Anda di halaman 1dari 26

WIRELESS LAN

Dalam hanya beberapa tahun , Wireless Lan telah mempunyai peran yang
sangat signifikan dalam pasar Local Area Network. Peningkatannya karena
oganisasi menyadari bahwa Wireless Lan merupakan tambahan untuk membantu
penggunaan tradisional Wired Lan, untuk mengatasi kebutuhan akan mobilitas,
relokasi, ad hoc networking dan tempat yang sulit dicapai dengan kabel.
Wireless Lan menggunakan transmisi wireless(tanpa kabel). Sampai saat ini
Wireless Lan sedikit digunakan. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga,
rendahnya data rate, masalah keamanan, perlunya licensi. Setelah permasalahan
ini diatasi penggunaan Wireless Lan mengalami peningkatan sangat cepat.
Aplikasi Wireless Lan
Ada

4 aplikasi untuk Wireless Lan : Lan Extension, Cross Building

Interconnect, Nomadic Access, dan Ad Hoc Network.


Lan Extension
Pada akhir tahun 1980 produk produk Wireless Lan diperkenalkan,
dipasarkan sebagai pengganti tradisional Wired Lan. Wireless Lan tidak
memerlukan instalasi kabel Land an mudah merelokasi dan memodifikasi struktur
network. Suatu organisasi memerlukan Wired Lan untuk membantu mensupport
server server beberapa workstation kemudian Wireless Lan akan dihubungkan
ke Wired Lan. Aplikasi seperti ini disebut sebagai Lan Extension.
Gambar 13.1 Ada suatu backbone Wired Lan, seperti Ethernet yang
menmbantu server, workstation dan 1 atau lebih jembatan yang menghubungkan
setiap network. Sebagai tambahan maka diperlukan Control Module(CM) yang
berfungsi sebagai interface untuk Wireless Lan . User Module merupakan bagian
dari konfigurasi Wireless Lan.

Cross Building Interconnect


Kegunaan lain dari teknologi Wireless Lan adalah menghubungkan lan lan
antara gedung gedung yang berdekatan , dalam kabel atau Wireless Lan. Maka
dari itu digunakan point to point Wireless Link untuk menghubungkan 2 gedung.
Nomadic Access
Nomadic Access menyediakan suatu Wireless Link antara sebuah Lan Hub
dan mobile data terminal dilengkapi dengan antena, seperti komputer laptop atau
komputer notepad. Nomadic Access juga berguna dalam lingkungan yang luas
seperti kampus atau kegiatan kegiatan bisnis di luar gedung . Dalam kedua
kasus tersebut user dapat bepergian dengan komputer portable dan dapat
mengakses server di Wired Lan dari lokasi lokasi yang berlainan.
Ad Hoc Networking
Ad Hoc Networking menggunakan peer to peer network sementara (tidak ada
yang terpusat) untuk memperoleh kebutuhan yang mendesak. Gambar 13.3
menjelaskan perbedaan Wirelees Lan yang mensupport Lan Extension dan
persyaratan nomadic access dan ad hoc Wireless Lan. Stasiun Nomadic dapat
bergerak dai 1 sel ke sel lain, tidak ada infrastruktur dalam ad hoc network.
Stasiun stasiun peer to peer dalam jangkauan yang dapat dicapai antara satu
dengan yang lain dapat mengkonfigurasi diri mereka sendiri menjadi temporary
network.
Wireless Lan Requirements
Wireless Lan harus mempunyai persyaratan persyaratan yang sama dengan
lan- lan yang lain termasuk kapasitas tinggi, kemampuan untuk mengatasi jarak
pendek, hubungan yang penuh antara stasiun yang dihubungkan dan kemampuan
menyiarkan.
Persyaratan persyaratan untuk Wireless Lan :
1. Throughput : Medium access protocol seharusnya berjalan seefisien
wireless medium sampai kapasitas maksimum.

2. Number of Nodes : Selain multiple cells Wireless Lan perlu mensupport


ratusan node.
3. Connection to Backbone Lan : Dalam beberapa kasus interkoneksi dengan
stasiun di wired backbone Lan diperlukan. Untuk infrastruktur Wireless
Lan , hal ini mudah dicapai melalui penggunaan Control Module yang
menghubungkan kedua tipe Lan.
4. Service Area : Suatu area yang digunakan Wireless Lan mempunyai
diameter 100m - 300m
5. Battery Power Consumption : mobile workers menggunakan batere
workstation maka dari itu diperlukan batere yang tahan lama ketika
digunakan bersama
mempunyai beberapa

Wireless Adapter. Implementasi Wireless Lan


feature untuk mengurangi power consumption

ketika sedang tidak menggunakan network, contohnya leep mode.


6. Transmission robustness and security : Kalau tidak didesain dengan benar
maka Wireless Lan dapat menyebabkan interface prone dan dapat dengan
mudah disadap/dicuri. Desain dari Wireless Lan harus

menggunakan

transmisi yang dapat diandalkan bahkan di lingkungan yang ramai dan


harus menyediakan suatu tingkat keamanan dari disadap/dicuri.
7. Collocated Network Operation : Adanya 1 atau lebih Wireless Lan yang
beroperasi di area yang sama atau beberapa area dimana gangguan antara
Lan dapat terjadi. Gangguan tersebut dapat mengacaukan operasi normal
dari MAC algoritma dan dapat menyebabkan access yang tidak dikenal ke
lan lan tertentu.
8. License-free Operation : user lebih memilih membeli dan menggunakan
Wireless Lan tanpa mempunyai lisensi yang aman untuk frekuensi band
yang digunakan oleh Lan.
9. Handoff/roaming : MAC protocol yang digunakan di Wireless Lan harus
memperbolehkan mobile stations untuk berpindah dari 1 sel ke sel yang
lain.
10. Dynamic Configuration : Aspek MAC addressing dan aspek network
management dari Lan harus menggunakan dinamik dan automated

addition, delete dan relokasi dari akhir sistem tanpa gangguan dari user
yang lain.
WIRELESS LAN TECHNOLOGY
Produk produk Wireless Lan saat ini mempunyai beberapa kategori :

- Infrared ( IR ) LANs : Suatu sel individual dari IR Lan dibatasi satu ruang,
karena sinar infrared tidak mempenetrasi dinding - dinding opaque.

