Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS DASAR

AIR KRISTAL

OLEH :
Nama

: Agung Nursyawaly
Aliyah Montessa
Andi Fitra Safitri
Fairuz Hibatullah
M. Ardiansyah

Kelas

: 1KIB

Instruktur

: Melianti ST. MT

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2014/2015

Analisis Air Kristal

1.Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif suatu air kristal.
2.Dasar Teori
Pada umumnya kristal suatu senyawa kimia bila diletakkan beberapa lama di udara akan
mengadsorpsi air pada permukaannya.Jumlah air yang diadsorbsi relatif kecil dan bergantung
pada kelembapan udara.Hal ini dapat dilihat dari permukaannya yang basah.
Terdapat pula kristal yang mengandung sejumlah air yang terikat secara ilmiah dalam
kristal tersebut.Kristal-kristal ini,biasanya merupakan garam ionic.Air yang terdapat
didalamnya,disebut air kristal dan biasanya berikatan dengan kationnya.
Air kristal yang terdapat pada senyawa,mempunyai jumlah tertentu dan relative mudah
dihilangkan melalui pemanasan pada suhu diatas titik didih air.Sebagai contoh adalah hidrat
tembaga(II)klorida yang dapat diubah menjadi tembaga(II)klorida melalui pemanasan pada suhu
110oC.
Reaksi penghilangan air kristal pada pemanas

110oC
CoCl2 . xH2O

CoCl2 + H2O

Reaksi di atas dikenal dengan reaksi dehidrasi.Pada dehidrasi,terjadi perubahan kristal


dan warnanya.Perubahan ini juga bergantung pada pemanasannya,apakah sempurna atau
tidak.Sebagai contoh kristal CoCl2 . 6H2O berwarna merah,jika dipanaskan sampai
CoCl2.2H2O akan berwarna violet,tetapi jika dipanaskan sempurna dia akan berubah menjadi
biru.
Adanya senyawa hidrat bila diletakkan di udara terbuka akan melepaskan air.Banyak air
yang dilepaskan bergantung pada kelembapan udara,makin besar kelembapan makin sedikit air
yang dilepaskan.Proses pelepasan air ini disebut efflorescence,misalnya CoCl2 . 6H2O.Tetapi
ada juga senyawa yang bila diletakkan di udara akan menyerap air dan mencair bila diletakkan
lebih lama lagi.Senyawa yang demikian disebut deliquescence,misalnya kristal NaOH.Tidak
hanya air di udara,tetapi dapat juga menyerap air dari larutan sedemikian rupa sehingga larutan
tersebut bebas air.Senyawa yang demikian disebut desicant atau zat pengering. Jadi desicant
menyerap air tidak hanya di udara tetapi dari larutan juga.

Beberapa senyawa juga menghasilkan air pada saat pemanasan,tetapi senyawa tersebut
bukan merupakan senyawa hidrat yang sebenarnya.Air yang dihasilkan tersebut merupakan
proses penguraian dan bukan merupakan proses penghilangan air melalui dehidrasi senyawasenyawa organik,terutama bersifat seperti tersebut diatas.
Penguraian dengan menghasilkan air,bukan merupakan proses reversible.Penambahan air
ke dalam senyawa yang terurai tersebut,tidak akan mengembalikan senyawa ke bentuk
asalnya.Senyawa yang merupakan senyawa hidrat yang sebenarnya,akan mengalami dehidrasi
secara reversible.Penambahan air ke dalam CoCl anhirida,akan menghasilkan CuCl.2H2O.Bila
cukup air yang ditambahkan,maka akan diperoleh larutan yang mengandung hidrat ion Cu2+.
Semua hidrat ionic larut dalam air dan dapat diperoleh kembali melalui kristalisasi dari
larutannya.Jumlah air yang terikat bergantung kepada cara pembuatan hidrat tersebut.
3.Daftar yang digunakan

Tabung Reaksi

Bunsen

Kaca Arloji

Rak tabung

Cawan Penguap

Krus Porselin + tutup

Desikator

Segitiga dan kaki tiga

Penjepit Kayu

Spatula

Statis dan Penjepit

4,Bahan yang digunakan


4.1.

