Anda di halaman 1dari 1

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Nama : Esa Prakasa


NPM : 170510120061
Mata Kuliah Antroplogi Ekonomi
Manusia secara substanvis memenuhi hakikatnya untuk bertahan hidup. Dalam
menjalankan kehidupan sehari-hari, kegiatan ekonomi menuntut kita merancang dan
memperhitungkan segala bentuk pemenuhan-pemenuhan dalam pola tindakan manusia. Perlu
dipahami tindakan ekonomis merangsang manusia mencari celah dalam bertindak dan
berperilaku. Namun disatu sisi, latar belakang budaya juga mepengaruhi manusia dalam
bertindak secara tidak rasional, contohnya budaya konsumtif.
Dalam kehidupan sehari-hari, relasi manusia menyesuaikan kita dalam motif-motif yang
mengarah kepada proses mekanisme ekonomi itu sendiri. Manusia selalu mengkalkulasi untung
dan rugi dalam hidupnya, termasuk dalam kegiatan yang sepertinya bukan tidakan ekonomi.
Contohnya kegiatan tolong-menolong, baik menerima atau memberi, dalam bentuk barang
ataupun jasa. Kegiatan itu mengacu kepada relasi, yang nantinya akan berdampak pada pola
tindakan, dimana akan bertahan jika nantinya saling menguntungkan atau malah berakhir jika
nantinya saling merugikan. Pola tersebut akan kita temukan dalam kegiatan ini, manusia akan
berusaha saling membantu dengan tujuan, motifnya di masa yang akan datang akan terpenuhi.
Dengan catatan relasi menjadi modal yang mengantarkan manusia untuk berfikiran ekonomis,
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Teori Marcell Mauss yaitu teori pemberian dengan prinsip wajib memberi, wajib
menerima pemberian dan wajib membalas. Memberikan dampak sosial bagi si-penerima
pemberian untuk membalas pemberian. Karna dari proses relasi diatas, yang mana antar pihak
satu dan pihak dua berharap bisa saling mempertahankan prinsip menguntungkanya. Dari hal
tersebutlah menimbulkan adanya sanksi sosial diantara mereka.