- Spread Spectrum LANs : Lan tipe menggunakan teknologi spread


spectrum transmission. Lan tipe ini banyak digunakan ISM( Industrial,
Scientific, and Medical) bands sehingga tidak ada lisensi FCC yang
diperlukan untuk penggunaannya di Amerika Serikat.

- Narrowband Microwave : Lan ini digunakan dalam frekuensi microwave


tapi tidak menggunakan spread spectrum. Beberapa produk ini digunakan
pada frekuensi yang memerlukan lisensi FCC, sedangkan yang lain
menggunakan ISM band yang tidak memerlukan lisensi.
INFRARED LANs
Teknologi Infrared digunakan untuk membentuk Wireless Lan.
Kelebihan dan Kekurangan
Ada dua media transmisi yang bersaing dalam Wireless Lan, mereka adalah radio
microwave yang menggunakan spread spectrum atau narrowband transmission
dan infrared. Infrared lebih banyak memberi keuntungan daripada radio
microwave, keuntungannya antara lain :
1. Spektrum dari infrared tidak terbatas, sehingga dapat memperoleh data
rate yang tinggi.
2. Infrared mempunyai beberapa macam sinar sehingga menarik bagi
beberapa tipe konfigurasi LAN.
3. Sinar Infrared dapat dipantulkan oleh benda benda berwarna
terang/berkilau sehingga dapat menggunakan pemantulan melalui langit
langit ruanguntuk seluruh ruangan.

4. Sinar Infrared tidak mempenetrasi dinding atau benda benda opaque


yang lain.
Keuntungannya yaitu :
a. Komunikasi infrared lebih aman daripada microwave sehingga
tidak mudah disadap.
b. Instalasi Infrared yang terpisah dapat dioperasikan di setiap
ruangan dalam gedung tanpa adanya gangguan, sehingga dapat
menggunakan Infrared LANs seluas mungkin.
5. Harga peralatan Infrared murah dan sederhana.
Kerugiannya antara lain :
1. Terjadi radiasi terhadap infrared background, karena sinar matahari dan
cahaya lampu.
2. Radiasi tersebut bentuknya berupa noise di infrared receiver, hal ini
menyebabkan transmitter memerlukan kekuatan yang lebih besar sehingga
menyebabkan jangkauannya berkurang .
Transmission Techniques
Ada tiga alternative transmission yang biasa digunakan untuk transmisi data IR :

- Signal transmisi dapat difokuskan dan diarahkan ( seperti remote TV ).


- Signal tansmisi dapat diradiasikan omnidirectionally( segala arah ).
- Signal transmisi dapat dipantulkan melalui langit langit ruang yang
berwarna terang.
Directed Beam Infrared
Directed-beam IR dapat digunakan untuk membuat point to point links.
Jangkauannya tergantung pada kekuatan yang diberikan dan derajat focus. IR
data link yang difokuskan dapat mempunyai jangkauan berkilo kilometer. IR
link dapat digunakan untuk menghubungkan gedung gedung yang
berseberangan yaitu melalui jembatan/router yang diletakkan di bangunan
berada segaris pandang dengan yang lain.

Omnidirectional
Konfigurasi omnidirectional berhubungan dengan satu stasiun pusat yang
berada segaris pandang dengan stasiun - stasiun lain di LAN. Biasanya stasiun
ini terletak di langit langit ruangan (Gambar 13.6a) . Stasiun pusat berfungsi
sebagai multiport repeater. Transmitter di langit langit ruangan
menyiarkan/mengeluarkan omnidirectional signal yang dapat diterima oleh
semua IR transceiver di area tersebut. Transceiver lain mengirimkan
directional beam yang ditujukan pada unit pusat di langit langit ruangan.
Diffused
Pada konfigurasi semua IR transmitter difokuskan dan diarahkan pada satu
poin di diffusely reflecting ceiling ( Gambar 13.6b ) . Radiasi IR yang menuju
langit langit ruang diradiasikan lagi secara omnidirectional dan diambil oleh
semua receiver di area tersebut. Gambar 13.7 menggambarkan konfigurasi
sederhana yang digunakan untuk instalasi IR LAN.
SPREAD SPECTRUM LANs
Pada saat ini tipe Wireless Lan yang paling terkenal menggunakan teknik sprean
spectrum.
Configuration
Spread spectrum Wireless Lan menggunakan pengaturan multiple
cells(banyak sel). Gambar13.2 Sel sel yang berdekatan menggunakan pusat
frekuensi yang berbeda diantara band yang sama untuk menghindari gangguan.
Diantara sel yang diberikan , topologinya dapat berupa hub atau peer to peer. Di
topologi hub, biasanya hub diletakkan di langit langit ruang dan dihubungkan
dengan backbone wired Lan untuk menyediakan penghubung ke stasiun yang
berhubungan dengan wired Lan dan stasiun yang merupakan bagian dari Wireless
LANs di sel lain. Hub dapat juga mengontrol akses dengan bertindak sebagai
multiport repeater dengan fungsi yang sama dengan multiport repeater 10 Mbps

