Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Yunita Arin Saputri

NIM

: 115070307111007

1. The primary cause of population aging is a decline in the fertility rate.


Pernyataan ini benar, karena Ahli demografi mengemukakan bahwa terjadi perubahan struktur
penduduk dengan bertambah banyak penduduk lanjut usia sebagai akibat penurunan fertilitas
yang menetap mengurangi pertumbuhan penduduk dan pada

akhirnya

menghasilkan

penurunan proporsi anak di populasi sehingga memicu proses aging (penuaan) di populasi
(Djaja, 2012). Jumlah penduduk dalam kategori tua berumur diatas 60 tahun mengalami
peningkatan yang sangat tajam, yaitu dari kurang dari 6% pada kurun waktu tahun 1950-1990
menjadi 7/8% pada masa sekarang (1990-2010) dan diperkirakan bertambah menjadi 14% dan
25% pada tahun 2025 dan 2050. Disaat yang sama, populasi penduduk Indonesia mengalami
trend penurunan tingkat fertilitas (atau TFR: Total Fertility Rate) yang signifikan, dari angka 5,3
pada tahun 1975 menjadi hanya 2,5 pada tahun 1995.. Sebagai dampaknya, jumlah kelahiran
bayi pertahun di Indonesia mengalami tren pentingkatan dari 3,5 juta hingga 5 juta pada tahun
1950-1985, namun kemudian turun menjadi 4,4 juta bayi pertahun lahir pada masa sekarang
dan diproyeksikan menurun hingga hanya 3,4 juta bayi lahir pada tahun 2050 (Wardana, 2014)
2. Increases in life expectancy at birth are primarily the result of declines in age-specific
mortality at ages 65 and older.
Pernyataan ini tidak benar. Peningkatan populasi lansia merupakan implikasi dari dua faktor,
yaitu menurunnya angka kematian dan angka kelahiran. Menurunnya angka kematian terkait
dengan peningkatan angka harapan hidup (life expectancy). Data empirik menunjukkan adanya
perubahan yang berlawanan antara populasi lansia dan angka kelahiran. Populasi lansia
meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan rata-rata angka kelahiran menunjukkan penurunan.

Fenomena ini semakin mendukung teori yang menyatakan bahwa peningkatan populasi lansia
merupakan implikasi dari penurunan angka kelahiran dan peningkatan angka harapan hidup
(Bahruddin, 2006).
3. Governments have been able to alter fertility rates by adopting policies that promote
increased births or by policies to lower the birth rates. If you believe this statement is true,
name several policies to increase birth rates and several policies that might reduce the
number of births.
Pernyataan ini benar. Kebijakan yang dilakukan yaitu pemakaian kontrasepsi yang merupakan
salah satu dari sekian banyak variable yang secara langsung berpengaruh terhadap angka
kelahiran. Data menunjukkan adanya pola hubungan antara pemakaian alat kontrasepsi dengan
rendahnya fertilitas. Beberapa provinsi di Indonesia ditemukan dengan tingkat fertilitas rendah
dan angka prevalensi kontrasepsi yang juga rendah. Sebagai contoh di Provinsi DKI Jakarta angka
kelahirannya 2,1, sedangkan angka prevalensi kontrasepsi hanya 60 persen (dibawah angka
nasional 61 persen). Kondisi ini mengindikasikan pemakaian alat kontrasepsi sebagai salah satu
variabel yang secara langsung berpengaruh terhadap fertilitas (Sumini dkk, 2009).

Daftar Pustaka
Bahruddin. 2006. Pengarusutamaan Lansia Dalam Pelayanan Sosial. Yogyakarta: Fakultas
Ilmu Sosial Dan Politik, Universitas Gadjah Mada
Djaja, Sarimawar. 2012. Analisis Penyebab Kematian Dan Tantangan Yang Dihadapi Penduduk
Lanjut Usia di Indonesia Menurut Riset Kesehatan Dasar 2007. Jakarta: Badan Penelitian
dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Sumin, dkk. 2009. Kontribusi Pemakaian Alat Kontrasepsi Terhadap Fertilitas. Jakarta: Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
Wardana, Amika. 2014. Agama Dan Penuaan Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta