Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

Calori Work
Nama
NPM
Fakultas
Departemen/Jurusan
Kode Praktikum
Tanggal Praktikum

: Achmad Huda Fauzi Adzima


: 1106001321
: Teknik
: Teknik Kimia/Teknologi Bioproses
: KR02
: Selasa 13 Maret 2012

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar


(UPP-IPD)

Universitas Indonesia
Depok

Tujuan Percobaan
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sumber tegangan yang dapat divariasikan


Kawat konduktor ( bermassa 2 gr )
Termometer
Voltmeter dan Ampmeter
Adjustable power supply
Camcorder
Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

Landasan Teori
Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Energi
hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan kali ini akan dilakukan
pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.
Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang mempunyai resistansi
dinyatakan dengan persamaan :

... ( 1 )

Dimana
W = energi listrik ( joule )
v = Tegangan listrik ( volt )
i = Arus listrik ( Ampere )
t = waktu / lama aliran listrik ( sekon )
Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk kenaikan
temperatur.
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan :

Q = m c (Ta - T)
....................................................... (1)
Dimana
Q = Jumlah kalor yang diperlukan ( kalori )
m = massa zat ( gram )
c = kalor jenis zat ( kal/gr0C)
Ta = suhu akhir zat (K)
T= suhu mula-mula (K)
Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan dialiri arus listrik
sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang terjadi akan diamati oleh
sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat
dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan.

Prosedur Percobaan
1. Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah
halaman jadwal
2. Mengaktifkan Web cam (meng-klik icon video pada halaman web r-Lab)
3. Memberikan tegangan sebesar VO ke kawat konduktor
4. Menghidupkan power supply dengan cara mengklik radio button di sebelahnya.
5. Mengambil data perubahan temperature, tegangan, dan arus listrik pada kawat konduktor
tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur.
6. Memperhatikan temperature kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga
mendekati temperature awal saat diberikan VO.
7. Mengulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2, dan V3.

Pengolahan Data
a. Data Eksperimen
Untuk tempetarur awal digunakan suhu 22.90C di setiap awal pengukuran.

setelah di klik button ukur dihasilkan data sebagai berikut :


1. Data dengan tegangan V0
no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Waktu
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

I
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84
23.84

V
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Temp
22.6
22.6
22.7
22.7
22.7
22.7
22.7
22.7
22.7
22.7

2.
no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Data dengan tegangan V1

waktu
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

l
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68
34.68

v
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63
0.63

Temp
22.6
22.8
22.9
23.1
23.2
23.4
23.5
23.6
23.7
23.8

3. Data dengan tegangan V2


no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

waktu
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

l
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96
49.96

v
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51
1.51

Temp
22.9
23.3
24.1
25
25.9
26.7
27.4
28.1
28.7
29.3

4. Data dengan tegangan V3


no
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

waktu
3
6
9
12
15
18
21
24
27
30

l
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29
41.29

v
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01
1.01

Temp
26.7
26.6
26.7
26.9
27.1
27.3
27.4
27.6
27.7
27.8

Tugas dan Evaluasi


1. Grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap
tegangan yang diberikan ke kawat konduktor

Grafik saat V=0

Temperatur VS waktu, V=0

Series1
Series2

Temperatur

22.74
y = 0.0032x + 22.627
22.72
R = 0.4848
22.7
y = 0.0167x + 22.533
22.68
R = 0.75
22.66
22.64
22.62
22.6
22.58
22.56
0
10
20
30
waktu

Linear (Series2)
40

Grafik saat V1=0.63

Temperatur VS waktu, V=0.63


24
y = 0.0444x + 22.527
R = 0.9883

23.8
23.6
Temperatur

Linear (Series1)

23.4
23.2

Series1

23

Linear (Series1)

22.8
22.6
22.4
0

10

20

30

40

waktu

Grafik saat V2=1.51

Temperatur VS waktu, V2=1.51


35
y = 0.2493x + 22.027
R = 0.9953

Temperatur

30
25
20
15

Series1

10

Linear (Series1)

5
0
0

10

20

30

40

waktu

Grafik saat V3=1.01

Temperatur VS waktu, V3=1.01


28
y = 0.0481x + 26.387
R = 0.9665

27.8
27.6
Temperatur

27.4
27.2

Series1

27

Linear (Series1)

26.8
26.6
26.4
0

10

20

30

40

waktu

2. Untuk tegangan V1, V2, V3. Hitunglah nilai kapasitas panas (C) dari kawat
konduktor yang digunakan
Tegangan V1
Diketahui :
i = 34.68 ampere
v = 0.63 v
t = 30s-3s = 27 s
C=

