Anda di halaman 1dari 38

CARCINOMA COLON

HENDRA LEOFIRSTA
1320221103

Identitas pasien

Nama : Ny. S
Umur :79 thn
Jenis Kelamin : Wanita
Agama : Kristen- Yehuwa
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Perum Ambarawa Asri 2/12 180 Bawen
Status: Menikah
Kelompok pasien: BPJS non PBI Kelas III
Cara Masuk : Rawat Darurat
Tanggal masuk/ Ruangan: 07 Desember 2014/ Melati

Anamnesa
Keluhan utama
Pasien Mengeluh kembung dan nyeri di perut sebelah kiri
bawah sejak 2 minggu yang lalu.
Riwayat penyakit Sekarang
Nyeri seperti ditusuk, muncul tiba-tiba, hilang timbul,
Mual (+), Muntah(+), Pusing (-), Demam (-),Flatus(-)
BAK(+), BAB (+) Kecil-kecil, hitam seperti kotoran
kambing sejak seminggu, namun 2 hari terakhir belum
bab. Pasien mengaku mual kalau makan dan sempat
muntah 2 kali sebelum dibawa kerumah sakit. Pernah
diobati di dokter umum tapi tidak ada perubahan. Alergi
(-),

Riwayat Penyakit Dahulu


Sebelumnya belum pernah mengalami
keluhan seperti ini. Operasi (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
DM(-), Hipertensi (-), Penyakit Ginjal (-),
Penyakit Darah (-)
Riwayat Kebiasaan dan Gizi
Mengaku berat badan turun drastis 15 kg
dalam 1 bulan terakhir ini.Merokok(-)
Alkohol(-) Diet Vegetarian

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum/Kesadaran:
-Thorak
Inspeksi: Datar, Barrel Chest(-)
Baik/Compos Mentis
Palpasi: Vocal fremitus (N),NT(-)
Tanda-tanda vital
Perkusi:Sonor, NK(-)
- Tekanan darah : 150/96 mmhg Auskultasi:
Paru-Paru: SDN Vesikuler +/+, Ronkhi (-),
- Suhu : 36 OC
Wheezing (-)
- Respirasi rate: 22 x/menit
Jantung: BJ I-II Reguler Normal
- Nadi : 80 bpm
-Ekstremitas: Edema (-), Sianosis (-)
Status Generalis:
- Kepala
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Hidung: DBN
Telinga: DBN
Mulut : DBN
Leher : DBN

Status Lokalis
- Abdomen :
Inspeksi : Cembung, Darn Countour (-), Darn Steifung (-)
Auskultasi: BU(+) Meningkat disebelah kiri
Palpasi : Sedikit distensi dan NT (+), di daerah lumbal dan
inguinal kiri, Teraba massa di lumbal kiri, batas tak jelas,
immobile, permukaan tidak rata, keras. Hepatomegali (-), Lien
tidak teraba, Defans Muskular (-)
Perkusi: Hipertimpani, Pekak Hepar (+), Nyeri Ketok (-)

DEXTRA

SINISTRA

Diagnosa Klinis
Berdasarkan Hasil Anamnesa dan Gejala klinis,
pasien di diagnosis mengalami Abdominal
pain ec Suspect Massa Intraabdominal

Planning
Infus Futrolit 20 tpm
Konsul Sp.Pd
Cek Darah lengkap
USG Abdominal
Foto Rontgen bno 2 posisi

Hasil Pemeriksaan
Laboratorium darah (7-12-2014)
Hb 11,1 Leukosit 8,7 Ht 36,6 Tromb 392 HbsAg
non reaktif, SGOT 25 SGPT 24 Ureum 20
Foto Rontgen (7-12-2014)
Kesan : Banyak Udara usus, tampak distensi usus
sampai cavum pelvis, pada LLD terdapat air fluid
Level panjang, Tak tampak pneumoperitoneum
USG abdominal (8-12-2014)
Kesan : Banyak udara di usus
Hepatomegali

