Anda di halaman 1dari 30

VII MAKALAH MANAJEMEN AGRIBISNIS

VII MACAM-MACAM DAN CARA MENDIRIKAN PERUSAHAAN


AGRIBISNIS

Kelompok 6
Anggota

Kelas

: Aji Chandra Shaumi

1211706007

Dede Amirul Haq

1211706010

Fitri Marcelina

1211706032

: Agroteknologi IV A

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2013
KATA

PEN
1

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan
limpahan rahmat Nya lah kita dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat beserta
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhamad SAW .
Makalah ini berjudul macam- macam dan cara mendirikan perusahaan agribisnis
adapun materi yang kami bahas adalah bentuk-bentuk badan usaha, macam-macam
badan usaha dan cara mendirikan perusahaan agribisnis.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari
sempurna oleh sebab itu kami meminta partisipasi dari pembaca baik berupa kritik atau
saran yang dapat membangun untuk kami agar dalam pembuatan makalah selanjutnya
menjadi lebih baik dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam pembuatan makalah ini .

Bandung, Maret 2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................................i
DAFTAR ISI... .ii
VII MACAM-MACAM DAN CARA MENDIRIKAN PERUSAHAAN AGRIBISNIS.........1
7.1 Kompetensi Dasar....................................................................................................................1
7.2 Pengertian Badan Usaha..........................................................................................................1
7.3 Macam-macam Badan Usaha..................................................................................................2
7.4 Bentuk-bentuk Badan Usaha di Indonesia..............................................................................4
7.5 Pendirian Perusahaan Agribisnis............................................................................................15
7.6 Bahan Bacaan.........................................................................................................................26
7.7 Latihan....................................................................................................................................26

ii

VII MACAM-MACAM DAN CARA MENDIRIKAN PERUSAHAAN AGRIBISNIS

7.1 Kompetensi Dasar


Setelah mengikuti perkuliahan maka dapat menjelaskan
7.1.1 Pengertian Badan Usaha
7.1.2 Macam-macam Badan Usaha
7.1.3 Bentuk-bentuk Badan Usaha di Indonesia
7.1.4 Pendirian Perusahaan Agribisnis

7.2 Pengertian Badan Usaha


Badan usaha sering disebut dengan istilah perusahaan, adalah suatu unit kegiatan
produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi atau faktor-faktor produksi untuk
menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sarana atau alat manajemen. Alat
manajemen dapat dikelompokkan kedalam 6 M, yaitu sebagai berikut :
a) Men (manusia) : Manusia merupakan faktor utama untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
b) Money (uang) : Dalam perekonomian modern uang berfungsi sebagai alat transaksi.

c) Materials (material) : Material atau bahan-bahan sangat berpengaruh terhadap


kelancaran proses produksi, sebab bahan-bahan merupakan faktor pendukung utama
dalam proses produksi.
d) Machines (mesin) : Dalam era teknologi sekarang ini, penggunaan alat dan mesin
sangat penting dalam proses pelaksanaan kegiatan perusahaan.
e) Methods (metode) : Agar suatu kegiatan lebih berdaya guna dan berhasil guna,
manusia dihadapkan pada berbagai alternatif metode atau cara untuk melakukan
pekerjaan.
f) Markets (pasar) : Bagi perusahaan, pasar merupakan sarana manajemen yang
penting.

7.3 Macam-macam Badan Usaha


Pembagian badan usaha dapat dibedakan menjadi empat macam.
7.3.1 Badan Usaha Menurut Lapangan Usahanya
a. Badan usaha pertanian, yaitu badan usaha yang bergerak di bidang pengolahan
tanah, misalnya pertanian, perkebunan, dan perikanan.
b. Badan usaha perdagangan, yaitu badan usaha yang bergerak di bidang pembelian
barang-barang untuk dijual kembali, tanpa mengubah sifat dan bentuk barang
tersebut.
c. Badan usaha industri, yaitu badan usaha yang bergerak di bidang pengolahan
bahan mentah menjadi barang jadi/ setengah jadi.

