Anda di halaman 1dari 29

Pendahuluan

Sejarah Pengobatan Herbal Cina




Traditional Chinese Medicine (TCM) pada dasarnya banyak menggunakan berbagai
terapi modalitas1, salah satu hal yang paling utama adalah dengan penggunaan herbal
cina. Proses perkembangan herbal cina sendiri mengalir seiring dengan perkembangan
budaya cina yang berumur lebih dari empat ribu tahun. Ilmu TCM sendiri pada dasarnya
menekankan pada teori serta praktek yang bersifat holistic (menyeluruh) dan integratif
(terpadu) dengan penekanan pemahaman hubungan antar satu bagian dengan bagian
lain secara keseluruhan, defferensiasi gejala dengan penyebabnya serta memperlakukan
setiap kasus penyakit sebagai sesuatu yang unik.

Pondasi cara pengobatan ini adalah pengetahuan mengenai herbal cina. Dimana,
lebih dari 6000 materi herbal telah digunakan dan efeknya telah didokumentasikan dan
diteliti dalam kurun waktu 4000 tahun. Praktek klinis dan empiris yang merupakan hasil
dari jutaan kasus penyakit telah menjelma menjadi bank data untuk setiap kasus
individu dan mengkerucut menjadi sebuah resep obat yang kompleks. Literatur ini
menjadi llteratur yang tak ternilai dan tak tertandingi di dunia pengetahuan medis.

Kenyataannya, usia legenda tentang penggunaan herbal untuk penyembuhan
penyakit lebih tua dari TCM itu sendiri. Sejarah tentang Herbal Cina dimulai berdasarkan
legenda Shen Nong2 dan Kitab Master of Huai Nan (Huai Nan Zi), oleh Liu An dari Dinasti
Han.

Informasi penggunaan herbal sendiri banyak ditemukan dalam teks-teks sejarah
Cina kuno, mulai dari konsep lima rasa herbal yang tertulis dalam kitab Spring and
Summer Annals of Mr. Lu (Lu Shi Chun Qiu) dari sejarah dinasti Qin (221-206 SM), serta
lebih dari 120 jenis herbal, organ hewan serta mineral tertulis dalam kitab Classic of the
Mountain and Sea (Shan Hai Jing), selain itu sebuah catatan dari Periode Negara
Perang (403-221 SM), sedangkan karya farmasi pertama yang paling terkenal adalah
resep penawar 52 penyakit (Er Shi Wu Fang Bing), yang ditemukan dalam makam Ma
Wang Dui III di provinsi Hunan pada tahun 1973 dimana karya ini telah ditulis sejak akhir
abad ketiga sebelum masehi.

Dalam pembahasan resep penawar 52 penyakit, lebih dari 250 jenis herbal telah
diberi nama, sedangkan, isi dari kitab penawar 52 penyakit itu sendiri dapat dikatakan
sebanding bahkan lebih dalam dibanding dengan kitab ilmu pengobatan cina
kontemporer, dimana pada dasarnya teori-teori dasar Pengobatan Tradisional Cina
didasarkan pada Classic of Internal Medicine atau yang lebih dikenal dengan kitab klasik
Kaisar Kuning (The Yellow Emperors Inner Classic).

1 Terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat mendasarkan potensi yang dimiliki pasien

(modal-modality) sebagai titik tolak terapi atau penyembuhan.


2 Dewa Petani, dalam kitab Shen Nong Shi (3000 SM), yang memperkenalkan pertanian dan peternakan
ke daratan Cina.

Kompilasi The Yellow Emperor's Inner Classic (Huang Di Nei Jing) telah dilakukan
sejak akhir dinasti Han (25-220 M), sebagian isi kitab ini berasal dari sejak jaman periode
Negara Perang (403-221 SM). Dalam kitab tersebut muncul teori Yin-Yang dan Lima
Unsur dimana teori Yin-Yang dan Lima unsur (Wu Xing) tersebut merupakan teori yang
berisi penafsiran secara sistematis fisiologi 3 dan patologi 4 organ-organ internal serta
saluran meridian5 tubuh, penetapan asal-usul penyakit serta prinsip-prinsip yang harus
diterapkan bagi peng-diagnosis-an dan pengobatan.

Pada masa tersebut muncul pula kitab pengobatan yang isinya adalah
rangkuman pengalaman para praktisi pengobatan masa itu dalam mencegah dan
mengobati penyakit, kitab ini kemudian dikenal dengan nama Zhang Zhongjings
discussion of cold induced diseases (Shang Han Lung). Buku ini berisi petunjuk-petunjuk
keperawatan yang didalamya memuat 113 resep obat, 397 cara terapi penyakit menular
dan 265 resep untuk penyakit lainnya.
Kompilasi mengenai herbal cina juga berlanjut pada masa setelah dinasti Han,
hal ini ditandai dengan munculnya kitab herbal shen nong, yang kemudian dikenal
dengan sebutan Classic of the Materia Medica yang merupakan kitab herbal pertama
di cina. Seperti halnya kitab lain kitab ini juga berisi mengenai bahan herbal tumbuhan,
hewan, dan mineral dimana para parmakologis cina biasa menyebut kitab ini dengan
istilah Ben Cao (berasal dari tanaman).
The Classic of the Materia Medica adalah kitab yang berisi rangkuman
pengalaman dan pengetahuan para praktisi pengobatan masa dinasti Han dengan 365
data herbal dimana terdiri dari 252 data informasi bahan obat herbal, 67 data yang
berhubungan dengan bahan obat yang berasal dari bagian atau organ hewan dan 45
data informasi bahan obat yang berasal dari mineral termasuk didalamnya informasi
yang berkaitan dengan sifat dan efek samping yang ditimbulkan. Selain itu, kitab ini juga
telah memuat informasi mengenai Rhizoma Coptis (Huang Lian) untuk disentri, Radix
Dichroae (Qing Hao) untuk malaria, Herba Ephedrae (Ma Huang) untuk ashma,
Sargasum (Kun Bu) untuk pembengkakan di tenggorokan, Radix et Rhizoma Rhei (Da
Huang) untuk sembelit dan Mercury untuk kudis, keseluruhan informasi tersebut sampai
saat ini masih menjadi acuan signifikan dalam dunia pengobatan.
Pada masa dinasti Liang (456-536 M), Tao Hongjing merangkumkan
perkembangan baru dari pengobatan herbal dimasanya, kitab tersebut kemudian
dikenal dengan sebutan Collection on Commentaries on the Shen Nongs Herbal (Shen
Nong Ben Cao Jing Ji Zhu). Kitab ini mengklasifikasikan 730 jenis herbal menjadi empat
kategori sifat utama berdasarkan pada sifat alaminya yaitu: atas, tengah, bagian

3 Berasal dari bahasa Yunani, physis adalah alam dan logos adalah ilmu, ilmu yang mempelajari

fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari mahkluk hidup.


4 Berkaitan dengan ciri-ciri dan perkembangan penyakit melalui analisis perubahan fungsi atau
keadaan bagian tubuh.
5 Konsep sentral dalam TCM, berupa saluran yang menyalurkan energi dalam tubuh.

bawah. Artian atas dalam hal ini adalah memelihara atau menjaga kesehatan,
tengah adalah menjaga hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan tubuh untuk
melawan penyakit, dan bawah adalah untuk artian mengusir penyakit. Dalam kitab ini
juga dikenalkan konsep rasa (Wei) dan karakteristik suhu (Qi) untuk evaluasi terhadap
setiap jenis herbal. Kandungan racun serta dosis telah dengan seksama diperhatikan,
masa panen, pemilihan bagian herbal dari tanaman serta mekanise proses untuk
pengolahan untuk menjadi bahan obat juga telah dibahas dalam kitab ini.
Kitab pengobatan berikutnya yang menjadi kitab pilihan para praktisi
pengobatan setelah yang ditulis Tao Hongjin adalah Newly Revised Materia Medica (Xin
Xiu Ben Cao) yang diedit oleh Su Jing. Kitab ini kemudian dikenal dengan nama Tang
Materia Medica. Kitab ini merupakan kitab herbal cina pertama yang bergambar,
didalamnya terdapat 844 data herbal dan telah dipublikasikan secara resmi pada masa
dinasti Tang (659 M) sebagai kitab pegangan resmi para praktisi pengobatan. Pada masa
dinasti Tang, ekonomi cina bekembang dengan pesat , jumah herbal yang digunakan
dalam pengobatan cina mencapai seribu jenis herbal. Pada tahun 741 M, Chen Zangqi
menyusun kitab Supplement to the Materia Medica, yang didalamnya tercantum
beberapa jenis hebal yang tidak tercantum sebelumnya baik dalam catatan Tao
Hongjing maupun Sujing. Kitab ini juga meng-kategorikan herbal menjadi 10 jenis
berdasarkan pada fungsinya masing-masing sehingga kitab ini kemudian diklaim menjadi
kitab herbal dengan klasifikasi klinis yang pertama.
Pada masa dinasti Song, kemajuan ilmu pengobatan herbal sangat signifikan. Hal
ini ditandai dengan munculnya deferensiasi dan standardisasi pembuatan obat herbal.
Kitab-kitab baru mengenai pengobatan bermunculan diantaranya adalah kitab Materia
Medica from the Kai Bao Era (Kai Bao Ben Cao, 973-974 M), yang diedit oleh Liu Gan.
Kitab lain yang muncul pada masa itu adalah Illustrated Classic of Material Medica (Ben
Cao Tu Jing, 1058-1061 M) yang diedit oleh Su Song. Sayangnya, semua buku yang
muncul pada masa tersebut telah hilang sehingga satu- satunya kitab pilihan materia
medica yang terselamatkan dan ada hingga saat ini adalah Materia Medica Arranged
According to Pattern (Zheng Lei Ben Cao, 1082 M) yang disusun oleh Tang Shenwei.
Setelah berkali-kali direvisi, pada tahun 1108 M, kitab ini dipublikasikan kembali sebagai
kitab pegangan resmi para praktisi pengobatan dinasti Song.