Gambaran Foto rontgen

Gambaran USG

Diagnosis Kerja
Ileus Obstruksi Et cause Massa Intrabdominal
suspect maligna

Terapi
Rencana Program Laparotomi+ Hemicolectomi
Tanggal 11-12-2014
Inj Ketorolac 3x1
Inj Ranitidin 2x1
Inj Cefazolin (pre op)
Inj Tertacef 2x1
Inj Oltozol 1x1
Inj Kalnex 3x1
Inf Farnat 2x1

Penolakan Transfusi darah oleh pasien


dan persetujuan tindakan operasi
beserta segala resiko
ALASAN PASIEN DAN KELUARGA
TIDAK MAU MENERIMA
TRANFUSI DARAH ADALAH
KARENA PERMASALAHAN
DALAM KEYAKINAN (AGAMA)
YAITU PASIEN BERAGAMA
KRISTEN-YEHUWA

Hasil Pembedahan

Ditemukan massa seukuran telur burung unta , terfiksir pada colon


descende dan menempel pada lien dan jaringan sekitar, dilakukan
pemotongan colon descenden lalu dilakukan penjahitan untuk
menyambung colon dengan ileum.

Follow Up Post Operasi


Tanggal

11-122014
18.00

Nyeri (+) Mual (-)


Muntah (-) Demam
(-) Flatus Belum,
Bab belum Bak
belum

St Gen : dbn
St Lokalis :
Nyeri didaerah
Bekas Operasi
Drain Minimal

Post Op H+ 0

Terapi lanjut
Miring2
Cek DR
Observasi
perkembangan

12-122014
08.00

Nyeri (+), Mual (-),


sesak (-) Flatus (+)<
Bab belum, Bak (+)

Ku/Kes:
Sedang/ CM
td: 110/90
Hr: 69
St,gen : CA
(+/+) si (+/+)
St lokal: Drain
minimal

Post Op H+1

Terapi sama
seperti diatas
Cek Darah dan
albumin

Tanggal

13-12-2014
12.25

Dispneu (+)
Edema (+)
Nyeri (+), Mual
(+) Muntah (+),
Demam (-), Bab
Belum, Bak (+)
Flatus (-)

Post Op
Laparatomi
H+2 komplikasi
suspek syok
hipovolemik

Infus gerojok
dan terapi
lanjut,
Pindah ICU
Pengawasan
ketat
Motivasi
keluarga pasien
tentang
keadaan umum
pasien dan
kemungkinan
resiko paling
buruk.

14.00

Dispneu (+)

Ku/Kes tampak
sakit berat /
Disorintasi
Td 88/50
Hr 64
Rr 17
T 35,6 Sat 60
St. gen : CA
(+/+) SI (+/+)
Sianosis
(+)CRT> 2
St Lokalis :
Verban di
abdomen
rembesan (-)
Drain minimal
Tampak sakit
berat/
soporcoma
TD 128/110 hr
115 sat 0 rr 0
Pupil Midriasis

Post Op
Laparatomi
H+2 komplikasi
syok
hipovolemik

Inj SA 1 amp
Inj Dopamin 1
amp
Bagsin o2 15 L

Tanggal
13-12-2014
15.00

S
Apneu (+)

O
Ku/Kes :
Buruk/Coma
Td :-/Hr-/Sa02 0
Rr 0
st gen : Pupil
Midriasis
penuh

A
Post
laparotomi H+2
dengan
komplikasi syok
hipovolemik

P
Pasien
dinyatakan
meninggal di
hadapan
keluarga,
dokter dan
perawat

Surat Kematian

Landasan Teori

Definisi
Tumor adalah massa abnormal akibat proliferasi
sel-sel yang berlebihan dan tak terkendali.
Pertumbuhan sel ini dapat terjadi di seluruh
tubuh. Jika tumor terjadi di daerah colon,
maka disebut sebagai tumor colon.

