriksaan radiologik
: tidak dilakukan

Korpus Alienum (Cotton bud) Auris Sinistra

MAE : lapang, edema(-),hiperemis (-),


sekret (-), serumen (-) benda asing (-)

Membran timpani: putih, oval, refleks


cahaya (+), retraksi (-), bulging (-),
perforasi (-), sekret (-),

quo ad vitam
: bonam
quo ad fungsionam : bonam

Etiologi
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabka benda
asing diliang telinga yaitu

Faktor kesengajaan, terjadi pada anak-anak


balita.

Faktor kecerobohan sering terjadi pada orang


dewasa sewaktu menggunakan alat alat
pembersih telinga misalnya kapas, tangkai korek
api atau lidi yang tertinggal di dalam telinga.

faktor kebetulan terjadi tanpa sengaja dimana


benda asing masuk ke dalam telinga contoh
masuknya serangga, kecoa, lalat dan nyamuk.

Eksogen
Benda padat, cair dari luar tubuh, seperti

manik-manik ,cotton bud, kacang, peniti,


baterai, biji buah, mur, hewan dsb

Endogen
Berasal dari dalam tubuh seperti serumen

,sekret kental, bekuan darah, dsb

Perasaan Tersumbat
Pendengaran terganggu
Rasa nyeri pada telinga,
Kadang disertai perdarahan lokalis

Benda asing yang masuk ke telinga biasanya


disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, pada
anak-anak yaitu faktor kesengajaan dari anak
tersebut. Atau Faktor kecerobohan orang tua
yang menggunakan alat-alat pembersih telinga
seperti kapas cotton bud untuk membersihkan
liang telinga anaknya .

Masuknya benda asing ke dalam telinga yaitu ke


bagian kanalis audiotorius eksternus akan
menimbulkan perasaan tersumbat pada telinga,
sehingga pasien akan berusaha mengeluarkan
benda asing tersebut. Namun tindakan yang
pasien lakukan untuk mengeluarkan benda asing
tersebut. Sering kali berakibat semakin
terdorongnya benda asing ke bagian dalam
kanalis eksternus sehingga menyebabkan laserasi
kulit dan melukai membrane timpani. Akibat dari
laserasi kulit dan lukanya membrane timpani,
akan menyebabkan gangguan pendengaran, rasa
nyeri pada telinga atau kemungkinan adanya
resiko terjadinya infeksi.

Ekstraksi benda asing

Mencengkram objek menggunakan


bayonet atau forsep alligator

Suction untuk membantu menghisap


benda

Irigasi dengan air hangat dengan pipa


kecil /spooling dapat membuat bendabenda sisa keluar dan membersihkan debris