Anda di halaman 1dari 40

Indra Budi Putra

Muh. Hasan P.
Oktamanda Akbar
Asyifa Robiatul A.
Diah Karomah P.
Winda Frans P.
Suci Ramadhanni
Rossy Efridanis B.
Laura Darliani

(2009730086)
(2009730032)
(2009730103)
(2009730006)
(2009730011)
(2009730055)
(2009730114)
(2009730044)
(2009730090)

TUTOR : dr. Pitut Aprilia

Ibu Siti seorang ibu rumah tangga, sudah 4 hari menderita


gatal pada daerah lipatan paha, sela antara jari-jari tangan,
demikian juga dengan sela-sela jari kedua kakinya.
Disamping rasa gatal terutama pada malam hari, pada
daerah tersebut juga timbul papul-papul dan papul
vesikuler. Dokter puskesmas mendiagnose ibu ini
menderita penyakit scabies.
Ibu Siti bersama suami dan keempat anaknya tinggal di
sebuah kampung ditepi sungai. Karena kampung ini belum
mempunyai fasilitas PAM, maka semua kegiatan mencuci
dilakukan disungai tersebut. Selain yang tersebut di atas,
anggota keluarga ibu Siti juga termasuk satu orang iparnya
bersama isteri dan dua orang anaknya. Mereka semua
tinggal dalam rumah panggung dengan dua kamar tidur.

Papul vesikuler
- Papul : penonjolan kecil pada kulit, berbatas
tegas, berisi zat padat, berdiameter < 1 cm.
- Vesikel : kantung kecil yang berisi cairan
dengan diameter < 1 cm
Skabies : penyakit kulit yang disebabkan oleh
infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes
scabiei.

Ibu Siti (IRT)


Menderita scabies
Tinggal dalam rumah panggung di pinggir kali
dengan 2 kamar tidur
Rumah tidak ada fasilitas PAM
Kegiatan mencuci dilakukan di pinggir sungai

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Jelaskan hubungan aspek psiko-sosial keluarga dengan keluhan pasien!


Jelaskan hubungan aspek lingkungan dengan keluhan pasien!
Jelaskan hubungan aspek sosio-ekonomi dengan keluhan pasien!
Langkah diagnostik kasus pada skenario?
Cara pencegahan terhadap penyakit skabies (promotif&preventif)?
Faktor-faktor penyebab skabies?
Jelaskan standar rumah sehat dan sanitasi yang baik!
Jelaskan aspek-aspek hubungan dokter-pasien dalam penanganannya (komunikasi
efektif&konseling)!
Jelaskan aspek-aspek gizi keluarga dalam hubungannya dengan pengendaliannya!
Jelaskan hubungan antara perkembangan kehidupan anggota keluarga terhadap
penularan skabies!
Jelaskan hubungan antara struktur keluarga dan fungsi keluarga dengan penularan
penyakit skabies dalam keluarga!
Jelaskan sistem konsultasi dan rujukan untuk keluarga pasien!
Jelaskan pengaruh keluarga terhadap kesehatan dan pengaruh kesehatan terhadap
keluarga!
Genogram pada skenario!
Diagnosis holistik pada skenario!

Genogram

Laki laki
Perempuan
Pasien

Hubungan Psiko-Sosial Keluarga


dengan Keluhan Pasien
Rumah di tepi
sungai

Kampungnya blm
memiliki fasilitas
PAM
Kegiatan mencuci
dilakukan di
sungai

Anggota keluarga
yang banyak

AIR
TERCEMAR

PENULARAN

Dengan 2 kamar
tidur
SCABIES

FAKTOR LAIN YANG BERPENGARUH


Lingkungan
padat penduduk

Status ekonomi
rendah

Tingkat
pendidikan
rendah

Kualitas higiene
yg kurang baik

Hubungan aspek lingkungan


dgn keluhan pasien

Hubungan aspek lingkungan dgn keluhan pasien


Sering mencuci disungai depan rumahnya yg

Kebiasaan buruk

belum tentu bersih, karna..


Kampung tsb belum ada fasilitas PAM , jadi
seluruh warga kampung mencuci semua benda
kotor, mandi, buang air dsb di suangai tsb !

Sensitisasi : keadaan yg membuat

Sensitisasi dan
Infestasi pd tubuh

sensitif karna rangsang spesifik (tungau


betina Sarcoptes scabiei)

Infestasi : masuknya parasit lewat


serangga,kutu dan menumpangnya
parasit dalam jaringan

Terinfeksi yg
menimbulkan
gejala klinis pd
skenario

Jika tidak cepat ditangani, maka


bisa terjadi.. Penularan melalui
kontak langsung atau dengan
perantara. Penularan bisa meluas ke
seluruh penduduk kampung karna
memiliki kebiasaan buruk yg sama.

