Anda di halaman 1dari 23

1

Penggunaan dana BOS dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu :


A. Belanja Barang/Jasa, antara lain meliputi :
1. Pembelian ATK/bahan/Penggandaan dan lain-lain
2. Pembelian bahan-bahan habis pakai, seperti buku tulis, kapur tulis,
pensil dan bahan praktikum;
3. Pembelian bahan-bahan untuk perawatan/perbaikan ringan gedung
sekolah;
4. Pembelian peralatan ibadah oleh pesantren salafiyah;
5. Pengadaan buku pelajaran pokok dan buku penunjang untuk
perpustakaan;
6. Pembayaran honor atas jasa tenaga kerja lepas, seperti tukang
bangunan atau tukang kebun, untuk pekerjaan perawatan dan
pemeliharaan bangunan sekolah;
7. Pembayaran imbalan jasa perawatan atau pemeliharaan gedung
sekolah kepada pemberi jasa berbentuk badan usaha bukan orang
pribadi.
B. Pengeluaran untuk Honorarium Guru dan Bantuan Siswa:
1. Pembayaran honorarium guru honorer (non PNS) dan guru PNS
yang merangkap di sekolah swasta;
2. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin.

1. Honor Guru
2. Pemberian Bantuan
Biaya Transportasi
bagi Siswa

Belanja Barang :
Pembelian ATK
Pembelian Bahan Habis Pakai
Pembelian Bahan
Perawatan/Perbaikan
Ruangan
Pembelian Peralatan Ibadah
Pengadaan Buku Pelajaran
Belanja Jasa
Honor Jasa Tenaga Kerja
Lepas
Imbalan Jasa
Perawatan/Pemeliharaan
Gedung
3

BOS adalah Program pemerintah untuk


meningkatan
perluasan
dan
pemerataan
pendidikan terutama dalam penuntasan Wajib
Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.
BOS diberikan kepada Sekolah Dasar dan
Menengah baik Negeri maupun Swasta.
- Dana BOS berasal dari Dana APBN/APBD
Kegiatan-kegiatan yang dibiayai dana
APBN/APBD harus dipungut/dipotong pajak.
- Bendaharawan Pengeluaran Sekolah Negeri
maupun Bendaharawan Sekolah Swasta harus
memungut/memotong pajak atas kegiatankegiatan yang dibiayai Dana BOS, sepanjang
pengeluran biaya tersebut merupakan obyek
pajak.
-

Mendaftarkan diri
sebagai Bendaharawan
Pemerintah
( NPWP 00.xxx.xxx.x-521.000)

Menggunakan NPWP Yayasan


(Badan Hukum) / Perkumpulan
( NPWP 01.xxx.xxx.x-521.001
Atau 02.xxx.xxx.x-521.001)

Sekolah Swasta/yayasan
(Badan Hukum ) / Perkumpulan
Yg belum ber NPWP
Segera Mendaftarkan

Sekolah Swasta terlanjur


Mendaftarakan NPWP
Bendaharawan
( NPWP 00.xxx.xxx.x-521.000)
Mengajukan Penghapusan
5

KEWAJIBAN BENDAHARAWAN
PEMOTONG PPh PASAL 21/26
MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWP
MENGAMBIL SENDIRI FORMULIR YG DIBERIKAN
MENGHITUNG, MEMOTONG, MENYETOR DAN MELAPOR PPh YANG
TERUTANG SETIAP BULAN
MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PADA SAAT DILAKUKAN
PEMOTONGAN PAJAK
MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 21 TAHUNAN
KEPADA PEJABAT NEGARA, PNS, ABRI, DAN PENSIUNAN

MENGISI DAN MENANDATANGANI DAN MENYAMPAIKAN SPT


TAHUNAN PPh PASAL 21

Memakai NPWP
Bendaharawan
Pemerintah

Memakai NPWP
Yayasan /
Sekolah

HARGA TERMASUK
PAJAK-PAJAK YG
TERKANDUNG DI DALAMNYA

HARGA TERMASUK
PAJAK-PAJAK YG
TERKANDUNG DI DALAMNYA

DIKECUALIKAN DARI
PEMUNGUTAN PPN

PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG YANG


JUMLAHNYA PALING BANYAK Rp.2.000.000,- DAN TIDAK
MERUPAKAN PEMBAYARAN YANG TERPECAH-PECAH
DILAKUKAN OTOMATIS TANPA SKB

PEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BAHAN BAKAR


MINYAK, LISTRIK, GAS, AIR MINUM / PDAM, DAN BENDA
BENDA POS

CONTOH PENGHITUNGAN PPN

Drs. Slamet, Bendahara Madrasah Negeri Banyumas


membeli komputer Rp 11.000.000, -(Harga yg tertulis di
kuitansi adalah nilai barang termasuk Pajak).
Penghitungan PPN
Rp 11.000.000,- x 100/110 x 10% = Rp 1.000.000,Yang Dibayarkan ke Penjual Barang (DPP) =
Rp. 11.000.000,- - Rp. 1.000.000,- = Rp. 10.000.000,-