Teori-teori mengenai herbal berkembang pesat pada masa dinasti Song, salah
satu hal perbedaan yang mendasar antara kitab Shen Nongs Herbal dengan Materia
Medica adalah perbedaan teori mengenai rasa dan karakteristik herbal serta dampak
terapi yang tidak dibahas secara rinci dalam kitab Shen Nongs Herbal sedangkan kitab
Yellow Emperors Inner Classic, didalamnya memuat teori umum mengenai TCM
walaupun tidak secara panjang lebar. Munculnya pembahasan mengenai sifat herbal,
reaksi, rasa, karakteristik suhu, kandungan racun, fungsi, aplikasi dasar klinis, masa
proses, serta persiapan berawal pada saat akhir zaman dinasti Sui (581-618 M) dan saat
masa awal dinasti Tang (618-907 M) yang ditandai dengan munculnya kitab Materia
Medica of Medicinal Properties (Yao Xing Lun). Usaha untuk mengkolaborasikan ilmu
pengetahuan tentang herbal dengan teori-teori klasik pengobatan dimulai pada masa

awal dinasti Song (960-1279 M) dan berkembang secara pesat pada masa dinasti Jin
(1195-1233 M), karya utama yang paling dikenal pada masa dinasti Song yaitu kitab
Profesional and Populer Prescription from the Tai Ping Era (Tai Ping Hui Min He Ji Ju
Fang) yang didalamnya membahas teknik menggabungkan herbal (meracik) serta
inkompabilitas herbal.

Pada masa dinasti Jin dan dinasti Yuan, para praktisi pengobatan
mengkonsentrasikan diri pada fungsi-fungsi atau kegunaan herbal. Mereka melakukan
diskusi secara terbuka tentang fungsi jenis-jenis herbal hubungannya dengan ketidak
seimbangan organ tubuh tertentu dan patologi, hal ini terjadi pada abad 12, ditandai
dengan munculnya tulisan Zhang Yuansu yang dikompilasi menjadi dua jilid kitab
pengobatan berjudul Origin of Medicine and Pouch of Pearls (Zhen Zhu Nang). Dalam
kitabnya Zhang Yuanshu menambahkan hal-hal seperti Rhizoma Coptidis (Huang Lian)
menyembuhkan indikasi Heart Fire (Api Jantung), Radix Scutellariae Baicalensis (Huang
Qin) menyembuhkan indikasi Lung Fire (Api Paru-paru), dan Radix Anemarrhenae
Asphodeloidis (Zhi Mu) menyembuhkan indikasi Kidney Fire (Api Ginjal). Berdasarkan
pada teori lima unsur (Wu Xing), efek herbal terhadap organ tubuh tergantung dari
hubungan antara rasa dari herbal dengan kondisi organ tubuh tersebut. Teori ini
muncul dan dijadikan landasan dari fungsi herbal. Sebagai tambahan, Zhang Yuansu
menggambarkan secara terperinci konsep herbal yang dapat menyerap disaluran khusus
tertentu. Hal ini sejalan dengan teori yang telah diperkenalkan oleh Tao Hangjing dalam
kitab Materia Medika nya. Dalam kitab yang ditulis Zhang Yuansu, untuk pertama
kalinya disebutkan bahwa herbal memiliki fungsi tertentu ketika memasuki saluran
meridian.
Pada masa dinasti Jin dan dinasti Yuan, muncul berbagai teori mengenai herbal
diantaranya Li Wansu yang menuliskan teori bahwa herbal berhubungan dengan faktor-
faktor patogenik, sebagai contoh, Radix Duhuo (Du Hou) menyembuhkan indikasi Wind
(Angin). Dia menyusun hubungan antara herbal dengan teori lima unsur contohnya,
kacang mengacu pada unsur air sehingga kacang dapat digunakan pada penyakit yang
disebabkan oleh unsur air. Selain itu, Li Dongyuan dalam kitabnya yang berjudul
Discussion of the Spleen and Stomach (Pi Wei Lun, 1245 M), berpendapat bahwa setiap
bahan obat memiliki kecenderungan untuk Rise (tumbuh), Fall (jatuh), Float
(mengambang) atau Sink (tenggelam) dalam tubuh, dan kecenderungan ini merupakan
indikasi dari tipe-tipe dalam situasi klinis dimana herbal tersebut dapat di gunakan
secara efektif. Herbal yang memiliki kecenderungan tumbuh dan mengambang pada
dasarnya bergerak keatas dan keluar, sehingga menimbulkan efek keluar keringat,
menghilangkan rasa dingin, mengusir angin dan meningkatkan (ascending) Yang 6 .
Sedangkan, bahan obat yang memiliki kecenderungan jatuh dan tenggelam bergerak
kebawah dan kedalam, mengarahkan Rebellious Qi (Qi yang memberontak),
menenangkan pernafasan, mencegah kehilangan cairan secara tidak wajar dan
mengurangi (decending) Yang- yang berlebihan.

6 Lihat konsep Yin Yang


Pada masa pemerintahan dinasti Ming (1368-1644 M), Li Shizhen menyusun
sebuah kitab pengobatan yang terkenal hingga sekarang, kitab yang diberi nama
Compendium of Materia Medica (Ben Cao Gang Mu) atau yang lebh dikenal dengan
sebutan Grand Materia Medica ini adalah merupakan salah satu kitab farmakologi7
utama sepanjang sejarah peradaban cina. Dalam kitab ini tercatat 1892 bahan obat,
yang mencakup 1173 bahan dari tumbuhan, 444 bahan dari hewan, dan 275 bahan dari
mineral. Selain itu, dalam kitab ini terkandung kurang lebih 10.000 resep dan lebih dari
1000 gambar. Selajutnya pada masa dinasti Qing, Zhao Xueming mengedit kembali kitab
Compendium dengan menambahkan 921 bahan obat dimana 716 bahan tersebut sama
sekali belum tercantum di kitab sebelumnya serta memberikan sekurangnya 161
catatan tambahan, Kitab terebut kemudian dikenal dengan Supplement in the
Compendium of Materia Medica (1765 M).

Sejak tahun 1949, pemerintah cina telah mendorong penggunaan obat herbal
sebagai alternatif obat medis. Pada tahun 1977, Jiangsu Collage of New Medicine
mempublikasikan Encyclopedia of Tradisional Chinese Medicinal Substances, dimana
didalamnya termuat 5767 bahan obat terbaru.

Teori Herbal Cina

Teori herbal cina adalah teori yang berdasarkan pada Chinese Material Medica,
teori ini menjelaskan karakter dan fungsi dari setiap jenis herbal dimana didalamnya
mencakup penjelasan mengenai Property (sifat), Flavor (rasa), Functional (fungsi) serta
Meridian Channel Tropism (saluran meridian tropis), dan Toxicity (bersifat racun). Teori
ini berdasarkan pada teori Yin Yang dan teori lima unsur dimana kedua teori tersebut
merupakan teori dasar dari TCM. Setiap jenis herbal selalu dihubungkan dengan organ
Zang Fu dan sistem saluran meridian. Struktur unik dari bentuk teori ini adalah
merupakan inti dari TCM.
Terdapat beberapa istilah yang digunakan dalam TCM dimana mempunyai arti
yang lebih dalam dibandingkan dengan istilah dan definisi dalam bahasa inggris, istilah
ini termasuk penggunaan istilah Qi 8 , sistem organ Zang Fu, Delapan Pola prinsip
ketidakseimbangan dalam tubuh, Enam Dampak membahayakan yang mencakup
penyakit serta istilah-istilah lainnya dalam TCM. Perbedaan istilah ini akan ditulis dengan
menggunakan huruf depan besar disetiap tulisan
Sistem organ Zang Fu adalah Heart (Jantung), Lung (Paru-paru), Kidney (Ginjal),
Spleen (Limpa), Liver (Hati), Small Intestine (Usus Kecil), Large Intestine (Usus Besar),


7 Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan obat -obatan
8 Istilah TCM, berkaitan dengan energi, nyawa atau sumber sesuatu untuk hidup.

Bladder (Kandung Kemih), Stomach (Perut), Gall Bladder (Kantung Empedu), Triple
Energizer (Tiga Energi-San Jiao) dan Pericardium9.

Organ Zang Fu tersebut diatas mempunyai fungsi yang lebih luas dibanding
dengan fungsi kedokteran barat. Sebagai contoh, dalam TCM, Ginjal mempunyai fungsi
tidak hanya sebagai penyaring cairan dan penyerap nutrisi cairan, tapi juga sebagai
pengatur mental dan emosi.

Dalam TCM, istilah saluran digunakan untuk menggambarkan rute dari
peredaran Qi didalam tubuh. Saluran tertentu dapat dihubungkan dengan organ Zhang
Fu tertentu, Nama organ akan tertulis dengan huruf depan besar ketika akan
menggambarkan hubungan sebuah saluran, sebagai contoh herbal mempunyai peran
dalam saluran Paru-paru.