Identifikasi Hidrat

K2Cr2O7

BaCl2

Boraks

4.2.

Reversibilitas Hidrat

CoCl2 . xH2O

4.3.

Deliquescence dan Efflorescence

Na2CO3 .10H2O

CuSO4 . 5H2O

Kal(SO4)2 . 10H2O

CaCl2

4.4. Jumlah Air Kristal

CoCl2 . xH2O

5. Gambar Alat (terlampir).


6.Keselamatan Kerja
Jangan menyentuh kristal langsung dengan tangan,gunakan spatula untuk menanganinya.
7..Langkah Kerja
7.1. Identifikasi Hidrat
1.Memanaskan sejumlah kristal 0.5 gr,didalam tabung reaksi.
2.Jika ada tetesan air di dinding tabung,dicatat.
3.Mencatat perubahan yang terjadi (warna,sifat)
4.Setelah dingin dilarutkan dalam air (amati warna larutan),jika perlu dipanaskan.
7.2 Reversibelitas Hidrat
1.Memanaskan 0,3 gr kristal dalam cawan penguapan sampai warnanya
berubah sempurna.
2.Melarutkan residu dengan air di dalam cawan penguapan.
3.Memanaskan larutan sampai mendidih dan kering.
4.Mencatat perubahan warna
5.Dibiarkan dan dicatat perubahan warna.

6.3 Deliquescence dan Efflorescence


1.Menempatkan tiap kristal tersebut di kaca arloji yang terpisah
2.Meletakkan senyawa-senyawa tersebut ke cawan penguapan.
3.Mencatat perubahan yang terjadi warna dan kelembapannya.
4.Mengamati sampel selama di laboratorium

6.4 Jumlah Air Kristal


1.Membersihkan porselin crucible dan tutupnya dengan HNO3 6M
2.Dibilas dengan aquades
3.Memanaskan crucible beserta tutupnya di atas segitiga dan sampai kemerahan selama 2
menit.
4.Ditimbang setelah dingin dengan ketelitian 0,001 gr
5.Memasukkan 1,2 gr sampel yang tidak diketahui ke dalam crucible
6.Menimbang crucible beserta isinya.
7.Meletakkan crucible di segitiga dengan tutup yang jauh dari pusat, dipanaskan lagi,
jangan sampai merah.
8.Selama 10 menit pusatkan lagi tutupnya dan dinginkan
9.Menimbang lagi sampai diperoleh berat konstan
10.Mengamati residu yang diperoleh. Menambahkan air ke dalam crucible sampai 2/3
bagian terisi air.

8.Data Pengamatan
8.1 Identifikasi Hidrat

Zat

Apakah terdapat
H2O pada
dinding ?
Tidak terdapat
H2O
Terdapat H2O
Terdapat H2O

K2Cr2O7
BaCl2
Boraks

Warna Residu

Apakah larut
dalam air ?

orange

Larut

Apakah
mempunyai air
kristal ?
Tidak ada

putih
bening

Larut
Tidak larut

Ada
Ada

8.2 reversibilitas hidrat

Zat

Warna awal

Pemanasan I perubahan
warna

CoCl2.xH2O

Ungu

Biru Tua

Pemanasan II
perubahan
warna
Biru Tua

8.2 Kesimpulan
Zat yang awalnya berwarna ungu setelah dipanaskan didalam cawan penguapan ternyata berubah
warna biru tua. Kemudian setelah berwarna biru tua dan dilarutkan dengan aquadest,ternyata
warnaya berubah menjadi hijau dan setelah dipanaskan kembali sampai kering ternyata berubah
menjadi biru tua bukan kembali ke warna awal. Jadi dapat disimpulkan bahwa CoCl2xH2O
adalah zat yang irreversible.
8.3 Deliquescence dan Efflorescence
Zat