= 27.82 J/Kg0C

Tegangan V2
Diketahui :
i = 49.96 ampere
v = 1.51 v
t = 30s-3s = 27 s
C=

= 77.15 J/Kg0C

Tegangan V3
Diketahui :
i = 41.29 ampere
v = 1.01
t = 30s-3s = 27 s
C=

= 1023.61 J/Kg0C

3. Berdasarkan nilai c yang saudara peroleh, tentukan jenis kawat konduktor yang
digunakan.
_

C=

= 376.19 J/Kg0C

S=
=
=315.61 J/Kg0C

Jadi kapasitas kalor dari kawat konduktor yang dipakai pada percobaan
kali ini yaitu ( 376.19 315.61) J/Kg0C
Diperoleh literature kapasitas kalor yang paling mendekati untuk hasil
perhitungan yang praktikan lakukan yaitu tembaga sebesar 390 J/Kg0C
Jika kawat konduktor itu adalah kawat tembaga yang memiliki kapasitas
kalor 390 J/Kg0C, maka dapat dihitung nilai kesalahan literaturnya :

x 100%
X 100%

= 3. 54 %

4. Analisa
a. Percobaan

Pada percobaan KR02 tentang calori work ini dilakukan secara online melalui RLab
dengan tujuan menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor. Percobaan ini dilakukan
dengan pengaliran listrik pada sebuah kawat tertentu. Lalu terjadi perubahan temperature pada
kawat yang dialiri listrik. Sehingga terbukti bahwa hukum kekekalan energi berlaku dimana
energi tidak akan pernah hilang dan hanya akan berubah bentuk, pada percobaan kali ini
perubahan bentuk tersebut adalah dari energi listrik, menjadi energi kalor, karenya adanya
perubahan temperature tersebut.
Pengukuran ini dilakukan dalam 30 detik setiap tegangannya dan di lakukan pencatatan
tiap 3 detik. Data diambil sebanyak 10 kali dengan tujuan, data yang didapatkan memiliki grafik
dengan nilai yang diharapkan mendekati kebenaran. Data yang diambilpun diharapkan bisa
mewakili keseluruhan data yang dibutuhkan.
Tegangan yang dipakai dalam percobaan kali ini menggunakan empat tegangan, yaitu
V0=0v, V1=0.63v, V2=1.51v, V3=1.01v. Tegangan yang divariasikan ini bertujuan agar kita
dapat mengetahui besarnya pengaruh tegangan tersebut terhadap kenaikan suhu disetiap
waktunya. Selain itu, pada grafik kita bisa melihat perbandingan kenaikan suhu dari setiap
tegangan yang berbeda-beda ini.
b. Hasil Percobaan
Dengan melihat data yang praktikan peroleh, dapat disimpulkan bahwa semakin besar
tegangan yang di uji cobakan maka semakin besar juga temperatur yang dihasilkan, walaupun
dimulai pada suhu awal yang sama yaitu, 22.90C. Kenaikan temperatur juga berbanding lurus
dengan besarnya arus kawat konduktor.
Sesuai dengan tujuan praktikum KR02 ini yaitu menghitung kapasitas kalor suatu kawat
konduktor maka pada pengolahan data diperoleh rumus mencari kapasitas kalor yaitu
mengalikan antara tegangan,arus dan selisih waktu kemudian membaginya dengan selisih suhu.
Persamaan ini diperoleh dengan mengolah dan menggabungkan dua rumus yaitu energi listrik (w
= vit) dan energi kalor (Q = mcT ). Hasil perhitungan kapasitas kalor dari masing-masing
tegangan menunjukan bahwa bahwa kapasitas kalor yang dikeluarkan kawat konduktor
berbanding lurus dengan perubahan tegangan dan arus.
Diperoleh suatu hasil perhitungan olah data kapasitas kalor untuk percobaan kali ini
adalah 376.19 J/Kg0C dengan ketidakpastian sekitar 315.61 J/Kg0C. Berkenaan dengan jenis
kawat konduktor yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah tembaga dengan melakukan
pendekatan yang paling memungkinkan. Sebesar 3.54 % merupakan kesalahan literatur yang
terjadi di percobaan kali ini.

10

c. Kesalahan
Kemungkinan kesalahan yang terjadi dalam percobaan kali ini adalah bersifat
teknis, karena dalam video cam terlihat bahwa temperature pada saat V0 adalah 22.90C,
sedangkan dalam data yang diperoleh menunjukkan bahwa temperatur yang terjadi
berkisar antara 22.60C - 22.70C. Hal ini mungkin dikarenakan temperatur lingkungan
yang ikut terukur atau bias juga karena kelambatan koneksi internet praktikan sehingga
menyebabkan kelambatan pengukuran.
Untuk nilai kesalahan literature, didapatkan sekitar 3.54%. Hal ini mungkin
disebabkan adanya kekeliuran asumsi yang menganggap energi listrik diubah 100%
menjadi energi kalor.

Kesimpulan

Semakin besar arus listrik yang mengalir maka temperatur kawat konduktor akan
semakin besar.
Semakin besar tegangan yang diberikan maka semakin lama listrik dialirkan, semakin
meningkat pula temperaturnya.
Sesuai dengan hukum kekekalan energi yaitu energi dapat berubah bentuk dari energi
listrik menjadi energi kalor dengan persamaan W=Q walaupun tidak semuanya berubah,
sebagian kecil lainnya dibuang ke lingkungan.
Perkiraan jenis kawat konduktor yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah
tembaga dengan memperhatikan nilai C sebesar 376.19 J/Kg0C dan memiliki kesalahan
relatif sebesar 3.54%

Referensi

http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory/kuliah/view_experiment.php?id=7604&exp=4

Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engineers,Fifth Edition, Prentice Hall, NJ,
2001

11