dan 100 Mbps Ethernet. Jadi semua stasiun di sel hanya megirimkan ke hub dan
hanya menerima dari hub.
Fungsi potensial lain dari hub yaitu secara otomatis dapat menberikan ke
mobile station. Ketika hub merasakan melemahnya signal, maka hub dapat
memberikan secara otomatis ke hub yang terdekat.
Topology peer to peer tidak mempunyai hub . MAC algoritma seperti CSMA
digunakan untuk control access. Topologi ini cocok untuk ad hoc LANs.
Transmission Issues
Karakteristik dari Wireless Lan yaitu dapat digunakan tanpa memerlukan lisensi.
Peraturan lisensi berbeda untuk setiap negara sehingga memperumit penggunaan.
Di Amerika Serikat terdapat FCC ( Federal Communications Commission ) yang
mengatur lisensi resmi. Ada 3 microwave band yang ditentukan sebagai spread
spectrum tanpa lisensi yaitu : 902-928 MHz(915-MHz band), 2,4-2,4835
GHz(2,4-GHz band) dan 5,725-5,825 GHz(5,8-GHz band). Ada beberapa device
yang digunakan di 900 MHz yaitu cordless telepons , wireless microphones dan
radio amatir. Hingga saat ini spread spectrum wireless Lan dibatasi antara 1
sampai 3 Mbps.
NARROWBAND MICROWAVE LANs
Narrowband Microwave menggunakan frekuensi radio microwave untuk
transmisi signal,dengan bandwith yang lebar. Semua produk Narrowband
microwave LAN telah memakai lisensi microwave band.
Licensed Narrowband RF
Frekuensi radio microwave yang berupa suara, data, dan transmisi video telah
dilisensikan dan dikoordinasi secara geografis setiap daerah untuk menghindari
gangguan yang akan terjadi di system. Keuntungan dari narrowband LAN yang
dilisensikan adalah adanya jaminan bebas dari gangguan komunikasi. Tidak
seperti spectrum yang tidak berlisensi ,seperti ISM , spectrum yang berlisensi
memberikan si pemilik hak legal terhadap gangguan saluran komunikasi data

secara bebas. Pengguna ISM band LAN beresiko terhadap gangguan dalam
komunikasi.
Unlicensed Narrowband RF
Pada tahun 1995, RadioLAN menjadi perusahaan pertama yang mengenalkan
Narrowband wireless LAN yang memakai ISM spectrum yang tidak berlisensi.
Spectrum ini dapat digunakan untuk transmisi narrowband dengan power
rendah(0.5 watts atau kurang). Produk RadioLAN berjalan pada 10 Mbps di 5,8GHz band. Produk ini mempunyai jangkauan 50m di kantor semiopen dan 100m
di kantor terbuka.
Produk Radio LAN menggunakan konfigurasi peer to peer dengan feature
yang menarik. Produk RadioLAN secara otomatis memilih 1 node sebagai
Dynamic Master, berdasarkan parameter seperti lokasi , gangguan, dan kekuatan
signal. Identitas dari master dapat berubah secara otomatis pada saat kondisi
berubah. LAN juga termasuk fungsi dynamic relay, yang memperbolehkan setiap
stasiun untuk bertindak sebagi repeater untuk memindahkan data dari stasiun
yang di luar jangkauan.

Pada awal pemasaran wireless network, masing-masing vendor mempunyai


visi dan pengembangan perangkat wireless networks yang berbeda-beda,
sehingga sampai pada awal tahun 1998 dimana pasar wireless mulai terbuka lebar
dan penggunanya semakin banyak dan pada saat itulah para produsen mulai
menyadari perlu adanya standarisasi produk wireless. Kemudian muncul IEEE
yang membuat standarisasi LAN 802.
IEEE 802
Arsitektur dari sebuah LAN terdiri

dari layer-layer protokol yang mengatur

fungsi-fungsi dasar dari LAN.


APPLIC
ATION
PRESE
NTATIO
N
SESSIO
N
TRANS
PORT
NET
WORK
DATA
LINK
PHYSI
CAL
MEDIUM

LLC
MAC
PHYSI
CAL
MEDIUM

Gambar 1
Pada Gambar 1 menunjukkan perbandingan antara OSI model dengan IEEE 802.
Physical layer pada IEEE 802 sama dengan OSI yang mengatur fungsi-fungsi
sebagai berikut:
-

Encoding/decoding signal

Penerima/pengirim bit

Preamble generation/removal(untuk synkronisasi

Pada IEEE 802 di tambahkan spesifikasi dari medium dan topologi. Di atas
physical layer adalah layer yang memberikan service kepada pengguna LAN yaitu
1. Pada pengiriman, mengassemble data menjadi frame dengan address dan error
deteksi field.
2. Pada penerima, diassemble frame dan melakukan pengenalan address dan
error deteksi.
3. Mengatur akses LAN ke Medium transmisi.
4. Memberikan interface ke layer yang lebih tinggi dan melakukan flow dan
error control.
Fungsi ke-4 adalah fungsi dari layer LLC pada IEEE 802. Sedangkan fungsi 1, 2,
3 merupakan fungsi dari MAC ( Medium Access Control ).
Dari tingkat yang lebih tinggi, data di kirim ke LLC. Pada LLC di beri Header
oleh control information, menjadi LLC PDU (Protocol Data Unit). Lalu di kirim
ke layer MAC yang menambahkan MAC header dan MAC trailer menjadi MAC
frame.
Format dari MAC Frame
MAC
CONTRO
L

DESTINATION
MAC
ADDRESS

SOURCE
MAC
ADDRESS

DATA

CRC

Secara umum format dari MAC frame seperti gambar diatas.


-

MAC control : field ini berisi tentang informasi yang di butuhkan oleh control
information untuk menjalankan MAC protocol, misal informasi tentang
priorty level.

Destination MAC Address: field ini berisi alamat tujuan dari data yang
dikirim.

Source MAC Address : field ini berisi alamat asal dari data yang dikirim.

