Anda di halaman 1dari 9

BABI

PENDAHULUAN

A.

LatarBelakangMasalah
Pendidikanmerupakansuatuhalyangdinamissehinggamenuntut

adanya suatu perubahan atau perbaikan secara terusmenerus. Salah satu


caranya adalah dengan belajar. Menurut Hilgard dan Bower (dalam
Baharuddin, 2008), belajar adalah memperoleh pengetahuan atau menguasai
pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan
mendapatkaninformasiataumenemukan.SedangkanmenurutGagne(dalam
RatnaWillisDahar,1996)belajardidefinisikansebagaisuatuprosesdimana
suatuorganismberubahperilakunyasebagaiakibatpengalaman.
Keberhasilandalambelajardipengaruhiolehbeberapafaktor.Salahsatu
faktordarikeberhasilanbelajaradalahmetodepembelajaranyangdipiliholeh
guru.Dalampembelajaran,guruberperansebagaipendorong,narasumber,dan
memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses
belajarsiswa.Haliniakanmemotivasisiswauntukmencaripenyelesaiannya
(Amien, 1987). Salah satu metode yang sesuai dengan peran guru sebagai
pendorongadalahmetodediscoveryinquiry.Denganmetodediscoveryinquiry,
pemahamansuatukonsepdiperolehmelaluiproses.Melaluimetode inilebih
ditekankan kepada proses penemuan konsep dan bukan pada produknya
sehinggakonsepyangdiperolehakanlebihtahanlamatertanam

dalam pikiran siswa. Selain itu, selama proses tersebut dapat diketahui
kesulitan siswa dalam memahami dan menguasai konsep serta bagaimana
kemampuansiswatersebutuntukberpikirkritis.
Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran kimia pada materi Teori
AsamBasadikelasXIadalahmendeskripsikanteoriteoriasambasadengan
menentukansifatlarutandanmenghitungpHlarutan.Materi inicukupluas
cakupannyakarenaberkaitandengankehidupanseharihari.Selainitu,materi
sifatasambasadisekolahsekolahsampaisaatinimasihdidominasiolehteori
teoriyangdisampaikandenganmetodeceramah dankurangmemperhatikan
persoalanyangmenantangsiswauntukdipecahkanmelaluikegiataneksploratif
eksperimental. Hal inilah yang menyebabkan siswa merasa kesulitan dalam
mempelajarisifatasambasa.
Untuk mengurangi kesulitan tersebut diperlukan suatu metode
pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Metode tersebut
adalah discovery inquiry. Dengan digunakannya metode discovey inquiry,
siswa lebih dapat menggali dirinya untuk berpendapat, dan mengajak siswa
untuk dapat menemukan masalahmasalah yang berkaitan dengan materi
pelajaran, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam proses belajar
mengajar. Siswa akan menemukan sendiri mengenai melalui kegiatan
praktikum. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pendidikan kimia di sekolah
bahwa penerapan konsepkonsep kimia melibatkan keterampilan proses.
Keterampilanprosesinidapatdinilaidandiukurmelaluikegiatanpraktikum.

Kegiatan praktikum atau kegiatan laboratorium menjadi komponen penting


dalamprosesbelajarmengajarkimia.Denganbahasailmukependidikandapat
dikatakanbahwakegiatanlaboratoriummenjadiwahanapengembanganaspek
kognitif,afektif,danpsikomotorik(Firman,2000).
Dalam penemuan konsepnya, siswa diarahkan dengan beberapa
pertanyaan dari guru yang disajikan pada Lembar Kerja Siswa (LKS),
sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang hanya membantu dan
mengarahkansiswauntukmenemukankonseptersebut.
Penelitipeneliti terdahulu yang telah menggunakan metode discovery
inquiry pada pembelajaran kimia untuk mengetahui pengaruhnya terhadap
aspekkognitifsiswayaituSulistyastuti(2009)menggunakanmetodediscovery
inquiry pada materi minyak bumi. Selanjutnya Susanti (2010) juga
menggunakan metode discovery inquiry pada materi dampak pembakaran
bahanbakarkendaraanbermotor.Berdasarkanhasilanalisiskeduapenelitian
tersebutdiperolehbahwadenganmetodediscoveryinquirydapatmeningkatkan
penguasaan konsep siswa lebih baik secara signifikan bila dibandingkan
denganmetodekonvensional.
Dengandilatarbelakangiolehberbagaihalyangtelahdikemukakan,maka
peneliti ingin mencoba untuk meneliti penerapan metode discovery inquiry
untukmenganalisispenguasaankonsepsiswapadamateriasambasa.Adapun
judulyangdiangkatolehpenulisyakniAnalisisPenguasaanKonsep

SiswaKelasXIpadaPembelajaranSifatAsamBasaMenggunakanMetode
DiscoveryInquiry.

B.