d. Badan usaha ekstraktif, yaitu badan usaha yang usahanya menggali, mengambil,
atau mengumpulkan kekayaan alam yang sudah tersedia, seperti penambangan
pasir dan penebangan hutan.
e. Badan usaha jasa, yaitu badan usaha yang usahanya memberikan atau
menyewakan jasa kepada orang atau badan lain, misalnya perusahaan, transpotasi,
asuransi, dan bank.
7.3.2 Badan Usaha Menurut Kepemilikan Modalnya
a. Badan usaha negara, yaitu badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh
negara dari kekayaan mereka yang telah dipisahkan.
b. Badan usaha swasta, yaitu badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh pihak
swasta, baik secara perorangan atau sekelompok orang.
c. Badan usaha campuran, badan usaha yang sebagian modalnya dimiliki oleh
pemerintah dan sebagian lagi dari swasta.
7.3.3 Badan Usaha Berdasarkan Tanggung Jawab Anggotanya
a. Badan usaha dimana pemiliknya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh harta
benda yang diikutsertakan dalam usaha maupun pribadinya. Contoh : Perusahaan
perseorangan, dan Firma
b. Badan usaha dimana pemiliknya bertanggung jawab secara terbatas hanya pada
harta benda yang diikutsertakan dalam usahanya saja. Kekayaan pribadi pemilik
tidak menjadi jaminan terhadap kewajiban badan usaha. Contoh : Perseroan
terbatas.

7.3.4 Badan Usaha Berdasarkan Perbandingan Penggunaan Tenaga Mesin dan Tenaga Kerja
Manusia
a. Badan usaha padat modal, yaitu badan usaha yang dalam kegiatan produksinya
lebih banyak menggunakan peralatan dan mesin-mesin daripada tenaga kerja
manusia.
b. Badan usaha padat karya, yaitu badan usaha yang dalam kegiatan produksinya
lebih mengutamakan penggunaan tenaga kerja manusia daripada tenaga mesin.

7.4 Bentuk-bentuk Badan Usaha di Indonesia


Faktor yang memegang peranan penting dalam hal menentukan bentuk usaha yang
didirikan ialah pimpinan dan pembelanjaan (modal). Oleh karena itu dalam
perekonomian terdapat macam-macam bentuk badan usaha yang penting yaitu :
7.4.1 Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan. Koperasi
sebagai tiang utama ekonomi, kita mampu berperan aktif didalam memperluas
perekonomian pada skala kecil dan usaha keluarga di desa, dengan antara lain aktif
membantu menyalurkan input maupun memasarkan hasil produksi, disamping itu
diharapkan juga dapat memberikan bimbingan teknis.

7.4.2 Perusahaan Perseorangan (Persero)


Perusahaan perseorangan (persero) ialah salah satu badan usaha yang dikelola oleh
negara atau daerah. Perusahaan ini biasanya berbentuk perusahaan kecil dan
umumnya dalam permodalan diperoleh dari pengusaha pemilik sendiri.
Tujuan utama didirikannya persero adalah mencari keuntungan dan memberi
pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari
kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh
direksi. Sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta.
Kelebihan peruahaan perseorangan :
a. Pemilik memimpin perusahaan sendiri
b. Pemilik insaf sepenuhnya akan tanggung jawab
c. Pemilik dapat mengambil keputusan dengan tepat dan cepat
d. Pemilik dapat member pimpinan yang tegas, karena setiap hari ada di tempat
perusahaan
e. Pemilik memperoleh seluruh keuntungan
f. Pemilik mudah memutuskan sendiri, missal mengambil keuntungannya untuk
menambah modal perusahaan
Kelemahan perusahaan perseorangan :
a. Hidup perusahaan sangat tergantung kepada orang-orang yang memilikinya
b. Karena sangat melekat pada pemiliknya, maka jatuh sakitnya perusahaan,
pemilik membawa kerugian besar bagi perusahaan dan kesempatan untuk
mendapat modal baru sangat kecil.
5

c. Kalau perusahaan meluas akan sukar dalam soal pembelanjaan, apabila


kekayaan pemiliknya terbatas
d. Kalau pemilik tidak ada lagi belum tentu perusahaan itu akan maju seperti
semula. Semangat bertindak jarang menurun kepada anaknya.
7.4.3 Swasta
Swasta sebagai salah satu pelaku ekonomi nasional perlu diberi tempat dan
kesempatan sebagai pelaku agribisnis dalam rangka merangsang dan memacu
pertumbuhan ekonomi nasional
7.4.4 Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang permodalannya seluruh atau
sebagian dimiliki oleh pemerintah. BUMN sebagai dinamisator dan stabilisator
pembangunan, pemerintah masih perlu tetap mempertahankan dan menumbuh
suburkan BUMN..
7.4.5 Perseroan Firma (Fa)
Perseroan firma (Fa) ialah suatu perjanjian, dimana dua orang atau lebih saling
mengikat diri untuk memasukan sesuatu dalam persekutuan, dengan tujuan untuk
membagi-bagi yang diperoleh dari persekutuan itu.
Firma dibentuk di depan notaris atau dibawah tangan. Kekayaan badan usaha firma
dikumpulkan oleh persero-persero bersama sesuai dengan jumlah-jumlah yang
ditentukan dalam akte pendirian.