Data : berisi data yang dikirim oleh LLC

- CRC : field Cyclic Redundancy Check (CRC) adalah field untuk pengecekan
error.
Pada data link layer (OSI), umumnya selain berfungsi untuk pengecekkan error
dengan menggunakan CRC tetapi juga untuk memperbaiki error tersebut (dengan
mentransmisi ulang). Pada LAN protocol kedua fungsi ini di bagi dua, unutk
pengecekkan error di berikan

kepada MAC Layer, dan untuk perbaikkan di

berikan kepada LLC, yang terus memeriksa frame mana yang berhasil dan tidak
berhasil lalu mentransmisi ulang.
LLC ( Logical Link Control)
DSAP

SSAP

LLC
CONTROL

INFORMATION

LLC memberikan tiga service :


1. Unacknnowledged Connectionless Service: Service ini berupa datagram,
dan sangat sederhana serta tidak ada mekasisme untuk error deteksi dan flow
control. Dengan anggapan bahwa layer yang diatas telah melakukan dua
fungsi tersebut. Sehingga pada service ini pengecekan error tidak di lakukkan
dua kali, sebagai contoh TCp dapat menyediakan mekanisme yang
memastikkan bahwa data terkirim dengan benar.
2. Connection-mode Service: Service ini sama seperti dengan yang diberikan
oleh HDLC. Error control dan flow control di berikan pada service ini.
3. Acknowledged Connection Service : service ini merupakan gabungan dari
dua service diatas. Acknowledged nya berupa datagram. LLC harus membuat
semacam tabel untuk mengatur koneksi yang aktif

LLC Protocol :
Format dan fungsi Protocol pada LLC berdassrkan HDLC. Perbedaan antara
kedua protocol tersebut dapat di lihat dari:
-

LLC menggunakan asynchronous balanca mode dari HDLC untuk mendukung


connection mode service;operasi ini disebut type 2. Mode yang lain dari
HDLC tidak di pakai.

LLC

mendukung

Unacknowledged

connectionless

service

dengan

menggunakan Unnumbered PDU informasi; di sebut operasi type 1. Pada type


1 ini tidak ada flow dan error control, fungsi tersebut di serahkan kepada
MAC layer.
-

LLC

mendukung

acknowledged

service

dengan

menggunakan

dua

unnumbered PDU yang baru; operasi type 3. Pada tipe ini setiap PDU yang
dikirimkan harus di balas dengan acknowledged. Dengan menggunakan
Unnumbered PDU yang

baru acknowledged nya berupa: dengan

mengirimkan AC command yang berisi 1 bit . pengirim mengirimkan angka 0


atau 1 sebagai tanda dan penerima mengirmkan angka yang tidak dipilih oleh
pengirim. PDU yang aktif hanya boleh satu dari kedua sisi.
-

LLC memakai multiplexing dengan menggunakan LSAP

Semua protocol LLC mengirimkan format PDU yang sama ke MAC

layer

(gambar diatas) yang terdiri dari 4 field. Field DSAP dan SSAP berisi masingmasing 7 bit address, yang menunjukkan alamat tujuan dan asal data. 1 bit dari
DSAP menunjukkan apakah tujuannya individu atau kelompok. 1 bit dari SSAP
menunjukkan apakah PDU yang di hasilkan berupa perintah atau response.
Arsitektur 802.11
Block yang paling kecil dari wireless LAN adalah BSS (Basic Service Set) ,
yang terdiri dari beberapa angka station yang menjalankan MAC protokol yang
sama dan bersaing untuk mengakses medium yang sama. Sebuah BSS dapat atau
tidak dapat di connect dengan Backbone Distribution System (DS) dengan
melewati AP (Access Point). Fungsi dari AP adalah sebagai jembatan. MAC
protocol dapat secara penuh di distribusikan atau di kendalikan oleh pusat yang

berada pada AP. Pada umumnya BSS berhubungan dengan apa yang disebut cell
di dalam Literatur. DS dapat berupa switch, wired network, atau wireless network.
Konfigurasi yang paling sederhana dapat dilihat pada gambar 14.4 , dimana setiap
station dimiliki oleh satu BSS, maka dari iut setiap station yang berada dalam
jangkauan wireless nya dapat di gabung menjadi satu.
Sebuah Extended Station Set (ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang
terhubung dengan Distribution System. Secara tipikal, DS adalah sebuah wired
backbone LAN tetapi dapat menjadi communication network apapun.
Pada gambar A menunjukan AP di pasang sebagai bagian dari station; AP adalah
sebuah logic di dalam station yang menyediakan access ke DS dengan
memberikan service sebagai tambahan dari fungsinya sebagai station. Untuk
mengintegrasikan IEEE 802.11 arsitektur dengan wired LAN yang tradisional,
sebuah portal di gunakan. Portal logic de pakai dalam sebuah device sebagai
jembatan atau router, yang merupakan bagian dari wired LAN dan di pasang kan
ke DS.
IEEE 802.11 Service
Ada 9 service yang di berikan oleh IEEE 802.11 (Lihat tabel A). Service - service
tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu:
1. Service provider dapat menjadi sebuah station atau DS. Station service
dipasang pada setiap station pada 802.11, termasuk dengan AP station.
Distributin Service terdapat di antara BSS. Service-service tersebut dapat
dipasangkan ke AP atau di device yang khusus yang dipasang ke DS.
2. Tiga dari service tersebut di pakai untuk mengkontrol akses dari IEEE
802.11. Enam dari service di gunakan untuk mendukung transfer data ke
MAC yang di sebut MSDU. MSDU adalah data yang dikirim dari
pengguna MAC ke MAC layer, yang pada umumnya disebut LCC PDU.
Apabila data yang dikirim terlalu besar maka dapat dibagi-bagi menjadi
banyak MAC frame.

Distribusi Message dengan menggunakan DS


Ada 2 service yang digunakan yaitu distribution dan integration.
Distributin adalah service yang utama dalam bertukar MAC frame
Sebagai contoh dalam gambar A apabilaingin mengirimkan data dari STA 2
ke STA7. dari Sta 2 drame dikirim ke STA 1 dimana Ap berada. Dari AP
dikirim ke DS untuk dikirim ke AP yang memiliki tujuan dari frame, STA 5.
dari STA5 lalu dilanjutkan ke STA 7. Apabila tujuan berada dalam satu BSS
maka tidak melewati DS.
Integration service di gunakan untuk mentransfer data antara station dalam
IEEE 802.11 dan sebuah station yang terintegrasi dengan 802.x LAN.
Association related service
Tujuan utama dari MAC layer adalah untuk mengirimkan MSDU-MSDU
antara MAC entitiy;tujuan ini di penuhi oleh distribution service. Agar service
tersebut dapat berfungsi maka informasi tentang station di dalam ESS yang
menyediak Association relater service, sebelum data tersebut dikirim maka
station tersebut harus associated. Untuk mengirimkan pesan dengan DS
maka distribution service perlu mengetahui di station mana tujuannya. Agar
dapat mengetahuinya maka station tersebut harus menjalankan association
dengan AP dimana BSS station tersebut berada.
Ada 3 service yang di perlukan :
1. ASSOCIATION : merupakan inisial /awal dari association antara station
dengan AP . Sebelum sebuah station dapat mengirimkan atau menerima
frame pada sebuah Wireless LAN, identitas dan alamat dari AP tersebut
harus jelas. Maka sebuah station harus menjalankan association dengan AP
pada bSS yang bersangkutan. Lalu setiap AP dapat bertukar informasi
dengan AP lainnya di dalam ESS.
2. REASSOCIATION : Dapat membuat asscotaion yang telah di ada untuk di
transfer ke AP yang lain.
3. DIASSOCIATION : untuk memberikan tanda tentang adanya Association
yang telah dihapus kepada AP yang lain sebelum meninggalkan ESS.
Access dan Privacy Service

Ada dua ciri-ciri yang membedakan antara wired LAN dengan Wireless LAN :
1. apabila ingin mengirimkan dalam wired LAN, sebuah station harus
terhubung dengan sebuah LAN secara fisik. Di pihak lain , wireless LAN
dapat berhubungan dengan jarak gelombang radio.
2. sama halnya dalam menerima, dalam wired LAN, sebuah station harus
terhubung dengan sebuah LAN secara fisik. Di pihak lain , wireless LAN
dapat berhubungan dengan jarak gelombang radio.

Medium Access Control 802.11


IEEE 802.11 MAC layer meliputi 3 area fungsional
Data Delivery Yang Reliable
Seperti halnya wireless network lainnya, wireless LAN yang menggunakan IEEE
802.11 dan MAC layer juga tidak dapat diandalkan. Noise, interference & efek
gangguan yang lain akan dapat menyebabkan banyak frame yang hilang. Situasi
ini dapat diatasi oleh mekanisme yang dipercaya pada layer yang lebih tinggi
seperti TCP. Tetapi akan lebih efisien untuk mengatasi error pada level MAC
karena waktu yang digunakan untuk retransmisi pada layer yang lebih tinggi
berada pada hitungan detik.
Untuk tujuan inilah, IEEE 802.11 menyertakan sebuah frame exchange protocol.
Ketika sebuah station menerima data frame dari station lain, station penerima itu
akan mengirimkan frame ACK pada station sumber. Pertukaran ini dianggap
sebagai sebuah atomic unit, yang tidak dapat diinterrupt oleh station lain. Jika
source tidak terima ACK dalam selang waktu tertentu, karena data frame/ACK
rusak, sumber akan mengirim ulang.
Dengan begitu mekanisme dasar data transfer IEEE melibatkan pertukaran 2
frame. Untuk lebih meningkatkan kemampuan, pertukaran 4 frame dapat dipakai.
Source akan terlebih dahulu mengirim frame Request To Send (RTS) kepada
destination. Destination akan merespon dengan Clear To Send (CTS). Setelah
menerima CTS, source akan mengirim data frame pertama dan destination akan

merespon dengan ACK. RTS akan memberitahu semua station yang berada dalam
jangkauan penerimaan source bahwa ada pertukaran sedang terjadi. Station
station tersebut akan menjauh dari transmisi agar tidak terjadi tubrukan antara 2
frame yang ditransmisi pada waktu yang sama. Demikian juga pada CTS,
memberitahu station yang berada dalam jangkauan terima destination bahwa
pertukaran sedang terjadi.
Access Control
802.11 working group memperhatikan 2 tipe proposal untuk algoritma MAC :
1. Distributed Access Protocol
Seperti Ethernet, menyalurkan keputusan untuk transmit ke seluruh node
dengan menggunakan mekanisme carriersense
2. Centralized Access Protocol
Melibatkan regulasi transmisi dengan menggunakan sebuah centralized
decision maker
Distributed Access Protocol dapat digunakan untuk sebuah ad hoc network dari
peer workstation dan dapat dipakai juga pada konfigurasi wireless LAN yang lain
yang sebagian besar terdiri dari bursty traffic. Centralized access protocol baik
untuk konfigurasi yang terdiri dari sejumlah wireless station yang saling
tersambung dan semacam base station yang tergabung ke sebuah backbone wired
LAN. Sangat berguna jika data time sensitive/high priority.
Hasil untuk 802.11 adalah sebuah algoritma MAC dinamakan DFWMAC
(Distributed Foundation Wireless MAC) yang menyediakan mekanisme access
control dengan sebuah optional centralized control built di atasnya. Di bawah
MAC layer adalah DCF. DCF menggunakan algoritma contention(rebutan) untuk
menyediakan akses ke segala traffic. Asynchronous traffic biasanya menggunakan
DCF. PCF adalah sebuah algoritma MAC yang tersentralisasi yang digunakan
untuk menyediakan servis bebas contention. PCF dibuat di atas DCF memakai
secara maksimal fitur dari DCF untuk memastikan akses kepada seluruh
pengguna.