Hub SosioEkonomi dengan Gejala


Skenario
Epidemiologi penyakit skabies banyak
ditemukan pada individu dengan higiene yang
buruk, salah satu hygiene yang buruk dimiliki
oleh masyarakat sosioekonomi rendah. Hal ini
memudahkan masyarakat tersebut mengidap
dan menularkan dengan mudah penyakit
skabies, sehingga akan mempermudah
penyebaran penyakit pada masyarakat
golongan sosioekonomi rendah.

Jelaskan hubungan antara


perkembangan kehidupan keluarga
terhadap penularan scabies ???

Keluarga
Keluarga adalah kumpulan dua orang atau
lebih yang hidup bersama dengan keterikatan
aturan, emosional dan individu mempunyai
peran masing-masing yang merupakan bagian
dari keluarga (Friedman, 1998).

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah

Fungsi Pendidikan
Fungsi Sosialisasi
Fungsi Perlindungan
Fungsi Perasaan
Fungsi Agama
Fungsi Ekonomi
Fungsi Rekreatif
Fungsi Biologis

Tugas Keluarga di Bidang Kesehatan


Mengenal masalah kesehatan keluarga
Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat
bagi keluarga
Merawat keluarga yang mengalami gangguan
kesehatan
Memodifikasi lingkungan keluarga untuk
menjamin kesehatan keluarga.
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
disekitarnya bagi keluarga.

Bagaimana hubungannya?
Hubungan antara perkembangan kehidupan
keluarga dengan penularan scabies adalah
berbanding lurus . artinya jika suatu keluarga
tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya
sebagai keluarga yang utuh contohnya sebagai
pelindung sesama anggotanya dalam bidang
kesehatan maka penyakit apapun tidak hanya
scabies bisa mudah terjangkit pada suatu
keluarga

Perlindungan Terhadap Penularan Penyakit, diperlukan :


Sarana air bersih
Sarana pembuangan limbah
Tempat penyimpanan makanan
Terjaga dari binatang/vektor penyakit
Air
Tersedianya sarana air bersih dengan kapasitas minimal 60
L/hari/orang
Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai
dengan peraturan yang berlaku
Kepadatan Hunian
Tidak padat huni bila luas rumah seluruh ruangan dibagi jumlah
penghuni 10m/jiwa
Luas ruang tidur minimal 8m untuk 2 orang, kecuali anak berusia < 5
tahun

Komunikasi efektif Dokter Pasien


merupakan landasan penting
dalam proses diagnosis dan terapi,
maupun upaya promotif dan
preventif

Pasien hanya menuruti perintah dokter


pasien tidak boleh melakukan upaya
apapun yang tidak diperintahkan dokter
Dokter menjadi sangat berkuasa dan
hampir tidak ada pertimbangan apapun
dari pasien

Peranan dokter masih besar,


tetapi pasien dirasa perlu
untuk diajak bekerjasama melaksanakan
petunjuk dokter, dengan pertimbangan :

Tanpa kerjasama yang baik


upaya kesehatan yang dilakukan dokter
tidak bisa mencapai hasil yang maksimal


Kepatuhan akan terjadi
bila ada komunikasi yang efektif
antara dokter pasien
dalam membangun pemahaman pasien
tentang penyakit TB Paru

Kemauan dan kemampuan untuk


mendengarkan sangat penting dalam
berkomunikasi
Saat ini pasien datang ke dokter tidak
hanya untuk berobat, juga untuk
berkonsultasi mencari jalan keluar
Kadang-kadang pasien datang dengan
segepok print out dari internet tentang
informasi mutakhir

Tidak semua pasien mampu berkomunikasi


dengan baik dengan dokter
Tidak semua dokter mampu berkomunikasi
secara efektif dg pasiennya

Tergantung dari :
Pembawaan masing-masing orang
Suasana hati
Lingkungan yang kurang menguntungkan

Dapat dibagun berdasarkan :


Adanya rasa saling percaya
Ketrampilan dokter mengatasi hambatan
komunikasi dengan cara :
Merasa nyaman
Kesediaan menerima pasien apa adanya
Tanggap
Membagi rasa empati untuk membangun saling
pengertian

Langkah diagnostik
Anamnesis
Gatal ?
Ditemukan bentuk papul,
vesikel dan urtika ?
Bila digaruk timbul erosi,
krusta ?
Apakah ada anggota lain
yang terkena ?
Apakah ada terowongan
(kunikulus) pada tempat
predileksi ?
Menemukan tungau ?

Pemeriksaan penunjang
Biopsi
Mikroskopik

Keluarga
merupakan
unit terkecil
dalam
masyarakat

Penyakit
keturunan

Pengaruh keluarga
terhadap kesehatan

Mudah
terjadi
penularan
penyakit

Pusat
pengambilan
keputusan
kesehatan
terpenting

Merupakan wadah
yang efektif dalam
menyampaikan
masalah
kesehatan

Pengaruh kesehatan terhadap


keluarga

Fungsi
Biologis

Fungsi
psikologis

Fungsi
sosial

Promotif

Preventif

Lakukan
penyuluhan
kepada Mencuci
handuk,
sprei,
yang
masyarakat
dan
komunitas digunakan
dalam
seminggu
kesehatan tentang cara penularan, terakhir.
diagnosis dini dan cara pengobatan
penderita scabies dan orang-orang
yang kontak.