Pengamatan

Kesimpulan

Na2CO3

Tidak mencair dan serbuk


berwarna putih
Tidak mencair dan serbuk
berwarna biru
berwarna putih dan tidak
bereaksi dengan udara
Zat tersebut mencair dan
berwarna putih bening

Efflorescence

CuSO4
Tawas [Al2(SO4)3]
CaCl2

Efflorescence
Efflorescence
Deliquescence

8.4.Jumlah air Kristal

Massa crucible + tutup

: 54,3699 gram

Massa crucible + tutup + hidrat padat

: 55,3760 gram

Massa crucible + tutup + residu

: 55,1411 gram

Massa hidrat padat

: 55,3760 gr 55,1411 gr = 1,0061 gr

Massa residu

: 55,3760 gr - 54,3699 gr = 0,7712 gr

Massa H2O yang hilang

: 0,2349 gr

Mol H2O yang hilang (b)

massa H2O yg hilang / BM H2O = 0,2349 gr/ 18 gr/mol = 0,013 mol

Jumlah air kristal (perbandingan a : b)

: 0,4538

Rumus molekul dari hidrat

: CoCl2 . 0,45H2O

Mol Residu (a)

: 5,9 x 10-3 mol

9.Perhitungan
diketahui

massa CoCl2 . xH2O ~ CoCl2 = 0,7712 gram


Mr

Ditanya

: xH2O

= 129,839 gram/mol

Jawab :
X=
Mol H2O = 0,013

mol CoCl2 = 5,9 x 10-3

X = mol CoCl2/mol H2O


x = 0,456
10.Analisis Percobaan
Dalam Percobaan ini telah dilakukan 4 percobaan, yaitu :
a.
b.
c.
d.

Identifikasi hidrat
Reversible
Deliquescence dan Efflorescence
Jumlah Air Dalam Kristal

Pada Percobaan pertama, identifikasi hidrat didapatkan bahwa BaCl2 dan boraks
merupakan senyawa yang memiliki air kristal, hal ini dibuktikan dari air (H2O) yang terdapat
pada dinding tabung reaksi. Kemudian pada percobaan kedua didapatkan bahwa CoCl2.0,45H2O
bukanlah senyawa yang reversible hal ini dibuktikan pada saat warna ungu yang berubah
menjadi biru tua dan tidak kembali ke warna semula saat dipanaskan. Percobaan ke 3
membuktikan bahwa ada zat yang menyerap maupun melepaskan air seperti CaCl2.0,45H2O
(melepas) dan CuSO4.5H2O (menyerap), dan pada percobaan ke 4 setelah melakukan tahap
pemanasan serta penimbangan didapatkanlah jumlah air Kristal yakni 0,4538.
10. kesimpulan
Senyawa yang dapat dikatakan memiliki air Kristal adalah senyawa yang yang terdapat
H2O di dalamnya. Karena air Kristal merupakan garam yang terdapat dalam air. Lalu senyawa
yang dapat dikatakan reversible adalah senyawa yang dapat kembali seperti semula.

11. Pertanyaan

1. Tuliskan macam-macam air kristal !


Jawab : Deliquescence : Cacl2.2H2O, CoCl2.6H2O
Efflorescence :NaOH
2.Tuliskan 10 zat yang mengandung air kristal !
Jawab : 1. CuCl2 . 6 H2O

6.CuSO4 . 5 H2O

2. CoCl2 . 6 H2O

7.Kal(SO4)2 . 12H2O

3. NaOH

8.CaCl2

4. BaCl2

9.Na2CO3

5.Boraks

12.Daftar Pustaka
Jobsheet. Penunjuk Praktikum Kimia Analisis Dasar. 2014 : Politeknik Negeri
Sriwijaya.

13. Gambar Alat

Kaca Arloji

Desikator

Spatula
neraca analitik

Cawan Persolin

Kaki tiga

Bunsen

Segitiga Persolin

Tabung Reaksi dan Rak