Anda di halaman 1dari 70

12/21/2014

Sarjuni

URGENSI KONSEP
TUHAN

Dalam pembicaraan tentang agama, yang


perlu dipahami pertama kali adalah
konsep Tuhan dalam agama tersebut.
Dari konsep Tuhan, kemudian dijabarkan
konsep-konsep yang lain (wahyu,
kenabian, manusia, alam, dsb).

Worldview Sbg Bangunan


Konsep
Konsep Tuhan
Konsep
Kehidupan
Konsep Dunia
Konsep Manusia
Konsep Nilai / Moralitas
Konsep Ilmu

Jaringan Konsep Pandangan Hidup Islam


pendidikan

Struktur
Konsep
Manusia
hukum

Struktur
Konsep nilai

Struktur
Konsep
ilmu

KONSEP TUHAN
Wahyu, Nabi,
Rasul
politi
k

Struktur
Konsep
dunia

ekonom
i

Ilmu &
teknolgi

Struktur
Konsep
kehidupan

Tuhan dalam Konsep


Peradaban Barat

12/21/2014

Sarjuni

Tuhan Adalah Hasil Konstruksi Pikiran


Manusia
Berbagai upaya manusia untuk mencapai
Realitas Mutlak dengan berbagai macam cara,
telah menghasilkan konstruksi pemikiran yang
bermacam-macam tentang Tuhan sesuai
dengan setting sosial-historis, ruang dan
waktu yang melingkupinya.

12/21/2014

Sarjuni

Perbedaan ruang dan waktu berimplikasi pada


munculnya perbedaan pada pola pikir, sejarah
serta bahasa yang digunakan untuk
mengkonstruksi pemahaman dan
penghayatan manusia tentang Tuhan.
Arkoun (1994:247) bahwa konsepsi-konsepsi
keagamaan pada dasarnya tidak bisa lepas
dari konteks pemikiran, historisitas dan
bahasa yang melingkupinya.
12/21/2014

Sarjuni

Konstruksi pemikiran manusia yang hidup


pada zaman berburu misalnya, akan berbeda
dengan konstruksi pemikiran manusia yang
hidup pada zaman agraris, demikian pula
berbeda dengan manusia yang hidup pada
abad mesin dan komputer.

12/21/2014

Sarjuni

Refaele Pettazzoni dalam tulisannya yang


berjudul Wujud Suprim: Struktur
Fenomenologis dan Perkembangan Historis,
dalam Ahmad Norma Permata. (2000:168169) menjelaskan adanya perbedaan orientasi
Wujud Suprim (Supreme Being) antara
masyarakat beternak yang cenderung pada
konsep Bapa-Langit dengan masyarakat
agraris yang cenderung pada Ibunda-Bumi.
12/21/2014

Sarjuni

Menurut Pettazzoni, di belakang konstruksi wujud


Suprim Bapa-Langit adalah kebudayaan pastoralpatriachal para nomad yang hidup dari hasil
produksi ternak di padang rumput, yang sangat
bergantung pada turunnya hujan dari langit.
Sedangkan di belakang Wujud Suprim IbundaBumi adalah kebudayaan agrikultural-matriakhal
para petani yang hidup dari hasil ladang dan
berburu.
12/21/2014

Sarjuni

10

Konstruksi Pemikiran Ketuhanan Model


Dogmatic Religion
Lewis M. Hope dan Mark R. Woodward (1998:1620) sebagaimana disitir oleh Ahmad Muttaqin
(2002:42), menjelaskan bahwa manusia pra
sejarah yanng dipilah menjadi era Ne-anderthal
(125.000-30.000 SM), Cro Magnon (30.000-7.000
SM) dan Neolithic (7.000-3.000 SM), cenderung
mengkonstruksi ide-ide realitas mutlak
berdasarkan pada benda-benda kosmik dan alam
yang dianggapnya memiliki nilai lebih dibanding
dirinya. Berbagai ide ketuhanan Cosmic Religion,
oleh para antropolog diberi nama dengan
animisme, dinamisme, dll.
12/21/2014

Sarjuni

11

Memasuki era sejarah, manusia mulai mengenal


tulisan berimplikasi perlunya manusia membuat
rekaman tekstual terhadap berbagai
pengalaman ketika berinterakis dengan Realitas
Mutlak. Berbagai nilai mulai didapat saat
berinteraksi dengan Realitas Mutlak, yang dalam
bahasa agama disebut dengan wahyu kemudian
dikodifikasikan dalam bentuk teks-teks suci,
yang kemudian memunculkan konstruksi
pemikiran ketuhanan model Textual Religion.
12/21/2014

