Anda di halaman 1dari 3

Faktor Sosial Budaya yang Mempengaruhi Konsumsi Babi Panggang Karo pada

Masyarakat Suku Karo

Gambaran topik
Indonesia dikenal mempunyai pusaka kuliner yang beraneka ragam. Berbagai jenis
makanan tersedia mulai dari yang lazim dimakan sampai yang dianggap tidak lazim atau
ekstrem. Dikatakan ekstrem karena masakan tersebut adakalanya memakai bahan yang
jarang dipakai oleh masyarakat pada umumnya. Namun, makanan yang dianggap aneh
oleh suatu masyarakat sering dianggap biasa oleh masyarakat yang terbiasa memakannya.
Salah satunya adalah Babi Panggang Karo.
Babi Panggang Karo atau yang lebih populer dikenal dengan istilah BPK adalah
makanan yang terbuat dari daging babi yang dipanggang atau dibakar disajikan dengan
saus yang terbuat dari gota atau darah. Darah yang digunakan dapat berupa darah babi,
sapi maupun ayam. Makanan ini adalah masakan khas Suku Karo, sehingga banyak
ditemukan diberbagai kota yang banyak ditinggali oleh orang Karo, seperti di Berastagi,
Kabanjahe, Medan, dan bahkan di Pekanbaru, Jakarta, dan Bandung.
Nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat sangat mempengaruhi persepsi
masyarakat mengenai benda yang dikonsumsi. Oleh karena itu, ketika ada beberapa orang
bertemu dengan latar belakang budaya berbeda pula maka akan menunjukkan persepsi
masing-masing mengenai makanan yang dikonsumsi. Seperti halnya tentang konsumsi
Babi Panggang Karo

Penyakit yang ditimbulkan dan bersumber dari makanan dapat digolongkan dalam:
a. Food infection (bacteria and viruses) atau makanan yang terinfeksi, seperti
salmonellosis, shigellosis, cholera, tularemia, tuberculosis, brucellosis, hepatitis dan
sebagainya.
b. Food intoxication (bacteri) atau keracunan makanan karena bakteri seperti
Stapilococus food poisoning, Clostridium perfringens food poisoning, botulism food
poisoning, Vibrio parahaenoliticus food poisoning, Bacillus aeraus food poisoning.
c. Chemical food borne illnes atau keracunan makanan karena bahan kimia seperti
cadmium, antimon, zink, insektisida dan bahan kimia lainnya.
d. Poisoning plants and animals atau keracunan makanan karena hewan dan tumbuhan
beracun seperti jengkol, jamur, kentang (solamin), castrol, ikan butal.
e. Parasites atau penyakit parasit seperti cacing taeniasis, cystisercosis, trichinosis,
ascariasis.