10

PEMBAYARAN YANG TIDAK DIPUNGUT PPN


OLEH BENDAHARAWAN
DALAM HAL
PEMBAYARAN
TDK MELEBIHI DARI JML Rp 2.000.000,00 TERMASUK PPN DAN/ATAU
PPn BM DAN MERUPAKAN PEMBAYARAN YG TDK DIPECAH-PECAH
BBM DAN NON-BBM YG PENYERAHANNYA DILAKUKAN
OLEH PERTAMINA
ATAS JASA ANGKUTAN UDARA YG DISERAHKAN OLEH PERUSAHAAN
PENERBANGAN
ATAS PENYERAHAN BKP/JKP YG MENURUT PERUNDANGUNDANGAN YANG BERLAKU, MENDAPAT FASILITAS PPN TIDAK
DIPUNGUT DAN ATAU DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN
UNTUK PEMBEBASAN TANAH, KECUALI PEMBAYARAN ATAS
PENYERAHAN TANAH OLEH REAL ESTATE ATAU INDUSTRIAL ESTATE
UNTUK PENYERAHAN BKP/JKP YG MEMPEROLEH FASILITAS
PPN TDK DIPUNGUT
11

NO
1
2
3
4

JENIS PAJAK

BATAS WAKTU

SETOR
LAPOR
PPh Pasal 21
Paling lama tanggal 10 bulan
Paling lama 20 hari setelah
PPh Pasal 23
berikutnya setelah Masa Pajak
Masa Pajak berakhir
PPh Pasal 4 ayat 2
berakhir
Disetor pada hari yang sama dengan Paling lama 14 hari setelah
PPh Pasal 22
pelaksanaan pembayaran
Masa Pajak berakhir
a. Bendahara Pengeluaran sebagai
a. Paling lama akhir bulan
Pemungut PPN paling lama tanggal 7
berikutnya setelah masa pajak
(tujuh) bulan berikutnya setelah Masa
berakhir.
Pajak berakhir;
b. Pejabat Penandatangan Surat
PPN
Perintah Membayar sebagai
Pemungut PPN harus disetor pada
b. Paling lama akhir bulan
hari yang sama dengan pelaksanaan berikutnya setelah masa pajak
membayar kepada Pengusaha Kena berakhir.
Pajak Rekanan Pemerintah melalui
KPPN

CONTOH
A

HARGA JUAL
PPN= 10 % X Rp 1.800.000
PPn BM = 20 % X Rp 1.800.000
HARGA JUAL TERMSK PPN/PPn BM

Rp 1.600.000,00
Rp
160.000,00
Rp
320.000,00
Rp 2.080.000,00
DIPUNGUT
PPN/PPn BM

Rp 2.080.000,- > Rp 2.000.000,-

HARGA JUAL
PPN= 10 % X Rp 800.000
PPn BM = 10 % X Rp 800.000
HARGA JUAL TERMSK PPN/PPn BM
Rp 1.920.000,- Rp 2.000.000,-

Rp 1.600.000,00
Rp 160.000,00
Rp 160.000,00
Rp 1.920.000,00
TIDAK DIPUNGUT
PPN/PPn BM
PPN/PPn BM TERUTANG
DISETOR SENDIRI
OLEH PKP
13

Catatan :
Penggunaan
dana BOS
adalah untuk
honorarium
tambahan
SEBAGAI PENGHASILAN
POKOK

SEBAGAI PENGHASILAN
TAMBAHAN

TIDAK
DIKURANGI
PTKP

DIKURANGI
PTKP

DIKENAKAN TARIF

14

Pemotongan PPh Pasal 21 atas Honorarium DANA BOS


Mulai th 2009

DITERIMA ORANG PRIBADI


GURU PNS

Imbalan atas
Kegiatan/
Tidak Rutin
(apapun
namanya:
Honor, uang
seminar, dan
sejenisnya
Kecuali
IId kebawah
Tarif 5% / 15%
Dikalikan
Jmlh Bruto
PPh Pasal 21
Final

GURU GTT/PTT NON PNS

Gaji Rutin/Tetap
bulanan

Dilarang
Diknas
Pake
DANA BOS

PenghasilanTetap :
Dikurangi
Biaya jabatan,
5% dr. pengh.
bruto maks.
Rp. 500.000/bln
Iuran yg terkait
dgn pengh. tetap
Dikurangi
PTKP