Faktor Resiko
Umur : Sering pada usia tua, > 40 tahun
Genetik : Keturunan 3x beresiko lebih tinggi
Lingkungan: Resiko meningkat jika migrasi ke populasi
yang tinggi
Makanan: konsumsi daging merah > 160 g/hari dan
konsumsi serat <30 gr/hari
Polyposis Familial: diwariskan, dominan autosom
,multiple polip, bertangkai, muncul sejak usia remaja,
meningkatkan resiko ca colon
Polip adenoma: Sering muncul pada usia >30 tahun,
sering pada colon ( Terutama sigmoid), laki-laki>
perempuan, ukuran 1-3 cm

Klasifikasi
Derajat keganasan karsinoma kolon berdasarkan
gambaran histologik (Dukes):
Dukes A : Dalamnya infiltrasi terbatas pada dinding
usus atau mukosa
Dukes B : Menembus lapisan muskularis mukosa
Dukes C : Metastasi kelenjar limfe
C1: Beberapa kelenjar limfe dekat tumor primer
C2 : Dalam kelenjar limfe jauh
Dukes D: Metastasis jauh

The American Joint Committee on


Cancer (AJCC)

Gejala Klinis
Gejala klinis dibagi jadi gejala konstitusi, gejala
lokal dan gejala metastasis
Gejala lokal :
Perubahan pola BAB (konstipasi/diare)
Tenesmus, diameter feses mengecil, bercampur
darah dan mucus, hitam seperti tar
Obstruksi usus Nyeri, kembung dan muntah
Teraba massa di abdomen

Gejala konstitusi (sistemik)


Kehilangan bb drastis, kemungkinan karena tidak
nafsu makan
Anemia : Pusing, mual, kelelahan, palpitasi
Gejala Metastasis
Pada hepar : nyeri di abdomen( epigastrium,
hipokondrium dextra, hepatomegali,
hiperkoagulasi darah
Pada Vesiko urinari: Hamaturi, pneumaturia
Pada Vagina : Sekret yang sangat bau

Patofisiologi

Pemeriksaan
Tumor Kecil pada tahap dini tidak teraba pada
palpasi perut, terabanya tumor menunjukkan
bahwa keadaan sudah lanjut. Massa didalam
sigmoid lebih jelas teraba daripada massa di
bagian lain kolon.
Identifikasi massa: At regio, jumlah, ukuran,
batas, permukaan, konsistensi,
Mobile/immobile, Nyeri tekan?

Diagnosis

Diagnosis Banding

Tatalaksana
Tatalaksana yang dapat diberikan adalah reseksi
luas dari lesi dan drainase regional
Tujuan terapi karsinoma kolon ialah
mengeluarkan tumor dan suplai limfovaskular
Reseksi dari usus tergantung dari pembuluh
darah yang mengaliri bagian kanker tersebut
Pada tumor yang tidak dapat direseksi, maka
dilakukan prosedur paliatif dan membutuhkan
proksimal stoma atau bypass

Komplikasi
Komplikasi primer: dihubungkan dengan
kanker kolorektal:
a. obstruksi usus diikuti dengan penyempitan
lumen akibat lesi
b. Perforasi dinding usus oleh tumor diikuti
kontaminasi organ peritoneal
c. Perluasan langsung ke organ-organ yang
berdekatan

Komplikasi post operasi:


Komplikasi segera :
a. Kardiorespirasi
b. Kebocoran anastomosis
c. Infeksi luka
d. Retensi urin
e. Impotensi
Komplikasi lambat :
a. Kekambuhan

Prognosis
Prognosis bergantung pada ada tidaknya
metastasis jauh.
Pada tumor yang terbatas pada dinding usus
tanpa penyebaran angka kelangsungan hidup
lima tahun adalah 80%, yang menembus
dinding tanpa penyebaran 75%, dengan
penyebaran kelenjar 32% dan dengan
metastasis jauh 1 %