Delapan Pola prinsip merupakan kesatuan pertentangan yang membentuk
prinsip diagnosa pengobatan dalam teori TCM. Delapan Pola tersebut adalah Yin, Yang,
Deficiency (kekurangan), Excess (kelebihan), Interior (dalam), Exterior (luar), Hot (panas),
dan Cold (dingin). Istilah-istilah tersebut biasanya digabungkan satu sama lain, sebagai
contoh Yin-Deficiency diindikasikan sebagai rasa lemah dan lesu. Contoh lain seperti
Exterior-Heat mengindikasikan ruam (kulit merah-merah).

Enam Dampak Membahayakan adalah Wind (angin), Cold (dingin), Summer Heat
(hawa panas), Dampness (kelembaban), Dryness (kekeringan) dan Fire (api). Dalam teori
TCM, istilah Wind menggambarkan perubahan kondisi yang terjadi secara cepat.
Perubahan bisa dikarenakan cuaca, iritasi lingkungan seperti alergi, atau terinfeksi virus
atau bakteri. Dampak Membahayakan juga biasanya digabungkan dengan Delapan Pola
prinsip dan sistem organ sebagai bentuk awal diagnosa. Sebagai contoh, Excess-Spleen-
Dampness diindikasikan dengan penyakit diare.

Sebagai tambahan, terdapat pula istilah dan atau kata-kata yang bersifat
menggambarkan yang sering digunakan dalam teori TCM misalnya, Essence (intisari),
Mind (rohani, berhubungan dengan kejiwaan), Blood (darah), Phlegm (dahak atau
lendir), Vital (mematikan atau penting), Pathogenic (penyebab infeksi), Stagnant
(kondisi diam, tidak bergerak), Stasis (berhubungan dengan berhentinya suatu proses
yang biasanya normal terjadi), dan Rebellious (berhubungan dengan terjadinya suatu hal
yang diluar proses keharusan). Istilah-istilah tersebut biasanya digabungkan dalam
menjadi suatu istilah seperti misalnya, Deficient Vital Essence, Blood Stasis, Stagnant Qi,
Rebellious Qi. Rebellious Qi mengindikasikan terjadinya pergerakkan Qi yang tidak sesuai
dengan arah pergerakan Qi itu sendiri (counterflow) sehingga mengganggu
keseimbangan tubuh dan keharmonian pergerakan Qi itu sendiri.

Dalam teori TCM, istilah-istilah TCM yang dipergunakan dengan mengunakan
bahasa inggris ditandai dengan penggunaan huruf kapital diawal kata. Sebagai contoh,

9 Membran yang membungkus jantung dan dasar pembuluh darah

istilah Phlegm akan diartikan atau diindikasikan sebagai akumulasi cairan yang
terdapat di paru-paru, ginjal, atau limpa dan hal ini dianggap sebagai penyebab
penyakit. Berbeda halnya dengan istilah yang medis secara harfiah istilah phlegm
secara umum terjadi dalam paru-paru yang berhubungan dengan pernapasan. Istilah
phlegm ini ditulis dengan tidak menggunakan huruf kapital diawal kata.
1. Property (Sifat)

Sifat dari setiap herbal didasarkan atas karakteristik temperatur, seperti cold
(sejuk), hot (panas), warm (hangat), cool (dingin) dan neutral (netral). Karakteristik sifat
ini berdasarkan pada hasil observasi atas efek yang ditimbulkan dari setiap bahan obat
herbal. Sebagai Contoh, penyakit yang bersifat panas harus didinginkan oleh bahan-
bahan obat herbal yang bersifat cold atau cool. Sebaliknya, penyakit yang bersifat dingin
harus dihangatkan oleh herbal yang bersifat warm atau hot. Substansi dari herbal yang
bersifat cold atau cool mempunyai fungsi menghilangkan hawa panas (clearing Heat),
memadamkan api (purging Fire), menghilangkan racun (removing toxicity) atau
memelihara yin (nourishing Yin). Substansi herbal yang bersifat hot atau warm
mempunyai fungsi menghilangkan sindrom10 dingin (Cold syndromes), menghangatkan
tubuh dan men-support Yang. Sedangkan herbal yang bersifat netral memiliki fungsi
yang dapat digunakan untuk sindrom panas ataupun dingin.
2. Five Flavors (Lima Rasa)
Lima rasa mengacu pada rasa sour (asam), bitter (pahit), sweet (manis), pungent
(pedas) dan salty (asin) merupakan rasa dari herbal. Sebagian herbal bahkan ada yang
memiliki rasa bland (hambar), dan tentunya setiap rasa mewakili fungsi dan manfaat
yang berbeda, sebaliknya rasa yang sama memiliki fungsi dan manfaat yang sama.
Berikut adalah fungsi dan manfaat dari setiap rasa.
Asam : rasa asam memiliki fungsi menahan atau mengurangi terbuangnya asupan dari
dalam tubuh. Herbal dengan rasa asam digunakan untuk mengobati syndrome
deficiency atau diare. Sebagai contoh, Fructus Schisandrae (Wu Wei Zi) memiliki fungsi
untuk menghentikan seminal emission 11 dan sweating (keringat berlebih). Galla
Chinensis (Wu Bei Zi) adalah herbal yang bertindak dalam usus untuk menghentikan

10 Sindrom, dalam ilmu kedokteran dan psikologi, adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis,

tanda-tanda, simtom, fenomena, atau karakter yang sering muncul bersamaan. Kumpulan ini dapat
meyakinkan dokter dalam menegakkan diagnosa. Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk
menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa. Namun terkadang, beberapa sindrom
dijadikan nama penyakit, seperti Sindrom Down.Kata sindrom berasal dari bahasa Yunani yang
berarti "berlari bersama", seperti yang terjadi pada kumpulan tanda tersebut. Istilah ini sering
digunakan untuk merujuk kumpulan tanda klinik yang masih belum diketahui penyebab. Banyak
sindrom yang dinamakan sesuai dengan dokter yang dianggap menemukan tanda-tanda itu pertama
kali. Selain itu dapat juga diambil dari nama lokasi, sejarah, dan lainnya.
11 Keluarnya sperma laki-laki secara sering tanpa melalui aktivitas seksual. Penyakit ini biasanya
terjadi karena rusaknya saluran sperma yang disebabkan oleh deficiency ginjal dsb.

diare. Umumnya herbal dengan rasa asam memiliki sedikit rasa pahit, namun demikian
rasa pahit yang menempel pada herbal yang berasa asam tidak dianggap sebagai rasa
dengan sifat rasa yang terpisah.
Pahit : herbal dengan rasa pahit memiliki fungsi untuk mengurangi atau mengeringkan.
Herbal jenis ini digunakan untuk clearing Heat (menghilangkan hawa panas),
memadamkan api (purging Fire), sembelit, menanggulangi kelembaban (resolving
dampness), atau mengurangi Qi berontak (rebelling Qi). Sebagian herbal dengan rasa
pahit memiliki fungsi untuk memperbaiki fungsi Yin. Sebagai contoh, Rhizoma
Anemarrhenae (Zhi Mu) dan Cortex Phellodendri (Huang Bai) digunakan untuk
mengobati sindrom atrophy12 yang diakibatkan oleh deficiency Yin.
Manis : Sebagian besar herbal dengan rasa manis bersifat penguat (tonic) atau dengan
kata lain memiliki fungsi untuk mengatur Middle Jiao (penghangat) atau penghilang
kejang dan atau kekejangan. Herbal ini digunakan juga untuk mengatasi deficiency
symptoms (misalnya, mengatasi deficiency Qi dengan Radix Codonopsis alias Dang Shen)
dan Yin deficiency dengan Radix Rehmanniae Preparata alias Shu Di Huang); atau untuk
mengkoordinasi fungsi substansi, seperti misalnya Radix Glycyrrhizae alias Gan Cao.
Sebagian besar herbal dengan rasa manis ini juga sangat baik untuk menghilangkan
kelembaban.
Pedas : Herbal yang memiliki rasa pedas memiliki fungsi untuk membantu laju
penyebaran Qi dan sirkulasi darah. Herbal seperti Herba Ephedrae (Ma Huang) dan
Herba Menthae (Bo He), digunakan untuk mengatasi exterior symptoms. Sedangkan,
Flos Carthami (Hong Hua) dan Radix Aucklandiae (Mu Xiang) digunakan untuk mengatasi
symptom yang berkaitan dengan stagnasi Qi dan Darah.
Asin : Herbal dengan rasa asin memiliki fungsi untuk melembutkan pengerasan,
mengatasi sakit tenggorokan serta konstipasi. Herbal seperti Concha Arcae (Wu Leng Zi)
dan Natrii Sulfas (Mang Xiao) juga digunakan untuk mengatasi scrofula13.
Hambar : Herbal dengan rasa hambar memiliki fungsi diuretik14 dan membantu untuk
menghilangkan kelembaban. Polyporus (Zhu Ling) dan Poria (Fu Ling), digunakan untuk
mengatasi edema15 dan kesulitan urinasi.

