Anda di halaman 1dari 5

2.1.

3 Painting
1. Pre treatment chamber, terdiri dari 8 bak
a. Pre degreasing, tujuannya untuk membersihkan oli agar cat yang dihasilkan
bagus.
b. Degreasing, tujuannya untuk membuang seluruh lemak yang menempel di
badan mobil.
c. Rinsse I, bak ini berisi air pam. Tujuannya untuk pembilasan dan
menghilangkan senyawa ridholin yang melekat pada badan mobil.
d. Activation, bak ini berisi fixodin + demin water. Tujuannya untuk
menghaluskan lapisan metal
e. Phospating, tujuannya untuk memasang lapisan zinc (anti karat) dengan cara
melapisi badan mobil dengan phospat. Air pada bak ini berwarna hijau.
f. Rinse II, bak ini berisi demin water, tujuannya untuk pembilasan. Demin water
(demineralized water) adalah air pam yang kandungan mineralnya sedikit karena telah
melalui proses ionisasi.
g. Passivation, bak ini berisi dioxilite (chemical) berbentuk gel. Tujuannya untuk
menyempurnakan lapisan phospat.
h. Rinse III, bak ini berisi air demin water yang tujuannya untuk pembilasan.

2. Walting Elektrodyalisis Deck


Pada bagian ini dilakukan penirisan, tujuannya agar air yang tersisa pada pencucian bak 8
(Rinse III) tidak banyak yang masuk ke proses selanjutnya, yaitu tahap elektrodyalisis, untuk
mencegah banyaknya kontaminan yang masuk. Walting Elektodyalisis deck dilakukan dengan
cara mobil digantung menggunakan hanger.
3. Elekrodyalisis/ Elaktrodipping
a. Elekrodyalisis main tank, pada bagian ini dilakukan pelapisan cat.
b. UF (Ultra Filtrate) Rinse I, pada bagian ini dilakukan pembilasan menggunakan demin
water.
c. UF (Ultra Filtrate) Rinse II, pada bagian ini proses yang dilakukan sama dengan UF Rinse I.

d. Final, pada bagian ini juga dilakukan pembilasan untuk ketiga kalinya dengan menggunakan
demin water.
4. Oven
Sebelum dimasukkan ke oven, mobil dikeringkan terlebih dahulu dengan cara
diblow. Tujuannya untuk meletakkan base coat ED.

5. Sealer
Pada proses ini dilakukan penutupan sambungan plat-plat metal body dengan
menggunakan karet sintetik, yaitu terolan dengan tujuan agar tidak terjadi kebocoran
pada mobil saat hujan. Pengoperasian sealer dengan menggunakan metode gun, yaitu
dengan cara ditembak. Ada cara pengetesan sealer, yaitu orisinil, spatula, dan kuas.
6. Under Body Spray (UBS)
Proses yag dilakukan di UBS ntinya sama saja dengan proses yang dilakukan
di sealer, namun bedanya adalah UBS dilakukan untuk menahan kebocoran pada
bagian bawah mobil dan juga untuk mencegah terjadinya pengkaratan.
7. Oven
Dilakukan pemanasan selama beberapa menit dengan temperatur di atas 100
oC. Tujuannya untuk mengeringkan dan melekatkan sealer body mobil dari proses
sebelumnya.
8. Wet Sanding
Pada proses ini body mobil dilakukan pengamplasan dengan cara dilap untuk
menghilangkan kotoran dan agar daya lekat cat bagus.
9. Pre Sanding
Pada proses ini terdiri dari beberapa pos, body mobil dilakukan pencucian,
pengamplasan menggunakan amplas. Tujuannya menghaluskan body mobil dan
melihat ada/tidaknya defect.

10. Oven
Dilakukan pemanasan dengan menggunakan temperatur di atas 100 oC.
Tujuannya untuk mengeringkan dan menghilangkan sisa pengamplasan.
11. Tag Rack
Terdiri dari beberepa pos, dimana pekerjaan yang dilakukan adalah memblow,
pengelapan dengan solvent menggunakan kain lap untuk menghilangkan kotoran dan
sisa pengamplasan.
12. Spray Booth
Pengecatan akhir dengan cara di-spray dan juga terdiri dari dari beberapa pos.
Pos untuk mobil passenger lebih banyak dibandingkan pos mobil komersil, karena
mobil passenger mengalami proses primer, base coat, dan clear coat.
13. Oven
Dilakukan pemanasan dengan suhu di atas 100 oC selama beberapa menit.
14. Rectification (Touch Up)
Dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan pada body mobil untuk melihat
apakah ada defect pengecatan. Jika kondisi mobil dinyatakan bagus selanjutnya
diteruskan ke bagian assembling.

Gambar 2.5 Proses Painting

2.1.4 Assembly
Setelah body dinyatakan baik dan selesai dari proses pengecatan menurut
kriteria tertentu, maka tahap pemasangan mesin dan assesoris segera dilakukan.
Assesoris yang dimaksud adalah kelengkapan kendaraan seperti, lampu, kaca, kabel kabel,
panel-panel, instrument serta kelengkapan lain sesuai jenis kendaraan antara
lain:
1. Triming, pada tahap ini dilakukan pemasangan interior mobil seperti dashboard,
plavon, sabuk pengaman, dan kaca.
2. Chassis, pada tahap ini dilakukan pemasangan peralatan pada bagian atas dan
bawah mobil, seperti engine excel, engine drop, saluran bensin dan mesin.
3. Final, pada tahap ini dilakukan pemasangan steel pintu, steel lampu, pengisian
bahan bakar dan pengisian minyak rem. Selain itu juga pemasangan assesoris lain
seperti, bumper, roda, dll.
Sekarang ini penggunaan robot pada proses assembly sedang mengalami
pertumbuhan yang pesat karena dapat meningkatkan beberapa proses operasi
assembly. Setelah final assembly, mobil siap untuk dites. Inspection dilakukan
sebatas untuk roller test pada sebuah roller bed (dimana ventilasi sangat penting
dimiliki untuk mengeluarkan asap) atau dapat memasukkan track trials, air dan
penghisap debu, serta road trial di luar pabrik.

Gambar 2.6 Proses Assembly

Untuk memastikan bahwa mobil yang dihasilkan berkualitas tinggi, dalam


industri otomotif terdapat operasi khusus yakni inspection dan test track. Beberapa
tahap yang dilaksanakan, yaitu:

1. Delivery, pada tahap ini dilakukan pengecekan terhadap mobil apakah terdapat
defect.
2. Leak test, pada tahap ini dilakukan uji kelayakan keseluruhan body mobil dengan
proses penyemprotan air untuk melihat apakah ada kebocoran pada mobil.
3. Test track, pada tahap ini dilakukan pengetesan terhadap kecepatan mobil dan
bagaimana kondisinya di jalan. Pengetesan ini dilakukan oleh seorang driver.

Gambar 2.7 Proses Inspection dan Test Track

Test driver juga memudahkan dalam memeriksa berbagai macam stress


psikologi seperti keras tidaknya acceleration dan deceleration (perlambatan),
goncangan dan getaran, karbon monoksida dan keluaran asap, bising, melakukan cek
delivery inspection pada lingkungan dan iklim atau cuaca yang berbeda agar
menghasilkan produk yang berkualitas.