Sarjuni

12

Namun untuk sebagian orang teks-teks kitab


suci dirasa belum dapat memberikan
keyakinan yang memuaskan, maka
muncullah para filsuf yang mencoba
merekonstruksi ide-ide tentang Tuhan
dengan pendekatan rasional, khususnya
untuk menemukan bukti eksistensi ke-Mahakuasaan Tuhan, maka munculah konstruksi
keagamaan Logicalized Religion.
12/21/2014

Sarjuni

13

Sebagai reaksi atas pendekatan Logicalized


Religion, muncul model pendekatan religious
experience yang dilakukan oleh para mistikus.
Konstruksi ketuhanan yang mereka bangun
lebih bersifat non-personal dan imanen,
karena dibangun berdasarkan pengalamman
langsung (direct experience). Karena sifatnya
yang subjektif konstruksi ketuhanan para
mistikus ini sering ditentang oleh kalangan
tekstual maupun rasional.
12/21/2014

Sarjuni

14

Konstruksi Pemikiran Ketuhanan Model


Post Dogmatic Religion
Konsepsi Tuhan Mati

Era Post Dogmatic Religion ditandai dengan


munculnya berbagai pemikiran yang berusaha
mengkaji ulang konstruk-konstruk pemikiran
ketuhanan dogmatic religion di atas. Pada tahun
1882 Frederich Nietzsche memproklamirkan
kematian Tuhan.. Dalam The Gay Science, dia
melukiskan kematian Tuhan ini dikabarkan oleh
mulut seorang gila:

12/21/2014

Sarjuni

15

Konstruksi Pemikiran Ketuhanan Model


Post Dogmatic Religion

Tidaklah kamu telah mendengar seorang


gila yang menyalakan sebuah lentera di pagi
hari yang cerah, berlari menuju tempat
kerumunan, dan terus menerus berteriak:
Aku mencari Tuhan! Aku mencari Tuhan!
Aku akan menceritakan pada kalian. Kita
telah membunuh TuhanKalian dan aku, kita
semua adalah pembunuhnya Tuhan telah
mati. Tuhan terus mati (Nietzsche, 1874:125,
lihat juga Kaufmann, 1969:95)

12/21/2014

Sarjuni

16

Friedrich Nietzsche (1844-1900):

God died; now we


want the overman to
live.

Tantangan Positivisme Logis


Dalam perspektif filsafat analitik Abad XX
tantangan atas dogmatic religion juga datang
dari Postivisme Logis Alferd J. Ayer dkk, yang
menyatakan bahwa perbincangan tentang Tuhan
adalah sesuatu yang meaningless.
Dalam pandangan kaum positivisme logis
ungkapan atau proposisi dianggap bermakna
manakala secara prinsip dapat diverifikasi atau
minimal memiliki peluang untuk diverifikasi.
Memverifikasi berarti menguji, membuktikan
secara empiris.
12/21/2014

Sarjuni

18

Dalam Philosophy of Religion: Thinking About Faith, Evans


(1985:142) menjelaskan:

On the positivist view, analitic stetements do not give


us any information about extralinguistic realities, since
they are solely about language. To give information
about reality, or matters of fact, a proposition must
be synthetic and therefore must be empirically
verifiable. Since many theological statements purport
to give information about God, who is supposed to be
more than a linguistic reality, these statement must be
empirically verifiable to be meaningful. The positivist
claimed that theological assertions were not verifiable
and that such statements were therefore cognitively
meaningless.
12/21/2014

Sarjuni

19

Konsep Tuhan Sekular


Ludwig Feurbach (1804-1872):
Agama Kristen sendiri yang menyatakan Tuhan
adalah manusia dan manusia adalah Tuhan (God
is man, man is God).
Agama akan menafikan Tuhan yang bukan
manusia. Makna sebenarnya dari teologi adalah
antropologi (The true sense of Theology is
Anthropology). Agama adalah mimpi akal
manusia (Religion is the dream of human mind).

Konsep Tuhan Sekular:


Dietrich Bonhoeffer (1906-1945):
Kita sedang menuju ke suatu masa yang tiada
agama sama sekali Bagaimana agar kita
berbicara mengenai Tuhan tanpa agama
Bagaimana supaya kita berbicara dengan gaya
sekular yang baru tentang Tuhan? Sudah
tiba saatnya bagi Kristen tanpa agama (a
religionsless Christianity).