Dalam teori herbal cina, sifat dan rasa merupakan konsep yang terintegritas atau
merupakan satu kesatuan dalam menentukan fungsi setiap herbal walaupun secara
klinis hal tersebut bisa saja bukan hal yang mereprentasikan suatu fungsi herbal. Sebagai
contoh, Rhizoma Coptidis (Huang Lian) dan Radix Rehmanniae (Sheng Di Huang)

12 Penyusutan jaringan atau organ

13 Penyakit kelenjar, semacam penyakit TBC.


14 Istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu kondisi, sifat atau penyebab naiknya laju

urinasi.
15 Busung.

memiliki sifat sejuk (cold), tapi Rhizoma Coptidis (Huang Lian) mempunyai rasa pahit dan
digunakan untuk Damp-Heat syndromes sedangkan Radix Rehmanniae (Sheng Di Huang)
mempunyai rasa manis dan digunakan untuk deficiency Yin. Contoh lain, Herba
Ephedrae (Ma Huang) dan Herba Menthae (Bo He) memilki rasa hambar, tapi Herba
Ephedrae (Ma Huang) bersifat hangat (Warm) dan digunakan untuk mengatasi Wind-
Cold sedangkan Herba Menthae (Bo He) memilki sifat sejuk (Cold) dan digunakan untuk
mengatasi Wind-Heat.
3. Fungsi Tendensi
Fungsi tendensi atau fungsi kecenderungan mengacu pada fungsi Rising
(tumbuh), Falling (jatuh), Floating (mengambang) dan Sinking (tenggelam) disetiap
herbal. Fungsi tendensi herbal sangat berkaitan erat dengan situasi klinis dan lokasi
penyakit didalam tubuh. Rising dapat diartikan bergerak keatas atau digerakkan ke atas,
falling bergerak kebawah atau digerakan kebawah, floating bergerak keluar atau dikirim
ke permukaan, sedangkan sinking bergerak kedalam atau menghilang. Herbal dengan
fungsi rising dan floating bergerak keatas dan keluar, dan memilki fungsi untuk
mengembangkan Yang, mengatasi sindome exterior atau bersifat menyadarkan
(resuscitation). Herbal dengan dengan fungsi falling dan sinking bergerak kebawah dan
kedalam, memiliki fungsi mengilangkan panas (clearing Heat) dan bersifat meleburkan
(purgation). Mengarahkan rebellious Qi untuk menghentikan muntah-muntah,
mengatasi batuk dan asma serta mengurangi Yang berlebih (ascending Yang).

Setiap penyakit muncul dilokasi yang berbeda dalam tubuh. Ada penyakit yang
berada dibagian atas tubuh sedangkan penyakit lainnya berada dibagian bawah tubuh;
sebagian berada dibagian dalam tubuh dan sebagian lainnya berada dibagian luar tubuh.
Tendensi penyakitpun berbeda satu sama lainnya. Ada penyakit yang bergerak keatas
(seperti menimbulkan muntah-muntah), bergerak kebawah (menimbulkan diare),
bergerak keluar (menimbulkan keringat), dan bergerak kedalam (penjangkitan tubuh
bagian dalam yang disebabkan oleh exterior syndrome). Fungsi tendensi setiap herbal
akan mengacu pada lokasi penyakit untuk membalikan tendensi penyakit. Herbal yang
bertendensi decending menggerakan Qi kebawah, sedangkan herbal yang bertendensi
sinking akan menjaga Yang kosong untuk tidak mengambang keatas. Herbal yang
bertendensi ascending menggerakan Qi keatas, sedangkan herbal yang bertendensi
floating akan menjaga organ tubuh.

Fungsi tendensi setiap herbal berkaitan erat dengan sifat dan rasa herbal. Herbal
yang bertendensi ascending dan floating mempunyai rasa pedas atau manis serta
bersifat hot atau warm. Sedangkan herbal yang bertendensi decending dan sinking
mempunyai rasa asam, pahit, asin atau hambar bersifat cold atau cool.

Fungsi tendensi dari setiap herbal dapat dimanipulasi dengan teknik proses atau
penggabungan herbal satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, herbal yang dicampur
dengan arak akan bertendensi ascending; herbal yang dicampur dengan jahe akan
bertendensi dispersing; herbal yang dicampur dengan cuka akan bertendensi astringent;

herbal yang dicampur dengan garam akan bertendensi decending. Formula herbal
dengan herbal bertendensi decending dan sinking akan mempengaruhi tendensi herbal
ascending dan floating jika dicampur satu dengan yang lainnya.
4. Saluran Meridian Tropis
Saluran meridian tropis mengacu pada efek spesifik herbal pada bagian tubuh
tertentu. Setiap herbal mempunyai efek yang berbeda pada saluran meridian atau
sekumpulan system saluran meridian tertentu. Sebagai contoh, herbal dengan sifat cold
secara umum mempunyai fungsi clearing Heat, secara khususnya ada yang berefek pada
clearing Lung Heat, ada pula yang khusus untuk clearing Liver Heat. Setiap jenis herbal
mempunyai efek tonic yang berbeda pula, sebagian ada yang untuk menguatkan atau
bersifat supplement bagi tubuh, atau bagi organ tubuh tertentu atau bagi fungsi dari
organ tubuh.
Tabel I. Contoh Fungsi Herbal dan Saluran Meridian yang pengaruhinya
Saluran Meridian
Tangan pada Meridian Paru-paru Taiyin




Tangan pada Meridian Usus besar
Yangming



Kaki pada Meridian Perut - Yangming





Kaki pada Meridian Limpa Taiyin




Tangan pada Meridian Jantung Shaoyin




Tangan pada Meridian Usus kecil Taiyang

Herbal
Radix Scultellariae (Huang Qin)
Radix Platycodi (Jie Geng)
Corte Mori (Sang Bai Pi)
Semen Armeniacae Amarum (Xing Ren)

Radix et Rhizoma Rhei (Da Huang)
Radix Puerariae (Ge Gen)
Gypsum Fibrosum (Shi Gao)
Fructus Forsythiae (Lian Qiao)

Rhizoma Pinelliae (Ban Xia)
Rhizoma Atractylodis (Cang Zhu)
Rhizoma Atractylodis Macrocephalae (Bai
Zhu)
Massa Fermentata Medicinalis (Shen Qu)

Radix Glycyrrhizae (Gan Cao)
Radix Astragali (Huang Qi)
Rhizoma Atractylodis (Cang Zhu)
Radix Angelicae Sinensis (Dang Gui)

Herba Ephedrae (Ma Huang)
Radix Rehmanniae (Sheng Di Huang)
Fructus Schisandrae (Wu Wei Zi)
Rhizoma Coptidis (Huang Lian)

Rhizoma Atractylodis Macrocephalae (Bai







Kaki pada Meridian Kandung kemih
Taiyang



Kaki pada Meridian Ginjal Shaoyin




Tangan pada Meridian Pericardium -
Jueyin





Tangan pada Meridian San Jiao Shaoyang




Kaki pada Meridian Kandung empedu
Shaoyang


Kaki pada Meridian Liver - Jueyin

Zhu)
Radix Rehmanniae (Sheng Di Huang)
Rhizoma Seu Radix Notoperygii (Qiang
Huo)
Cortex Phellodendri (huang Bai)

Rhizoma Alismatis (Ze Xie)
Ramulus Cinnamomi (Gui Zhi)
Rhizoma Seu Radix Notoperygii (Qiang
Huo)
Fructus Viticis (Man Jing Zi)
Rhizoma Anemarrhenae (Zhi Mu)
Cortex Phellodendri (Huang Bai)
Cortex Lycii (Di Gu Pi)
Fructus Corni (Shan Zhu Yu)

Rhizoma Atracylodis Macrocephalae (Bai
Zhu)
Radix Bupleuri (Chai Hu)
Cortex Moutan (Mu Dan Pi)
Radix Rehmanniae Preparata (Shu Di
Huang)

Rhizoma Chuanxiong (Chuan Xiong)
Radix Bupleuri (Chai Hu)
Cortex Fraxini (Qing Pi)
Radix Aconiti Lateralis Preparata (Fu Zi)

Radix Bupleuri (Chai Hu)
Rhizoma Pinelliae (Ban Xia)
Radix Gentianae (Long Dan Cao)

Pericadium Ciri Reticulatae Viride (Qing Pi)
Rhizoma Seu Radix Notoperygii (Qiang
Huo)
Radix Angelicae Sinensis (Dang Gui)
Radix Gentianae (Long Dan Cao)



Herbal-herbal yang memasuki saluran meridian yang sama tidak selalu
mempunyai fungsi yang sama pula. Sebagai contoh, Radix Scutellariae (Huang Qin),
Rhizoma Zingiberis (Gan Jing), Bulbus Lilii (Bai He), dan Semen Lepidii (Ting Li Zi)
memasuki saluran meridian Paru-paru (Lung) dengan aplikasi yang berbeda. Radix
Scutellariae (Huang Qin) biasanya dipakai untuk clearing clearing Lung Heat; Rhizoma

Zingiberis (Gan Jing) digunakan untuk warming Lung; Bulbus Lilii (Bai He) digunakan
untuk penguatan (tonifying) Lung; dan Semen Lepidii (Ting Li Zi) digunakan untuk
purging Lung. Namun demikian, konsep meridian tropis ini hanyalah bagian dari teori
terapi dengan harus tetap memperhatikan tendensi, rasa serta sifat dari herbal.
5. Toxicity (Racun)
Sebagian jenis herbal beracun atau mengandung racun. Sehingga akan
menyebabkan keracunan jika penggunaannya berlebih atau over dosis. Sebagian herbal
dapat pula menyebabkan efek samping yang mematikan walaupun sesuai dengan dosis.
Dengan demikian jelas bahwa herbal yang beracun atau mengandung racun memiliki
efek yang sangat kuat sehingga penggunaannya harus sangat memperhatikan usia serta
herbal yang dicampurkannya terhadap beratnya penyakit yang diderita dan lokasi
penyakit itu sendiri.