Para persero dalam firma mempunyai tanggung jawab penuh terhadap segala
kewajiban firma. Dengan kata lain dalam perseroan firma para persero mempunyai
tanggung jawab solider (setia kawan). Harta pribadinya dapat dituntut untuk
membayar hutang-hutang firma. Tanggungan masing-masing bukan sebagian,
melainkan sepenuhnya.
Jadi ditinjau dari sudut tangung jawab, tidak diadakan pemisahan antara modal
perusahaan dan kekayaan pribadi. Contoh perusahaan yang sebaiknya didirikan
dengan bentuk firma, ialah :
1. Peserta yang rentabilitasnya bergantung kepada sifat pribadi dan kecakapan
pemiliknya.
2. Peserta yang tidak memerlukan modal yang sangta besar.
3. Peserta yang resikonya tidak terlalu berat untuk ditanggung oleh beberapa orang
pemilik.
Kelebihan Firma
1. Kesulitan uang dalam perusahaan perseorangan pada waktu perluasan perusahaan
dapat dipecahkan dengan menggantikan bentuknya ke perseroan firma.
2. Terdapat kekayaan bersama dari peserta-peserta firma.
3. Firma mempunyai kemungkinan-kemungkinan lebih luas untuk maju daripada
perusahaan perseorangan.

Kelemahan Firma
1. Perusahaan firma masih memegang peranan penting soal sifat pribadi, yaitu maju
mundurnya firma masih tergantung pada satu orang.
2. Kemungkinan pimpinan lebih dari dua orang, besar kemungkinan timbulnya
perselisihan antara mereka.
7.4.6 Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer yaitu perseroan yang didirikan dengan cara menyediakan
modal yang dilakukan antara seorang atau lebih persero-persero yang bertanggung
jawab sepenuhnya, dengan seorang atau lebih yang menyediakan modal. Perseroan
ini merupakan campuran antara persekutuan orang dengan persekutuan modal. Sekutu
dalam perseroan komanditer terbagi dalam dua golongan :
1. Sekutu yang aktif (active partner)
2. Sekutu yang pasif/diam (sleeping partner)
Sekutu yang aktif yaitu mereka yang betul-betul mengemudikan perusahaan.
Sekutu yang pasif/diam ialah mereka yang hanya ikut serta dengan menyerahkan
modal dan tidak turut bekerja.
Sekutu aktif/bekerja :
a. Menjalankan perusahaan
b. Pada umumnya juga menanamkan modal
c. Boleh mengikat perjanjian dengan pihak ketiga
d. Bertanggung jawab penuh dengan segala harta kekayaannya

Sekutu pasif/diam :
a. Hanya menanam modal (main capital)
b. Bertanggungjawab sebesar modal yang ditanam
c. Namanya tidak boleh dipakai oleh perseroan
d. Tidak boleh ikut campur dalam pimpinan
Macam-macam Perseroan Komanditer :
a. Perseroan komanditer murni
b. Perseroan komanditer campuran
c. Perseroan komanditer dengan saham
Perseroan komanditer murni adalah perusahaan perseorangan yang menghendaki
perluasan modal dengan modal pihak ketiga, tetapi tidak menghendaki pihak ketiga
itu duduk dalam pimpinan.
Perseroan komanditer dengan saham terbagi dalam tiga cara :
1. Modal komanditer dibagi dalam saham-saham karena membutuhkan modal yang
sangat besar
2. Pemegang saham tidak berhak campur tangan dalam pimpinan kedudukan mereka
berbeda dengan orang yang memberikan kredit blangko yaitu kredit tanpa member
jaminan.
3. Sesungguhnya merupakan bentuk antara firma dan PT /NV
7.4.7 Perseroan Terbatas /PT (NAAMLOSE VENNOOTSCHAP/NV)
Perusahaan besar yang perlu memakai modal banyak berkehendak akan
persekutuan modal. Bentuk perusahaan yang terpilih untuk mencapai persekutuan

modal ialah Perseroan Terbatas (PT). Dalam bahasa Belanda disebut Naamlose
Vennootschap (NV). Dalam bahasa Inggris disebut Limited Company (LTD).
Perseroan terbatas tidak mempunyai firma, dan tidak memakai nama seorang
peserta tetapi mengambil penyebutannya dari obyek perusahaannya. Modal peseroan
terbatas terbagi-bagi atas beberapa surat sero/andil/saham, dan persero (pemegang
sero). Pemegang andil/pemegang saham bertanggung jawab atas utang-utang
perseroan sebesar modal yang ditentukan.
Pemilik PT adalah para pemegang sero dan pimpinan tertinggi ditunjuk
berdasarkan hasil rapat umum pemegang sero. Sedang pengurus PT diangkat oleh
pemegang sero.
Sero/ andil/ saham
Sero atau saham/ andil ialah tanpa turut serta dalam suatu badan usaha dan disebut
Pesero. Pesero pada akhir tahun akan menerima bagian dari keuntungan yang bisa
dinamakan dividen. Besarnya dividen ini tergantung pada banyak sedikitnya
keuntungan badan usaha, berlainan halnya dengan obligasi. Pada obligasi pemegang
obligasi tetap menerima bunga tetap dari bagian usaha yang mengeluarkan obligasi,
tanpa memperhatikan ada/tidaknya keuntungan badan usaha.

10

Macam-macam Saham
1. Ditinjau dari segi mudah/tidaknya diperdagangkan :
a) Saham Bernama, yaitu saham yang memuat nama orang yang memegangnya.
Dalam perdagangan saham ini dapat dijual dengan seizin pengurus PT.
b) Saham Tak Bernama, yaitu saham yang tidak memuat nama orang yang
memilikinya. Dalam perdagangan saham ini mudah diperjual-belikan dan bisa
sekali diperniagaan di bursa surat-surat berharga.
2. Ditinjau dari segi hak-hak pemiliknya :
a. Saham biasa
b. Saham preferen, yaitu saham yang dilakukan waktu membagi keuntungan.
Kepadanya diberikan dividen yang tertentu lebih dahulu dengan sekian
persen, baru sisanya dibagikan kepada pemegang saham biasa.
c. Saham preferen kumulatif, yaitu apabila keuntungan satu tahun tidak cukup
untuk membayar dividen tetap bagi pemegang saham preferen itu.
Kekurangan itu menjadi hutang yang mesti lunaskan terlebih dahulu di tahun
depan, sebelum membagikan keuntungan kepada pemegang saham biasa. Dan
kalau tahun depan, keuntungan itu juga tidak mencukupi maka kekurangan it
uterus bertumpuk. Sebelum lunas dibayar maka pemegang saham biasa tidak
akan mendapat dividen.

11

d. Saham prioritas, yaitu pemegang saham mempunyai beberapa hak istimewa


umpamanya mengangkat pengurus, atau mengusulkan calon-calon pengurus
kepada rapat tahunan anggota PT. Biasanya saham prioritas itu sedikit
jumlahnya dan memuat nama orang yang memiliknya. Tujuan mengeluarkan
saham prioritas ialah untuk menjaga keselamatan PT supaya jangan jatuh
ketangan orang lain atau kekuasaan ahli peserta yang banyak kepentingan
mereka hanya tertuju kepada keuntungan saja.
Kelebihan PT
Kelebihan Badan Usaha PT adalah :
1. Mudah mengumpulkan modal, dengan cara mengeluarkan saham
2. Direksi mudah diganti yaitu dengan rapat umum anggota
3. Kelanjutan usaha tidak tergantung pada nasib seseorang. PT dapat berjalan terus
tidak tergantung pada umur direksi
4. Risiko persero terbatas, pemilik modal dapat membagi-bagi risiko dengan
membeli saham dari beberapa PT. Kerugian satu PT akan dapat diimbangi oleh
keuntungan PT lain.
5. PT memberi kesempatan kepada penabung-penabung kecil untuk ikut serta
dalam produksi dengan cara membeli saham
6. Saham-saham mudah diperdagangkan oleh karena itu pemegang saham dpat
dengan mudah menjual sahamnya bila ia membutuhkan uang
7. PT biasanya dapat memperoleh kredit secara luas, dia dapat mengeluarkan
saham-saham baru atau obligasi baru

12

Kelemahan PT
Kelemahan Badan Usaha PT :
1. Bentuk PT kadang-kadang dipakai untuk mendirikan badan usaha yang sangat
spekulatif
2. Badan usaha yang sudah ada pada waktu mendirikan PT sering kali dihargai
terlalu tinggi
3. Tanggungjawab yang terbatas menyebabkan tindakan-tindakan yang sangat
ceroboh
4. Saham-saham dan obligasi diperdagangkan, sehingga menimbulkan banyak
spekulasi yaitu :
a) Spekulasi ala hausse (spekulasi kenaikan harga), artinya membeli saham
dengan harapan kurs akan naik, jika benar-benar naik, maka saham dijual
lagi dan dia mendapat keuntungan
b) Spekulasi ala blaisse (spekulasi penurunan harga), atinya orang menjual
saham-saham (yang tidak dimilikinya) atas jangka waktu dengan kurs
tertentu dengan harapan bahwa pada waktu penyerahan nanti kurs lebih
rendah lagi. Jika benar-benar kurs turun maka orang membeli dan
menyerahkan saham dengan mendapatkan keuntungan.
7.4.8 Perusahaan Negara (PN)
Perusahaan negara ialah semua perusahaan dalam bentuk apapun dimana modal
untuk seluruhnya merupakan kekayaan negara Republik Indonesia, kecuali jika
ditentukan lain dengan atau berdasarkan undang-undang.