DCF
Menggunakan algoritma CSMA sederhana. Jika sebuah station punya sebuah
frame MAC untuk ditransmit, medium akan diutamakan. Jika medium idle,
station akan transmit dan sebaliknya. DCF tidak punya fungsi deteksi benturan
karena deteksi benturan tidak dapat diterapkan pada wireless network. Dynamic
range dari sinyal medium sangat besar, sehingga station yang sedang transmit
tidak dapat membedakan sinyal lemah dari noise & efek dari transmisi itu sendiri
secara efektif.
Untuk memastikan kelancaran & penggunaan secara adil algoritma ini, DCF
melibatkan 1 set delay yang sesuai dengan priority scheme. Aturan untuk akses
CSMA dengan memakai single delay yang dikenal dengan nama Interframe Space
(IFS) adalah sebagai berikut :
1. Station dengan frame untuk ditransmit mencek medium. Jika medium idle
selama waktu yang sama dengan IFS, station akan langsung mengirim.
2. Jika medium sibuk, station akan menunda transmisi dan kembali
memonitor medium sampai transmisi yang ada selesai.
3. Setelah transmisi selesai, station akan delay IFS yang lain. Jika medium
tetap idle selama waktu, maka station akan hitung mundur selama
sembarang waktu dan mencek medium. Jika masih idle, station akan
transmit. Jika selam hitung mundur, medium jadi sibuk, hitung mundur
dihentikan & diulang jika medium idle.
Untuk menjaga stabilitas selama hitung mundur, digunakan binary exponential
backoff. Teknik ini meyediakan cara untuk menangani heavy load. Bagan yang
sebelumnya disempurnakan untuk DCF untuk menyediakan akses berdasarkan
prioritas dengan menggunakan 3 macam IFS secara tepat.
1. SIFS (Short IFS) : terpendek, digunakan untuk merespon dengan cepat
2. PIFS (Point coordination function IFS) : menengah, digunakan oleh
centralized controller di bagan PCF ketika issuing polls
3. DIFS (Distributed coordination function IFS) : terpanjang, digunakan
untuk delay minimum asynchronous frame yang saling berebut akses

Gambar 14.7a menjelaskan kegunaan time value tadi. Station yang menggunakan
IFS untuk menentukan kesempatan transmisi akan mendapat prioritas utama,
karena station tersebut akan mendapat akses ke station yang sedang menunggu
waktu yang sama dengan PIFS / DIFS.
SIFS dipake dalam ACK, CTS, poll response. Frame yang ditransmisikan dengan
memakai SIFS lebih diutamakan daripada PCF poll. Interval DIFS digunakan
untuk seluruh asynchronous traffic.
Point Coordination Function
PCF adalah metode akses alternatif yang diimplementasikan di atas DCF.
Operasinya terdiri dari polling oleh centralized polling master (point coordinator).
Point coordinator memakai PIFS ketika melaksanakan polls. Karena PIFS lebih
kecil dari DIFS, point coordinator dapat menyita medium & mengunci semua
asynchronous traffic dengan cara mengulang pelaksanaan poll, sebuah interval
dinamakan superframe dipakai. Pada bagian pertama dari interval ini, point
coordinator melaksanakan polling pada station yang bersangkutan. Point
coordinator akan idle bagi superframe, menyediakan sebuah periode contention
(rebutan) untuk akses asynchronous.
Gambar 14.7b menjeklaskan penggunaan superframe
Pada awal superframe, point coordinator boleh secara optional menyita control
dan melaksanakan poll selama waktu tertentu. Interval ini berbeda karena frame
size berbeda yang dikirim station bersangkutan. Sisa dari superframe dipakai
untuk akses berdasarkan rebutan. Setelah interval superframe selesai, point
coordinator saling berebut akses ke medium dengan menggunakan PIFS. Medium
kemungkinan sibuk sehabis superframe & point coordinator harus menunggu. Ini
menyebabkan periode superframe dipotong pada cycle berikutnya.
MAC Frame
Gambar 14.8a menunjukkan format frame 802.11
Format umum ini dipakai untuk semua data & control frame, tapi tidak semua
field dipakai pada setiap keadaan.
Frame control : mengindikasikan tipe frame & menyediakan info kontrol.

Duration/connection ID : jika digunakan sebagai field durasi menunjukkan waktu


(dalam microdetik) dimana channel digunakan untuk transmisi yang sukses dari
MAC frame. Pada beberapa control frame, field ini mengandung sebuah
association, or connection, identifier.
Addresses : nomor & kegunaan dari address field bergantung pada konteks. Tipe
address termasuk source, destination, transmitting, receiving station.
Sequence control : mempunyai 4 bit fragment number subfield, digunakan untuk
fragmentation & reassembly, & 12 bit sequence number dipakai untuk memberi
nomor frame yang dikirim antara transmitter & receiver.
Frame body : mempunyai MSDU/fragment dari sebuah MSDU. MSDU adalah
sebuah LLC protocol data unit/MAC control information.
Frame check sequence : sebuah pengecekan dengan dengan 32 bit cyclic
redundancy.
Frame control field yang digambarkan di gambar 14.8b, terdiri dari field :
-

Protocol version : versi 802.11, yang ada versi 0

Type : mengidentifikasi frame sebagai control, management/data

Subtype : mengidentifikasi lebih jauh fungsi frame. Table 14.3 menyediakan


kombinasi yang benar antara type & subtype

To DS : MAC coordination menset bit ini ke 1 dalam sebuah frame yang


menuju ke distribution system

From DS : MAC coordination menset bit ini ke 1 dalam sebuah frame yang
meninggalkan distribution system.

Retry : diset ke 1 jika ada retransmisi dari frame sebelumnya.

More fragment : diset ke 1 jika lebih banyak frame mengikuti yang satu ini

- Power management : diset ke 1 jika station yang sedang transmisi lagi dalam
sleep mode.
-

More data : menunjukkan bahwa sebuah station punya data tambahan untuk
dikirim. Setiap blok dari data boleh dikirim sebagai 1 frame/sebuah grup
fragment dalam banyak frame.

WEP : diset ke 1 jika optional wired seimbang dengan protocol di


implementasikan. Digunakan dalam pertukaran encryption keys untuk
pertukaran data secara aman.

Order : diset ke 1 jika sembarang data frame dikirim menggunakan strictly


ordered service. Juga yang memberitahu receiving station bahwa frame harus
diproses dalam suatu urutan.