Teori Pengobatan Tradisional Cina




Inti teori dari pengobatan tradisional cina adalah teori Yin-Yang, Lima Unsur (Wu
Xing), system Zhang-Fu serta bentuk pola deferensiasi.

1. Teori Yin-Yang dan Pola Delapan Prinsip


Yin dan Yang adalah konsep filosofis cina kuno, secara harfiah Yang adalah bagian
bukit yang terkena sinar matahari, sedangkan Yin adalah bagian bukit yang teduh.
Konsep Yin dan Yang kemudian berkembang menjadi konsep yang menunjukan sesuatu
yang bertolak belakang tapi saling berkaitan dan men-support serta melengkapi satu
dengan yang lainnya. Dasar logis dari teori ini bersifat sintesis atau dialektik, yaitu untuk
memahami satu bagian harus dapat memahami bagian yang lain secara keseluruhan.

Tabel II. Hubungan antara Yin dan Yang

Yang
Yin
Langit
Langit
Bumi
Waktu
Siang
Malam
Musim
Semi, panas
Gugur, dingin
Suhu
Panas
Dingin
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Terang
Cerah
Redup
Gerak
Keatas, keluar
Kebawah, kedalam
Anatomi
Eksterior, punggung, atas Interior, perut, bawah
Bagian Tubuh
Kulit, rambut
Tulang, urat
Fisiologi
Qi
Darah
Aktifitas
Ramai
Tenang
Fungsi
Kuat
Lemah



TCM mengenal apa yang disebut disharmoni dalam tubuh manusia, semuanya
diklasifikasikan menjadi delapan kelompok yang kemudian disebut dengan pola delapan
prinsip. Pola delapan prinsip terdiri dari empat pasang kutub yang bertolak belakang
yaitu: Yin/Yang, Interior/Eksterior, Cold/Hot,dan Deficency/Excess. Yin/Yang adalah yang
mendasari pola delapan prinsip, sedangkan tiga pasangan yang lainnya adalah bagian
kongkrit dari Yin dan Yang itu sendiri yang terbagi menjadi tiga sub kategori (lihat tabel
III). Untuk menentukan delapan pola yang didasari oleh tanda dan simtom16 ditentukan
oleh ketidak-seimbangan Yin dan Yang dalam tubuh. Sedangkan, formula herbal untuk
menyeimbangkan Yin dan Yang dalam tubuh berdasarkan pada pola deferensiasi. Secara
umum, herbal dengan rasa pedas, manis, atau netral mengacu pada Yang, sedangkan
asam, pahit, atau asin mengacu pada Yin.
2. Teori Lima Unsur (Wu Xing) dan Sistem Organ
Teori lima unsur adalah teori klasik yang didasari oleh unsur Kayu, Api, Tanah,
Besi, dan Air. Kelima unsur tersebut bukan merepresentasikan materi, tapi juga proses
atau simbolistik. Contoh, Kayu diartikan sebagai fase pertumbuhan serta dihubungkan
dengan fungsi aktif, Api dihubungkan dengan aktifitas maksimal sebuah kegiatan atau
juga merupakan symbol awal atau symbol penolakan atau symbol akhir dari aktivitas.
Besi dihubungkan dengan penolakan, air dihubungkan dengan masa akhir maksimal dari
aktivitas, sedangkan tanah dihubungkan dengan keseimbangan atau netralitas. Tanah
juga menjadi symbol penyangga antar fase.
Tabel 3. Gejala Umum Enam Sub-kategori dari Delapan Pola Prinsip
Pola
Eksterior



Interior




Cold

Yin/Yang
Yang



Yin




Yin

Gejala Umum
Demam, menolak suhu
dingin, sakit kepala, gatal-
gatal, hidung meler, batuk.

Demam tinggi, Lekas marah
atau koma, haus, rasa sakit
di perut, konstipasi atau
diare, muntah-muntah.

Bergerak lamban, menutup
diri, muka putih, reaktif

Lidah
Tipis dan
berbalut putih


Tebal dan
berbalut



Pucat dan
dengan lidah

Denyut Nadi
Mengambang



Dalam




Lamban


16 Simtom atau simtoma dalam penyakit adalah cara untuk melakukan pengindikasian keberadaan

sesuatu penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak diinginkan dengan melalui gejala, tanda-tanda
atau ciri-ciri penyakit yang dapat dirasakan seperti perasaan mual atau pusing, akan tetapi dalam hal
ini tidak termasuk didalam pengertian karena halusinasi atau delusi, cara melakukan pengindikasian
ini bertumpuk pada diri pelaku, bukan hasil dari pengamatan yang dilakukan berdasarkan
pemeriksaan kedokteran.









Hot






Defiency





Excess









Yang






Yin





Yang

pada hawa dingin, sifat


dingin, mempunyai rasa
sakit yang dapat hilang
apabila dihangatkan, tinja
encer, urin bening, jarang
haus dan selalu ingin
minuman hangat.

Bergerak lincah, eksrovert,
muka dan mata merah,
demam tinggi, lekas marah,
selalu haus dan selalu ingin
minuman dingin,
konstipasi, urin berwarna
gelap.
Rapuh dan lemah, pucat
kelabu, wajah kekuning-
kuningan, nafas dangkal,
berkeringat spontan, urin
banyak sekali dan sering.

Terkesan bergerak dengan
berat, suara kencang dan
berat, nafas terkesan berat
dan seperti tidak nyaman,
urin sedikit-sedikit.

yang terbalut
putih tebal,
berlumut.





Lidah merah
dan terbalut
kuning tebal
lumut.



Pucat dengan
sedikit atau
tidak berlumut



Tebal berlumut









Cepat






Kosong, tipis
atau lemah




Kuat



Masyarakat china kuno beranggapan bahwa tubuh manusia adalah mikrosistem
yang menjadi bagian dari makrosistem langit dan bumi. Teori dari lima unsur adalah
yang mendasari keseluruhan system kosmis. Teori lima unsur juga dapat
dipresentasikan kepada lima hal seperti warna, suara, rasa, emosi, dan berkaitan
dengan sistem organ tubuh dalam TCM (lihat table 4). System organ adalah inti fisiologi
dari teori TCM didalamnya termasuk lima organ Zang dan enam organ Fu. Liver, Jantung,
Limpa, Paru-paru, dan Ginjal adalah termasuk organ Zang sedangkan Kandung empedu,
Usus kecil, Usus besar, Perut, Kandung kemih, dan San Jiao adalah merupakan organ Fu.
Hubungan antara organ Zang dan organ Fu didasarkan pada teori lima unsur. Secara
klinis formula herbal yang diresepkan berdasarkan pula pada deferensiasi menggunakan
teori Zang Fu dan teori-teori diagnosis yang berkaitan.
Tabel 4. Teori Lima Unsur
Lima Unsur
Zang
Fu

Kayu
Liver
Kandung

Api
Jantung
Usus kecil

Tanah
Limpa
Perut

Besi
Paru-paru
Usus besar

Air
Ginjal
Kandung


Organ Perasa
Jaringan

Emosi
Musim
Iklim
Warna
Rasa
Arah

empedu
Mata
Tendon

Marah
Semi
Berangin
Biru
Asam
Timur


Lidah
Pembuluh

Bahagia
Panas
Panas
Merah
Pahit
Selatan


Mulut
Otot

Murah hati
Akhir panas
Lembab
Kuning
Manis
Tengah


Hidung
Kulit &
Rambut
Sedih
Gugur
Kering
Putih
Pedas
Barat

kemih
Telinga
Tulang

Takut
Dingin
Dingin
Hitam
Asin
Utara

3. Faktor Patogenik, Enam Pengaruh Buruk, dan Tujuh Emosi



Enam pengaruh buruk berkaitan dengan lingkungan, salah satu faktor yang
mempengaruhi munculnya penyakit, fenomena-fenomena lingkungan digambarkan
dengan istilah iklim yaitu: Wind (angin), Cold (dingin), Summer Heat (Panas), Damp
(lembab), Dryness (kering), dan Fire (api). Tubuh yang sehat adalah gambaran
keseimbangan Yin dan Yang, ketika seimbangan tubuh terganggu artinya keseimbagan
Yin dan Yang pun terganggu, sehingga tubuhpun akan sangat terpengaruh oleh efek
buruk lingkungan, bahkan akan sangat berbahaya bagi tubuh ketika tubuh tidak dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan. Selain itu, jika iklim berubah terlalu cepat maka
akan menjadi yang buruk pula bagi tubuh dan dapat menyebabkan munculnya penyakit,
dimana, setiap perbedaan faktor mempunya perbedaan karakter dan berujung pada
simtom yang berbeda pula (Lihat Tabel 5).

Tujuh emosi adalah faktok endogen yang dapat menyebabkan munculnya
penyakit. Ketujuh emosi tersebut adalah: Joy (bahagia), Anger (marah), Sadness (sedih),
Pensiveness (murah hati), Grief (sedih), Fear (takut), dan Fright (ketakutan). Rasa emosi
tersebut pastinya ada dalam setiap manusia yang sehat, penyebab penait itu sendiri
muncul apabila emosi tersebut tidak pernah berubah dalam waktu yang lama, atau
muncul secara tiba-tiba dengan tekanan yang sangat sehingga akan mengganggu
keseimbangan tubuh dan menyebabkan penyakit. Di lain hal, kebalikan itu semua,
adanya ketidak-harmonian dalam tubuh dapat menyebabkan terganggunya
keseimbangan emosi. Berdasarkan pada teori lima unsur, setiap emosi berkaitan erat
dengan organ Zang Fu (Lihat Tabel 4). Sehingga dengan arti sederhana, dengan
menyesuaikan keseimbangan antara Yin dan Yang system organ menggunakan formula
herbal, maka permasalahan emosi pun dapat terpecahkan.