13

Sifat-sifat Perusahaan Negara ialah :


1. Membeli jasa
2. Menyelenggarakan kemanfaatan umum
3. Memupuk pendapatan bagi negara
Tujuan perusahaan negara ialah untuk turut membangun ekonomi nasional sesuai
dengan kepentingan rakyat Indonesia dengan mengutamakan kebutuhan rakyat dan
ketentraman serta kesenangan kerja dalam perusahaan menuju masyarakat yang adil
dan makmur baik materil maupun spiritual.
Kelebihan Perusahaan Negara
1. Mengutamakan kepentingan umum.
2. Keuntungan yang diperoleh bermanfaat bagi seluruh masyarakat, jika rugi harus
ditanggung oleh masyarakat pula melalui pembayaran pajak kepada negara.
3. Syarat-syarat perburuhan dan kedudukan pekerja dan pegawainya lebih kuat, tidak
bisa dipecat begitu saja.
4. Tidak ada pertikaian tentang syarat-syarat kensesi, karena pemerintah yang
memegang seluruhnya.
Kelemahan Perusahaan Negara
1. Menimbulkan pimpinan yang kaku, hingga petugas-petugasnya lambat (birokrasi).
2. Banyak terjadi pemborosan dan kurang tanggungjawab.
3. Badan-badan politik tidak sesuai untuk member pimpinan dan pengawasan atas
jalannya perusahaan.

14

7.4.9 Yayasan
Yayasan adalah suatu badan usaha yang didirikan karena orang memisahkan uang
untuk tujuan tertentu. Persoalan yayasan belum pernah diatur dengan undang-undang,
tetapi undang-undang sendiri sering berbicara tentang yayasan. Yayasan dianggap
sebagai badan hukum berdasarkan keterangan dalam akta yayasan dimana diatur
susunan badan tersebut. Pemerintah Indonesia biasa menggunakan bentuk ini untuk
tujuan tertentu, misalnya yayasan bahan makanan rakyat, surat kabar atau koran
sering juga mempergunakan yayasan sebagai penerbitnya.

7.5 Pendirian Perusahaan Agribisnis


7.5.1 Pengumpulan Berbagai Informasi
Banyak faktor yang mendorong seseorang memilih jenis usaha tertentu. Gejala
umum yang sering terjadi dalam memilih jenis usaha adalah hanya ingin meniru dan
ikut-ikutan atau latah. Ada kecenderungan seseorang untuk memilih jenis usaha
yang sesuai dengan keterampilannya dengan maksud memanfaatkan keterampilan
yang telah dimilikinya, padahal itu semua belum tentu cocok atau menguntungkan
pada masa mendatang, artinya masih diperlukan banyak pertimbangan lainnya.
Kecenderungan lain yang juga dapat memberikan hasil adalah mencoba menggali
kebutuhan-kebutuhan tersembunyi. Contohnya sekarang setiap perkantoran/rumah
tinggal, pada suatu halaman bangunan selalu di tata rapi dengan taman. Keadaan ini
memerlukan banyak bibit tanaman dari berbagai jenis dan macamnya. Melihat
kesempatan ini seseorang akan mencoba untuk membuka usaha bibit bunga.

