Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM R-LAB

KR-01 DISIPASI KALOR HOT WIRE

Nama

: Muhammad Wildan Al baihaqi

NPM

: 1406533125

Fakultas

: Teknik

Departemen

: Teknik Sipil

Program Studi

: Teknik Sipil

Kode praktikum

:KR-01

Tanggal Percobaan

: 10 oktober 2014

praktikum :KR-01 Tanggal Percobaan : 10 oktober 2014 Laboratorium Fisika Dasar UPP IPD Universitas Indonesia

Laboratorium Fisika Dasar

UPP IPD

Universitas Indonesia

1.

Pendahuluan

1.1 Tujuan praktikum

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan udara.

1.2 Alat dan bahan Peralatan yang digunakaan untuk praktikum ini adalah:

- Kawat Pijar (hotwire)

- Fan (kipas angin)

- Voltmeter dan Amperemeter

- Adjustable power supply

- Camcorder

- Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

- Laptop dengan koneksi internet (untuk melaksanakan praktikum R-Lab)

1.3 Teori dasar percobaan

Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang terdisipasi sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan lamanya waktu arus listrik

mengalir. Jumlah energi listrik dirumuskan sebagai:

W = V . I . Δt

(1)

Keterangan :

W

= Energi listrik (joule)

V

= Tegangan listrik (volt)

I

= Arus listrik (ampere)

Δt

= Waktu (sekon)

Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat sehingga merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang mengalir juga berubah. Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio yang dirumuskan sebagai:

Overheat Ratio =

(2)
(2)

Keterangan:

Rw = resistansi (hambatan) kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara). (ohm)

= resistensi (hambatan) kawat pada temperatur ambient (ruangan) (ohm)

Ra

(hambatan) kawat pada temperatur ambient (ruangan) (ohm) Ra Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan
(hambatan) kawat pada temperatur ambient (ruangan) (ohm) Ra Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan

Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang menyatakan hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh, kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yang didapat berbentuk persamaan linear atau persamaan polinomial. Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara dengan kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari daya maksimal 230 m/s. Sebagai tambahan , digunakan pula hukum ohm:

Keterangan:

I = Arus listrik

= . =
=
.
=

R = Hambatan listrik

1.4 Langkah kerja Urutan dari langkah yang dilakukan pada saat praktikum adalah sebagai berikut:

a. Membuka

halaman

R-Lab

KR-01

http://sitrampil4.ui.ac.id/kr01

pada

situs

sitrampil.ui.ac.id

b. Meng-klik icon video untuk mengaktifkan webcam pada halaman web r-lab

c. Menghidupkan motor pengerak kipas dengan meng”klik” radio button pada icon “menghidupkan power supply kipas.

d. Mengukur Tegangan dan Arus listrik di kawat hot wire dengan cara mengklik icon “ukur”.

e. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70 , 110 , 150 , 190 dan 230 m/s .

2. Isi dan Pembahasan

2.1. Daftar tugas dan evaluasi Dari praktikum ini, terdapat beberapa tugas yang harus dilakukan yaitu sebagai

berikut:

1)

Berdasarkan data yang didapat , buatlah grafik yang menggambarkan

2)

hubungan Tegangan Hotwire dengan Waktu untuk tiap kecepatan aliran udara. Berdasarkan pengolahan data di atas, buatlah grafik yang menggambarkan

3)

hubungan Tegangan Hotwire dengan Kecepatan aliran angin. Buatlah persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire.

4)

Berdasarkan percobaan dan data yang didapat, apakah kita dapat

5)

menggunakan kawat Hotwire sebagai pengukur kecepatan angin? Berilah analisis dari hasil percobaan ini.

2.2. Hasil praktikum Dari praktikum yang dilakukan tanggal 10 oktober 2014 pada pukul 05.55, dapat

dihasilkan tabel sebagai berikut:

Tabel 1: data untuk kecepatan angin = 0m/s:

Waktu

KecAngin

V-HW

I-HW

1

0

2.113

53.9

2

0

2.113

53.9

3

0

2.113

53.9

4

0

2.113

53.9

5

0

2.113

53.9

6

0

2.113

53.9

7

0

2.113

53.9

8

0

2.113

53.9

9

0

2.113

53.9

10

0

2.113

54.0

9 0 2.113 53.9 10 0 2.113 54.0 , = = , = , Tegangan rata-rata
, = = , = ,
,
=
=
,
=
,

Tegangan rata-rata tabel 1=

= 2,113

Arus listrik rata- rata tabel 1=

, = 53,91

Hambatan rata-rata tabel 1 =

= 0,03919

Tabel 2: data untuk kecepatan angin = 70m/s:

Waktu

KecAngin

V-HW

I-HW

1

70

2.082

54.1

2

70

2.080

54.1

3

70

2.083

54.1

4

70

2.083

54.0

5

70

2.083

54.0

6

70

2.084

54.0

7

70

2.083

54.0

8

70

2.083

54.0

9

70

2.082

54.1

10

70

2.084

54.0

9 70 2.082 54.1 10 70 2.084 54.0 , = = , = , Tegangan rata-rata
, = = , = ,
,
=
=
,
=
,

Tegangan rata-rata tabel 2=

= 2,0827

Arus listrik rata- rata tabel 2=

, = 54,04

Hambatan rata-rata tabel 2 =

= 0,03853

Tabel 3: data untuk kecepatan angin = 110m/s:

Waktu KecAngin V-HW I-HW 1 110 2.062 54.3 2 110 2.062 54.3 3 110 2.062
Waktu
KecAngin
V-HW
I-HW
1
110
2.062
54.3
2
110
2.062
54.3
3
110
2.062
54.3
4
110
2.062
54.3
5
110
2.062
54.2
6
110
2.062
54.2
7
110
2.062
54.2
8
110
2.062
54.2
9
110
2.063
54.2
10
110
2.061
54.3
Tegangan rata-rata tabel 3=
=
Arus listrik rata- rata tabel 3=
=
,
Hambatan rata-rata tabel 3=
=
,
rata tabel 3= = , Hambatan rata-rata tabel 3= = , , = 2,062 , =

, = 2,062

, = 54,25

= 0,03801

Tabel 4: data untuk kecepatan angin = 150m/s:

Waktu

KecAngin

V-HW

I-HW

1

150

2.054

55.1

2

150

2.054

54.7

3

150

2.053

54.5

4

150

2.055

54.4

5

150

2.054

54.4

6

150

2.054

54.5

7

150

2.054

54.7

8

150

2.054

55.1

9

150

2.054

55.4

10

150

2.054

55.5

= = , = , Tegangan rata-rata tabel 4= , = 2,054 Arus listrik rata-
= = , = ,
=
=
,
=
,

Tegangan rata-rata tabel 4=

, = 2,054

Arus listrik rata- rata tabel 4=

Hambatan rata-rata tabel 4=

, = 54,63

= 0,03760

Tabel 5: data untuk kecepatan angin = 190 m/s:

Waktu KecAngin V-HW I-HW 1 190 2.050 55.1 2 190 2.049 55.0 3 190 2.049
Waktu
KecAngin
V-HW
I-HW
1
190
2.050
55.1
2
190
2.049
55.0
3
190
2.049
55.0
4
190
2.049
54.9
5
190
2.049
54.9
6
190
2.050
54.9
7
190
2.050
54.8
8
190
2.049
54.9
9
190
2.050
54.9
10
190
2.050
54.9
,
=
= 2,0495
=
, = 54,93
,
=
= 0,03731
,
54.9 , = = 2,0495 = , = 54,93 , = = 0,03731 , Tegangan rata-rata