Tabel 5. Enam Pengaruh Buruk


Faktor
Patogenik
Wind





Cold







Summer-
Heat




Damp








Dryness




Fire

Musim
Semi





Dingin







Panas





Akhir
musim
panas






Gugur




Panas

Yin/
Yang
Yang





Yin







Yang





Yin








Yang




Yang


17 Kelumpuhan

Karakteristik

Simtom

Selalu bergerak,
ascending, menyebar,
bergerak keatas dan
keluar, selalu berubah-
rubah.

Perusak Yang, bersifat
merusak, astrigent.






Panas yang membakar,
ascending , menyebar,
merusak Qi dan Fluid
(cairan), disertai
lembab.

Berat dan kusam,
bergerak lamban,
bergerak kebawah,
merusak Qi dan Yang.





Kering dan merusak
Fluid (cairan), merusak
Paru-paru.


Rasa panas dan
membakar, ascending,
merusak Fluid (cairan)

Sakit kepala, pusing, facial


paralysis17, kehilngan
kesadaran seketika, gatal-
gatal kulit.


Reaktif pada hawa dingin,
rasa sakit dan kedinginan
pada daerah sekitar perut,
kesakitan, demam, tidak
ada keringat, kram pada
otot, sulit menggerakan
persendian.

Demam tinggi, pemarah,
detak nadi sangat cepat,
nafas pendek, lesu, hilang
kesadaran, haus, muntah,
dan mual.

Kepala dan badan terasa
berat, lesu, hilang
keseimbangan, urin
berwarna kusam, banyak
keputihan, lidah berlendir,
susah buang air kecil,
eksim, dada sesak, diare,
muntah dan mual.

Mulut dan hidung kering,
tenggorokan kering, kulit
kering, batuk kering, sakit
dada.

Demam tinggi, reaktif pada
hawa panas, konstipasi,
lidah merah dengan

dan Qi, mudah terkena


Liver-Wind, iritasi
Jantung dan Spirit,
mengakselerasi
sirkulasi Darah.

terbalut kuning, disertai


simtom-simtom pada
tubuh bagian atas seperti
sakit gigi, mata merah, sakit
tenggorokan, insomnia,
tidak sadarkan diri.

Penerapan Obat Herbal Cina


Herbal cina biasanya digunakan dengan menggabungkan lebih dari dua jenis herbal yang
kemudian disebut dengan formula herbal, hal ini ditujukan untuk meningkatkan dan
mendorong efek dari setiap jenis herbal, meminimalisir racun atau efek samping,
mengakomodasikan situasi klinis yang kompleks serta untuk mengubah manfaat dari
herbal itu sendiri. Berikut dibawah ini adalah aturan umum untuk mengkombinasikan
jenis herbal termasuk didalamnya kompatibilitas, kontraindikasi, dan dosis.

1. Kompatibilitas

Formula-formula klasik telah dikembangkan sejak ribuan tahun yang lalu
berdasarkan pengalaman-pengalaman klinis. Penggunaan kombinasi dari herbal menjadi
suatu formula wajib mengikuti aturan-aturan umum seperti misalnya tujuh fitur, dimana
didalamnya mengilustrasikan atau menggambarkan hubungan antara herbal yang
dikombinasikan yaitu:

Mutual Accentuation (Xiang Xu)
Mutual Accentuation didasarkan pada penggabungan dua jenis herbal yang mempunyai
fungsi sama, dimana diharapkan akan mencapai tujuan secara sinergi. Sebagai contoh
kombinasi antara Gypsum (Shi Gao) dengan Rhizoma Anemarrhenae Asphodeloidis (Zhi
Mu) akan menghasilkan efek untuk clearing Heat dan draining Fire, contoh lain,
kombinsi antara Rhizoma Rhei (Da Huang) dengan Mirabilitum (Mang Xiao)
menghasilkan efek untuk menekan purging Intestines.

Mutual Enhancement (Xiang Shi)
Mutual Enhancement didasari kombinasi dua atau lebih jenis herbal yang sama dalam
aspek tertentu dari karakteristik dan fungsinya dimana herbal yang satu akan
meningkatkan efek herbal yang lainnya dalam situasi klinis tertentu. Sebagai contoh
ketika Sclerotium Poriac Cocos (Fu Ling) dikombinasikan dengan Radix Astragali
Membranacei (Huang Qi) maka Fu Ling akan meningkatkan efek Huang Qi yaitu dengan

menguatkan Qi untuk menghasilkan ekskresi cairan. Contoh lain ketika Radix


Secutellariae Baicalensis (Huang Qin) digabungkan dengan Radix et Rhizoma Rhei (Da
Huang), Da Huang akan meningkatkan efek untuk clearing Heat dan Purging Fire.

Mutual Counteraction (Xiang Wei)
Mutual Counteraction didasarkan pada pengkombinasian antara herbal yang
mengandung racun dan efek samping dengan herbal yang dapat mengurangi atau
menghilangkan racun atau efek samping tersebut. Sebagai contoh racun dan efek
samping dari Rhizoma Pinelliae (Ban Xia) dengan Arisaema Cum Bile (Dan Nan Xing)
dapat dikurangi dengan ditambahkan atau dikombinasikan dengan Rhizoma Zingiberis
Ricens (Sheng Jiang).

Mutual Suppression (Xiang Sha)
Mutual Suppression adalah kebalikan dari Mutual Counteraction, seperti contoh diatas,
namun disini yang menjadi obat herbal utamanya adalah Sheng Jiang yang
dikombinasikan dengan Ban Xia dan Dan Nan Xing, sekaligus kombinasi ini menetralkan
racun atau efek samping dari Ban Xia dan Dan Nan Xing.

Mutual Antagonism (Xiang Wu)
Mutual Antagonism didasarkan pada kombinasi dimana manfaat dasar dari suatu herbal
dikurangi atau dihilangkan oleh herbal yang lain, sebagai contoh, Semen Raphani (Lai Fu
Zi) mengurang efek Radix Ginseng (Ren Shen), dengan kata lain Lai Fu Zi difungsikan
untuk melemahkan manfaat dasar Ren Shen sebagai penguat Qi .

Mutual Incompatibility (Xiang Fan)
Mutual Incompatibility didasarkan pada dua herbal yang akan menguatkan efek racun
atau efek samping dari herbal lainnya. Sebagai contoh, terdapat delapan belas herbal
yang tidak kompatibel apabila digunakan untuk pengobatan dan bahkan justru akan
menyebabkan efek samping yang besar apabila digabungkan.

Single Effect (Dan Xing)
Single Effect didasarkan pada penggunakan satu jenis herbal untuk mengatasi keluhan
tanpa adanya gabungan atau penambahan dari herbal lain. Sebagai contoh, hasil
godokan Radix Ginseng (Ren Shen).



2. Kontraindikasi



Secara umum herbal cina sangat aman untuk dikonsumsi, tapi juga dapat
membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi secara tidak benar. Ada empat
kontraindikasi atau bahkan sangat dilarang apabila dikonsumsi yaitu:

Kontraindikasi Simtom
Hal ini didasarkan apabila herbal yang dikonsumsi tidak sesuai dengan simtom yang
diderita, sebagai contoh, Herba Ephedrae (Ma Huang) dapat menyebabkan
diaphoresis18 dan meringankan asma termasuk didalamnya untuk meringankan Wind-
Cold, simtom excess dan eksterior serta batuk yang disebabkan oleh gangguan Lung-Qi.
Dengan demikian pasien yang mempunyai diaphoresis karena deficiency Qi atau batuk
karena Lung deficiency sangat dilarang mengkonsumsi Ma Huang.

Substansi Inkompatibel
Substansi Inkompatibel adalah kombinasi herbal yang tidak boleh digunakan secara
terus menerus dikarenakan dapat menyebabkan berkurangnya efek manfaat suatu
herbal atau bahkan justru akan menimbulkan racun atau efek samping. Dalam literature
kuno terdapat dua kelompok herbal inkompatibel yaitu Eighteen Incompatible
Medications (Shi Ba Fan) dan the Nineteen Medication of Mutual Antagonism (Shi Jiu
Wei) walaupun demikian hasil penelitian terakhir menyatakan bahwa sebagian dari
herbal yang disebutkan dalam literature tersebut tidak inkompatibel.