Dikalikan Tarif Pasal 17


0
- 50 jt
>50 jt - 250 jt
>250 jt - 500 jt
>500jt

IMBALAN JASA TUKANG

Honorarium/
Insentif/Imba
lan kegiatan

Upah harian,
mingguan,
satuan,borongan

Tarif Psl 17
X Jml bruto

< Rp 200.000
Per hari TIDAK
DIPOTONG

5%

X Jml Bruto

> Rp 200.000
Per hari

6%

5% x
(upah sehari
Rp 200.000)

(0-50jt)

Bila tidak
ber- NPWP

Saat > Rp 2,025 jt


dlm 1 bln takwim
bulan ~ Tahun
TK/ :2,025,000 ~ 24,300,000
K/0 :2,193,750 ~ 26,325,000
K/1 :2,362,500 ~ 28,350,000
K/2 :2,531,250 ~ 30,375,000
K/3 :2,700,000 ~ 32,400,000

5% x (upah
bulananPTKP/bln)

HONORARIUM
SEBAGAI PENGHASILAN
TAMBAHAN
NON PNS
(HONORER DAERAH)
5 % x P.BRUTO
6%

Bila tidak
ber- NPWP

PNS GOL. III = 5%


GOL. IV = 15%
x P.BRUTO

PNS GOL II d
KEBAWAH
0%

16

Penghitungan PPh Pasal 21


ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN,
MINGGUAN, SATUAN, BORONGAN, DAN
UANG SAKU HARIAN

DIBAYAR HARIAN
TIDAK LEBIH DARI
Rp 200.000,-

LEBIH DARI
Rp 200.000,DIKURANGI
Rp 200.000,-

TIDAK DIPOTONG
PPh Ps.21

DIPOTONG PPh
TARIF 5%

PADA SAAT TELAH MELEBIHI Rp 2.025.000 s.d. Rp 7.000.000


DALAM SATU BULAN KALENDER
DIKURANGI
PTKP HARIAN SEBENARNYA +

PKP

TARIF Psl 17

DIPERHITUNGKAN PPh Ps.21


YANG TELAH DIPOTONG

JIKA WP
TDK
MEMILIKI
NPWP
MAKA
TARIFNYA
20% LEBIH
TINGGI
17

Upah Harian
> Rp 150.000 / Hari

Jumlah Upah harian


Dalam satu bulan
< Rp 2.025.000

Jumlah Upah harian


Dalam satu bulan
> Rp 2.025.000

Kurangi dgn
PTKP

18

19

20

HARGA TERMASUK
PAJAK-PAJAK YG
TERKANDUNG DI DALAMNYA

MELAKUKAN PEMUNGUTAN
PPN SEBESAR 10%

Catatan :
Penggunaan dana
BOS adalah
dengan Swakelola,
tidak boleh
diborongkan

TIDAK MELAKUKAN PEMUNGUTAN


TAPI REKANAN MENGHITUNG &
MEMPERHITUNGKAN SENDIRI
PAJAKNYA

21

SANKSI ADMINISTRASI

DENDA

BUNGA

KENAIKAN

Ps. 7 UU KUP

Ps.8(2), 13(2), 14(3), 19(2)&(3) UU KUP

Ps. 13(3), 15(2) UU KUP

Rp 100.000
SPT MASA PPh
Ps.21/22/23/26
TERLAMBAT/ TIDAK
DISAMPAIKAN

Rp500.000

50%

2%/BULAN
maks 24 BULAN

SPT TERLAMBAT/ TIDAK


DISAMPAIKAN SETELAH
DITEGUR TERTULIS

PEMBETULAN SENDIRI SPT


HASIL PENELITIAN SPT
AKIBAT SALAH TULIS
DAN/ATAU SALAH HITUNG

100%
PPh TIDAK / KURANG
DIPUNGUT/ DIPOTONG/
DISETOR

HASIL PEMERIKSAAN
(SKPKB)

SPT MASA PPN DAN


PPnBM

DITERBITKAN NPWP DAN


PKP SECARA JABATAN

TERLAMBAT/ TIDAK
DISAMPAIKAN

IZIN PENUNDAAN
PENYAMPAIAN SPT

100%
KARENA DITERBITKAN
SKPKBT

IZIN MENGANGSUR ATAU


MENUNDA PEMBAYARAN

200%
DITERBITKAN SKPKB
KARNA ALPA PERTAMA KALI
DARI

PAJAK YANG TIDAK/


KURANG DIBAYAR

22

23