Jenis Jenis Tipe MAC Frame


Control frame : membantu dalam pengiriman data frame yang dapat diandalkan.
Ada 6 subtype control frame :
1. Power Save poll (PS poll) : frame ini dikirim oleh sembarang station yang
menyertakan AP (Access Point). Tujuannya adalah untuk meminta bahwa
AP transmit frame yang telah dibuffer untuk destination station,
walaupun source station sedang dalam power saving mode.
2. Request To Send (RTS) : station yang kirim pesan ini memberitahu
destination & semua station yang berada dalam jangkuan penerimaan,
bahwa source station ingin kirim data ke destination.
3. Clear To Send (CTS) : dikirim oleh destination station kepada source
station bahwa pengiriman data diijinkan.
4. Acknowledegement (ACK) : berisi pemberitahuan dari destination ke
source bahwa data, management, frame PS poll telah diterima dengan
benar.
5. ContentionFree (CF) end : memberitahukan akhir dari periode contention
free.
6. CF-end + CF ack : menandakan CF end. Frame ini mengakhiri connection
free period dan melepaskan station dari restriction yang berhubungan
dengan period tersebut.
Data Frame
Ada 8 sub-tipe data frame, di organisasikan menjadi dua group. Empat subtipe pertama menunjukkan frame tersebut membawa upper level data dari station
asal ke tujuan. Empat frame yang membawa adalah:

1. data : frame data yang paling sederhana dapat digunakan pada periode
contention dan contention free.
2. data + CF-ack : hanya dapat dikirim dalam peroide contention free.
Sebagai tambahan frame ini membawa ack dari data sebelumnya.
3. data + CF-poll : di gunakan oleh point coordinator untuk mengirimkan
data ke mobile station dan untuk meminta mobile station untuk mengirim
frame data yang telah di buffer.
4. data + CF-ack + CF-poll : menggabungkan fungsi dari yang diatas.
Sisa 4 sub-tipe tidak membawa frame data. Frame null-function tidak membawa
data, pools atau ack. Frame ini hanya membawa power management bit.
Management Frame
Frame management hanya di gunakan untuk

manage communication antara

Station dan AP :
1. Association request: di kirim oleh oleh sebuah station ke AP untuk
mengirim request association dengan BSS.
2. Association response : di kirim oleh AP ke station untuk menandakan
apakah request diterima atau tidak.
3. Reassociation request : di kirim dari station ketika pindah dari satu BSS ke
lainnya dan perlu untuk membuat association dengan AP lain.di BSS yang
baru
4. Reassociation response : dikirim oleh AP ke station untuk menandakan
apakah reassociation requset di terima atau tidak.
5. Probe request : di gunakan untuk mendapatkan informasi dari station lain
atau AP.
6. Probe response : response dari probe request
7. Beacon : di transimisi secara periodik agar mobile station dapat melokasi
dan mngidentifikasi sebuah BSS
8. Announcment traffic indication message : memberikan tanda ke mobile
station lainnya yang dalam mode power dalam keadaan low bahwa station
ini menuggu untuk mengirimkan framenya ke frame lain.

9. Dissociation : di gunakan untuk menghilangkan sebuah association


10. Authentication : multiple frame authentication di gunakan untuk bertukar
authentication dengan station lain
11. Deauthentication: di kirim oleh station atau AP untuk menunjukkan bahwa
atation tersebut atau AP sedang menghilangkan komunikasi.
The Wired Equivalent Privacy Algorithm
Berbasiskan pada 802.11 algoritma wired equivalent privacy(wep) yang secara
signifikan mengurangi resiko seorang menyadap network tersebut. Algoritma ini
menjalankan enkripsi dari persen-persen. WEP bekerja pada data link layer (layer
2) dari 7 OSI layer.
Metode enkripsi dari WEP menggunakan algoritma RC4 PRNG berdasarkan :

Suatu 40 bit secret key

Sebuah 24 bit IV yang dikirim bersama dengan data

Termasuk didalam sebuah ICV untuk mengecek integritasnya

Authentication
Karena Wireless lan memiliki keamanan physical yang terbatas untuk
mencegah

penyalahgunaan

akses,

802.11

mendefinisikan

service-service

authentication untuk mengontrol akses lan ke level yang sama dengan yang
terhubung menggunakan media kabel.
IEEE 802.11 menyediakan dua macam tipe Authentication yaitu Open System
dan Shared Key. Open System Authentication menyediakan jalan bagi dua
pemakai untuk menyetujui penukaran data dan menyediakan tanpa keuntungan
penjagaan. Di Open System salah satu pemakai mengirimkan sebuah MAC
control frame, yang diketahui sebagai authentication frame, ke pemakai yang lain.
Yang menerima akan meresponnya dengan Authentication frame miliknya dan
prosesnya selesai. Open System juga menyangkut pertukaran identitas diantara
pemakainya.
Shared key Authentication, dua pemakai yang saling berhubungan
mengharuskan untuk membagi

Secret key, bukan ke pemakai yang tidak

berhubungan. Key ini untuk menyakinkan bahwa kedua pemakai saling


Authentication.
Pengiriman untuk Authentication antara A dan B :
1. A mengirimkan MAC authentication frame dengan secret key dan
identitas dari station yang tujuan.
2. B merespon dengan Authentication frame yang mengandung 128octet challenge text . Challenge text dihasilkan oleh WEP PRNG.
Key dan IV(Initialization Vektor) di Challenge text tidaklah penting
karena mereka tidak berperan dalam Remainder (sisa) pengiriman.
3. A mentransmisi Authentication frame yang mengandung challenge
text dari B. Semua frame di Encypted menggunakan WEP.
4. B menerima Encypted frame dan me-decrypted menggunakan WEP
dan secret key dibagi dengan A. jika decypted berhasil maka B akan
membandingkan challenge text yang diterima barusan dengan
challege text yang dikirimkan ke A. Lalu B mengirimkan pesan
Authentication dengan status berhasil atau gagal ke A.
14.4 IEEE 802.11 PHYSICAL LAYER
Original IEEE 802.11 Physical layer
Pada standart IEEE 802.11 dibagi menjadi 3 Media layer :

Direct- Sequence spread spectrum beroperasi pada frekuensi 2,4


GHz ISM, di rate data 1 Mbps dan 2Mbps.

Frequency-hoping spread spectrum yang juga beroperasi pada


frekuensi 2,4 GHz ISM, di rate data 1 Mbps dan 2 Mbps.

Infrared di 1 Mbps dan 2 Mbps beroperasi di gelombang antara


850 dan 950 nm.