Eighteen Incompatible Medications (Shi Ba Fan)
1. Radix Glycyrrhizae (Gan Cao) Inkompatibel dengan
Radix Kansui (Gan Sui)
Radix Knoxiae (Da Ji)
Sargassum (Hai Zao)
Flos Genkwa (Yuan Hua)
2. Radix Aconiti (Wu Tou) Inkompatibel dengan
Bulbus Fritillariae Cirrhosae (Bei Mu)
Fructus Trichosanthis (Gua Lou)
Rhizoma Pinelliae (Ban Xia)
Radix Ampelopsis (Bai Lian)
Rhizoma Bletillae (Bai Ji)
Radix Veratri (Li Lu)

18 Keringat berlebih biasanya diasosiasikan dengan keadaan shock.

Radix Ginseng (Ren Shen)


Radix Adenophorae seu Glehniae (Sha Shen)
Radix Salviae Miltiorrhizae (Dan Shen)
Radix Scrophulariae (Xuan Shen)
Herba Asari (Xi Xin)
Radix Paeoniae Lactiflorae (Bai Shao)

Nineteen Medications of Mutual Antagonism
1. Sulfur (Liu Huang) bertolak belakang dengan Sal Glauberis (Pu Xiao)
2. Hydrargyrum (Shui Yin) bertolak belakang dengan Arsenicum (Pi Shuang)
3. Radix Euphorbiae Fischerianae (Lang Du) bertolak belakang dengan Lithargyrum
(Mi Tuo Seng)
4. Fructus Crotonis (Ba Dou) bertolak belakang dengan Semen Pharbitidis (Qian Niu
Zi)
5. Flos Caryophylli (Ding Xiang) bertolak belakang dengan Radix Curcumae (Yu Jin)
6. Radix Aconiti (Wu Tou) bertolak belakang dengan Cornu Rhinocerotis (Xi Jiao)
7. Cortex Cinnamomi Cassiae (Rou Gui) bertolak belakang dengan Holloysirum
Rubrum (Chi Shi Zhi)
8. Radix Ginseng (Ren Shen) bertolak belakang dengan Faeces Trogopterorum (Wu
Ling Zhi)
Kontraindikasi Masa Kehamilan
Kontraindikasi Masa Kehamilan terbagi menjadi dua yaitu, kontraindikasi jenis herbal
bersifat racun sehingga sangat dilarang dikonsumsi pada masa kehamilan dan jenis
herbal yang bersifat dapat melancarkan peredaran darah serta menghilangkan
pembekuan darah sehingga penggunaannya harus sangat diperhatikan pada masa
kehamilan.
Herbal bersifat racun:
Herbal bersifat melancarkan dan menghilangkan pembekuan darah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Semen Persicae (Tao Ren)


Flos Carthami (Hong Hua)
Radix et Rhizoma Rhei (Da Huang)
Fructus Aurantii Immaturus (Zhi Shi)
Radix Aconiti Lateralis Preparata (Fu Zi)
Rhizoma Zingiberis (Gan Jiang)
Cortex Cinnamomi (Rou Gui)

Asupan Inkompatibel
Asupan adalah hal yang penting dan sangat mempengaruhi kesehatan dalam sudut
pandang TCM. Makanan seperti daging, sayuran dan lain sebagainya mempunyai sifat
dan rasa seperti halnya obat herbal, sehingga terdapat kemungkinan bahwa makanan
yang kita makan saling bertentangan dengan herbal yang kita konsumsi. Namun, secara
umum apabila kita mengkonsumsi obat herbal maka hindari konsumsi makanan
mentah, dingin, dan berlendir atau yang sulit dicerna. Ada pula makanan yang memang
sangat dilarang untuk dikonsumsi ketika kita mengkonsumsi obat herbal, misalnya,
untuk pasien dengan simtom Cold, makanan mentah atau makanan dingin harus
dihindari, untuk pasien dengan simtom Heat, makanan berlendir atau berminyak harus
dihindari. Pasien dengan gejala pusing, insomnia, emosi tidak terkendali, maka hindari
makanan lada, cabai, alcohol, bawang putih serta yang mengandung rempah-rempah.
Untuk pasien dengan gangguan pencernaan karena defesiency Ginjal atau Perut hindari
makanan goring-gorengan, berlendir dan lengket. Pasien dengan infeksi dibagian
permukaan badan hindari ikan, udang, kepiting dan seafood.

Secara khusus ada pula makanan tertentu yang harus dihindari ketika
mengkonsumsi jenis herbal tertentu, misalnya, pasien yang mengkonsumsi Radix
Rehmanniae Glutinosae (Sheng Di Huang), Radix Rehmanniae Glutinosae Conquitae (Shu
Di Huang), Radaix Polygoni Multiflori (He Shou Wu) harus menghindari konsumsi
bawang, bawang putih, dan lobak; pasien yang mengkonsumsi Sclerotium Poriae Cocos
(Fu Ling) hindari konsumsi bawang; pasien yang mengkonsumsi Herba Menthae (Bo He)
hindari daging kura-kura; pasien yang mengkonsumsi Fructus Quisqualis (Shi Jun Zi) dan
Rhizoma Smilacis Glabrae (Tu Fu Ling) hindari minum teh.
Dosis
Dosis adalah sejumlah herbal yang dikonsumsi berdasarkan pada resep dan atau
keharusan takaran minum. Obat-obatan tradisional umumnya berdosis antara 1-3 qian
atau 1-3 gram, namun hal ini tentunya harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan
pasien.

Terdapat klasifikasi ukuran berat dalam metode TCM klasik, hal ini tentunya
berbeda dengan system yang diterapkan pada saat ini. Perbandingan ukuran berat
adalah sebagai berikut:
1 jin

= 16 liang atau taels

1 liang = 10 qian
1 qian = 10 fen
1 fen = 10 li
1 li

= 10 hao

satu liang dalam ukuran berat klasik sama dengan 31,25 gram, namun untuk
memudahkan perhitungan konversi berat disusunlah penyederhanaan sebagai berikut:
1 liang = 30 gram
1 qian = 3 gram
1 fen = 0,3 gram
1 li

= 0,03 gram


Penyajian Herbal
Umumnya penyajian herbal dengan cara digodok dengan air yang telah mendidih atau
dapat pula ditambahkan dengan arak atau cuka, herbal yang digodok harus
menggunakan media yang bahan kiamiawinya stabil misalnya, media yang terbuat dari
tanah atau tembikar, enamel, atau porcelain dan jangan menggunakan media seperti
besi, perunggu ataupun alumunium. Lamanya waktu penyajian dan cara penyajian
tergantung pada kebutuhan masing-masing, herbal yang mengandung racun harus
digodok lebih lama dari bahan yang lainnya. Setiap herbal yang telah digodok hanya
dionsumsi berupa hasil air godokannya saja dan sisanya dapat dipergunakan kembali
sampai dengan dua atau tiga kali godokan berikutnya. Berikut adalah jenis-jenis cara
penyajian:
1. Godok Terlebih Dahulu (Xian Jian)
Terdapat beberapa jenis bahan pengobatan berupa mineral, kulit atau fosil yang sulit
untuk larut dalam air, maka biasanya harus terlebih dahulu digodok selama 15 menit
sebelum bahan herbal lainnya dimasukan. Bahan-bahan pengobatan ini termasuk
adalah Gypsum Fibrosum (Shi Gao), Concha Ostreae (Mu Li), Concha Haliotidis (Shi Jue
Ming), Os Draconis (Long Gu), Carapax et Plastrum testudinis (Gui Ban), dan Carapax
Trionycis (Bie Jia). Sedangkan, herbal yang mengandung racun seperti Radix Aconiti
Lateralis Preparata (Fu Zi) juga harus digodok terlebih dahulu untuk mengurangi efek
samping dan racunnya.

2. Digodok Menyusul (Huo Xia)
Beberapa jenis bahan pengobatan mengandung minyak sebagai bahan aktifnya dan
bahan ini harus digodok pada saat proses penggodokan akan berakhir sekitar 5 menit
sebelumnya karena godokan yang terlalu lama akan menghilangkan manfaat obat dari
bahan itu sendiri, bahan obat ini adalah Herba Menthae (Bo He), Amomi Fructus (Sha
Ren), Radix et Rhizoma Rhei (Da Huang) dan Folium Sennae (Fan Xie Ye).

3. Digodok Menggunakan Kantung Kain (Bao Jian)


Bahan obat berbentuk puder, lengket, kental atau sejenis biji tanaman harus digodok
menggunakan kantung kain, hal ini untuk menghindari bahan tersebut terbakar dalam
media godokan atau terminum oleh pasien, bahan obat ini misalnya Semen Plantaginis
(Che Qian Zi), Flos Inulae (Xuan Fu Hua) dan Six-to-One Powder (Liu Yi San).
4. Digodok Terpisah (Ling Jian)
Bahan herbal yang sangat mahal harganya dapat digodok secara terpisah, hal ini karena
mungkin saja dapat digunakan dengan bahan yang lain atau karena dapat diminum
tanpa harus dicampurkan dengan herbal lain, misalnya Radix Ginseng (Ren Shen), Cornu
Rhinocerotis (Xi Jiao), dan Cornu Cervi Parvum (Lu Rong).
5. Diminum Dengan Godokan (Chong Fu)
Sebagian jenis herbal yang tidak boleh digodok seperti Cortex Magnoliae Officinalis (Hu
Po), Radix Notoginseng (San Qi) dan Cinnabaris (Zhu Sha) harus digiling menjadi puder
atau jamu dan dapat diseduh dengan air panas untuk digunakan.
6. Larut Dalam Godokan (Rong Hua)
Bahan yang lengket dan lekat seperti Colla Corri asini (A Jiao) dan Saccharum Granorum
(Yi Tang) harus dilarutkan secara terpisah baru kemudian ditambahkan dengan bahan
lain yang telah digodok.
Cara penyajian ramuan herbal pada saat ini memang sangat variatif, ada pula yang telah
berbentuk pil, dalam hal ini pil yang berkhasiat tonic dibentuk menjadi pil yang besar
dan dilapisi madu yang disebut dengan honey pills (mi wan) ada pula yang dibentuk
dengan lebih kecil yang disebut dengan water pills (shui wan).
Selain itu, ada pula yang telah dibentuk menjadi puder atau jamu, biasanya karena
formula ramuannya lebih banyak dan complex. Herbal yang telah dibentuk menjadi
syrup (gao) biasanya telah dicampurkan dengan gula atau madu dipergunakan untuk
pasien yang terkena gangguan pernafasan, batuk ataupun radang tenggorokan.
Ada pula herbal yang dipergunakan untuk bagian permukaan tubuh yang biasanya
dicampur dengan minyak wijen dengan penggunaan plaster (yao gao).

