Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENGAJARAN

Mata Ajaran

: Keperawatan Komunitas

Pokok Bahasan

: Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Instansi

: Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FKIK UMY

Semester

:8

Waktu

: 30 menit

Hari/tanggal

: Selasa, 11 Maret 2013

Tempat

: RT 7 Tamantirto, Kasihan, Bantul,Yogyakarta

Target/sasaran

: Warga masyarakat RT.7

I.

LATAR BELAKANG

Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan keadaan infeksi anak paling lazim,
tetapi kemaknaanya tergantung frekuensi relatif dari komplikasi yang terjadi pada
anak. Sindrom ini lebih luas dari pada orang dewasa. Biasanya anak dengan ISPA
mengalami penurunan nafsu makan tetapi tindakan memaksa dia untuk makan
hidangan tidak ada gunanya.
Sebagian besar penyakit pada anak-anak adalah infeksi, sebagian besar infeksi ini
terjadi pada saluran nafas, sebagian besar adalah ISPA, kebanyakan adalah virus.
Ispa dapat mencetus kejang demam, dan serangan asma (lectur, 2002).
Dinding dan seluruh sistem pernapasan dilapisi oleh mukosa yang saling
berhubungan sehinga infeksi yang terjadi disuatu tempat dengan mudah bisa

mempengaruhi bagian saluran pernapasan atas lainnya. ISPA juga menjadi alasan
utama mengapa pasien lebih memilih perawatan ambulatory atau rawat jalan.
Oleh karena itu menjadi penting bahwa perawat perlu dipersiapkan untuk
memberikan perawatan terbaik, memberikan penyuluhan dan informasi mengenai
obat- obatan kepada pasien. Meskipun teknologi kedokteran telah berkembang
sedemikian pesatnya, namun pertanyaan-pertanyaan klinis yang umum untuk
penyakit ISPA selalu mementingkan pada strategi yang efektif untuk pencegahan,
diagnosa dan perawatan.
Anak-anak merupakan kelompok masyarakat yang rentan untuk terserang
berbagai penyakit khususnya penyakit infeksi. Menurut temuan organisasi
kesehatan dunia (WHO) diperkirakan 10 juta anak meninggal tiap tahun. Yang
disebabkan karena diare, HIV/AIDS, Malaria dan ISPA (Depkes RI, 2007).
Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia karena
masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada Anak-Anak dan balita. ISPA
mengakibatkan sekitar 20% - 30% kematian anak balita. ISPA merupakan salah
satu penyebab kunjungan pasien pada sarana kesehatan. Sebanyak 40% - 60%
kunjungan berobat di puskesmas dan 15% - 30% kunjungan berobat dirawat jalan
dan rawat inap.

II.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah diberikan penyuluhan sasaran diharapkan mampu memahami


tentang penyakit ISPA dan hal-hal yang terkait lainnya.

III.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


1. Menjelaskan definisi penyakit ISPA
2. Menjelaskan klasifikasi penyakit ISPA
3. Menjelaskan penyebab timbulnya penyakit ISPA
4. Menjelaskan tanda tanda infeksi penyakit ISPA
5. Menjelaskan cara penularan penyakit ISPA

6. Menjelaskan cara pencegahan penyakit ISPA


7. Menjelaskan tips perawatan infeksi ISPA

IV.

MATERI
1. Definisi ISPA
ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang terjadi secara tiba-tiba,
menyerang hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta saluran
nafas bagian dalam sampai ke paru-paru. Biasanya menyerang anak usia
2 bulan sampai 5 tahun.
ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting bagi bayi dan anak.
Fakta yang ditemukan tentang penyakit ISPA pada anak adalah:
a. Menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1
dari 4 kematian yang terjadi.
b. 40 % - 60 % dari kunjungan di Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA.
c. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 - 30 %.
d. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi
berumur kurang dari 2 bulan.

2.

Klasifikasi Penyakit ISPA


ISPA secara kelompok besar dapat diklasifikasikan menjadi :
a.

Pneumonia berat, secara klinis ditandai oleh batuk pilek, demam, dan
sesak napas berat.

b.

Pneumonia secara klinis ditandai oleh batuk pilek, demam, dan sesak
napas.

c.

Bukan pneumonia, secara klinis ditandai oleh batuk dan atau pilek bisa
disertai demam, tanpa sesak napas/napas cepat.

Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru paru
(alveoli). Tanda dan gejala pneumonia adalah adanya batuk disertai kesukaran
bernafas seperti nafas cepat dan atau tarikan dinding dada bagian bawah ke
dalam.

Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan
napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dai
sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak
dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman streptococcus jarang
ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik
penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.

3. Penyebab Timbulnya ISPA


Sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas disebabkan oleh virus
dan pada umumnya tidak dibutuhkan terapi antibiotik.
a. Bakteri, missal : staphylococcus
b.

Virus, missal : influenza virus

c. Jamur, missal : candida albicans


d. Aspirasi (tersedak) karena makanan, ASI atau benda asing

4.

Tanda Tanda Infeksi ISPA


Biasanya tanda tanda infeksi pernapasan atas dimulai dengan adanya
keluhan dan gejala ringan, tapi dapat berangsur angsur menjadi semakin
parah parah dan bisa menyebabkan kegagalan pernapasan dan bahkan
meninggal dunia. Sebaiknya penderita yang masih mengalami gejala ringan
segera di tangani karena bila terlambat bisa menyebabkan kematian akibat
sulitnya penanganan. Tanda tanda ISPA dapat dilihat dari tanda klinis dan
tanda laboratoris.
a. Tanda klinis ISPA :

Pada sistem respiratorik : takipneu, napas tidak teratur (apnea),


retraksi dinding torax, cyanosis, suara napas lemah atau hilang, dan
wheezing.