Konsep Tuhan Sekular:


Werner and Lotte Pelz: Tuhan tiada lagi
(God is no more).
Woolwich: Tuhan tanpa Tuhan (God without
God).

Konsep Agama Sekular


Wilfred Cantwell Smith, Teologi Dunia (World
Theology)
John Hick, Global Teologi (Global Theology)
Semua agama sama sahnya (all religions are
equally valid).

Transendentalisme versi Prof. Huston Smith

GOD

Esoteric
Exoteric

B CT J

C I ?
?
?
All paths lead to the same summit, S.H. Nasr.

Konsep Islam

12/21/2014

Sarjuni

25

PENGERTIAN TUHAN
Menurut etimologi, kata tuhan dalam bahasa Arab digunakan
dengan rabbun ( )dan ilhun (,), dalam bahasa Inggris
dengan god dan deity, dan dalam bahasa Prancis dengan dieu
dan divin.
Dalam etimologi bahasa Arab, dua kata yang sama-sama
bermakna tuhan memiliki perbedaan :
Kata ilhun digunakan untuk pengertian sembahan (mabd
).
Kata rabbun digunakan untuk tuhan dengan pengertian
pemilik. Ibn Manzr menyatakan bahwa makna rabb secara
mutlak adalak pencipta (al-khliq , creator), pemelihara
(al-murabbi ), pengatur (al-mudabbir ) , penguasa
(al-sulthn , mlik al-mulk ) dan pemilik (almlik ).
12/21/2014

Sarjuni

26

PENGERTIAN TUHAN
Menurut terminologi, tuhan dengan mengacu
pada kata ilhun memiliki pengertian
sembahan, yaitu segala sesuatu yang
disembah adalah tuhan.
Tidak berbeda antara sembahan haq/
(benar) dan sembahan bil/ ( salah,
ditolak), seperti berhala, batu, api, matahari,
dll.
Benda-benda itu disebut tuhan karena
disembah oleh sebagian manusia, walaupun
menurut Islam dinilai sebagai sembahan bil
(Zaidan, 1976: 16-17).
12/21/2014

Sarjuni

27

PENGERTIAN TUHAN
Penyembahan dalam kata ilhun memiliki pengertian lebih
luas, yaitu meliputi:

sistem ritus (tata peribadatan) manusia kepada yang


dianggapnya tuhan.
sikap laku manusia yang menunjukkan pengagungan, pemujaan, pengkultusan, dan rasa
ketergantungan kpd yang dianggap mutlak.
Berdasarkan pengertian ini, seseorang yang mengagungkan,
memuja, mengkultuskan, dan menggantungkan diri pada
sesuatu, maka sesuatu itu disebut sebagai tuhan kendati yang
bersangkutan tidak mengakuinya.

12/21/2014

Sarjuni

28

SIAPA TUHAN ITU ?


Setelah diketahui makna tuhan secara
etimologi dan ter-minologi dapat
disimpulkan bahwa satu-satunya yang
berhak menyandang predikat sebagai
rabbun ( )dan ilhun (,) adalah
Allah Swt.
12/21/2014

Sarjuni

29

NAMA TUHAN
Nama tuhan dalam Islam yaitu Allah.
Allah menamai diri-Nya sendiri dengan lafdhu al-jallah ini.
Berdasarkan bahwa kata Allah bukan barasal dari pecahan
kata ilhun ().
Hornby dkk (1972: 26) menyebutkan Allah adalah name of
God among muslims.
Nama ini tidak dimiliki oleh agama selain Islam.
Tidak ada satu agama-pun di dunia ini memiliki nama tuhan
yang jelas. Apa nama yang diberikan agama-agama itu untuk
rabbun (, god, dieu) dan ilhun ( , deity, divin)? Hanya
Islam secara tegas dan jelas menyebut Allah sebagai nama
tuhan.
12/21/2014

Sarjuni

30

NAMA TUHAN
Kata tertua yang menunjukkan makna tuhan adalah
deva (dewa) berasal dari India.
Kata deva merambah ke bahasa Latin, Yunani, dan
sebagian bahasa Eropa modern. Tuhan dalam
Bahasa Prancis digunakan kata divin di samping kata dieu
Bahasa Inggris dengan kata deity di samping kata god,
Bahasa Yunani kuno dengan zeos
Bahasa Latin dengan kata dyaus-petar.
Tuhan dalam berbagai bahasa itu diambil dari asalnya,
yaitu India kuno (Al-Aqqd, 1976: 74).