Cara Minum
Godokan biasanya diminum selagi hangat, sedangkan untu menghilangkan Wind Cold
lebih baik diminum pada saat godokan masih panas, untuk gejala muntah-muntah
godokan diminum sedikit demi sedikit, sedangkan pil ataupun puder dicampurkan
dengan air hangat.

Tonik diminum sebelum makan, sedangkan obat yang mungkin dapat menimbulkan
iritasi pada perut sebaiknya diminum setelah makan. Antihelminthics19 dan purgative20
diminum pada saat perut kosong, sedatives 21 dan tranquilizers 22 diminum sebelum
waktu tidur. Untuk herbal yang diminum setelah atau sebelum makan disarankan untuk
mengkonsumsinya dalam waktu 1-2 jam sebelum atau sesudah makan, hal ini untuk
menghindari efek atau reaksi dengan makanan yang dimakan.
Umumnya obat herbal diminum dua sampai tiga kali dalam sehari. untuk penyakit yang
kronis dapat diminum dua dosis dalam setiap hari, pagi dan malam, sedangkan untuk
penyakit akut biasanya diminum setiap empat jam sehari.


















19 Obat untuk mengilangkan parasit dan cacing dalam tubuh
20 Melancarkan pencernaan
21 Obat penenang

22 Penenang berhubungan dengan halusinasi


(Er Cha)


Latin

Acacia catechu (L.)


Willd. (Fam.
Mimosaceae)

Inggris

Catechu paste

Kanji

Pinyin
Er Cha

Farmasi

Acacia Catechu



Rasa,Sifat,Saluran Fungsi

Penggunaan & Dosis & aturan


Kombinasi
minum
Catatan
umum

Pahit & astrigent,


Sifat Cold
Saluran Paru-paru

Untuk mengobati luka


dikombinasikan
dengan Gummi
Olibanum (Ru Xiang),
Myrrha (Mo Yao), dan
Sanguis Draconis
(Xue Jie)

Mengobati sakit kulit
yang disertai
kekurangan cairan

Mengobati cedera
traumatis disertai
rasa sakit dan
pendarahan,
kombinasikan dengan
Sanguis Draconis
(Xue Jie) dan Rhizoma
Bletillae (Bai Ji)

Untuk batuk
dikarenakan Lung
Heat, rasa haus
karena Summer Heat,
dan disentri kronis

Mencegah
kehilangan
cairan tubuh,
membantu
mempercepat
pertumbuhan
jaringan,
mengobati luka

0,1 1 g, dalam
bentuk pil atau
serbuk,

perhatikan
penggunaan
eksternal


(Wu Jia Pi)


Latin

Acanthopanax
gracilistylus W.W.
Smith (Fam.
Araliaceae

Inggris

Slenderstyle
acanthopanax
root bark



Rasa,Sifat,Saluran Fungsi
Pedas & pahit
Sifat Warm
Saluran Liver dan
Ginjal

Menghilangkan
patogenik Wind-
Dampness

Menguatkan
tulang dan otot

Kanji

Pinyin

Wu Jia Pi

Farmasi

Cortex
Acanthopanacis

Penggunaan & Dosis & aturan


Kombinasi
minum
Catatan
umum
Untuk rheumatik dan
Rheumatoid arthritis
(peradangan yang dapat
mengganggu jaringan
dan organ tubuh)
karena deficiency Liver
dan Ginjal yang disertai
rasa sakit dan lemas di
pinggang dan lutut
seperti kejang otot,
dapat digunakan tanpa
tambahan herbal lain
atau dengan herbal yang
dapat menguatkan Liver
dan Ginjal

Bagi anak yang sulit
berjalan dan lemah
dikombinasikan dengan
Fructus Chaenomelis
(Mu Gua) dan Radix
Achyranthis Bidentatae
(Niu Xi)

Untuk edema (busung),
dikombinasikan dengan
Sclerotium Poriae Cocos
(Fu Ling) dan
Pericarpium Arecea (Da
Fu Pi)

5 10 g, digodok
untuk
penggunaan oral


(Ci Wu Jia)


Latin

Acanthopanax
senticosus (Rupr. Et
Maxim) Harms
(Fam. Araliaceae)

Inggris

Manyprickle
acanthopanax
root



Rasa,Sifat,Saluran Fungsi
Pedas & pahit
Sifat Warm
Saluran Liver dan
Ginjal

Mendorong Qi
untuk
menguatkan
Limpa

Menguatkan
Ginjal, dan
menenangkan
pikiran

Kanji

Untuk deficiency
Limpa Yang dan
deficiency Ginjal
Yang seperti
kurang nafsu
makan, lemah,
letih,
rasa sakit
pinggang dan
lutut, insomnia
serta gangguan
tidur

Ci Wu Jia

Farmasi

Radix
Acanthopanacis
Senticosi

Penggunaan & Dosis & aturan


Kombinasi
minum
Catatan
umum

Pinyin

10 30 g,
digodok .


(Niu Xi)


Latin

Achyrantes
bidentata BL. (Fam.
Amaranthaceae)

Inggris

Two tooth
achyranthse root

Dosis & aturan


minum

6-15 g digodok


Catatan


Kontraindikasi
selama masa
kehamilan dan
menorrhagia
(menstrusi normal)
dan metrorrhargia
(kencing darah yang
tidak sering)

Pinyin

Farmasi

Radix Dipsaci (Xu Duan),


Ramulus Taxili
Sutchuenensis (Sang Ji
Sheng), dan Fructus
Chanomelis (Mu Gua).
Untuk rasa sakit
dipinggang dan lutut
karena Damp Heat
menuju kebawah
gunakan dengan
Rhizoma Atractylodis
(Cang Zhu), Cortex
Plellodendri (Huang
Bai), dan Semen Coicis
Lachryma-jobi (Yi Yi
Ren). Untuk sakit lutut
karena Wind Dampness,
gunakan dengan Radix
Aristolochiae Fangchi
(Fang Ji), Rhizoma
Dioscoreae (Bi Xie) dan
Radix Angelicae
Pubescentis (Du Huo).

Untuk hematuria
(kencing darah) dan
rasa sakit saat kencing
gunakan dengan Radix
Angelicae Sinensis (Dang
Gui), Herba Dianthi (Qu
Mai), dan Medulla
Tetrapanacis (Tong Cao)
serta Pulvis Talci (Hua
Shi). Untuk hematuria,
epistaxis (mimisan)

sakit gigi, canker


(sariawan), sakit
kepala dan pusing-
pusing atau gejala
Heat Blood lainnya
gunakan dengan
Rhizoma Imperatae
(Bai Mao Gen), Herba
Cirsii Segeti (Xiao Ji)
dan Fructus Gardenia
Jasminoidis (Zhi Zi).
Untuk pusing dan
sariawan yang
disebabkan oleh
munculnya Fire
karena deficiency
gunakan dengan radix
Rehmanniae (Sheng Di
Huang), Gypsum
Fibrosum (Shi Gao)
dan Rhizoma
Anemarrhenae (Zhi
Mu). Untuk Sakit
kepala dan pusing
kaeran Deficiency Yin
Gunakan dengan
Concha Ostreae (Mu
Li) dan radix Paeoniae
Alba (Bai Shao). Untuk
membantu difficult
labor (persalinan
normal) dapat
digunakan dengan
Radix Angelicae
Sinensis (Dang Gui),
Rhizoma Chuan Xiong
(Chuan xiong) dan
carapax et Plastrum
Testudinis (Gui Ban)

Niu Xi



Rasa,Sifat,Saluran Fungsi
Pahit & asam
Sifat neutral
Saluran Liver dan
Ginjal

Kanji

Melancarkan
peredaran darah
Menguatkan
Ginjal dan Liver

Menguatkan otot
dan tulang,
menyembuhkan
kencing nanah
dengan
melancarkan
diuresis, serta
mendorong
pergerakan
darah kearah
bawah.

Penggunaan &
Kombinasi
umum
Haid yang tidak teratur,
dysmenorrheal (rasa
sakit buang air kecil
pada saat haid),
amenorrhea (telat dating
bulan), postpartum
abdominal pain (rasa
sakit diperut setelah
melahirkan) karena
peredaran darah yang
kurang lancar, dan sakit
traumatis, gabungkan
dengan Flos Carthami
Tincorii (Hong Hua),
Semen Persicae (Tao
Ren), dan Radix
Angelicae Sinensis (Dang
Gui). Untuk rasa sakit di
lutut, punggung bagian
bawah serta kaki
gunakan dengan Radix
Angelicae Sinensis (Dang
Gui), Rhizoma Ligustici
Chuanxiong (Chuan
Xiong), dan Radix
Dipsaci (Xu Duan).

Untuk rasa sakit pada
pinggang dan lutut serta
rasa lemas dikaki karena
deficiency Liver Yin dan
Ginjal Yin, gunakan
dengan Cortex
Eucommiae Ulmoidis
(Du Zhong),

Radix
Achyranehis
Bidentatae


(Chuan Wu)