15

Untuk itu sebelum menentukan mendirikan suatu perusahaan perlu diperoleh datadata mengenai :
1. Informasi Pasar
2. Informasi Teknologi
3. Informasi Permodalan
4. Informasi Tenaga Kerja
Pertama, informasi pasar mencakup produk pertanian yang dibutuhkan konsumen,
kualitas dan jumlahnya serta bagaimana periklanan produk tersebut. Data informasi
pasar ini dapat diperoleh dari produsen mengenai jenis produk pertanian yang
diproduksi, cara penanganan pasca panen dan jumlah yang diproduksi.
Kedua, informasi teknologi mencakup penggunaan sarana dan prasana, mengenai
tata airnya, sistem pengolahan tanah yang dapat dilakukan, konservasi lahan yang
telah dilaksanakan, sistem pengendalian hama penyakit dan sistem pengolahan
hasilnya. Data ini dapat diperoleh dari penyediaan agro input dan mensurvei daerah
tersebut.
Ketiga, informasi permodalan berisikan jumlah biaya yang dibutuhkan dan
perhitungan solvabilitas dan rentabilitas. Selain itu juga rencana pengambilan kredit
berupa sumbernya, bentuk dan jangka waktu. Data ini dapat diperoleh dari bank dan
lembaga keuangan lainnya.
Keempat, informasi tenaga kerja mengenai jumlah yang dibutuhkan keahlian dan
rencana pemanfaatan tenaga kerja yang berlebih saat kebutuhan rendah. Data ini
dapat diperoleh dari Departemen Tenaga Kerja dan sumber lain di desa.

16

7.5.2 Analisa Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, dan Tantangan (SWOT) Berdasarkan


Informasi yang Terkumpul.
Dalam mengelola agribisnis terdapat tantangan yang harus dihadapi dan diciptakan
menyangkut aspek ekonomi, manajemen, teknis dan sosial. Dalam menghadapi
tantangan tersebut terdapat peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Dalam
upaya memanfaatkan peluang akan dijumpai berbagai masalah dan kendala yang
harus diatasi.
Aspek ekonomi, manajemen, teknis dan sosial dalam pelaksanaan agribisnis
mencakup ruang lingkup antara lain :
a. Ekonomi : pengadaan dana, penanaman dan pemupukan modal (investasi), alokasi,
pembiayaan, fluktuasi harga, pemasaran, bunga peminjaman, penyusutan dan lainlain.
b. Manajemen : pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen pemanfaatan sumber-sumber
manajemen, menggerakan dinamika manajemen.
c. Teknis : menerapkan sapta usaha intensifikasi pertanian, diversifikasi dan
rehabilitas, pola dan intensitas tanaman, teknologi panen, pengolahan, sortasi,
pengepakan, penyimpanan dan lain-lain.
d. Sosial : pola pikir petani nelayan dan masyarakat. Sikap mental, perilaku, sistim
nilai, proses pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan dalam masyarakat dan
kerjasama kelompok.

17

Seperti dalam firman Allah dalam surat At-Taubah : 24

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum


keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah
dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang fasik.

Tantangan, Peluang, Masalah dan Kendala dalam Pelaksanaan Agribisnis


1. Tantangan
Kemampuan yang perlu dimiliki dan situasi atau kondisi kondusif yang perlu
diciptakan bagi kelancaran proses pelaksanaan dan keberhasilan pencapaian tujuan
dalam pengelolaan agribisnis.
2. Peluang
Faktor eksternal pendukung dan kemampuan internal berupa sumber daya riil dan
potensial yang dimiliki unit kerja yang harus di mobilisasi dan dimanfaatkan
secara optimal bahkan maksimal untuk memecahkan masalah, dan menyesuiakan
diri dengan kendala dan mengatasi tantangan.
3. Masalah
Adalah penyebab keadaan yang tidak memuaskan atau keadaan yang memerlukan
perbaikan yang menimbulkan rangsangan untuk kita berfikir dan berbuat untuk
mengatasi atau menghilangkannya.
18

4. Kendala
Adalah hambatan konstrain yang terdiri sikon nyata yang bersifat alami yang tidak
dapat dielakan, tetapi perlu dimanfaatkan dengan jalan menyesuaikan diri
dengannya bagi kendala yang bersifat alami, dan dengan KIS bagi kendala yang
bersifat buatan dan pengaturan manusia.
Komponen Analisa SWOT
1. Kekuatan
Faktor-faktor kekuatan yang berada dibawah pengendalian usahawan yang terjadi
saat ini misalnya :
Harga bahan baku murah
Memiliki keterampilan teknis
Produk penemuan baru
Kemasan yang baik
2. Kelemahan
Faktor-faktor kelemahan yang berada dibawah pengendalian usahawan yang
terjadi saat ini misalnya :
Pengawasan manajemen kurang baik
Pemilik kurang berpengalaman
Kurang usaha promosi
Desain produk kurang baik
Dan lain-lain