Direct-Sequence Spread Spectrum dan Frequency-Hopping Spread


Spectrum
Dalam teknologi wireless network biasanya menggunakan Radio
Frequency (RF), sehingga masalah yang dihadapi adalah Radio Signal
interfence, dimana pada teknik modulasi radio konvesional dapat dengan
mudah mengalami interferensi gelombang, dengan alasan tersebut digunakan

teknik modulasi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) dan juga


Frequency-Hopping Spread Spectrum (FHSS). Semua Produk-produk wireless
network yang ada pada saat ini beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz dengan
menggunakan DSSS maupun FHSS. Perbedaan mendasar dari kedua
teknologi modulasi tersebut adalah DSSS beroperasi pada kanal frekuensi
yang fix tetapi pada FHSS beroperasi pada kanal frekuensi yang berubah
setiap 400 millisecond dengan algoritma yang tertentu. Kedua standart IEEE
itu beroperasi secara half duplex.
Teknologi DSSS lebih unggul karena beberapa faktor berikut :

Kebal terhadap interferensi dan jamming.

Kebal terhadap multipath fading (Delay Spread Resistance)

Sangat kecil kemungkinannya untuk disadap

Multiple Access via code division multiple Access (CDMA)

Pada FHSS hanya memiliki bandwidth sebesar 22 MHz per-Hops


sehingga hanya bisa dilalui data dengan bandwidth maximum hanya 2 Mbps
half duplex, lain halnya dengan DSSS yang pada saat ini telah dapat
mencapai data transfer sebesar 11 Mbps half duplex tetapi dalam halnya
kekebalan terhadap interferensi FHSS yang memiliki kekebalan tersendiri
namun hal itu banyak diimplementasikan untuk penggunaannya dalam
ruangan sebab FHSS memiliki daya jangkauan yang lebih pendek
dibandingkan DSSS dan juga memiliki daya latency yang lebih besar
dibandingkan DSSS.
DSSS Spread Sequence
Ide umum dari Direct sequence adalah untuk mendigitalkan spread
baseband data frame (PPDV), dan lalu memodulasikan data yang telah di
spreading menjadi partikel-partikel frekuensi
Transmitter melakukan spreading PPDV dengan mengkombinasi PPDV
dengan sebuah Pseudonoise (PN) code yang berupa chip spreading sequence
melalui binary adder. PN sequence untuk system DS terdiri dari atas sebuah
serial dari penjumlahan dan pengurangan 1. PN code yang spesifik untuk

802.11 DSSS adalah diikuti 11-chip barker sequence, dengan leftmost bit
yang diaplikasikan pada PPDV : +1,-1,+1,+1,-1,+1,+1,+1,-1,-1,-1.
n=2

++

n=3

++-

n=4

+++-

n=5

+++-+

n=7

+++--+-

n = 11

+-++-+++---

n = 13

+++++--++-+-+

Output di binary adder adalah suatu signal DSSS yang memiliki sebuah
signal rate yang lebih besar daripada data signal aslinya. Sebagai contohnya
Mbps PPDV yang berada pada input, akan menghasilkan 11 Mbps signal
yang dispreading pada output adder. Modulator menerjemah baseband signal
ke dalam sebuah signal analog pada operasi transmisi frekuensi dari kanal
yang dipilih.
Infrared
Skema infrared IEEE 802.11 merupakan omnidirectional daripada point
to point. Rangenya dapat mencapai 20 m. Skema Modulasi untuk 1 Mbps
data rate dikenal sebagai 16-PPM (Pulse Position Modulation). Didalam
skema, setiap group dari 4 data bit di mapped menjadi satu dari 16-PPM
symbols; setiap symbol merupakan 16 bit string. Setiap 16-bit string
mencangkup dari 0 sebanyak 15 dan binary 1 sebanyak sekali. Untuk 2
Mbps data rate, setiap group dari 2 data bit di mapped menjadi satu dari
empat bit sequence. Setiap sequence terdiri dari 0 sebanyak 3 kali dan
binary 1

sebanyak 1. Transmisi yang sebenarnya menggunakan skema

intensity modulation, dimana keberadaan signal correspond ke binary 1 dan


kehadiran dari signal correspond ke binary 0.

IEEE 802.11a
Spesifikasi IEEE 802.11a menggunakan frekuensi 5 GHz. Tidak seperti
yang

spesifikasinya 2,4 GHz, IEEE 802.11 tidak menggunakan skema

spread spectrum tetapi menggunakan Orthogonal Frequency Division


Multiplexing (OPDM). OFDM juga disebut Multicarrier Modulation,
menggunakan Multicarrier signal ke frekuensi yang berbeda-beda, mengirim
beberapa bit ke setiap channel. Hal ini sama dengan FDM. Tetapi pada
OPDM, setiap subchannel ditujukan pada single data source.
Kemungkinan

data

rate

untuk

IEEE

802.11a

adalah

6,9,12,18,24,36,48,dan 54 Mbps. Sistemnya dapat mencapai 52 subcarrier


yang dimodulasi menggunakan BPSK,QPSK,16-QAM atau 64-QAM,
tergantung dari data yang diterima. Jarak frekuensi subcarrier 0.312 MHz.
Convolution code di rate1/2, 2/3, atau 3/4 menyediakan Forward Error
Correction.
IEEE 802.11b
IEEE 802.11b

IEEE 802.11a. Skema DS-SS, menyediakan data rate

5,5 dan 11 Mbps. Chipping rate nya 11Mhz, dimana memiliki kesamaan
dengan Skema DS-SS yang original, dan menyediakan bandwidth yang
sama. Untuk mencapai data rate yang lebih tinggi pada bandwidth yang
sama dan pada chipping rate yang sama, skema modulasi yang diketahui
sebagai Complementary Code Keying (CCK) digunakan.
Skema modulasi CCK sangat rumit dan tidak diteliti secara detail. Data
input berada pada 8 blok bit dengan rate 1.375 Mhz ( 8 bit/symbol x 1.375
MHz = 11 Mhz). Enam bit di mapped menjadi 64 code sequence
berdasarkan dari 8 x 8 Walsh Matrix. Output dari mapping, ditambah 2
additional bit, menjadi input ke modulasi QPSK.