Orang Mesir kuno mengenal tuhan dengan namanama, seperti Ra, Su, Tifnit, Jib, Nut, Osiris, Izis,
Sit, dan Niftis (Rivai, 1983: 72).
Renan (dalam abbrah, 1974: 81): Bangsa Semit
12/21/2014
menyembah satu tuhanSarjuni
yang diberi nama Iel yang31

KONSEP ISLAM TENTANG TUHAN


Konsep Islam tentang Tuhan bersifat otentik
dan final, karena dirumuskan berdasarkan
wahyu dalam Al-Quran yang juga bersifat
otentik dan final.
Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang
khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan
dalam agama-agama lain.

Dalam konsepsi Islam, Allah adalah nama


diri (proper name) dari Dzat Yang Maha
Kuasa (lihat QS. Al-Ikhlas).
Lafadz Allah (menurut para ulama)
adalah tidak memiliki akar kata dan bukan
turunan dari kata asal.

Allah memang merupakan nama Tuhan


yang sudah digunakan oleh kaum-kaum di
kawasan Arab sebelum Islam. Tetapi
Tuhan Allah bagi mereka adalah
merupakan salah satu Tuhan di antara
tuhan-tuhan yang lain.
Allah yang disembah oleh kaum
muslimin benar-benar Tuhan yang Esa
(tauhid) dan bersih dari unsur-unsur syirik.

PROBLEM NAMA TUHAN DALAM


KRISTEN

The truth is,


nobody knows
for sure how
the name of
God
was originally
pronaounced.

Yahweh: The God of


Judaism as the
tetragrammaton YHWH,
may have been
pronounced. By orthodox
and many other Jews, Gods (Watchtower Bible
name is never articulated, and Tract Society,
1984)
least of all in the Jewish
liturgy. (Oxford Concise Dictionary of
World Religions)


(YHWH)

(Adonai/Tuhan)

Kata nama yang paling penting dalam PL ialah


(yhwh), nama Allah Israel, yang ditemukan kurang
lebih 6823 kali dalam PL. Nama tsb mungkin dulu
diucapkan Yahweh, tetapi menurut tradisi Yahudi,
nama yang Mahasuci itu tidak boleh diucapkan untuk
menghindari kemungkinan pelanggaran perintah
ketiga (Jangan menyebut nama , Allahmu,
dengan sembarangan (Kel, 20:7). Oleh sebab itu,
setiap kali terdapat kata dalam Alkitab, orang
Yahudi membacanya dengan kata ( adonay)

Tuhan. (Dr. D.L. Baker et.al., Pengantar Bahasa Ibrani,


Jakarta: BPK, 2004), hal. 52.

Di Indonesia, kini muncul aliran Kristen yang menolak penggunaan nama


Allah dan menggantinya dengan Yahweh. Tahun 1999, muncul kelompok
Kristen yang menemakan dirinya Iman Taqwa Kepada Shirathal Mustaqim
(ITKSM) yang melakukan kampanye agar kaum Kristen menghentikan
penggunaan lafaz Allah. Kelompok ini kemudian mengganti nama menjadi
Bet Yesua Hamasiah (BYH). Kelompok ini juga menerbitkan Bibel sendiri
dengan nama Kitab Suci Torat dan Injil yang pada halaman dalamnya ditulis
Kitab Suci 2000. Kitab Bibel versi BYH ini mengganti kata "Allah" menjadi
"Eloim", kata "TUHAN" diganti menjadi "YAHWE"; kata "Yesus" diganti
dengan "Yesua", dan "Yesus Kristus" diubah menjadi "Yesua Hamasiah".
Berikutnya, muncul lagi kelompok Kristen yang menamakan dirinya "Jaringan
Gereja-gereja Pengagung Nama Yahweh" yang menerbitkan Bibel sendiri
dengan nama "Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan ini". Kelompok ini
menegaskan, "Akhirnya nama "Allah" tidak dapat dipertahankan lagi."

(Tentang kontroversi penggunaan nama Allah dalam Kristen lihat I.J. Setyabudi,
Kontroversi Nama Allah, (Jakarta: Wacana Press, 2004); Bambang Noorsena, The
History of Allah, (Yogya: PBMR Andi, 2005); juga Herlianto, Siapakah Yang Bernama
Allah Itu? (Jakarta: BPK, 2005, cetakan ke-3).