19

3. Peluang
Faktor-faktor positif yang potensial yang berada diluar pengendalian usahawan
yang terjadi pada masa mendatang, misalnya :
Produk baru yang sedang dikembangkan
Kenaikan permintaan atas produk sejenis
Kenaikan keuntungan atas produk sejenis
Tidak ada produk sejenis di pasar
Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan
Dan lain-lain.
4. Ancaman
Faktor-faktor yang berada diluar pengendalian usahawan namun mempengaruhi
terhadap kegagalan usaha dimasa mendatang, misalnya :
Biaya yang meningkat
Kebijaksanaan pemerintah yang merugikan
Kekurangan bahan baku
Banyak pesaing
Dan lain-lain.
7.5.3 Penentuan Cabang dan Skala Usaha
Proses penentuan cabang usaha terjadi atas beberapa tahap saringan yang makin
lama semakin dipersempit beberapa faktor yang dapat menjadi dasar pertimbangan
adalah :

20

a. Faktor Keuntungan
Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberikan keuntungan yang memadai,
sebaiknya pilihan tersebut dibatalkan
b. Faktor Penguasaan Teknis
Cara memproduksi dalam usaha tersebut harus dikuasai
c. Faktor Pemasaran
Harus diteliti kemungkinan pasar dan prospek di masa yang akan datang
d. Faktor Bahan Baku (sarana produksi)
Sarana produksi merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga
pokok dan kelancaran proses produksi usaha
e. Faktor Tenaga Kerja
Yang perlu diperhatikan adalah tersedianya tenaga kerja yang memenuhi
kebutuhan baik jumlah, keahlian, dan jelas balas jasanya
f. Faktor Modal
Perlunya dipertimbangkan ketersediaan modal yaitu berapa besar asalnya
g. Faktor Persaingan
Perlu dipelajari situasi yang bakal terjadi baik dalam modal maupun pemasarannya
h. Faktor Manajemen
Pertimbangan yang penting lainnya adalah bagaimana bentuk pengelolaan yang
paling sesuai dan bagaimana kemampuan mengelolanya.
Setelah pilihan ditentukan, dilakukan studi kelayakan dari setiap pilihan tersebut
yang mencakup empat aspek :
1. Aspek Pasar dan Pemasaran

21

Aspek ini merupakan ujung tombak bagi rencana pendirian perusahaan. Faktorfaktor yang perlu diketahui dalam aspek ini yaitu :
o Kedudukan produk atau jasa yang direncanakan di pasar
o Faktor konsumen
o Kecenderungan dan perkembangan perkiraan permintaan pasar pada masa
mendatang
o Situasi persaingan yang akan terjadi
o Sistim distribusi, komisi, penjualan, dan transaksi yang berlaku
o Cara promosi yang efektif dan efisien
o Faktor lain seperti peralatan-peralatan, dan lain-lain
2. Aspek Teknis dan Teknologi
Jika hasil penelitian aspek pasar dan pemasaran prospeknya cukup cerah
selanjutnya dapat dilakukan aspek ini dengan tahapan sebagai berikut :
o Membuat rencana jangka pendek dan panjang
o Meneliti dan menentukan sistem produksi, metode produksi, urutan prosesnya
dan mesin peralatan kantor lainnya
o Meneliti dan menentukan lokasi yang paling menguntungkan untuk mendirikan
perusahaan
o Pemilik sistem dan alat transportasi
o Menyusun perkiraan dana yang dibutuhkan
o Penanganan limbah
3. Aspek Manajemen Operasional

22

Jika disimpulkan bahwa kondisi pasar memungkinkan untuk dilaksanakan, lebih


lanjut dibentuk orang-orang yang mampu menjalankan usaha.
Untuk itu diperlukan manajemen yang baik, disini perlu beberapa uraian :
o Menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usaha dan membaginya
dalam jabatan-jabatan tertentu
o Menyusun struktur organisasi
o Memperkirakan kebutuhan kerja
o Menerapkan balas jasa dan perangsang yang dapat disediakan
o Membuat rincian rencana kegiatan dan jadwal pelaksanaannya
o Aspek ekonomi dan keuangan
o Aspek ini memperhitungkan jumlah dana yang dibutuhkan
o Struktur pembiayaan yang menguntungkan
o Kemungkinan menemukan dana dari pinjaman
o Perhitungan biaya, harga, laba yang diinginkan, BEP, kelayakan keuntungan,
dan jangka waktu balik modal
4. Aspek Yuridis
Dengan memperhatikan aspek ini maka dari segi hukum diperoleh jaminan
keamanan pelaksanaan gagasan mendirikan perusahaan. Masalah-masalah yang
perlu diperhatikan :
o Masalah yurodos badan usaha yang dipilih
o Masalah perizinan yang perlu dimiliki seperti HO, SIUP, dan TDR
o Masalah yuridis penggunaan tenaga kerja
o Masalah yuridis yang menyangkut perkreditan