Tegangan rata-rata tabel 5=

Arus listrik rata- rata tabel 5=

Hambatan rata-rata tabel 5=

Tabel 6: data untuk kecepatan angin = 230m/s:

Waktu KecAngin V-HW I-HW 1 230 2.046 54.9 2 230 2.046 54.8 3 230 2.047
Waktu
KecAngin
V-HW
I-HW
1
230
2.046
54.9
2
230
2.046
54.8
3
230
2.047
54.7
4
230
2.047
54.7
5
230
2.047
54.6
6
230
2.047
54.6
7
230
2.047
54.6
8
230
2.047
54.6
9
230
2.047
54.6
10
230
2.047
54.5
,
Tegangan rata-rata tabel 5=
=
Arus listrik rata- rata tabel 5=
=
,
Hambatan rata-rata tabel 5=
=
,
rata tabel 5= = , Hambatan rata-rata tabel 5= = , = 2,0468 , = 54,66

= 2,0468

, = 54,66

= 0,03745

Keterangan tabel:

V-hw = Tegangan hot wire

I-hw = Arus listrik hot wire

R-hw = Hambatan hot wire

2.3 Pengolahan data hasil praktikum Dari data diatas dapat dibuat tabel rata-rata sebagai berikut:

 

0 m/s

70 m/s

110 m/s

150 m/s

190 m/s

230 m/s

V

rata-rata

2,113

2,0827

2,062

2,054

2,0495

2,0468

I rata-rata

53,91

54,04

54,25

54,63

54,93

54,66

R

rata-rata

0,03919

0,03853

0,03801

0,03760

0,03731

0,03745

Grafik yang menggambarkan hubungan tegangan hotwire terhadap waktu untuk tiap kecepatan udara.

Grafik Tegangan terhadap Waktu 2,12 2,1 2,08 2,06 2,04 2,02 v= 0 m/s v= 70
Grafik Tegangan terhadap Waktu
2,12
2,1
2,08
2,06
2,04
2,02
v= 0 m/s
v= 70 m/s
v= 110 m/s
v= 150 m/s
v= 190 m/s
v= 230 m/s
2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Waktu (s)
Tegangan (V)

Berdasarkan tabel rata rata kita dapat memperoleh tegangan rata-rata untuk tiap kecepatan. Sehingga, kita dapat menggambarkan hubungan tegangan rata-rata terhadap kecepatan udara. Dengan menganggap tegangan adalah suatu variabel bebas dari pengukur kecepatan. Kita dapat mencari kecepatan berdasarkan tegangan.

Tegangan 2,12 2,11 2,1 2,09 2,08 2,07 Tegangan 2,06 Linear (Tegangan) 2,05 2,04 2,03 0
Tegangan
2,12
2,11
2,1
2,09
2,08
2,07
Tegangan
2,06
Linear (Tegangan)
2,05
2,04
2,03
0
50
100
150
200
250
Kecepatan Udara (m/s)
Tegangan Rata-rata (V)

Fungsi tersebut dapat diperoleh menggunakan metode Least Square.

i

xi

yi

xi 2

yi 2

xiyi

 

1 0

2,113

0

4,464769

0

 

2 70

2,087

4900

4,355569

146,09

 

3 110

2,062

12100

4,251844

226,82

 

4 150

2,054

22500

4,218916

308,1

 

5 190

2,0495

36100

4,20045

389,405

 

6 230

2,0468

52900

4,18939

470,764

750

12,4123

128500

25,68094

1541,179

Kemudian rumus fungsinya adalah: = + Kemudian untuk mencari m dan b: ( )( )
Kemudian rumus fungsinya adalah:
=
+
Kemudian untuk mencari m dan b:
( )( )
=
( )
6(1541,179) (750)(12,4123)
=
6(128500) (750)
62,151 = =
62,151
=
=

= 208500 0.00029809

(750) 62,151 = = = 2 0 8 5 0 0 0.00029809 ( ) ( )(

( ) ( )(

= = 2 0 8 5 0 0 0.00029809 ( ) ( )( ) ( )
) ( )
)
( )