UPAYA KAUM KRISTEN UNTUK


MENGUNGKAP MISTERI WAJAH YESUS

STUDI AGAMA-AGAMA YANG MENEMPATKAN


SEMUA AGAMA SEBAGAI FENOMENA
SEJARAH DAN PRODUK BUDAYA.

Dalam masyarakat yang sudah maju


agama yang dianut bukan lagi
dinamisme, animisme, politeisme atau
henoteisme, tetapi agama monoteisme,
agama tauhid. Dasar ajaran monoteisme
ialah Tuhan satu, Tuhan Maha Esa,
Pencipta alam semesta. (Prof. Harun Nasution,
Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, hal. 15).

Agama-agama yang dimasukkan ke


dalam kelompok agama monoteisme,
sebagai disebut dalam Ilmu
Perbandingan Agama, adalah Islam,
Yahudi, Kristen, dengan kedua golongan
Protestan dan Katholik yang terdapat di
dalamnya, dan Hindu. Ketiga agama
tersebut pertama merupakan satu
rumpun. Agama Hindu tidak termasuk
dalam rumpun ini. (hal. 19).

Konsep Trinitas
Konsepsi teologis Kristen, terutama fakta dan
posisi ketuhanan Yesus, telah menjadi ajang
perdebatan di kalangan internal Kristen.
Konsili Nicea tahun 325 menetapkan
ketuhanan Yesus. Dan aspek-aspek
ketuhanannya diputuskan melalui voting.

Konsep Trinitas memang tidak mungkin dipahami


dengan akal : bagaimana menjelaskan kepada akal
sehat, bahwa Yesus adalah Tuhan sekaligus
manusia.
Yesus Kristus adalah putra Allahdilahirkan tetapi
tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa.
Masalah posisi dan hakikat Roh Kudus juga menjadi
perdebatan sengit dalam sejarah agama Kristen.

Dr.C.Groenen (teolog Belanda) : Iman tidak


tergantung pada pemikiran dan spekulasi para
teolog.
Konsep Kristen tentang Yesus dan Roh Kudus
memang tidak dapat dijangkau akal, oleh
karena itu imani saja dan tidak perlu
dipikirkan.







Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang
berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al Masih
putera Maryam. (al-Maidah: 72)





Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang
mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang
dari yang tiga". (al-Maidah: 73)




padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh
ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi
mereka. (al-Nisa: 157)

TAUHID
12/21/2014

Sarjuni

51

LA ILAHA ILLA ALLAH


La ilaha (tidak ada tuhan) peniadaan
Illa Allah (kecuali Allah) penetapan
Meniadakan segala bentuk tuhan yang ada
dalam kehidupan, sekaligus menetapkan
bahwa Allah satu-satunya Dzat yang patut
disembah atau dijadikan Tuhan

La ilaha illa Allah


Berarti meyakini bahwa :
Tidak ada pencipta selain Allah
Tidak ada yang mengatur alam semesta
selain Allah
Tidak ada yang memberi rizki kecuali Allah
Tidak ada yang berhak disembah selain Allah
Tidak ada yang menjadi pelindung selain Allah
Tidak ada yang berhak menetapkan hukum
selain Allah
Tidak ada yang ditaati selain Allah

MUHAMMAD RASULULLAH
Makna intinya : menjadikan Rasulullah Muhammad SAW
sebagai pusat keteladanan (tauhid al-uswah), baik dalam
hubungan dengan Allah maupun dalam hubungan dengan
manusia
Syahadat Rasul berarti :
Membenarkan semua yang dibawanya
Mentaati yang diperintahkannya dan menjauhi
yang dilarangnya
Beribadah menurut syariat yang diajarkannya
Syarat syahadat : mengetahui, yakin, ikhlas, menerima, dan
melaksanakan

TAUHID
Etimologis : pengesaan
Terminologis : Pembenaran total bahwa Allah
adalah Maha Esa pada dzat, sifat, dan
perbuatan-Nya
Tauhid adalah pokok akidah dalam iman
seorang muslim
Orang yang telah mengikrarkan syahadat
berarti mukmin (orang yang beriman)
Seorang mukmin harus muslim, karena
konsekuensi keimanan adalah penyerahan diri
secara total kepada Allah

MACAM-MACAM TAUHID
Tauhid Rububiyah :
Keyakinan bahwa Allah satu-satunya Tuhan
(Rabb) di langit dan di bumi, pencipta dan
penguasa seluruh alam semesta
Tuhan yang menciptakan, memiliki,
memelihara, mengatur, dan menguasai
Lihat QS. Al-Araf (7):54, Al-Jatsiyah (45):36,
Yunus (10):31.