Pada sistem cardial : takikardi, bradikardi,


hipertensi, dan hipotensi.

Pada sistem cerebral : gelisah, mudah terangsang, sakit


kepala, bingung, dan kejang.

Pada hal umum : letih dan berkeringat banyak.

b. Tanda laboratoris ISPA :

Hypoxemia

Hypercapnia

c. Tanda pada bayi dan anak:

Anak sering batuk

Kesulitan Bernafas

Sakit tenggorokan

Pilek, demam,

Kehilangan nafsu makan

d. Tanda bahaya

Anak tidak bisa minum


Kejang
Nafas Mengorok
Berat badan anak menurun (gizi buruk)

Bila mendapati penderita ISPA, sebaiknya segera ditangani tenaga medis


seperti puskesmas dan dokter. Namun bila belum dapat menghubungi
tenaga medis, ada baiknya dirawat sendiri terlebih dahulu.

5. Cara Penularan ISPA


Penularan ISPA biasanya melalui medium kontak langsung seperti air ludah,
darah, bersin, udara pernapasan. Karena itu penderita penyakit infeksi saluran
pernapasan atas diharuskan untuk memakai masker untuk menghindari
penularan lebih lanjut kepada orang lain.

6.

Cara pencegahan ISPA


Pencegahan infeksi saluran pernapasan atas dapat dilakukan sendiri dengan :
a.

Menjaga keadaan gizi anda dan keluarga agar tetap baik. Memberikan ASI
eksklusif pada bayi anda.

b.

Menjaga pola hidup bersih dan sehat, istirahat/tidur yang cukup dan olah
raga teratur.

c.

Membiasakan cuci tangan teratur menggunakan air dan sabun atau hand
sanitizer terutama setelah kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan pada
anak untuk rajin cuci tangan untuk mencegah ISPA dan penyakit infeksi
lainnya.

d.

Melakukan imunisasi pada anak anda. Imunisasi yang dapat mencegah


ISPA diantaranya imunisasi influenza, imunisasi DPT-Hib /DaPT-Hib,
dan imunisasi PCV.

e.

Hindari kontak yang terlalu dekat dengan penderita ISPA.

f.

Hindari menyentuh mulut atau hidung anda setelah kontak dengan flu.
Segera cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer setelah
kontak dengan penderita ISPA.

g.

Apabila anda sakit, gunakanlah masker dan rajin cuci tangan agar tidak
menulari anak anda atau anggota keluarga lainnya.

h.

7.

Upayakan ventilasi yang cukup dalam ruangan / rumah.

Penanganan ISPA
a. Pemberian Makanan
Berilah Makanan/ASI selama sakit
Perbanyak jumlahnya setelah sembuh
b. Perbanyak Cairan
Berilah minuman lebih banyak
Berilah ASI lebih banyak
c. Melegakan tenggorokan dan meredakan batuk
Dengan ramuan yang aman dan sederhana (tradisional) yaitu salah
satunya dengan menggunakan larutan jeruk nipis kecap
d. Paling penting amatilah timbulnya tanda-tanda pneumonia
Pernafasan jadi sulit
Pernafasan Jadi cepat
Anak tidak bisa minum
Sakit anak lebih berat

V.

PROSES KEGIATAN

KEGIATAN
NO

TAHAP

Perawat
1.

Pembukaan

MEDIA

WAKTU
3 menit

Peserta

Memberikan

Menjawab salam

salam
Perkenalan

memperhatikan

Memberitahu
kontrak waktu
Menjelaskan
tujuan tentang
pemberian
penkes
Validasi data
2.

Pelaksanaan

20 menit

Perawat

keluarga memperhatikan

menjelaskan

penjelasan

pengertian

ISPA.

penyebab
tanda

bahaya ISPA,

menanyakan tentang

jeruk-

hal-hal

kecap

yang

belum

jelas

cara mengatasi

keluarga memperhatikan

ISPA,

keluarga

dan

penanganan

mendemonstrasikan

ISPA.

cara membuat larutan

Perawat

jeruk-kecap

mendemonstra

Keluarga

mencoba

sikan

membuat

larutan jeruk-

pembuatan

kecap

larutan

jeruk-

kecap.

3.

Penutup

5 menit

Memberikan
evaluasi
Memberikan
salam penutup

Peralatan
pembuatan

keluarga

ISPA,

ISPA,

tentang

Leaflet

Keluarga kooperatif
Menjawab salam

VI.

Media
Leaflet

VII.

Pustaka
Ariko & Little Sofia. 2012. Kami Dari Semua : Mengenal jenis penyakit ISPA, flu
dan pilek pada bayi dan anak anak (pencegahan, gejala, pemeriksaan dan
diagnosa).
Oktavita.com. 2010. Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA). http://oktavita.com/infeksi-saluran-pernafasan-akut-ispa.htm. 10-3-2014

VIII. Evaluasi
a. Prosedur

: Lisan

b. Jenis : Somatif
c. Bentuk : Menjawab pertanyaan

IX.

Pertanyaan

a.

Sebutkan pengertian ISPA

b.

Sebutkan penyebab timbulnya ISPA

c.

Sebutkan cara pencegahan ISPA