6(128500) (750)

0.00029809 ( ) ( )( ) ( ) 6(128500) (750) (128500)(12,4123) (750)(1541,179) 2,10598 = 439096,3

(128500)(12,4123) (750)(1541,179)

2,10598

(750) (128500)(12,4123) (750)(1541,179) 2,10598 = 439096,3 208500 ( ) 2 ( )+ ( ) ( )
=
=

439096,3

208500

( ) 2 ( )+ ( ) ( )
( ) 2 (
)+ (
)
( )
2,10598 = 439096,3 208500 ( ) 2 ( )+ ( ) ( ) = 1 .

= 1 .2

( ) , × = 0.00029809
( )
,
×
=
0.00029809

= 5, 167132 x 10 -3

= 4,734216333 × 10

Kesalahan relatif =

× 100% = 1,5%

Jadi, persamaan fungsi kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hotwire adalah

y= -0,00029809x + 2,10598

Berdasarkan percobaan dan data yang kita dapat, kita dapat menggunakan kawat hotwire sebagai pengukur kecepatan angin.

2.4 Analisis hasil praktikum

2.4.1. Analisis Praktikum

Praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 10 oktober 2014 pukul 10.55 yang dilakukan melalui komputer dengan internet yang terhubung dengan R-lab ini bertujuan untuk menentukan kecepatan angin dengan menggunakan hotwire sebagai sensor. Tegangan yang ada pada hotwire berasal dari kedua ujung probe yang dihubungkan ke suatu sumber tegangan, sedangkan arus yang mengalir disebabkan karena adanya resistansi atau hambatan yang berasal dari kawat pijar. Energi listrik yang mengalir pada single normal probe tersebut akan didisipasikan oleh kawat pijar menjadi energi kalor. Energi listrik yang didisipasi besarnya sebanding dengan tegangan, arus listrik yang mengalir di probe tersebut, serta lamanya waktu arus listrik mengalir.

Alat-alat yang digunakan diantaranya adalah fan (kipas angin), voltmeter (untuk mengukur tegangan listrik), amperemeter (pengukur arus listrik) serta unit PC dengan pegendali perangkat yang terhubung dengan internet (online).

Percobaan ini menggunakan alat berupa fan (kipas angin) sebagai sumber angin buatan yang kecepatanya telah divariasikan masing-masing 0m/s, 70m/s, 110m/s, 150m/s, 190m/s, dan 230 m/s. Untuk keadaan 0m/s (diam), akan menandakan titk normal (titik acuan) dari tegangan listrik, arus listrik dan hambatan listrik dari kabel hotwire. Dari titik normal tersebut, dilakukan percobaan untuk kecepatan angin yang lainya untuk mengetahui perubahan yang terjadi terhadap arus listrik, tegangan listrik maupun hambatan listrik yang dimiliki oleh hotwire.

2.4.2.

Analisis Data

Pada percobaan kali ini, terdapat 6 kali percobaan mengukur tegangan dengan diberikannya enam kecepatan aliran angin yaitu 0 m/s, 70 m/s, 110 m/s, 150 m/s, 190 m/s, dan 230 m/s. Data untuk percobaan ini dilakukan sebanyak 10 kali setiap satu kecepatan aliran angin. Dalam 10 kali pengambilan data , kegiatan tersebut bertujuan untuk menggambarkan tegangan yang dihasilkan tiap detiknya.

Hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan rumusan yang ada dimana ketika kawat dialiri dengan udara dengan kecepatan tertentu akan menyebabkan perubahan resistansi pada kawat pijar. Perubahan resistansi ini berbanding lurus dengan tegangan pada probe dan berbanding terbalik dengan arus yang mengalir. Hal ini sesuai dengan rumusan V= I.R.

