Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA & P.K.

N
Tentang

GEOPOLITIK

Kelompok 9
Giovanni Syavan Helmanus
Irvan Arfian Maulana

: 2014710450001
: 2014710450002

Dosen Pembimbing:
Dra. Anisah, M.Pd.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


UNIVERSITAS, SEKOLAH TINGGI DAN AKADEMIAKADEMI JAYABAYA

KATA PENGANTAR

Segala puji dan rasa syukur kami sampaikan dan hanya milik Allah SWT. Karena dengan
rahmat dan karunia-NYA lah kami bisa menyelesaikan tugas makalah ini, serta shalawat dan
salam kami minta kepada Allah SWT semoga di hadiahkan kepada nabi junjungan kita
Muhammad SAW yang menjadi suritauladan bagi kita semua.
Selanjutnya kami pemakalah mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang
telah memberikan pemahaman dan tuntutan kapada kami sebagai pamakalah serta waktu
yang telah di tentukan untuk menyelesaikan tugas dari makalah kami ini. Mudah-mudahan
makalah ini bermanfaat bagi kami yang merangkainya dan bagi kita semuanya dalam
melakukan perkuliahan kita ini.
Akhir kata, kami menyadari masih banyak terjadi kesalahan dalam penyusunan dan
perangkaian makalah ini, maka dari pada itu, kami mengharapkan kritikan dan saran yang
konstruktif dan inovatif demi meraih yang lebih baik dari apa yang kami sajikan ini dan
perbaikan untuk masa yang akan mendatang.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Negara bagaikan suatu organisme. Ia tidak bisa hidup sendiri. Keberlangsungan hidupnya
ikut dipengaruhi juga oleh negara-negara lain, terutama negara-negara tetangganya atau
negara yang berada dalam satu kawasan dengannya. Untuk itulah diperlukan satu sistem
perpolitikan yang mengatur hubungan antar negara-negara yang letaknya berdekatan di atas
permukaan planet Bumi ini. Sistem politik tersebut dinamakan Geopolitik, yang mutlak
dimiliki dan diterapkan oleh setiap negara dalam melakukan interaksi dengan sesama negara
di sekitarnya.
Tak terkecuali Indonesia. Indonesia pun harus memiliki sistem geopolitik yang cocok
diterapkan dengan kondisi kepulauannya yang unik dan letak geografis negara Indonesia di
atas permukaan planet Bumi ini.
Geopolitik Indonesia adalah Wawasan Nusantara,Wawasan Nusantara tidak mengandung
unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri
dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945,
yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat serta
menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan
nusantara juga sering dimaknai sebagai cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara
bertindak, berfikir dan bertingkah laku bagi bangsa Indonesia

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian geopolitik itu sendiri ?
2. Bagaimana pandangan para pemikir politik mengenai geopolitik ?
3. Apa yang di maksud geopolitik Indonesia dan Wawasan Nusantara?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan geopolitik itu sendiri.
2. Untuk memenuhi tugas kelompok Pendidikan Kewarganegaraan
3. Kiranya tulisan ini dapat menjadi bahan pengembangan pengetahuan kita tentang
geopolitik.

BAB II
PEMBAHASAN
GEOPOLITIK
2.1 Konsep dan Unsur Geopolitik
Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu geo dan politik. Maka, Membicarakan pengertian
geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan politik. Geo
artinya Bumi/Planet Bumi. Menurut Preston E. James, geografi mempersoalkan tata ruang,
yaitu sistem dalam hal menempati suatu ruang di permukaan Bumi. Dengan demikian
geografi sangat bersangkut-paut antara manusia dengan lingkungan tempat hidupnya.
Sedangkan politik, selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan.
Dari beberapa pengertian di atas, pengertian geopolitik dapat lebih disederhanakan lagi.
Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud
kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh kepentingan suatu Negara yang titik
beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas, yang
apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung kepada system politik suatu
Negara.
Geopolitik mempunyai 4 unsur pembangun, yaitu keadaan geografis, politik dan strategi,
hubungan timbal balik antara geografi dan politik, serta unsur kebijaksanaan.
Negara tidak akan pernah mencapai persamaan yang sempurna dalam segala hal. Keadaan
suatu negara akan selalu sejalan dengan kondisi dari kawasan geografis yang mereka tempati.
Hal yang paling utama dalam mempengaruhi keadaan suatu negara adalah kawasan yang
berada di sekitar negara itu sendiri, atau dengan kata lain, negara-negara yang berada di
sekitar (negara tetangga) memiliki pengaruh yang besar terhadap penyelenggaraan suatu
negara.
Peranan-Peranan Geopolitik.
1. Berusaha menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang tersedia.
2. Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi dan kondisi alam.
3. Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri.
4. Menggariskan pokok-pokok haluan negara, misalnya pembangunan.
5. Berusaha untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu negara berdasarkan teori negara
sebagai organisme, dan teori-teori geopolitik lainnya.
6. Membenarkan tindakan-tindakan ekspansi yang dijalankan oleh suatu negara.

