Anda di halaman 1dari 21

Konservasi Lahan

Sarana Konservasi termasuk Pengendali erosi,


pengendali
sedimen
dan
peningkatan
peresapan dimaksudkan untuk mengurangi laju
erosi, sedimentasi dan penambahan air yang
masuk ke dalam tanah. karena tidak mungkin
menghilangkan proses erosi sama sekali
sehubungan proses geologi
Bangunan Air

Bangunan Air

PENGENDALI EROSI
Cara Vegetatif
1. Contour Cropping.
2. Strip Cropping.
3. Multiple
Cropping.
4. Crop Rotation

Kimiawi
Grouting

Teknis mekanis
Terassering

Bangunan Air

Cara Vegetatif

Yaitu cara/usaha konservasi air dan


tanah dengan substansi vegetasi
misalnya, Reboisasi, penghijauan
serta pengaturan penanaman

Bangunan Air

Pengaturan penanaman ini meliputi


Contour Cropping yaitu menanam secara urut

menurut kontour sehingga dapat memperkecil


erosi saat musim hujan.
Strip Cropping yaitu menanam secara jalur
sejajar kontour sehingga bagian ini dapat
menahan erosi diantaranya.
Multiple Cropping yaitu menanam secara terus
menerus dengan tumpang sari
Bangunan Air

Teknik Mekanis
Usaha konservasi secara teknik sipil antara lain berupa:

Teras, Hill Side Ditch, Saluran pembunag air, Dam


Pengendali/penahan erosi, rorak (parit buntu) gully drop
dan gully plug. Yaitu suatu cara untuk menahan laju
larian (run of) dengan membuat suatu bangunan
permanen maupun sementara
Pembuatan teras
dimaksud untuk mengurangi
kemiringan lahan. Sehingga memperlambat larian.

Bangunan Air

Contoh terasering

Bangunan Air

Teras Gulud
Guludan

Guludan

2-3 m
Teras gulud adalah teras yang berbentuk pematang, dibuat melintang lereng
lahan, sejajar dari atas ke bawah dengan kemiringan 0,1% kearah saluran
pembuang alam.
Sasaran teras guludan adalah tanah yang mempunyai kemiringan 10 45%
dan ditujukan untuk mencegah hilangnya tanah serta menahan laju run off.
Bangunan Air

Teras Bangku
Tanah galian

Tanah timbunan

Teras bangku adalah teras yang merupakan bidang datar atau hampir
datar dan bidang kemiringan ke sebelah dalam + 3%. Bidang
tersebut dibatasi oleh bidang tegak/talud dengan kemiringan 2:1.
Pada tepi teras dibuat pematang dengan lebar + 15 cm, tinggi + 20
cm. Bidang olah kearah saluran dibuat miring 0,1 %
Bangunan Air

Teras Saluran
Teras ini berbentuk saluran untuk mengalirkan air

permukaan dan dibuat dengan dimensi standart + 30


cm dengan jarak antara + 5-10 meter.

Teras Kridit
Teras kridit merupakan gabungan antara teras gulud
dan teras saluran.

Bangunan Air

Teras Datar
Teras datar pada prinsipnya sama dengan teras bangku
dengan bidang tanam datar dan tanpa teras saluran. Teras
ini dibuat dengan cara cut and fill yang seimbang dan pada

umumnya untuk daerah dengan curah hujan tidak terlalu


besar.
Keuntungan teras ini adalah memungkinkan air yang
meresap kedalam tanah lebih besar.

Bangunan Air

Analisa Teras
Misal luas teras A, Intensitas curah hujan IT dengan
methode Rational dapat dituliskan sbb

Q = ..A.IT
Dimana
Q = Debit aliran.
= Koefisien pengaliran harganya 1 (satu) karena teras
merupakan bidang resapan
= Koefisien distribusi hujan harganya 1 (satu) karena
setiap teras merupakan bangunan terpisah
Bangunan Air

Hukum Darcy

Q = K. i. A
Dimana
Q = Debit yang meresap kedalam tanah
K = Koefisien permeabilitas
i = Gradien hidraulik
A = Luas teras.

Bangunan Air

Hukum Lane dan Muntz


Muntz dan Lane dalam Kovacs (1961), membuat
percobaan pengukuran permeabilitas tanah dengan
double ring infiltrometer dan menyimpulkan bahwa
hydraulik gradien sama dengan satu.
Ho

Muka Tanah

H1

Muka Air Tanah


Gambar Pengukuran Permeabilitas
Bangunan Air

Dari gambar diatas dapat diketahui


Jarak lintasan = H1
Tinggi tekanan = Ho
Hidraulik gradien (i) = tinggi tekanan dibagi jarak = H/H1
maka
Q = K. i. A
V = K. i = K.H/H1 = K(Ho + H1)/H1
Ho sangat kecil dibanding H maka harga (Ho) diabaikan
sehingga V = K
Pada umumnya teras dibuat secara bertingkat sehingga
debit yang masuk kedalam tanah sangat mungkin ditambah
dari teras diatasnya.
Bangunan Air

Teras menampung air dari luasan sendiri


Debit Air masuk
Qi = ..A.IT = A IT
Volume air masuk Vi = A IT T
Debit air keluar
Qo = K. i. A = K.A
Volume Air keluar Vo = K.A.T
Dengan mendasarkan pada hukum keseimbangan air,
volume air tergenang di teras adalah volume air masuk
dikurangi volume air keluar (meresap) maka :
A.H = A.IT.T K.A.T
H = IT.T K.T
Dimana H adalah tinggi air dalam teras atau tinggi efektif
guludan.
Bangunan Air

Saluran Pembuang Air


Saluran pembuang air diletakkan pada saluran pembuang
alam dengan maksud untuk mengalirkan air permukaan,
saluran ini merupakan pelengkap teras. Untuk
mengurangi kikisan dari aliran permukaan maka dari
permukaan diperkuat dengan gebalan rumput. Kecepatan
aliran diatur dengan mengubah kemiringan dasar saluran.
Kecepatan aliran dapat diatur dengan membuat drop dari
trucuk bambu dan bangunan terjun lainnya.

Bangunan Air

Gully flug/Gully drop


Gully flug atau gully drop sebetulnya adalah pengendali
sungai yang terbuat dari batu, kayu atau bambu dan
dibangun pada alur-alur sungai curam.

Bangunan Air

Hill Side Ditches

Pengendali tebing
Hill Side Ditches (pengendali tebing) adalah bangunan konservasi tanah yang
dibuat pada lereng/tebing yang curam seperti pada teras dan memotong
tebing sehingga terjadi saluran air. Saluran tersebut menahan aliran
permukaan dan selanjutnya mengalirkan secara aman ke saluran alam/buatan
yang telah ada.
Untuk mengurangi erosi pada alur buatan, maka perlu ditanami rumputrumputan dan cover crop.
Bangunan Air

Bangunan Air

Bangunan Air