Pengaruh yang terlihat dari data adalah semakin besar kecepatan angin yang mengenai, akan semakin kecil tegangan listrik yang mengalir pada kabel hotwire dengan pola grafik eksponen terbalik. Hal yang sama terjadi pula pada hambatan listrik pada kabel hotwire yang semakin kecil (hal ini dikarenakan hambatan listrik berbanding lurus terhadap tegangan listrik). Sebaliknya, pengaruh kecepatan angin terhadap arus listrik kabel hotwire justru terlihat sebalinya yakni ssaling berbanding lurus antara arus listrik dengan kecepatan angin.

Hal ini membuktikan bahwa kawat hot wire ternyata cocok untuk mengukur panas tegangan dan kecepatan aliran angin.

2.4.2. Analisis grafik

Grafik Hubungan Antara Tegangan dengan Waktu

Melalui grafik ini dapat kita lihat bahwa terdapat variasi data dalam pengukuran ini. Untuk beberapa kecepatan aliran angin tertentu, selama rentang waktu 10 detik percobaan tegangannya stabil. Namun, untuk kecepatan aliran angin yang lainnya, terdapat tegangan yang konstan naik, konstan turun, dan juga fluktuatif. Namun naik dan turunnya angka tegangan tidak terlalu jauh dan masih berada dalam range tegangan yang pertama kali. Hal ini menyatakan bahwa untuk meningkatkan atau menurunkan suatu tega ngan maka dibutuhkan waktu yang lebih lama dari 10 detik.

Grafik

Hubungan

Antara

Kecepatan

Aliran

Angin

dengan

Tegangan

Seperti yang telah dinyatakan dalam bagian analisis percobaan dan hasil.

Grafik ini menyatakan bahwa semakin besar aliran angin yang diberikan

maka akan semakin kecil tegangan yang dihasilkan. Hal ini dapat terjadi

karena aliran angin akan mengurangi jumlah panas yang akan diterima oleh

hot wire. Dan karena hot wire hanya akan bereaksi jika dipicu oleh panas

atau kalor maka diperlukan kecepatan aliran angin tidak boleh dalam

kecepatan yang besar

2.4.3. Analisis Kesalahan

Kesalahan yang terjadi tidak terlalu besar. Hal ini dikarenakan oleh percobaan ini

dilakukan dengan otomatis menggunakan komputer sehingga meminimalisir terjadinya

kesalahan yang dilakukan manusia (human error). Kesalahan kecil tersebut terlihat dengan

sedikit tidak stabilnya data yang diperoleh. Mungkin hal tersebut dikarenakan kecepatan

angin dari fan yang sedikit tidak stabil sehingga terjadi fluktuasi pada data tegangan dan arus

listrik. Kesalahan kecil lainya adalah karena koneksi internet yang agak terganggu

mengakibatkan keterlambatan data.

Kesalahan human error tetap mungkin terjadi pada saat pengambilan, pengolahan dan

penganalisaan data. Salah satu contohnya adalah kesalahan perhitungan pada saat

perhitungan fungsi (persamaan) antara kecepatan angin dengan tegangan kabel hotwire.

3.

Penutup

3.1. Kesimpulan

Dari analisis praktikum tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Hot Wire Single Probe merupakan jenis sensor hot wire yang paling

sering digunakan karena kemampuannya untuk menyampaikan data

pengukuran secara optimal

Sensor Hot Wire sering digunakan untuk mengukur fluida

Kecepatan angin berbanding lurus dengan arus listrik kabel hotwire (I) dan

berbanding terbalik terhadap tegangan listrik (V) dan hambatan listrik (R) kabel

hotwire.Semakin besar kecepatan aliran angin maka tegangan yang

dihasilkan akan semakin kecil karena kalor/panas yang diserap oleh hot wire

akan berkurang karena adanya angin

3.2. Refrensi Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ,

2000.

Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition,

John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory/kuliah/view_experiment.php?id=11230&exp=48