QS. Al-Araf (7):54


Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang
telah menciptakan langit dan bumi dalam
enam masa, lalu Dia bersemayam di atas arsy.
Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula matahari, bulan, dan bintangbintang, masing-masing tunduk kepada
perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan
memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci
Allah Tuhan semesta alam.

QS. Al-Jatsiyah (45):36


Maka bagi Allah segala puji, Tuhan (pemelihara)
langit dan Tuhan (pemelihara) bumi. Tuhan
(pemelihara) semesta alam.

QS. Yunus (10):31


Katakanlah: Siapakah yang memberi rizki
kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah
yang kuasa (menciptkan) pendengaran dan
penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan
yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang
mengatur segala urusan?. Maka mereka akan
menjawab: Allah. Maka katakanlah:
Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya.

Tauhid Uluhiyah
Keyakinan bahwa Allah satu-satunya Tuhan (Ilah)
yang wajib disembah, yang haq dalam
peribadatan, kepatuhan, ketakwaan, dan
kecintaan secara mutlak. Tidak menghambakan
diri kepada selain Allah dan tidak pula
mempersekutukan-Nya.
Sebagai konsekuensi logis dari tauhid rububiyah.
Lihat QS. Al-Baqarah (2):163, 255, Al-Nahl (16):51.

QS. Al-Baqarah (2): 163


Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa;
tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.

QS. Al-Baqarah (2): 255


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak
mengantuk dan tidak tidur

QS. Al-Nahl (16):51


Allah berfirman : Janganlah kamu
menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dia-lah
Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah
kepada-Ku saja kamu takut.

FUNGSI AKIDAH TAUHID


Menguatkan keyakinan :
1. Allah Tuhan yang wajib disembah
Tujuan penciptaan manusia adalah
mengabdi kepada Allah (Adz-Dzariyat : 56)
Syirik berarti berkhianat terhadap syahadat
uluhiyah
2. Allah penentu standar nilai
Satu-satunya yang berhak menetapkan nilai
ibadah, baik buruk, benar salah.
Ukuran nilai dari akidah tauhid adalah
mardhatillah (ridha Allah)

3. Allah tujuan hidup manusia


Seluruh aktivitas hidup manusia harus
ditujukan untuk mencapai ridha Allah yang
merupakan tujuan tertinggi dan termulia
4. Allah pembebas manusia dari perbudakan
Satu-satunya pemilik kedaulatan
Titah-Nya adalah undang-undang hidup
Manusia menjadi merdeka dari perbudakan
manusia lain, harta, maupun nafsunya

SYIRIK
Syirik : Menyekutukan menyekutukan Allah
dengan sesuatu yang lain
Keyakinan yang menyatakan bahwa Tuhan (Allah)
lebih dari satu, atau bahwa ada Tuhan lain selain
Allah
Sesuatu yang disekutukan dengan Allah bisa
berwujud dalam berbagai bentuk dan rupa
Tuhan sesembahan lain, atau benda yang
diagungkan, dimuliakan, ditakuti setara dengan
Tuhan

PEMBAGIAN SYIRIK
1. Syirik dhahir jali (jelas) : perbuatan yang
jelas-jelas menuhankan sesuatu selain Allah
penyembahan atau pemujaan terhadap
berhala, dewa, benda-benda langit, roh
leluhur dll.
2. Syirik batin khafi (tersembunyi) :
menganggap suatu benda (cincin, keris, akik)
memiliki tuah yang berpengaruh terhadap
hidup manusia, demikian juga meyakini
kebenaran dukun dan tukang ramal.

QS. Al-Baqarah (2):165


Dan di antara manusia ada orang-orang yang
menyembah tandingan-tandingan selain Allah;
mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman sangat cinta kepada Allah.

QS. Yunus (10) : 106


Dan janganlah kamu menyembah selain Allah
apa-apa yang tidak memberi manfaat dan
tidak pula memberi madharat; sebab jika
kamu berbuat yang demikian itu maka
sesungguhnya kamu termasuk orang-orang
yang zalim.

Hadits
Barangsiapa menggantungkan jimat, maka
sungguh dia telah berbuat syirik (HR. Ahmad).
Barangsiapa mendatangi seorang peramal
atau dukun dan kemudian dia membenarkan
apa yang dikatakan, maka dia telah ingkar
(kafir) dengan apa yang diturunkan kepada
Muhammad SAW (HR. Ahmad dan Hakim).