2.2 Pandangan Para Pemikir Politik


Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu
negara, namun berkembang menjadi ajaran yang melegitimasikan Hukum Ekspansi suatu
negara. Hal ini tidak terlepas dari para penulis :
1. Friedrich Ratzel (1844-1904)
Teori Ruang : bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan ruang hidup yang makin
meluas, karena kebutuhan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa
yang primitif.
2. Rudolf Kjellen (1864 1922)
Teori Kekuatan : behwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan
biologis yang memiliki intelektualitas. Dengan kekuatan yang dimiliki ia mampu
mengeksploitasi negara primitif agar negaranya dapat ber-swasembada. (Darwinisme
Sosial).
3. Karl Haushover (1869 1946)
Teori Pan Regional, empat kawasan benua : untuk menjadi jaya, bangsa harus mampu
menguasai benua- benua di dunia yang dibagi atas empat kawasan benua dan masing- masing
dimpimpin satu bangsa (Pan Amerika, Asia Timur, Rusia India, Eropa Afrika).
4. Sir Halford Mackinder (1861-1947)
Teori Daerah Jantung (wawasan benua) : bila ingin menguasai dunia, suatu bangsa harus
menguasai daerah jantung dan untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. Daerah
jantung terdiri dari : Rusia, Siberia, Sebagian Mongolia, Daerah bulan sabit dalam (eropa
barat, eropa selatan, timur tengah, asia selatan, asia timur) dan Bulan sabit luar (afrika,
australia, amerika, benua baru)
5. Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Mahan (1840-1914)
Teori Kekuatan Maritim: Siapa yang menguasai laut akan menguasai
perdagangan/kekayaan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia. Oleh karena itu ia harus
memiliki armada laut yang kuat. Laut untuk kehidupan dan sumber daya banyak di laut, oleh
karena itu harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya.
6. Giulio Douhet (1869-1930) dan William Mitchel (1989-1936)
Bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang lawan serta kemenangan
akhir ditentukan oleh kekuatan udara.

7. Nicholas J. Spijkman (1893-1943)


Teori Daerah Batas : penguasaan daerah jantung harus ada akses ke laut dan hendaknya
menguasai pantai sepanjang Eurasia.
2.3 Geopolitik Indonesia
Sebagai Negara kepulauan, dengan masyarakat yang berbhinneka, Negara Indonesia
memiliki unsur-unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan
keadaan geografi yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya
terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam
satu bangsa dan satu tanah air, sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri Negara ini.
Dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia tercermin pada
momentum sumpah pemuda tahun 1928 dan kemudian dilanjutkan dengan perjuangan
kemerdekaan yang puncaknya terjadi pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia 17
Agustus 1945.
Penyelenggaraan Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai system kehidupan nasional
bersumber dari dan bermuara pada landasan ideal pandangan hidup dan konstitusi UndangUndang Dasar 1945. dalam pelaksanaannya bangsa Indonesia tidak bebas dari pengaruh
interaksi dan interelasi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan regional maupun
internasional. Dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai
pedoman agar tidak terombang-ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk
mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia adalah
wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara sehingga disebut dengan
wawasan nusantara. Kepentingan nasional yang mendasar bagi bangsa Indonesia adalah
upaya menjamin persatuan dan kesatuan wilayah, bangsa, dan segenap aspek kehidupan
nasionalnya. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan Negara Indonesia dapat tetap
eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat yang dicita-citakan.
Oleh karena itu, wawasan nusantara adalah geopolitik Indonesia. Hal ini dipahami
berdasarkan pengertian bahwa dalam wawasan nusantara terkandung konsepsi geopolitik
Indonesia, yaitu unsur ruang, yang kini berkembang tidak saja secara fisik geografis,
melainkan dalam pengertian secara keseluruhan.
A. Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia
Geopolitik Indonesia adalah Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara tidak mengandung
unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri
dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia maka wilayah Indonesia yang terdiri dari

daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau
utuh. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangun atas
pandangan geopolitik bangsa. Sedangkan pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada
konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara.
Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.
B. Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan berasal dari kata
wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya
muncul kata mawas yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya
pandangan, tujuan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara
melihat.
Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan.
Antara artinya menunjukkan letak anatara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan
yang terletak antara dua benua, yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera, yaitu
Samudera Hindia dan Pasifik. Berdasarkan pengertian modern, kata Nusantara digunakan
sebagai pengganti nama Indonesia.
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Atau cara pandang
bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa
dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.
Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau rumusan
umum mngenai keadaan yang dinginkan. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang
bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuaidengan konsep
wawasan Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan utuh
pula.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Geopolitik dapat diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud
kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh kepentingan suatu Negara yang titik
beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas, yang
apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung kepada system politik suatu
Negara.
Geopolitik Indonesia adalah Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara tidak mengandung
unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri
dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia maka wilayah Indonesia yang terdiri dari
daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau
utuh. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangun atas
pandangan geopolitik bangsa. Sedangkan pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada
konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara.
Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Diponolo, G.S. (1975). Ilmu Negara, Jilid 1, Jakarta : Balai Pustaka

frenndw.files.wordpress.com/2011/03/geopolitik-kelompok-41.ppt
h4riyono.multiply.com//Kajian_Geopolitik_dan_Geostrateg Filipina
http://rinastkip.wordpress.com/2012/11/21/makalah-pkn-geopolitik-indonesia/
http://id.wikipedia.org/wiki/Geopolitik_di_Indonesia