Anda di halaman 1dari 20

PNEUMOTHORAK

HENDRA LEOFIRSTA
1320221103
Pembimbing : dr. Herry Unggul W Sp.B

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Pleura : Membran serosa yang melingkupi parenkim paru,


mediastinum, diafragma dan rulang iga.
Pleura parietal: Membatasi dinding dada, Saraf otonom,
Sirkulasi pulmoner
Pleura Visceral : Membatasi permukaan luar parenkim
paru, saraf interkostalis, Sirkulasi sistemik
Rongga pleura : Antara P.Par dan P.Vis, berisi sedikit
cairan. Tidak berhubungan dengan dunia luar, Hampa
udaratekanan pleura (Tekanan Cairan pleura+
Tekanan permukaan pleura)
Cairan rongga pleura : dari kapiler di pleura, cairan
interistial paru, sistem limfatik. Mengandung protein 12 q/100 ml (albumin > ), sel-sel makrofag, limfosit, pH
lebih tinggi dari cairan plasma, kadar glukosa = cairan
plasmaFungsi cairan pleura : Lubrikasi

PNEUMOTORAKS
Definisi : Adanya udara didalam rongga pleura
penekanan terhadap paru-paru sehingga paruparu tidak dapat mengembang dengan
maksimal

Klasifikasi
Menurut penyebab :
1. Pneumotorak Spontan:
P.S.Primer
P.S.Sekunder
2. Pneumotorak Traumatik :
P.T Non iatrogenik
P.T Iatrogenik
P.T.I Aksidental
P.T.I Artifisial

Menurut Jenis Luka :


1. Simple
Pneumotoraks
2. Open Pneumotoraks
3. Tension
Pneumotoraks
Menurut Luas
Kolaps:
1. P. Parsialis
2. P. Totalis

Perhitungan luas pneumotoraks :


Cara 1
% luas pneumotoraks
A + B + C (cm)
=

__________________

x 10

Cara 2
(L) hemitorak (L) kolaps
paru
(AxB) - (axb)
_______________

AxB

x 100 %

Manifestasi klinis
ANAMNESA :
1. Sesak nafas (80-100%). Mendadak dan
memberat
2. Nyeri dada (75-90%).tajam, berat, lebih nyeri
saat bernafas
3. Batuk (25-35%)
4. Asimptomatik (5-10%) P.S.P

PEMERIKSAAN FISIK (THORAK) :


Inspeksi :
Hiperekspansi dinding dada pada sisi sakit
Gerakan dada asimetris saat inspirasi
Trakea dan jantung terdorong T.P
Terlihat lubang di dinding dada O.P
Sucking Chest Wound O.P
Palpasi :
Ruang iga melebar/ normal pada sisi yg sakit
Iktus cordis terdorong ke sisi sehat T.P
Vocal Fremitus melemah/ hilang pada sisi sakit

Perkusi :
Hipersonor/timpani pada sisi yang sakit
Batas jantung terdorong ke sisi yang sehatT.P
Auskultasi :
Suara nafas melemah/hilang pada sisi yang
sakit
Suara vokal Melemah dan tidak menggetar
serta bronkofoni negatif

Pemeriksaan penunjang :
Foto Rontgen
Bagian pneumotoraks lusen,rata, garis tepi
paru kolaps
Paru yang kolaps akan tampak seperti massa
radio opaque yang berada di daerah hilus
Jantung dan trakea terdorong ke sisi sehat
T.P
Spatium Intercostalis melebar, Diafragma
mendatar

Anak panah
menunjukkan
paru yang
kolaps

Terlihat garis
tepi paru
yang kolaps

Analisa gas darah arteri : Tidak prioritas,


menunjukkan Keadaan hipoksemia
CT- Scan Thoraks :

PENATALAKSANAAN
Tujuan utama : Mengeluarkan udara dari rongga pleura,
mengusahakan penyembuhan lesi di pleura,
menurunkan kecenderungan untuk kambuh lagi,
mengurangi masa rawat
PADA PASIEN KETIKA DITEMUKAN TANDA KLINIS
PNEUMOTORAKS, SEGERA LAKUKAN TINDAKAN
DEKOMPRESI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DI
RONGGA PLEURA
PADA KONDISI OPEN PNEUMOTORAKS DAN JAUH DARI
RS, TUTUP LUBANG DENGAN KONTRAVENTIL
SEDERHANA ( PLASTIK YANG DISELOTIP 3 SISI)
SEMENTARA

Tindakan Dekompresi :
1. Memakai infus set : Jarum abocath (14)
ditusuk ke dinding dada sampai rongga
pleura, jarum dicabut, kanula tetap tinggal.
Kemudian selang infus set yang telah
dipotong pada pangkal saringan tetesan
dimasukkan ke botol yang berisi air.
Hubungkan kanula dengan ujung selang infus
set sisi yang lain
Setelah klem penyumbat dibuka, akan
tampak gelembung udara yang keluar dari
ujung infus set yang berada di dalam botol.

2. Pipa Water sealed Drainage (WSD)


insisi kulit di sela iga ke 4 linea mid aksilaris
atau pada linea aksilaris posterior atau sela iga
2 di linea mid klavikula
Masukkan trochar pada celah insisi tersbut,
lalu cateter toraks dimasukkan sambil trochar
dicabut. Hubungkan dengan sistem WSD. Beri
tekanan negatif sebanyak 10-20 cm H2O.

Kriteria pencabutan WSD :


-sekret serous, tidak hemoragis
Dewasa < 100cc/24 jam
Anak < 25-30 cc/24 jam
-Paru mengembang, klinis membaik suara paru
kanan=suara paru kiri, evaluasi dengan rontgen
thoraks
Jika kriteria sudah terpenuhi, dapat dilakukan uji
coba dengan cara pipa dijepit atau ditekuk
selama 24 jam. Apabila tekanan rongga pleura
kembali positif, maka belum boleh dicabut.
Jikatekanan sudah negatif boleh dicabut. Dicabut
saat ekspirasi

Torakoskopi : Tindakan untuk melihat langsung ke dalam


rongga toraks dengan alat bantu torakoskop.
Torakoskop dipandu dengan video (Video assisted
thoracoscopy surgery=VATS)
Tindakan ini dilakukan apabila tindakan aspirasi maupun WSD
gagal, Paru tidak mengembang setelah 3 hari, terjadi fistula
bronkopleura
Torakotomi : Tindakan operatif dengan cara membuka dinding
toraks, kemudian dicari lubang yang menyebabkan
pneumotoraks lalu dijahit.
Indikasi hampir sama dengan torakoskopi atau ketika
torakoskopi gagal
Jika ditemukan penebalan pleura yang menyebabkan paru
tidak bisa mengembang, maka dilakukan dekortikasi.

Pengobatan tambahan :
Terapi Asimptomatik
Pemberian Antibiotik profilaksis
Pengobatan tambahan terhadap penyakit paru
lain
Rehabilitasi
Total bedrest untuk menghindari kerja paru yang
berat, dilarang mengejan, batuk, bersin terlalu
keras
Observasi dan Kontrol jika pada waktu tertentu
timbul gejala batuk sesak nafas

Komplikasi
Dapat menyebabkan:
Pio pneumotoraks
Hidropneumotorak
Pneumomediastinum
Pneumotoraks simulltan bilateral