Anda di halaman 1dari 6

LOKAKARYA KEMANDIRIAN POS MALARIA DESA/PAROKI

Pontianak dan Manado, November 2014


Pengantar
Desember 2014 ini Program Malaria PERDHAKI yang dibantu dari Global Fund ronde ke 8
akan berakhir. Meskipun demikian, Pos Malaria yang dibentuk oleh PERDHAKI dalam
rangka penemuan kasus malaria serta pengobatan kepada penderita positif malaria dirasa
perlu dipertahankan dan diharapkan dapat terus berlanjut secara mandiri dalam karya
pelayanan.
Ada 126 Pos Malaria PERDHAKI/PELKESI yang tersebar di Kalimantan dan Sulawesi yang
sudah menjalankan kegiatan preventif lewat pendistribusian kelambu anti nyamuk,
melakukan kegiatan promotif dengan penyuluhan-penyuluhan, serta melakukan kegiatan
pokok berupa penemuan dini kasus malaria dan pengobatan kasus malaria sesuai standar.
Dalam kurun waktu 4,5 tahun, serangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh pengurus Pos
Malaria ternyata membuat para pengurus memiliki modal atau kekayaan yang cukup
bermakna untuk meneruskan kegiatan penemuan kasus malaria maupun kegiatan lainnya
guna peningkatan kesehatan di masyarakat.
Menyikapi hal ini, PR Malaria PERDHAKI pada akhir program mengupayakan adanya
pertemuan untuk membekali pengurus-pengurus Pos Malaria dalam hal teori dan teknis
pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pertemuan tersebut diberi nama Lokakarya
Kemandirian Pos Malaria Desa/Paroki. Peserta pertemuan dipilih oleh PR dan SR/SSR
secara selektif dari sejumlah Pos Malaria yang potensial untuk melanjutkan karya pasca
Program Malaria berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Setiap Pos Malaria
diwajibkan mengirimkan 2 orang pengurusnya untuk ikut dalam pertemuan (Ketua/Anggota
dan Petugas Kesehatan).
Pelaksanaan pertemuan lokakarya untuk pulau Kalimantan dipusatkan di Pontianak yang
diselenggarakan pada tanggal 11 12 November 2014 dengan jumlah 21 Pos Malaria (dari
87 Pos Mal di Kalimantan) yang terpilih mengikuti pertemuan tersebut. Sedangkan
pelaksanaan pertemuan di pulau Sulawesi dipusatkan di Manado yang diselenggarakan pada
tanggal 18 19 November 2014 dengan menghadirkan 11 Pos Malaria (dari 39 Pos Mal di
Sulawesi).
Tujuan Pertemuan Lokakarya
a. Memberikan apresiasi kepada Pos Malaria terpilih yang memiliki potensi untuk
melanjutkan karya pelayanan secara mandiri pasca program GF.
b. Melakukan self assesment situasi dan kondisi Pos Malaria pada saat ini dan
menggambarkan cita-cita bentuk pelayanan pasca program selesai.
c. Mengidentifikasi permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh Pos Malaria untuk
mewujudkan pelayanan yang dicita-citakan.
d. Membekali peserta dengan alternatif bentuk pelayanan dan kegiatan yang dapat dilakukan
Pos Malaria pasca Program.

e. Menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan pelayanan yang dicitacitakan.


Proses Pertemuan
Secara garis besar proses pertemuan yang dilakukan dimulai dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Self Assesment situasi dan kondisi Pos Mal saat ini. Peserta dari Pos Mal
mempresentasikan kondisi Pos Mal masing-masing. Dari apa yang dipresentasikan oleh
Pos Mal diperoleh gambaran potensi dan motivasi Pos Malaria untuk melanjutkan
pelayanan pasca GF nanti.
b. Input-input dari Keuskupan, Pemda setempat, serta dari Dinkes terkait dengan
keberlanjutan pelayanan Pos Malaria:
Input dari Keuskupan Pontianak lebih menegaskan mengenai spiritualitas petugas
untuk bertanggung jawab dalam pelayanan ke sesama. Sedangkan di Manado lebih
specifik, karena Keuskupan sudah mempunyai Rencana Strategis pastoral
Keuskupan jangka 5 tahun. Untuk tahun 2015 Gereja katolik di semua paroki
diajak untuk fokus mempromosikan Gerakan Perilaku Hidup bersih dan Sehat
(PHBS).
Input dari Pemda baik di Pontianak maupun di Manado senada. Karena ada
kebijakan strategis Pemerintah yang berlaku untuk semua propinsi. Pemerintah
sendiri sudah mengalokasikan dana-dana (PNPM, ADD) untuk Pemberdayaan
Masyarakat yang tersedia secara terbuka bagi kebutuhan masyarakat setempat. Bila
Pos Malaria membutuhkan, bisa mengangkat kebutuhan ini dalam Musyawarah
Desa (Musrembang).
Input dari Dinkes, Pejabat dari Sulut menegaskan pentingnya Pos Malaria untuk
terus membangun jejaring dengan Puskesmas dan Dinas Kabupaten setempat.
Dengan jejarng yang kuat Pos Malaria PERDHAKI dapat menyampaikan
kebutuhan RDT dan ACT dan kebutuhan pelatihan.
c. Input-input terkait dengan bentuk pelayanan Pasca GF antara lain:
Gambaran mengenai Upaya Kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM)
Pengenalan tentang Manajemen Terpadu balita sakit bersumber daya Masyarakat
(di Pontianak)
Promosi Pesan-pesan Pokok Menuju Masyarakat Sehat (di Manado)
Pembahasan Mengenai Ibu Hamil dan balita sakit
Pembahasan hasil penemuan kasus di 9 SSR di Sulawesi
d. Penyusunan Langkah-langkah kegiatan untuk mewujudkan bentuk pelayanan yang dicitacitakan. Dalam sesi ini, Pos Mal dapat mempresentasikan bentuk pelayanan yang dicitacitakan.
Yang menarik dalam proses pertemuan
Berikut ini ada beberapa testimoni yang menarik dari peserta :
a. Pos Malaria kami siap untuk terus melanjutkan pelayanan secara mandiri. Untuk dana tak
ada masalah. Ketua kami adalah Kepala Desa dan sekaligus Ketua BPD, sedangkan saya

b.
c.

d.

e.

adalah Nakes yang ditugaskan di Kemangai. Kebetulan suami adalah Kepala Puskesmas
setempat. (Pos Mal Kemangai, SSR Serawai)
Kepengurusan kami selama 5 tahun tetap kompak dan komit untuk menerukan pelayanan
secara mandiri. (Pos Mal Engkadu, SSR Ngabang & Pos Mal Semitau, SSR Seijiram)
Kebetulan pengurus Pos Mal adalah aktivis gereja dan aktivis desa. Kami sudah
dipercaya warga dan siap untuk melanjutkan pelayanan pasca program secara mandiri.
Kami sadar ini adalah sukarela dan kami melakukannya sebagai bentuk pengabdian
Padamu Negeri. (Pos Mal Alude Tahuna, SSR Pelkesi Wil IV)
Saya terlibat dalam program ini belum sampai 2 tahun. Tetapi kesannya mendalam. Saya
sering dipanggil warga pada malam hari. Pada waktu ada kegiatan MBS kesannya
sungguh senang. Saya bisa periksa banyak warga sehingga saya dipanggil bidan bahkan
dokter. Saya mengatakan kepada keluarga saya bahwa ini adalah pengabdian. Hasil setelah
2 tahun, 35 desa telah mengenal saya. Saya bisa menangani malaria, TB, serta mendapat
kepercayaan dari masyarakat yang saya layani. (VMP Ratahan SSR Tomohon).
Kesan mendalam juga diungkapkan oleh Dr. Harry Ulaen, Kepala SSR PELKESI
WILAYAH IV. Kesehariannya beliau adalah Kepala Komisi Medik RS. Ada
pembelajaran dari program ini, karena semua kegiatan dengan SOP. Model kerja dengan
SOP ini saya terapkan di perawatan dan medik di rumah sakit. Ketika saya mendapat
kesempatan untuk ikut kegiatan outreaching di Talaud pada bulan Juli 2014 yang lalu,
saya mengalami gelombang besar yang sangat besar. Dalam hati saya sempat terlintas
selamat tinggal keluarga saya. Dari pengalaman tersebut makna hidup saya semakin
bertumbuh dalam diri saya. Sangir adalah tanah kelahiran saya dan sudah 19 tahun belum
pernah ke Sangir dan Talaud. Pada saat ke Talaud saya dapat bertemu dengan saudarasaudara saya. Secara emosional, pengalaman ini sangat berarti sekali bagi saya meskipun
dengan resiko besar. Saya menghargai sikap teman-teman Pos Mal yang mau setia dalam
melayani desa-desa yang jauh dan penuh resiko.

Rangkuman dan Penutup


Dari proses di dua lokasi pertemuan lokakarya diperoleh gambaran bahwa hampir semua Pos
Malaria sudah siap melanjutkan pelayanan secara mandiri. Semangat ini tumbuh karena
warga yang mereka layani sangat antusias dan terbantu dengan kehadiran mereka. Modal
sosial dari setiap Pos Malaria dalam berbagai bentuk (potensi pengurus, penerimaan warga,
dukungan lembaga, serta tokoh setempat) cukup kuat. Mayoritas bentuk pelayanan pasca GF
yang dicita-citakan adalah sebagai Pos Malaria plus kegiatan penyuluhan-penyuluhan. Guna
menguatkan kreativitas penyuluhan, peserta telah dibekali Buku Penuntun Hidup Sehat dan
teknik penggunaan buku dalam penyuluhan.
Semoga 32 Pos Malaria yang sudah dibekali dengan pertemuan ini dapat menjadi contoh
kemandirian dan keberlanjutan pelayanan untuk Pos Malaria lain disekitarnya. Semoga
semangat dan pelayanannya dapat kita simak dalam satu atau dua tahun mendatang. -YWFoto Foto Kegiatan

Gambar 1. Presentasi dari Dinkes Provinsi Sulut

Gambar 2. Presentasi Isi Poster oleh Kelompok Non Nakes Pos Mal

Gambar 3. Evaluasi Penemuan&Pengobatan Malaria untuk Kelompok Nakes Pos


Mal

Gambar 4. Diskusi Kelompok Penyusunan POA

Gambar 5. Foto Bersama

Gambar utk COVER saja

Presentasi : Upaya Kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) oleh DR. Dr. Widyastuti Wibisana