RumusanMasalah
Berdasarkanlatarbelakangmasalahyangtelahdikemukakan,maka

rumusanmasalahdalampenelitianiniadalahsebagaiberikut:
Bagaimanapengaruhpenerapanmetodediscoveryinquiryterhadap
penguasaankonsepsiswakelasXIpadaPembelajaranSifatAsamBasa?
Rumusanmasalahtersebutdapatdiuraikanmenjadibeberapapertanyaan
yaitu:
1. Bagaimana peningkatan penguasaan konsep siswa kelas eksperimen yang
menggunakan pembelajaran dengan metode discovery inquiry jika
dibandingkandenganpeningkatanpenguasaankonsepsiswakelaskontrolyang
menggunakanmetodediskusiinformasipadapembelajaransifatasambasa?

2. Bagaimana perbedaan penguasaan konsep siswa kelas eksperimen pada


pembelajaransifatasambasaberdasarkankelompoksiswa(tinggi,sedang,dan
rendah).
3. Bagaimanapeningkatanpenguasaankonsepsiswakelaseksperimendidasarkan
padasetiapindikatorpembelajaran?

C.

PembatasanMasalah
Penelitiandilakukanuntukmengetahuipenguasaankonsepsiswapada

pembelajaranSifatAsamBasa.

D.

TujuanPenelitian
Secaraumum,penelitianinibertujuanuntukmemperolehinformasi

mengenai pengaruh pembelajaran Sifat Asam Basa menggunakan metode


discovery inquiry. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini
bertujuanuntukmengetahui:
1. Penguasaan konsep siswa kelas eksperimen yang menggunakan metode
discoveryinquiry jikadibandingkandenganpenguasaankonsepsiswakelas
kontrolyangmenggunakanmetodediskusiinformasipadapembelajaransifat
asambasa?
2. Penguasaankonsepsiswakelaseksperimenpadapembelajaransifatasambasa
berdasarkankelompoksiswa(tinggi,sedang,danrendah)?
3. Penguasaankonsepsiswakelaseksperimendidasarkanpadasetiapindikator
pembelajaran?

E.

ManfaatPenelitian
Hasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikankontribusibagidunia

pendidikan,diantaranyasebagaiberikut:

1. Guru
Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi serta gambaran tentang
penerapan pembelajaran menggunakan metode discovery inquiry, selain itu
dapatdijadikanalternatifmodelpembelajaranyangberpusatpadasiswa.
2. Siswa
Hasil penelitian ini dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa pada
pelajarankimiakhususnyapadapembelajaransifatasambasa.
3. PenelitiLain
Hasilpenelitianinidiharapkandapatmemberikansumbanganpemikirandan
dapatdijadikanacuansertamasukandalampenelitiansejenisdenganpokok
bahasanberbeda.

F.

PenjelasanIstilah
Untuk menghindari kesalahan penafsiran terhadap istilahistilah yang
terdapat dalam penelitian ini, maka diberikan penjelasan dari istilahistilah
tersebutsebagaiberikut:
1. Analisisadalahsuatuprosespemecahanmasalahdenganmenggunakancara
berfikir (logika) tertentu untuk memperoleh suatu hasil atau kesimpulan
tentangfaktorpenyebabmunculnyamasalahitu.(HAM,2008).
2. Penguasaan adalah pemahaman atau kesanggupan untuk menggunakan
pengetahuan,kepandaian,dsb(TimPenyusunKamusPustakaBahasa,2002).

3. Konsep adalah ide (abstrak) yang dapat digunakan atau memungkinkan


seseoranguntukmengelompokkanataumenggolongkansuatuobyek(Arifin,
2003).
4. Penguasaan konsep merupakan kemampuan siswa menangkap arti atau
fenomena alam tertentu melalui pengamatan, dan analisis hasil
pengamatannya (proses asimilasi dan akomodasi) yang dibangun dan
disimpandalampikiransiswasebagaimemoriyangtersimpan(retensi)dan
suatusaatdapatdipanggilkembali(recall)melaluites(Utomo,1997).
5. Discovery adalah proses mental dimana siswa/individu mengasimilasikan
konsepdanprinsipprinsip.Siswadidorongolehrasaingintahu(curiosity)
untuk mengeksplorasi dan belajar sendiri. Metode ini lebih menekankan
prosespenemuankonsepolehsiswabukanpadahasil/produknya(Sund,dalam
Arifin2003).
6. Inquiry adalah suatu teknik instruksional dimana dalam proses belajar
mengajar siswa dihadapkan dengan suatu masalah. Tujuan utama dari
pengajaraniniadalahuntukmenolongsiswamengembangkanketerampilan
keterampilanpenemuanilmiah(scientificinquiry)(Winataputra,1992).
7. Metode discoveryinquiry merupakanpembelajaran yangmenekankanpada
pencarianpengetahuansecaraaktifyangterindikasipadaprosespembelajaran
yang berpartisipasi melalui pertanyaan, kegiatan proses mental dan
eksperimenyangdilakukansecarasistematis,logisdananalitissehingga

siswadapatmenemukansendiripengetahuanyangdipelajarinya(prinsip
prinsipdankonsepkonsep)(Amien,1987).