Sediakan sabun, sarana pemandian,


dan
pencucian
umum.
Sabun
Tetmosol jika ada sangat membantu
dalam pencegahan infeksi.
Penyelidikan terhadap penderita
kontak dan sumber penularan.

Orang yang memiliki kekebalan/imunitas yang


rendah sangat mudah terkena infeksi.
Pasien pada skenario kemungkinan memiliki
kondisi imunitas yg rendah maka dari itu sangat
mudah terinfeksi oleh scabies.
Dari aspek gizi jika pasien mengalami kondisi
malnutrisi, terutama jika malnutrisi energi
protein
Pada MEP bisa menyebabkan penurunan imun
seluler dan humoral, peningkatan IgE o.k parasit,
penurunan fungsi T supressor dan fagosit dr
makrofag sehingga mudah terkena infeksi.

Kebutuhan zat gizi


Penentuan kebutuhan zat gizi : status gizi, kebutuhan kalori,
protein, vitamin, mineral.
Tujuan dari terapi gizi adalah mempertahankan berat badan

Kebutuhan total energi dapat dihitung dengan :


-infeksi ringan-sedang dibutuhkan tambahan 20-30 %
-berat dibutuhkan tambahan 50%.
Cara pemberian zat gizi : enteral nutrition
parenteral

Diagnosa holistik

DIAGNOSIS HOLISTIK (assessment)


- Aspek personal : gatal pada daerah lipatan paha ,sela antara jari-jari tangan ,sela-sela jari
kedua kakinya.sudah berlangsung selama 4 hari .dengan harapan gatal-gatal bisa hilang dan
tidak timbul lagi . keluarga memiliki kekhawatiran penyakit gatal ini sulit disembuhkan
(alasan kedatangan, harapan dan kekhawatiran)
-Aspek klinik : scabies
(Diagnosis kerja / diagnosis banding & diagnosis okupasi (bila ada) cantumkan kode
penyakit menurut ICPC-2 pada setiap masalah,termasuk analisis lingkungan)
-Aspek risiko internal : higiene pasien dan keluarga kurang serta perilaku berobat yang buruk
(merupakan faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah kesehatan pasien)
-Aspek psikososial keluarga : pendapatan keluarga yang kurang dan tidak adanya tabungan
kesehatan
(merupakan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi masalah kesehatan pasien)
-Derajat fungsional : 1 , 2 , 3, 4, 5
Pada keadaan ini pasien berada pada derajat fungsional 2

No. Masalah

Skor
awal
2

Upaya
Penyelesaian

hasil akhir
perbaikan

Edukasi (mengenai Tercapai


penyakit,pengobat
an ,dan berantas
tungau)

Skor akhir

1.

Fungsi biologis (pasangan


kk &anggota keluarga yg
tinggal dirumah penderita
skabies

2.

Fungsi ekonomi
pendapatan keluarga yg
rendah &tdk ada tabungan

5 & 3 Motivasimengenai
tabungan &usaha
tambahan

tercapai

3&4

3.

Faktor perilaku kesehatan


keluarga Higiene pribadi
dan lingkungan kurang
berobat jika hanya ada
keluhan

3 & 3 Edukasi tentang


higiene & jadwal
medical check up
berkala

tercapai

3&3

4.

Lingkungan rumah
ventilasi yg kurang &
pakaian yg menumpuk

2 & 2 Edukasi tentang


ventilasi
&kebersihan
pakaian/sanitasi

Tercapai

2&2

Total skor

17

21

Rata rata skor

2,2

Klasifikasi skor kemampuan


menyelesaikan masalah
Skor 1 Tidak dilakukan, keluarga menolak, tidak ada
partisipasi.
Skor 2 Keluarga mau melakukan tapi tidak mampu, tidak
ada sumber (hanya keinginan); penyelesaian masalah
dilakukan sepenuhnya oleh provider.
Skor 3 Keluarga mau melakukan namun perlu penggalian
sumber yang belum dimanfaatkan, penyelesaian masalah
dilakukan sebagian besar oleh provider
Skor 4 Keluarga mau melakukan namun tak sepenuhnya,
masih tergantung pada upaya provider
Skor 5 Dapat dilakukan sepenuhnya oleh keluarga
99 Not Applicable

Daftar pustaka
Tabri F. Skabies pada bayi dan anak. Dalam:
Boediardja SA, Sugito
Handoko RP. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.
Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2002.
Bagian Kulit dan Kelamin. Pedoman pelayanan
medis Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan
Kelamin Perjan RSCM.Jakarta: Departemen
Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, 2005.