23

o Masalah pajak-pajak yang harus dipenuhi


7.5.4 Perizinan dan Aspek Hukum Pendirian Perusahaan Pertanian
Jenis surat izin usaha yang diperlukan dalam pendirian perusahaan antara lain :
1. Izin HO (Surat Izin Lokasi Usaha)
Merupakan surat izin yang pertama kali harus dimiliki oleh perusahaan.
Permohonan pembuatan surat ini diajukan kebagian perekonomian kodya atau
kabupaten, sebelum memperoleh HO yang berlaku selama 5 tahun dan bisa
diperpanjang menjadi HO tetap.
2. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
Sesuai dengan SK Menteri Perdagangan Nomor : 372/Kp/XI/1998, bagi kegiatan
usaha di sektor perdagangan dan jasa maka diwajibkan memiliki izin usaha dari
Departemen Perdagangan yang disebut dengan Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP)
Maksud dan Tujuan diberikan SIUP adalah :
a. Sebagai kepastian hukum atau legalitas suatu usaha perdagangan produk atau
jasa
b. Memberikan kesempatan bagi perluasan usaha untuk mendapatkan fasilitas
seperti kredit dan pembinaan
Sarana pembinaan, pengarahan dan pengawasan terhadap dunia usaha.
Khususnya sektor perdagangan demi tercapainya iklim usaha yang sehat, tertib
dan jujur.

24

Dokumen-dokumen yang harus dilampirkan sebagai persyaratan memperoleh


SIUP :
a. Perusahaan yang berbentuk perorangan
1. Surat keterangan lurah diketahui kecamatan yang menerapkan bahwa benarbenar penduduk setempat dan mempunyai usaha dagang
2. Surat Keterangan hak milik/hak pakai tempat perusahaan
3. Fotocopy KTP dan kartu keluarga dilegalisir camat/lurah
4. Fotocopy surat nikah/surat keterangan belum kawin/keterangan janda bagi
wanita pengusaha
5. Fotocopy WNI dang anti nama legalisir camat bagi warga negara keturunan
6. Fotocopy WNI dang anti nama suami/istri dilegalisir camat
7. Bukti pembayaran BAP bagi perpanjangan SIUP
8. Fotocopy NPWP
9. Pas foto 3x4 4 lembar
10. Materai
11. Fotocopy HO izin Industri
b. Perusahaan yang berbentuk PT/CV/Fa dan koperasi selain persyaratan 1-11 juga
melampirkan :
Bagi PT :
1) Fotocopy akte pendirian yang sah dari Departemen Kehakiman
2) Surat pengantar Notaris kepada Departemen Kehakiman
Bagi CV/ Fa dan koperasi :

25

1) Fotocopy akte pendirian yang sah dari Departemen Kehakiman yang


dilegalisir camat
2) Daftar riwayat hidup direksi
3) Susunan personalia perusahaan
4) Struktur organisasi
5) Neraca perusahaan
6) Stempel perusahaan
c. Untuk cabang/perwakilan :
1) Fotocopy SIUP pusat yang dilegalisir
2) Pas foto 3x4 2 lembar, fotocopy KTP, NPWP, dan keterangan tempat
3. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
Sesuai dengan Menteri Perdagangan Nomor : 286/Kp/1995 tanggal 6 Februari
1995 maka setelah memiliki SIUP pengusaha dapat mendaftarkan perusahaannya
pada kanwil departemen perdagangan setempat.
Lembaga-lembaga yang terkait dalam aspek hukum dan perizinan perusahaan :
a. Departemen perindustrian dan perdagangan
b. Pemerintah DT I/II cq. Bagian Ekonomi
c. Dinas/instansi terkait sesuai dengan usaha yang dikelola/diusahakan

26

7.6 Bahan Bacaan


Ir. Tengku Zainal Amry, M. Ed. 1999. Pendirian Perusahaan Pertanian. Deptan Jakarta
Firdaus Muhammad. 2010. Manajemen Agribisnis. Bumi aksara: Jakarta
Departemen Pertanian.1998. Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian Pembangunan
(SPP) Negeri

7.7 Latihan
1. Apa yang dimaksud badan usaha?
2. Sebutkan macam-macam badan usaha!
3. Sebutkan bentuk-bentuk badan usaha!
4. Jelaskan bentuk-bentuk badan usaha!
5. Sebut dan jelaskan komponen-komponen analisa SWOT!
6. Sebut dan jelaskan faktor-faktor penentuan cabang dan skala usaha!
7. Sebut dan jelaskan jenis-jenis surat izin usaha dalam pendirian perusahaan!

27